
Kiara pulang kerumah orang tuanya, Dia rindu dengan barang-barang yang ada di dalam kamarnya. Kiara masuk ke dalam rumah dan langsung mencari-cari mamanya.
"Mama... aku pulang. Mama dimana? Mama?" Kiara memanggil-manggil bu ina
"Eh kamu, tumben dateng kerumah?" Tanya bu ina
"Mamah, ini kan masih rumah aku juga. Aku kangen sama barang-barang di dalam kamar aku. Oh iya papa masih di kantor ya?"
"Iya, tapi paling cepet pulang." Ucap bu ina
"Kalau gitu aku disini dulu aja deh. Lagian dirumah cuma ada anak idiot sama pembantu rese' itu. Mama sarah sama papa ferdi ke korea soalnya. Aku males dirumah." Ucap kiara
"Terserah kamu aja deh." Ucap bu ina
Kiara langsung masuk ke dalam kamarnya, dia langsung membuka semua lemarinya dan mengambil beberapa tas kesayangannya. Barang milik kiara sangat banyak sekali.
"Sabar ya sayang-sayangku, aku pasti bakal membawa kalian kalau sudah punya rumah baru." Kiara berbicara dengan semua barang-barangnya.
Merasa sudah puas melihat semua barangnya, kiara merebahkan diri ke kasur dan akhirnya tertidur. Saat kiara tertidur, pak haris pulang. Bu ina memberitahu suaminya itu kalau anak mereka datang. Pak haris langsung menyuruh bu ina memanggilkan kiara, karena dia ingin bertanya sesuatu padanya. Tapi saat ini kiara sedang tertidur pulas. Bu ina tidak tega membamgunkannya.
"Pah kiara tidur tunggu sampek bangun dulu aja ya, Mending papa ganti baju dulu." Ucap bu ina
Pak ferdi menurutinya, dia masuk ke dalam kamar dan berganti baju. Setelah itu mereka bersantai di ruang keluarga sambil nonton tv. Bu ura menyuruh pembantunya untuk mengambilkan beberapa cemilan. Di tv muncul siaran bima yang menjadi bintang tamu di suatu acara. Pak haris dan bu ina merasa berbangga diri mempunyai menantu yang terkenal seperti bima. Saat itu kiara datang dan langsung bergabung menonton disana.
"Kiara lihat tuh suami kamu masuk tv. Dia jadi orang terkenal sekarang. Kamu beruntung banget bisa nikah sama dia." Ucap pak haris.
"Iya pah, makasih ya udah milihin suami terbaik buat aku." Ucap kiara
"Oh ya papa mau bicara penting sama kamu. Tempo hari papa ketemu davin dan perusahaannya bekerjasama dengan perusahaan papa. Kamu nggak balikan sama dia kan?" Tanya pak haris serius.
"Papah ini apaan sih, jelas-jelas lebih kaya bima. Ngapain aku ngarepin davin." Jawab kiara membantah.
Kiara tidak peduli dengan kerjasama antar perusahaan pak haris dengan davin. Itu tidak berpengaruh untuknya. Tidak mengubah niatnya untuk tetap menyudahi hubungan dengan davin dan fokus pada bima.
__ADS_1
...----------------...
Kiara pulang kerumah bima lagi, Atas saran sari mamanya hari ini dia ingin berpura-pura memasak dan menghidangkan makanan untuk makan malam. Dia tahu kalau hari ini bima pulang tepat di jam makan malam karena masih ada acara siaran di tv. Begitu juga dengan kakek yang masih sibuk di kantor. Kiara menyuruh weni meninggalkan dapur, dia bilang ingin masak sendirian tanpa campur tangannya.
"Mbak wen, buat makan malem biar aku aja yang masak." Ucap kiara
"Yakin non mau masak??" Weni meragukannya.
"I..iya, Kamu meragukan aku? Bukan cuma kamu doang yang bisa masak. Aku jago kok. Udah kamu main sama kanza atau ngapain sana. Pokoknya jauh-jauh dari dapur." Ucap kiara
Weni pun menuruti perkataan kiara. Dia tidak berani membantahnya karena tatapan kiara sangat menakutkan baginya. Dia langsung keluar dari dapur dan mencari keberadaan kanza.
"Hii tatapannya kek mak lampir aja serem. Tapi kok nggak yakin kalau dia bisa masak. Ah udahlah cari non kanza dulu deh." Ucap weni
Sedangkan kiara di dapur memegang alat-alat masak aja masih kaku. Dia tidak mungkin bisa masak sendiri. Dia hanya berpura-pura mengotori dapur dengan bahan-bahan masakan yang ada.
