
Satu minggu kemudian davin beserta orang tuanya bersiap pulang ke indonesia. Pernikahan davin dan sifa akan dilaksanakan di jakarta. Sementara kiara masih sibuk memikirkan strategi agar bisa memeras davin dan keluarganya lagi. Ia tidak mengetahui kalau davin sekeluarga akan kembali ke indonesia.
"Ah aku pasti bisa memeras seluruh harta kekayaan mereka, enak aja mau buang aku cuma dengan uang segini." Ucap kiara
Ting, Hpnya berbunyi dan terlihat notifikasi pesan dari bunda davin yang menanyakan apakah ia sudah menggugurkan kandungannya. Kiara membuka pesan itu dan langsung membalasnya.
"Kasih aku 1 miliyar baru aku gugurin bayi ini, cek yang kemarin udah habis tuh. Kurang banyak." Ketik kiara dengan senyum senang berharap bunda davin langsung memberi permintaanya. Namun tak sesuai harapannya, bunda davin malah mengancam melaporkannya ke polisi.
"Hah, mana mungkin dia bisa nglaporin aku, jelas-jelas ini cucu kandungnya anak kandung davin. Gila tuh orang!" Umpat kiara
Bunda davin tidak main-main dengan pernyataannya. Dia menambahkan kalau dengan uang kiara bisa dengan mudah ia jebloskan kedalam penjara dan membuat pernyataan kalau anak yang dikandung kiara bukan anak davin. Untuk menghindari semua itu hanya ada satu syarat yaitu menghilang dari kehidupan davin selamanya.
"Aaaaarrgggghh!!" Praaaakkkk..
Kiara berteriak kesal dan membanting hpnya ke lantai. Setelah itu dia meremas perutnya yang sudah terlihat mulai membesar. Kemudian memukul-mukulnya sampai ia merasa kesakitan sendiri.
"Aww, elo bikin gue susah! Tapi kalau gue ngebuang elo keenakan si biadab itu. Hahh.. Tenang tenang dulu, gue pasti bisa kembali dapetin davin. Mending sekarang shopping dulu deh."
Kiara pergi ke mall dan berburu barang mahal berdalih untuk menenangkan suasana hatinya. Dia juga membeli hp baru. Setelah lama berbelanja dia merasa capek dan berniat beristirahat di sebuah coffe shop disana. Tak sengaja ia masuk bersamaan dengan seorang pria. Mereka bersenggolan dan membuat kiara hampir terjatuh. Beruntung pria itu langsung memegang tangannya, tapi beberapa belanjaannya jatuh berantakan.
"Sorry sorry, Aku lagi telfonan jadi nggak fokus sampek nabrak kamu." Ucap pria itu
Kiara malah terdiam terpesona menatap pria itu karena memang ia tampan.
"Hei nona kamu baik-baik saja kan?" Tanya pria itu
"Ah iya iya aku nggak papa aku juga salah jalan buru-buru nggak liat-liat." Jawab kiara
Pria itu membantu memunguti belanjaan kiara yang terjatuh berserak. Kemudian mereka masuk dan duduk dalam satu meja. Tak lupa mereka berkenalan, pria itu bernama jimmy. Kiara terus menatap kearah jimmy, dia menilai sosok jimmy yang berpenampilan rapi dengan wajah yang tampan. Kiara sudah menebak-nebak kalau jimmy ini adalah orang kaya.
"Oh iya kamu bukan asli malaysia kan?" Tanya jimmy
"Iya bukan, aku asli indo jakarta. Disini cuma lagi ada urusan sekalian liburan." Jawab kiara
__ADS_1
"Oh sama dong kalau gitu, aku disini cuma karena urusan bisnis aja." Ucap jimmy dengan senyum lebar
Mereka pun terus mengobrol sambil menikmati minuman yang sudah dipesan. Kiara mulai tertarik pada jimmy saat mengetahui bahwa dia seorang pengusaha kaya.
"Hmmm kayanya dia lebih kaya dari davin, bisa nih gue deketin." Gumam kiara dalam hati.
Akhirnya mereka saling bertukar nomor hp untuk terus bisa berhubungan dan bertemu kembali.
...----------------...
