Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode terakhir


__ADS_3

Tiga tahun kemudian.....


Acara ulang tahun Danish diadakan secara meriah dirumah. Dihadiri oleh keluarga dan juga teman Vella dan Bima beserta anak mereka.


Danish terlihat sangat ceria dia berlarian kesana kemari diikuti oleh Ferdi opanya. Sementara Vella dan Bima masih berada di dalam kamar. Sedari tadi Bima menganggu istrinya yang sedang merias diri. Bima merangkul pundak Vella yang sedang duduk di depan meja rias.


"Mas kamu kan udah siap, keluar duluan sana. Kenapa sih kok kayak lesu gitu," Pungkas Vella


"Aku butuh energi dari kamu, semalem kan kita gagal. Hampir dua bulan penuh ini loh aku nggak dapat jatah dari kamu sayang." Keluh Bima


"Nah kamu kan baru dari luar kota sayang baru pulang semalem, kan masih banyak malam-malam lain." Ucap Vella


"Hemm sekarang aja yuk sayang, sebentar aja. Kan acaranya masih sejaman lagi." Ajak Bima yang sudah tidak tahan lagi, karena semalam aksinya gagal karena anaknya tiba-tiba menangis dan rewel membuat Vella harus menemaninya semalaman. Bima tidur sendirian dengan menahan nafsunya yang sudah memuncak itu.


"Tapi mas,"


"Bentar aja kok sayang,"


Vella tak bisa menolak keinginan suaminya itu. Vella yang tadinya sudah berpakaian rapi kini di acak-acak lagi oleh suaminya. Vella menahan erangannya, karena diluar sudah banyak keluarganya. Dia takut kalau ada yang mendengarnya. Mereka berdua sama-sama menikmatinya. Setelah hampir dua bulan tidak bertemu akhirnya mereka melakukan penyatuan kembali. Wajah cantik Vella yang sudah dibubuhi make up kini bercampur dengan keringat.


Sudah setengah jam mereka beradu, untungnya tidak ada yang mengganggu aktivitas mereka itu.


"Emmhh.. mas emmhh.. cepetan nanti keburu acaranya dimulai." Ucap Vella bercampur erangan kenikmatan.


"Dikit lagi sayang.." Ucap Bima bergetar, dia mempercepat gerakannya sampai akhirnya menyemburkan benihnya pada rahim istrinya.


"Aaahh... emmhh.." Erangan terkahir Vella


Bima tersenyum senang setelah mendapatkan apa yang dia mau. Ekspresinya sudah berubah jadi sumringah lagi, tidak seperti tadi yang lesu. Vella pun bergegas membersihkan diri, begitu juga Bima.


.


.


.


Para tamu sudah berdatangan, Lisa dan Fadly juga datang kesana. Mereka membawa anak kembarnya. Ya, Lisa akhirnya menikah dengan Fadly. Setelah Vella dan Bima kembali akur dan bahagia, Lisa menepati janjinya untuk memberi kesempatan pada fadly. 8 bulan kemudian mereka menikah, tapi di tahun kedua pernikahan mereka baru dikaruniai anak kembar yang lucu. Nama anak mereka Mazayra dan Mazaya, berusia 3 bulan.


"Hai Danish, selamat ulang tahun ya, ini kado dari Mazayra dan Mazaya." Ucap Lisa sambil menaruh box besar ke meja tempat kado yang memang sudah disiapkan disana. Fadly jongkok mensejajarkan dirinya dengan tinggi Danish.


"Danish kok menyambut tamu sendirian papa mama kemana?"


