Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 74


__ADS_3

Dua minggu berlalu, rumah tangga vella dan bima semakin harmonis. Hari ini bekas cabang butik charming akan di renovasi. Bima menyuruh orang mendesain sesuai yang diinginkan oleh vella. Pak arman juga sudah menyiapkan beberapa baju untuk dipajang di butik itu. Pak arman belum bisa membuat banyak baju untuk butik vella karena pesanan dari luar juga sudah lumayan banyak.


Bima sudah pergi ke hotel sejak pagi tadi, sedangkan vella masih beraktifitas dirumah saja. Dia bersantai sejenak sebelum pergi kerumah ayahnya nanti. Vella membaca majalah yang dibelikan bima tentang trend model baju. Tiba-tiba saja bu sarah datang dan menyapa dengan sinisnya.


"Wah wah nyonya besar enak ya santai-santai."


Vella langsung berdiri untuk menyambut mertuanya itu. Dia berniat mencium tangannya tapi bu sarah langsung mengibaskan tangannya tak sudi disentuh oleh vella. Bu sarah langsung melihat-lihat seisi rumah itu.


"Mewah sekali ya rumah ini, furniture sama hiasannya terlihat mahal sekali." Ucap bu sarah


"Semuanya kakek surya yang desain mah," Ucap vella


Kemudian bu sarah melihat ada dua pembantu disana.


"Enak banget ya kamu dapet rumah segede ini cuma-cuma, trus tinggal ungkang-ungkang kaki bersantai dirumah. Semua pekerjaan dikerjakan pembantu. Selamat, kamu jadi ratu sekarang." Ucap bu sarah sambil bertepuk tangan.


Vella merasa sangat tersinggung setelah mendengar perkataan bu sarah. Tapi dia tetap mencoba bersikap baik pada mertuanya itu. Dia menawarkan bu sarah duduk, karena dari tadi berdiri terus.


"Mah duduk dulu, mamah mau minum apa biar saya buatkan,"


"Nggak perlu, kamu nggak usah sok manis di depan saya. Inget ya sampai kapanpun saya nggak suka kamu jadi istri anak kesayangan saya. Sebenarnya saya tidak sudi kamu panggil mamah, semua ini hanya karena papa saya. Kalau saja bisa saya akan nyingkirin kamu." Ucap bu sarah, setelah itu dia langsung pergi.


Vella jadi tahu kalau bu sarah belum merestui pernikahannya. Dia tidak akan memberitahu bima kalau bu sarah datang memakinya. Dia tidak mau ini akan merusak hubungan antara ibu dan anak. Pernikahan ini sudah terlanjur terjadi, vella hanya bisa berdoa semoga bu sarah bisa menerimanya dan tidak terus berfikir jelek tentangnya.


...----------------...


Kedekatan lisa dan fadly semakin erat saja. Hampir setiap hari mereka bertemu. Dirumahnya fadly sedang bersiap untuk berangkat ke kantornya. Saat berpamitan akan berangkat, bu ira menghadangnya dulu.


"Fadly tunggu..."

__ADS_1


"ada apa mi?"


"Kamu antar ini kerumah lisa ya,"


"Apa ini mi?"


"Rendang, kemarin kan pas ketemu dia cerita kalau dia suka makan rendang. Jadi mami bikinin deh." Ucap bu ira


Bu ira sudah sangat menyukai lisa. Dia sangat mendukung fadly untuk bisa menjalin hubungan dengan lisa. Dia juga sangat berharap lisa bisa menjadi menantunya.


Fadly berangkat kerumah lisa, dia tahu hari ini lisa ada dirumah karena toko bunganya tutup. Sampai disana fadly mengetuk pintu rumah lisa. Bi isah yang membuka pintunya.


