
Sudah 3 hari vella dirawat di rumah sakit. Hari ini dia diperbolehkan pulang dengan catatan masih harus bed rest total. Kakek surya memarahi habis-habisan sarah setelah sampai dirumah. Namun sarah sama sekali tidak merasa bersalah. Dia terus menjawab perkataan papanya itu.
"Kalau kamu terus berniat mencelakai vella, papa nggak segan-segan coret nama kamu dari daftar harta warisan." Ancam kakek surya pada sarah. Mendengar perkataan papanya itu, mata sarah langsung melotot, hatinya semakin terasa panas. Dia tidak percaya semua orang saat ini benar-benar sudah dikuasai oleh vella. Ancaman papanya tersebut tidak lantas membuatnya takut. Dia malah merencanakan sesuatu lagi untuk menyingkirkan vella serta anak yang dikandungnya itu.
🍀
🍀
🍀
Bima merawat istrinya dengan penuh kasih sayang dirumah. Hari ini ada kerjaan penting yang harus dia urus di kantor. Tapi rasanya berat meninggalkan istrinya dirumah. Dia takut sesuatu akan terjadi lagi. Bima kembali mengumpulkan anis, nino dan bi inah. Kali ini bima sangat tegas pada mereka, dalam keadaan apapun jangan meninggalkan vella sendirian dirumah selama dia tidak ada. Mereka semua mematuhi perintah yang diberikan oleh bima.
"Sayang aku ke kantor dulu ya, kalau ada apa-apa langsung telfon aku. Oh iya kamu istirahat dikamar aja, kalau butuh apa-apa panggil anis atau bi inah."
"Iya mas, tenang aja aku kan udah sehat. Kamu nggak usah terlalu khawatir."
Bima mengecup kening istrinya dan kemudian berangkat ke kantor. Namun saat hendak pergi meninggalkan rumah, dia merasa masih belum aman. Pasti mamanya akan datang kesini lagi nanti. Bisa saja mamanya akan melakukan sesuatu lagi kepada vella. Dan para pembantunya pasti tidak akan bisa melarang mamanya datang.
"Halo, kirim dua body guard kerumah saya sekarang." Ucap bima lewat telfonnya.
"Siap pak."
Bima memperketat penjagaan rumahnya demi keamanan istri dan juga calon anaknya dirumah. Selain itu juga agar membuatnya merasa tenang saat berada jauh dari rumah.
🍀🍀
Benar saja, siang harinya sarah mengunjungi rumah bima.
"Maaf ibu tidak diizinkan masuk." Ucap orang berbadan kekar yang berdiri didepan pintu masuk rumah bima.
"Siapa kamu beraninya melarang saya? Ini rumah anak saya, saya laporin kamu sama dia!"
__ADS_1
"Maaf ibu tetap tidak diperbolehkan masuk, ini atas perintah dari pak bima."
"Sialan!" Umpat sarah dalam hati. Dia sama sekali tidak menyangka bima sampai menyuruh dua orang menyeramkan untuk menjaga rumahnya. Tapi bukan sarah namanya kalau dia langsung pergi begitu saja. Dia terus memaksa menerobos masuk kedalam. Dia berteriak-teriak sampai vella mendengarnya.
"Itu kok kaya suara mama sarah, Tapi kenapa teriak-teriak begitu?" Vella langsung turun dari tempat tidurnya dan melihat keluar apa yang sedang terjadi.
"Loh loh mbak vella mau kemana? Pak bima bilang kan nggak boleh kemana-mana dulu." Ucap anis yang kebetulan akan mengantar makanan ke kamar vella.
"Itu nis kamu denger kan ada suara mama sarah teriak-teriak diluar. Aku mau lihat ke depan." Vella berjalan ke depan dengan sangat hati-hati, Anis mengikutinya dari belakang. Setelah membuka pintu, vella langsung melihat dua orang bertubuh kekar yang berusaha mengusir mertuanya.
"Berhenti berhenti... Dia mama mertua saya, kalian berdua ini siapa?" Ucap vella melerai mereka.
"Lepasin saya!" Teriak sarah dengan mengibaskan tangannya melepaskan diri dari dua body guard itu.
