Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 61


__ADS_3

Vella sangat semangat berangkat bekerja hari ini. Tumben sekali hari ini vella terlihat memakai make up dan menggerai rambutnya. Dira langsung mengelilingi vella.


"Wah wah kaya ada yang beda, hmmm wangi banget lagi." Ucap dira


"Sama aja deh perasaan tiap hari begini juga." Ucap vella


"Tumben banget rambutnya dijepit gitu,"


"Ihh apasih mbak, nih aku iket rambut aku. Ini tadi tuh emang belum kering makanya aku gerai. Yaudah aku berangkat dulu. Yah aku berangkat."


Dira tertawa melihat tingkah vella.


"Yah kayanya vella berusaha berpenampilan menarik di depan seseorang, buktinya dia sampai merubah penampilan gitu. Kan nggak biasanya dia pakai make up gitu." Ucap dira


"Udahlah biarin aja jangan digodain terus nanti kalau pulang." Ucap pak arman


Vella sudah sampai di rumah bima. Seperti biasa kanza sudah menunggu di teras samping kolam renang.


"Hai kanza sayang, udah nunggu lama?" Sapa vella


"Hai kak, belum kok aku baru duduk disini." Jawab kanza


"Oh iya hari ini, hari pertama kamu masuk sekolah kan? Gimana lancar?" Tanya vella


"Alhamdulilah sih kak, aku jadi banyak temen. Baik-baik lagi semuanya." Ucap kanza


Kanza bercerita tentang sekolahnya tadi. Hari ini dia meminta vella untuk membantunya mengerjakan soal matematika. Vella mengajari rumus-rumus yang belum dimengerti oleh kanza. Mereka selesai belajar sekitar jam 4 sore.


"Kak ini udah selesai ngerjain soalnya. belajarnya dilanjut besok lagi aja ya, aku capek." Ucap kanza


"Iya kanza, yaudah kakak bantu beresin buku-bukunya."


Setelah membantu membereskan buku-buku kanza, vella berpamitan untuk pulang. Kakek surya dan bima belum pulang kerumah saat itu. Sebenarnya vella ingin sekali melihat bima ada disana. Tapi tidak ada alasan untuknya menunggu disana.


Vella sampai dirumahnya lagi, dia terduduk lemas di kursi ruang tamunya.


"Sia-sia aku dandan hari ini, eh nggak ketemu sama mas bima." Batin vella.


Hari-hari berikutnya vella juga tidak pernah bertemu dengan bima. Sudah 3 hari mereka tidak bertemu. Entah mengapa vella merasa kehilangan 50% energinya karena sudah lama tidak bertemu dengan bima. Saat mengajar kanza vella terus menatap ke dalam rumah mencari keberadaan bima.


"Kak? Kakak liatin apa?" Tanya kanza


"Eh enggak kok, kakak nggak lihat apa-apa."


"Aku tau nih, pasti kakak nyari kak bima ya? Jadi kak bima lagi di kalimantan sekarang." Ucap kanza

__ADS_1


"Eh enggak kok kakak nggak nyari mas bima." Ucap vella malu-malu


"Ya aku kasih tau aja biar kakak nggak nyari hehehe." Ucap kanza


Dalam hatinya vella ingin sekali bertanya kapan bima akan pulang tapi dia merasa malu. Vella sangat berharap bima cepat kembali.


Di kalimantan bima bertanya-tanya apakah vella mencarinya.


"Semoga kamu nunggu aku vell, pulang dari sini aku bakal langsung lamar kamu." Ucap bima


...----------------...


Dua minggu sudah vella tidak bertemu dengan bima. Dia tetap mengajar kanza seperti biasanya. Ditengah belajar kanza merasa perutnya sakit, dia izin pergi ke wc dulu. Jenuh hanya duduk menunggu kanza, vella berjalan-jalan dipinggir kolam renang.


Kanza sudah selesai dari toilet. Saat kembali ke teras kanza melihat bima sudah berdiri di belakang vella.


"Kak bima.." Teriak kanza


Mendengar nama bima vella yang berdiri tepat di pinggir kolam renang, langsung berbalik arah tanpa melihat posisinya sekarang. Kaki vella tergelincir karena lantai pinggir kolam cukup licin. Dia akan jatuh kebelakang dan tercebur ke dalam kolam. Beruntung dengan sigap bima menarik tangannya. Vella pun jatuh ke dalam pelukan bima.