"Kuku aku kan baru aja diperbarui, bisa rusak nanti kalau aku buat masak." Ucap kiara
Kemudian kiara duduk dan mencari-cari resto yang makanannya enak dari hpnya. Dia menemukannya dan langsung memesan beberapa menu.
Sekitar 1 jam menunggu akhirnya kurir menghubungi kiara. Dia langsung bergegas menuju pintu gerbang belakang rumah. Dia memastikan tak ada yang melihatnya disana. Setelah membayarnya, kiara langsung kembali masuk kedalam dapur. Dia mengganti wadah makanan itu.
"Okey dah beres, sekarang mandi trua dandan yang cantik. Nanti kalau udah mendekati jam bima pulang kerja aku bakal pura-pura sibuk hidangin ini semua." Ucap kiara.
Kiara meninggalkan dapur dan pergi ke kamarnya. Saat kiara tidak ada, kanza datang ke dapur. Dia berniat mengambil air minum. Tak sengaja dia melihat tumpukan bekas wadah makanan. Ada logo restoran yang dia ketahui. Kanza melihat di sana ada hidangan yang enak-enak.
"Oh jadi kakak jahat itu nggak masak beneran, dasar tukang bohong." Ucap kanza kemudian dia meninggalkan dapur.
Kiara kembali lagi ke dapur karena dia teringat dengan wadah makanan dari restoran tadi. Dia mengambilnya lagi dan membuangnya ke tempat sampah belakang.
"Untung aja belum ada yang lihat. Oke saatnya mandi." Ucap kiara
Setelah mandi dia berdandan cantik dan langsung pergi ke dapur lagi untuk menghidangkan makanan di meja makan. Weni datang berniat membantunya tapi kiara bilang tidak usah.
__ADS_1
"Non biar saya bantu." Ucap weni sambil mengangkat piring berisi makanan
"Heh heh nggak usah, aku nggak perlu bantuan kamu. Sana kamu ngerjain apa gitu yang lain. Jangan ganggu aku." Ucap kiara
Kiara menghidangkan semua makanannya. Pas semua selesai dihidangkan, bima dan kakek surya datang. Kiara langsung menyambut mereka.
"Selamat malam kakek, selamat malam suamiku." Ucap kiara menyambut bima dan kakek surya.
"Oh iya duduk yuk, aku udah masak buat makan malam hari ini loh." Ucap kiara lagi
Bima dan kakek surya terheran-heran, ada angin apa kiara jadi bersikap begini. Bima jadi berfikir kalau kiara sudah tahu tentang rencana perceraian mereka. Makanya kiara bersikap manis agar bima bisa mempertimbangkannya.
"Makasih udah nyiapin makan malam. Kakek mau mandi dulu." Ucap kakek surya
"Aku juga mau mandi dulu." Ucap bima
Kiara pun ikut bima masuk ke dalam kamar, dia menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu. Bima sangat heran dengan sikap kiara yang begitu manis saat ini. Bima langsung teringat tentang rumah yang diinginkan kiara. Dia berfikir mungkin bukan karena tau akan diceraikan, tapi karena agar bima cepat menurutinya untuk membeli rumah baru di perumahan elit itu. Setelah selesai, kiara langsung mengajak bima ke ruang makan lagi. Tak lama kemudian kakek datang bersama kanza.
"Yuk makan, ini aku yang masak sendiri loh. Iya kan mbak wen?"
"Iya benar non kiara masak sendiri, tadi mau saya bantu tapi nggak boleh." Jawab weni
Kakek surya dan bima langsung mencicipi masakan kiara. Dalam hati bima tidak percaya kok bisa kiara masak seenak ini. Kakek surya langsung memuji kiara.
"Hmm.. ternyata bisa masak juga kamu. Kakek pikir cuma pinter belanja aja." Ucap kakek sedikit menyindir kiara.
"Apaan sih ni aki-aki bau tanah, nyebelin banget." Ucap kiara dalam hati.
Kiara hanya tersenyum menanggapi omongan kakek surya. Padahal sebenarnya dia mengomel dalam hati. Saat semua menikmati makanan, tiba-tiba kanza mengucapkan sesuatu yang membuat kakek dan bima kaget.
"Jelas lah enak, orang masakan ini beli di restoran favorit langganan kita." Ucap kanza.
Deg.... Jantung kiara seketika berdegup kencang, dia takut kalau sampai ketahuan. Tapi dia sedikit tenang karena sudah membuang bungkusnya ke tempat sampah belakang.
__ADS_1
"Dih nih bocah idiot tau kalau gue beli? Duh ngeles apaan nih?? Bisa malu dong gue kalau ketahuan." Ucap kiara dalam hati, dia memikirkan alasan yang tepat untuk mangkir dari kenyataan yang di ucapkan oleh kanza.