"Danish enggak sendi-ian om... Tadi ada opa, oma, opa buyut uga kok. Kata opa, mama ama papa masih sibuk buatin Danish dedek." Jawab Danish dengan polosnya. Tadi memang Danish sempat mencari mama dan papanya. Danish diantarkan oleh Opanya menuju kamar orang tuanya. Tapi saat ingin mengetuk pintu, samar Ferdi mendengar suara aktivitas Vella dan Bima di dalam. Jadi dia memilih mengajak Danish pergi dari sana agar tidak mengganggu mereka. Ferdi mengatakan pada Danish kalau orang tuanya sedang membuatkannya adik. Danish pun malah senang, dia menurut sajapada opanya.


Bertepatan saat itu Vella dan Bima datang. Mereka menyebar senyum pada semua orang yang sudah datang kesana.

__ADS_1


"Mama papa dedeknya u-udah jadi beyum?" Dengan polosnya Danish bertanya. Lisa dan Fadly tertawa mendengarnya. Sementara Bima dan Vella saling bertatapan. Vella jadi berfikir apakah ada yang mengetahui apa yang baru saja ia lakukan bersama suaminya. Atau suara desahannya terdengar dari luar kamar.


"Ahaha, Kamu pengen punya adik ya sayang nanti ya papa bikinin." Ucap Bima seraya tersenyum kearah anaknya


"Loh tapi kata opa tadi mama ama papa lagi bikin adik, Adiknya mana pah?" Tanya Danis lagi


"Emm sayang itu lihat badutnya tampil itu sana udah banyak teman kamu juga tuh ada onty kanza juga sama kak naya." Ucap Vella mengalihkan pembicaraan, Danish pun langsung berlari kearah badut berada.


"Hai lis yuk kesana, aduh baby kamu makin gemesin deh." Ucap Vella seraya mengajak Lisa masuk ke dalam acara.


Fadly yang saat ini hanya bersama Bima terus meledeknya.


"Ahaha, siang bolong gini lo main bro. Gila," Ucap Fadly


"Udah sah mah sewaktu-waktu kan boleh bro, Ahaha dahlah duduk sana yuk gabung sama yang lain." Ajak Bima


Dira mengecek semua kue yang ada dihidangan, hari ini semua kuenya di pesan dari toko miliknya. Kini Dira dan Ardan sudah punya toko kue yang cukup besar.


"Sayang pelan-pelan jangan cepat-cepat jalannya, udah lengkap semua kok hidangannya. Duduk sini, kamu kan lagi hamil tua." Ucap Ardan. Saat ini Dira tengah mengandung anak kedua.


"Iya bang, udah nih aku duduk disini."


Acara pun dimulai dengan meriah. Mulai dari tiup lilin, potong kue, dan menyuapkan kue ke orang tercinta Danish. Suapan pertama Danish berikan kepada mama papanya. Suapan kedua ia bingung ingin memberikan kepada siapa,


"Boleh sayang," tukas Vella, Vella membantu membagi tiga potongan kue itu untuk Danish suapkan kepada oma, opa, dan opa buyutnya.


"Trus kue ketiganya untuk siapa dong dek Danish," Pungkas sang pembawa acara, Semuanya berfikir antara Kanza atau Naya tapi ternyata itu salah. Danish dengan malu-malu berjalan kearah gadis cilik yang berusia belum genap dua tahun. Dia adalah hafiza anak dari Aryo dan Olif. Aryo menikah dengan salah satu karyawan butik Vella.


Setelah memberikan kuenya, Danish berlari lagi menuju mamanya. Dia tersenyum senang.


"Kenapa kuenya dikasih ke temannya itu sayang?" Tanya pembawa acara yang merasa gemas.


"Kalna dia tantik." Jawab Danis yang kemudian langsung bersembunyi di balik mamanya. Semuanya pun tertawa mendengar penuturan Danish. Anak sekecil itu sudah pandai menilai kecantikan seorang gadis.


"Wah calon-calon pemain nih anak lo Bim, kayaknya keturunan dari lo deh. Ahaha." Ledek Fadly


"Yee dulu gue nggak suka mainin cewek ya," Protes Bima


"Becanda Bim, ahaha."