"Wahh adegan apa nih hehehe." Ucap kanza lirih dengan menutup matanya menggunakan telapak tangan.


Vella segera melepaskan diri dari pelukan bima karena ada kanza disana.


"Aa makasih mas, aku kaget soalnya tadi denger kanza teriak." Ucap vella


"Iya nggak papa kanza." Ucap vella


Kanza pun meminta vella untuk mengakhiri belajar hari ini dan dilanjutkan besok saja, karena bima memberikan oleh-oleh untuknya. Kanza langsung berlari menuju kamarnya dengan membawa dua tas oleh-oleh.


Kini vella hanya berdua saja dengan bima. Bima juga memberikan oleh-oleh kue dan jajanan dari sana untuk vella sekeluarga.


"Ini buat ayah sama kakak dan keponakan kamu." Ucap bima sambil memberikan satu tas berisi oleh-oleh kepada vella.


"Makasih ya mas," Ucap vella menerima tas itu.


"Masih ada satu lagi, yang ini khusus buat kamu." Ucap bima


Bima mengeluarkan kotak kecil, kemudian memberikannya langsung pada vella.


"Ini apa mas?" Tanya vella


"Buka aja," Jawab bima dengan tersenyum


Vella menaruh tas oleh-olehnya kemudian dia membuka kotak itu. Ternyata isinya jepit rambut kecil bermutiara yang indah. Mata vella langsung terbelalak melihat itu.

__ADS_1


"Wahh jepitnya indah banget mas, ini beneran buat aku?"


"Iya buat kamu."


"Eh tapi pasti mahal ya mas, aku udah dikasih oleh-oleh setas ditambah ini lagi."


"Nggak usah mikirin berapa harganya, yang penting itu aku beli buat kamu. Sini aku bantuin pasang di rambut kamu."


Bima memasangkan jepit di rambut vella.


"Nah kan bener kamu makim cantik kalau pakai jepit ini." Ucap bima


"Apa mas??"


Bima keceplosan memuji kecantikan vella. Dia langsung salah tingkah.


"Ee bukan apa-apa aku masuk dulu ya, kamu mau pulang kan hati-hati di jalan." Ucap bima yang kemudian buru-buru masuk ke dalam meninggalakn vella disana.


Vella tertawa kecil melihat sikap bima yang seperti itu. Dia pun mengambil tasnya dan bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang vella terus tersenyum mengingat perkataan bima yang menyebutnya cantik.


"Assalamualaikum ayah, mbak dira, mas ardan dan naya yang cantik." Ucap vella dengan cerianya.


"Waalaikumsalam," Jawab semua kompak


"Nih aku bawa oleh-oleh dari kalimantan." Ucap vella


"Wah dari siapa vell?" Tanya ardan


"Dari mas bima," Jawab vella


Setelah memberikan oleh-oleh vella langsung masuk ke dalam kamar.


"Yah lihat nggak ekspresi vella berubah drastis jadi seceria itu, padahal udah berhari-hari loh dia keliatan murung nggak bersemangat." Ucap dira


"Iya ya, ah mungkin kemarin-kemarin vella kecapek an aja. Kamu jangan godain dia loh nanti dia moodnya jelek lagi." Ucap pak arman pada dira.


"Iya sayang kamu kaya nggak pernah muda aja." Sahut ardan


"Ihh kan aku sekarang masih muda juga bang." Ucap dira protes.


"Maksud aku pas sebelum nikah dulu lo." Ucap ardan menjelaskan.


Malam harinya vella terus terngiang-ngiang perkataan bima yang menyebutnya cantik. Dia juga terus memandangi jepit rambut yang diberi oleh bima tadi. Mutiaranya gemerlapan terkena cahaya lampu kamar.


"Jadi selama di kalimantan mas bima inget aku terus dong, Sampek sempet-sempetnya beliin ini. Dulu mas fadly juga suka beliin aku sesuatu tapi kenapa rasanya nggak seseneng ini ya, apa ini yang dinamakan jatuh cinta?"

__ADS_1


Vella tersipu malu sendiri menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta kepada bima.


__ADS_2