Matahari sangat terik siang ini, vella sedang berdiri di emperan toko kain menunggu sopirnya datang menjemput. Vella membeli kain untuk ayahnya yang nantinya kalau sudah dijahit akan dipasang di butiknya. Tak lama menunggu sopirnya datang. Yongki sopir yang pertama sudah di pecat oleh bima karena terus menggoda pembantu dirumahnya. Dan sekarang digantikan oleh joko yang dulunya sopir kantor.
"Nyonya mari saya bantu bawa belanjaannya,"
"Iya pak terimakasih,"
Vella langsung menuju rumah ayahnya. Sampai disana sopir menurunkan semua belanjaan vella.
"Kayanya bepergian nya soalnya itu pintunya di gembok." Ucap joko
"Iya nih pak, Tapi kemarin aku udah kabarin kalau mau kesini. Hmm bentar aku telfon mbak dira dulu." Ucap vella
Berkali-kali vella menelfon dira tapi hpnya tidak aktif, Vella mencoba menghubungi ardan tersambung tapi tidak dijawab.
"Duhh kemana ya ayah sama mbak dira? Kalau mas ardan pasti kerja." Gumam vella
Vella memutuskan untuk pulang kerumah dulu saja. Dari rumah sebelah keluar anak dira yang berteriak memanggil nama vella dan berlari kearahnya.
"Tanteee..."
"Loh naya kamu disini, mama kemana?" Tanya vella, tapi naya hanya menggelengkan kepala tanda tidak tahu. Kemudian tetangganya muncul menjelaskan.
"Neng vella untung ada disini, ini naya dari tadi rewel nyariin mamanya. Dari pagi pak arman sama neng dira pergi ngantar pesanan jauh katanya, makanya si cantik ini dititipin ke saya."
__ADS_1
"Oh gitu buk, makasih kalau gitu ya udah jagain naya. Sekarang biar naya sama saya aja."
Vella membawa naya pulang kerumahnya. Naya diurus oleh salah satu pembantunya. Vella sangat mencemaskan ayah dan kakaknya. Akhirnya ardan menjawab telfonnya. Tapi dia juga tidak mendapat kabar apa-apa dari dira. Ardan berkata akan segera pulang setelah pekerjaannya selesai.
Jam tiga sore bima pulang dengan ekspresi sangat bahagia. Dia langsung memeluk vella dari belakang, ia sedang berdiri memandangi jam di dinding.
"Sayang.." Ucap bima
"Emmmh mas bima udah pulang," Ucap vella
Bima menarik vella untuk duduk, dia ingin mengatakan sesuatu. Terlihat bima sangat bahagia.
"Sayang hari ini aku seneng banget, proyekku di bali itu sukses. Semua berkat dukungan kamu sayang." Ucap bima sembari memeluk vella lagi.
Vella senang mendengar itu tapi ia juga tidak bisa menutupi kecemasannya. Bima pun menyadari itu dan lekas menanyakan ada apa. Vella menceritakan semuanya.
"Tenang dulu ya sayang, barangkali memang ngirim pesanannya agak jauh. Kita tunggu dulu aja." Ucap bima menenangkan.
Tak lama kemudian ardan datang kesana berniat menjemput naya. Tapi ternyata naya sudah tertidur pulas di kamar ditemani anis pembantu vella.
"Duduk santai disini dulu aja mas, nayanya jangan dibangunin kasian." Ucap bima
Mereka pun mengobrol di ruang tv sambil ngopi. Sementara vella masih cemas memikirkan ayahnya. Tiba-tiba dari layar tv muncul berita kecelakaan yang melibatkan motor dan truk. Mereka semua mengenali motor yang terlihat di tv. Tapi bima menenangkan vella dan ardan dengan berkata bahwa banyak motor yang terlihat sama dan meyakinkan itu bukan pak arman dan dira.
Triiiingg..... Hp ardan berbunyi
"Siapa mas?" Tanya vella dengan gemetar
"Gatau nih nomornya masih asing." Jawab ardan.
"Udah angkat aja mas siapa tahu penting." Ucap bima
Ardan menjawab telfon itu dan langsung terdiam lemas. Dengan gemetar dia memberitahukan kalau itu tadi telfon dari rumah sakit mengabarkan kalau ayah dan istrinya menjadi korban kecelakaan dan sedang dirawat disana sekarang. Seketika itu juga vella pingsan. Mengingat dalam siaran tv terlihat kecelakaan itu sangat parah.
__ADS_1