Dalam acara itu semuanya tampak bahagia. Davin dan Sifa ternyata juga diundang oleh Bima. Tapi mereka datang terlambat saat acara hampir selesai. Mereka juga mengajak anak laki-laki mereka yang usianya 2 tahun. Kini Davin dan Bima menjadi rekan bisnis. Hubungan mereka sudah membaik tidak seperti dulu saat ada Kiara.


Berbicara tentang Kiara, sudah sejak dua tahun lalu dia dibebaskan dari penjara oleh Bima atas permintaan Vella. Tapi dia mengalami gangguan jiwa karena terobsesi dengan Bima. Dia merasa tidak terima melihat Vella dan Bima bahagia. Davin juga sudah bahagia dengan istrinya. Itulah penyebab dia menjadi gila. Kini dia berada di rumah sakit jiwa. Orang tuanya bekerja dirumah Davin sebagai pengasuh anaknya dan tukang kebun.


Bukan cuma Kiara yang cerita hidupnya berkahir tidak bahagia karena ulahnya sendiri. Siska juga bernasib sengsara. Kini dia menjadi istri ketiga dari rentenir berusia 50 tahun. Dulu dia meminjam uang untuk menunjang gaya hidupnya agar terlihat kaya. Menurutnya itu akan mempermudahnya untuk menggait lelaki kaya. Tapi ternyata itu malah membuatnya susah. Siska tak sanggup mengembalikan hutang yang terlanjur banyak. Akhirnya mau tidak mau dia menikah dengan pria tua itu. Dia merasa terkena karma karena sudah menolak billy mentah-mentah. Saat ini hari-harinya hanya dijadikan babu oleh kedua istri tua suaminya.

__ADS_1


.


.


Acara ulang tahun Danis sudah selesai, tamu pun sudah bubar. Danish mendapatkan banyak sekali kado. Dia tidak sabar ingin membuka semua kado itu.


"Onty onty yuk buka kado Danish yuk," Ajak Danish pada Kanza


"Emm ayuk,"


Baru membuka beberapa kado, Sarah menghampiri mekera mengatakan kalau akan berangkat liburan sekarang juga.


"Kanza, Danish yuk berangkat sekarang. Itu kadonya biar disimpan sama Anis dan bi inah dulu."


"Loh mau kemana mah?" Tanya Kanza


"Kita mau liburan ke singapura, ini kado buat Danish."


"Yey Danish kita liburan.." Seru Kanza. Sarah pun menggendong Danish menuju ke depan.


Vella dan Bima tidak ikut, Bima beralasan besok masih ada kerjaan yang sangat penting. Sementara Vella diminta untuk menemaninya.


"Nggak papa ya sayang, lusa mama sama papa nyusul kamu kesana." Ucap Vella pada anaknya.


"Iya mama, Danish ama oma nggak papa kok." Ucap Danish.


"Anak pinter," Bima mengecup anaknya berkali-kali sebelum akhirnya mereka berangkat.


Bima bersorak gembira, dia ternyata berbohong tentang pekerjaan pada Vella. Padahal yang sebenarnya dia ingin berduaan saja dengan Vella. Bima sudah menyiapkan kamar vip di hotel miliknya sendiri untuk bermalam bersama Vella.


"Jadi mas bohong tentang pekerjaan?"


"Iya nggak papa sayang kan biar bisa berduaan sama kamu full sampai besok."


"Sampai ngajakin ke hotel gini mas? Kan dirumah juga bisa."


"Ganti suasana sayang, yaudah yuk.." Kode Bima dengan kedipan mata genitnya.


"Apa mas??"


Tak lama menunggu lagi Bima langsung menggendong istrinya ke kasur dan mereka kembali bertempur untuk mencetak adik yang diminta oleh Danish, anak pertama mereka.


....Tamat....


Cerita Vella berakhir dengan bahagia, terimakasih sudah setia membaca sampai akhir. Sampai jumpa di karyaku yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2