"Eh den fadly, cari non lisa ya mari bibi antar. Non lisa ada di belakang." Ucap bi isah


Fadly mengikuti bi isah, ternyata lisa sedang menata tanaman hiasnya yang berada di halaman belakang rumahnya. Bi isah ingin memberitahu langsung kedatangan fadly pada lisa, tapi fadly berkata tidak perlu. Fadly berterimakasih pada bi isah dan menyuruhnya kembali ke pekerjaan semulanya saja. Fadly juga memberikan titipan maminya tadi untuk dibawa ke dapur. Lisa sibuk menata tanaman-tanamannya, fadly tersenyum sambil terus mengamati lisa.


"Lisa memang cantik, kenapa aku baru menyadarinya sekarang." Batin fadly


"Eh fadly kok kamu bisa disini?"


"Aku kesini disuruh mami nganter rendang, katanya kesukaan kamu."


Tanpa sadar fadly tidak kunjung melepaskan pelukannya pada lisa. Tiba-tiba saja lisa merasakan sesuatu yang berbeda, begitu juga dengan fadly. Jantung mereka berdegup kencang.


Bi isah datang membawakan minum untuk fadly.


"Non lisa ini minumannya mau ditaruh dimana?


Mendengar suara bi isah spontan mereka berdua melepas pelukannya.

__ADS_1


"Di meja situ aja bi," Ucap lisa


"Makasih ya bi," Ucap fadly


Kemudian bi isah pergi lagi usai menaruh minumannya. Suasana disana jadi terasa sangat canggung. Lisa dan fadly sama-sama terdiam merasa malu-malu.


"Ee duduk sana dulu yuk," Ajak lisa


Mereka pun duduk tapi masih bingung ingin berbicara apa. Mendadak lisa kehabisan kata-kata. Padahal biasanya ketika bertemu fadly ada saja sesuatu yang mereka obrolkan. Untuk mencairkan suasana, fadly membuka obrolan dengan membahas taman yang lisa tata dengan sangat indah.


"Wah banyak banget tanaman hias disini, aku lihat hampir semua jenis ada disini." Ucap fadly


"Iya fad, gue suka banget sama bunga dan tanaman-tanaman kaya gini dari kecil." Ucap lisa


"Emm, mami gue juga punya tapi nggak sebanyak kaya punya elo ini," Ucap fadly


"Jadi tante ira juga suka sama bunga-bunga gini,"


Fadly mengangguk pada lisa. Kemudian fadly bertanya tentang orang tua lisa yang tak pernah terlihat dirumah. Orang tua lisa berada di luar negeri. Papa lisa mempunyai bisnis di jepang dan mamanya baru saja menyusul kesana lagi beberapa bulan yang lalu.


"Eh kok kebetulan sama ya, papi gue juga masih di jepang sekarang." Ucap fadly


"Oh ya, wah jangan-jangan mereka saling kenal aja." Ucap lisa


"Ya baguslah kalau gitu, kan jadi lebih gampang buat gue..."


"Buat lo apa?? Kok nggak diterusin?" Tanya lisa penasaran


"Buat temenan sama elo lah, hehe." Jawab fadly

__ADS_1


Lisa sebenarnya sudah terlanjur deg-deg an, dia berharap fadly mengatakan yang lain bukan itu. Mendengar itu lisa sebenarnya merasa kecewa. Tapi dia menutupinya dengan iku tertawa juga. Dia tidak bisa membohongi diri lagi kalau memang sudah mulai suka dengan fadly.


Tapi sebenarnya yang ingin dikatakan fadly adalah lebih mudah untuk mendapat restu dari orang tua lisa. Hanya saja saat ini waktunya belum tepat, dia tidak ingin terlalu terburu-buru menyatakan perasaannys pada lisa. Dia takut akan terjadi seperti saat bersama vella dulu. Dia ingin menjalaninya seperti ini dulu saja. Sampai dia sendiri bisa yakin kalau memang menyukai lisa. Selain itu dia juga ingin melihat apakah lisa ada ketertarikan padanya.


__ADS_2