Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 131


__ADS_3

Kiara dan Sarah berada dalam satu sel. Setiap hari Kiara terus-terusan menyalahkan Sarah untuk kejadian ini. Hari ini tepat satu minggu mereka berdua di penjara.


"Ini semua salah tante, gara-gara tante aku jadi masuk ke penjara ini." Ucap Kiara


"Berisik kamu, sudahlah kamu nikmati saja hukuman ini. Saya kan juga di penjara sama kaya kamu. Saya saja diam aja, ngapain kamu protes terus. Sudah di penjara bukannya taubat malah nyalahin orang terus kerjaannya. Saya sangat bersyukur Bima dulu bercerai dengan kamu. Saya sangat menyesal pernah membenci Vella yang jelas-jelas perempuan baik. Dia memang pantas jadi menantu keluarga saya. Bukan kamu!" Ucap Sarah


Kiara merasa geram mendengar perkataan Sarah padanya. Dia merasa tidak terima dibandingkan dengan Vella. Dengan berani Kiara mencoba menampar orang yang lebih tua darinya itu.


"Kiara hentikan!" Bima datang tepat waktu.


"Bima..." Lirih Kiara kaget melihat kedatangan Bima bersama polisi yang menjaga sel itu.


"Beraninya kamu mau main tangan dengan mamaku!" Bentak Bima


"Mama kamu yang mulai duluan dia membandingkan aku dengan cewek miskin itu. Katanya aku nggak pantas jadi istrimu." Kiara membela diri.


Bima tidak menggubris omongan Kiara, dia hanya diam saja tapi memasang ekspresi yang kesal. Polisi membuka sel itu.


"Bim kamu mau bebasin aku ya, yaampun makasih aku tahu kamu pasti sadar kalau aku ini wanita terbaik yang tulus mencintai kamu." Ucap Kiara sudah besar kepala.


"Bu sarah anda bebas," Ucap polisi


"Saa saya bebas pak?" Tanya Sarah merasa tidak percaya. Polisi hanya mengangguk dan menuntun Sarah untuk keluar sel. Setelah itu sel kembali terkunci.


"Bima kamu yang bebasin mamah? Kamu jamin mama, karena tidak mungkin kakekmu mencabut laporannya. Seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini bim, mama sudah ikhlas menjalani hukuman disini. Mama sadar kesalahan mama ini fatal. Dipenjara pun tak akan bisa mengembalikan nyawa Ayah Vella." Ucap Sarah mengakui kesalahannya untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


"Ahaha drama banget sih, Bebasin aku aja bim. Balikin mamamu yang jahat ini ke sel. Biar aku saja yang bebas. Aku bisa bikin kamu bahagia bim." Ucap Kiara menyela.


"Diam kamu! Nikmati saja masa hukumanmu disini. Ayo mah." Tegas Bima pada Kiara. Bima mengajak mamanya pergi darisana. Kiara meronta-ronta didalam sel dia membentaki polisi untuk melepaskannya juga.


.


.


Sarah masih tidak percaya dirinya akan kembali kerumah. Tidur di kasur yang empuk lagi bertemu dengan semua keluarganya. Dia menanamkan dalam hati untuk berubah menjadi orang yang baik. Dia juga berjanji untuk memperlakukan Vella dengan baik tidak seperti dulu. Dia juga akan menjadi ibu yang baik untuk kanza.


Dirumah semunya sudah menunggu, Vella juga ada disana. Sarah langsung bersujud di kaki Kakek Surya.


"Terimakasih ya pah sudah mengizinkan Bima membebaskanku. aku janji akan berubah menjadi lebih baik." Ucap Sarah


Sarah langsung berpindah ingin bersimpuh di kaki Vella meminta maaf atas semua kesalahannya. Tapi Vella mencegahnya. Sarah hanya bisa menangis dihadapan menantunya. Mengingat semua kelakuan jahatnya, tapi menantunya ini dengan lapang hati sudah memaafkannya.