"Maaf bu vella, kami berdua ditugaskan oleh pak bima untuk menjaga rumah ini. Pak bima berpesan ibu sarah tidak boleh masuk." Ucap salah satu body guard menjelaskan.
Vella kaget mendengar penjelasan itu, dia tidak menyangka suaminya sampai melakukan itu. Sarah menatapnya dengan sinis. Vella tahu hal ini malah membuat dirinya semakin dibenci oleh mertuanya itu.
"Maaf mah, saya nggak pernah ngomong apa-apa sama mas bima. Maafin vella ya mah, yuk kita masuk ke dalam."
"Nggak! Aku mau pulang aja, Tadinya cuma niat mau jengukin kamu. Tapi malah begini, Kamu itu emang menantu gatau diri!" Ucap sarah sebelum akhirnya dia pergi.
Vella mengelus dada setelah mendengar ucapan mertuanya itu. Dia sangat sadar sarah membencinya karena dia berasal dari keluarga miskin. Vella jadi berfikir kalau saja bisa memilih, lebih baik dia menikah dengan bima versi orang biasa. Karena menikah dengan orang kaya itu tak semanis yang dibayangkan. Dia punya suami yang sangat menyayanginya, semua kebutuhannya terpenuhi bahkan lebih. Akan tetapi mamanya mertuanya sangat benci dengannya. Vella hanya bisa berharap semoga mama mertuanya bisa baik padanya suatu saat nanti.
"Saya mohon sama kalian, kalau nanti mas bima pulang, jangan melaporkan hal yang jelek tentang mama sarah. Bilang aja mama sarah kesini tapi langsung kalian suruh pergi, gak perlu laporin masalah mama sarah maki-maki saya." Ucap vella pada kedua body guard.
"Tapi bu.."
"Saya mohon, lakukan sesuai perintah saya itu." Ucap vella
"Baik bu."
__ADS_1
Vella juga berpesan pada anis agar tidak berbicara apapun tentang sarah saat nanti bima bertanya.
🍀🍀🍀
Bima pulang dari kantor, dia menemukan istrinya tengah duduk dengan menghadap laptopnya. Vella tengah mengecek laporan bulanan keuangan butik. Bima datang memeluknya dari belakang.
"Emm mas bima udah pulang,"
"Sayang kamu kok disini, bukannya istirahat di kamar?"
"Aku udah sehat kok mas, ini lagi ngecek laporan dari butik. Besok aku udah boleh ya pergi ke butik seperti biasanya,"
"Dokter kan bilang belum boleh sayang." Bima duduk di sebelah vella.
"Aku udah sehat beneran sayang, lagian di butik kan aku banyak duduk. Nggak ada capek-capeknya. Pliss ya sayang, bolehin..." Vella terus memohon pada suaminya itu.
Bima pun mengizinkannya, dengan syarat dua body guard itu menemaninya selama di butik. Tapi vella kurang setuju dengan itu. Dia tidak akan merasa nyaman, ditambah pelanggan butik pasti akan merasa takut melihat wajah seram mereka berdua. Setelah banyak bernegosiasi akhirnya bima memberikan izin vella beraktifitas seperti biasanya tanpa dampingan body guard.
"Oh iya mas aku mau bicara penting, ini soal mama sarah." Ucap vella
"Kenapa? Mama jahatin kamu?"
"Enggak, mama itu nggak pernah jahatin aku mas. Dan masalah kemarin itu mama nggak salah kok. Pliss mas baikan ya sama mama, mas harus minta maaf."
Bima tak menjawab apa-apa, dia masih marah pada mamanya yang membuat istrinya sampai masuk rumah sakit kemarin.
"Mas aku juga tahu mama itu nggak suka sama aku. Tapi dengan kamu marah sama mama kaya gini, Mama malah lebih nggak suka sama aku. Pasti dikiranya aku yang nyuruh mas kaya gini."
"Sayang, mamaku udah keterlaluan sama kamu. Aku cuma pengen biar mama bisa mikir."
"Ini semua untuk memperbaiki keadaan mas, pliss minta maaf ya sama mama. Aku temenin deh besok." Bujuk vella sambil mengelus pundak suaminya itu. Setelah berfikir, bima menuruti perkataan vella. Besok mereka akan menemui mama sarah untuk memperbaiki hubungan lagi.
__ADS_1