"Mah sudah ya jangan menangis, aku sudah memaafkan semua kesalahan mama. Kalau ayahku masih hidup pasti dia juga akan memaafkan mama Sarah." Ucap Vella dengan menggenggam erat kedua tangan ibu mertuanya itu.


Sarah memeluk Vella dengan erat. Dia benar-benar menyesal telah jahat dengan Vella selama ini.


"Makasih ya sayang, mama janji akan berubah. Mama akan menganggap kamu seperti anak mama sendiri." Ucap Sarah, Vella senang mendengar itu tapi seketika dia langsung teringat dengan Kanza.


"Kalau mama bisa sayang sama aku seperti anak sendiri, berarti mama bisa sayang sama Kanza juga kan?"


"Ya tentu," Jawab Sarah dengan senyum bahagia dan langsung beralih memeluk Kanza. Kanza yang tadinya berkecil hati sekarang jadi bahagia. Setelah sekian lama akhirnya dia mendapatkan pelukan hangat lagi dari mama kandungnya itu.

__ADS_1


Weni datang dengan menggendong anak Vella dan Bima.


"Vella boleh mama gendong cucu mama?" Tanya Sarah


"Tentu boleh mah,"


"Ututu cucu oma gemesnya mirip banget sama Bima waktu masih bayi dulu. Oh iya namanya siapa ini?"


"Namanya Danish putra argantara." Jawab Bima dengan bangga.


...****************...


Davin mendatangi kantor polisi untuk bertemu dengan Kiara. Dia tidak berniat untuk membantu Kiara bebas, dia hanya ingin melihat keadaan Kiara disana. Davin tidak mau dipertemukan langsung. Dia hanya ingin melihat dari luar sel saja. Polisi mengizinkannya. Melihat ada Davin, Kiara yang tadinya meringkuk di pojokan langsung berdiri. Rambutnya sudah acak-acakan. Sejak Bima membebaskan mamanya, Kiara seperti orang gangguan jiwa.


"Davin kamu kesini untuk bebasin aku kan, aku janji aku akan jadi istri yang baik buat kamu. Bebasin aku sekarang vin," Ucap Kiara


"Sorry kia aku kesini cuma mau nengokin kamu aja. Kamu harus jalani hukuman kamu ini. Untuk menebus kesalahanku sama kamu, Aku akan urus orang tua kamu sampai kamu keluar dari penjara ini. Setiap bulan aku akan memberi mereka uang. Kamu tenang aja mereka akan baik-baik aja." Ucap Davin


"Aku nggak peduli mereka mau apa vin, kamu tolong bebasin aku aja. Aku janji mau menikah sama kamu. Kamu cinta kan sama aku, aku akan belajar cinta sama kamu. Vin aku mohon bantu aku keluar dari sini." Kiara terus memohon dan mencoba menggapai tangan Davin dari balik jeruji sel.


"Dari dulu aku memang cinta sama kamu Kiara. Tapi seperti katamu sendiri waktu itu kalau kita ini tidak ditakdirkan bersama. Aku sadar jalan kita sudah berbeda. Istriku sedang hamil sekarang dan aku akan belajar mencintai dia. Semoga di dalam sel ini kamu bisa berubah jadi lebih baik dan tidak menilai semuanya hanya dari uang." Ucap Davin, kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan Kiara yang meronta di dalam sel.


Kiara mulai menangis karena kini tak ada siapapun yang mau menolongnya. Dia tidak tahu lagi harus berbuat apa disana. Orang tuanya hanya pernah datang satu kali untuk melihatnya disana. Mereka malah memaki-maki Kiara. Padahal Kiara sampai melakukan ini juga untuk mereka. Agar mereka bisa hidup enak seperti dulu.


Setelah menangis tersedu-sedu, Kiara malah tertawa terbahak-bahak. Akibat fikiran yang tidak karuan sepertinya dia jadi mengalami gangguan kejiawaan.

__ADS_1


__ADS_2