
Vella melihat ibu mertuanya yang sedang duduk di teras belakang rumah, dia berniat ingin membujuknya agar tidak kasar lagi kepada kanza. Karena kanza sangat menyayanginya. Tapi, belum sempat ia berbicara apa-apa sarah menoleh langsung menerkanya dengan amarah.
"Kamu nggak usah ikut campur!" Ucap sarah
"Tapi ma.." Vella dengan nada gemetar
"Husst.. kamu itu siapa? Mentang-mentang sudah menikah dengan bima kamu mau ngatur saya?! Kalau kamu ikut campur saya pastikan kamu akan cerai dari bima!" Tegas sarah kemudian pergi dari tempatnya duduk meninggalkan vella yang berdiri gemetar.
Sementara bima yang sudah bersiap untuk pulang mencari-cari keberadaan istrinya itu. Akhirnya mereka berpapasan dengan wajah vella yang pucat.
"Hey sayang kamu darimana aja? Aku cariin loh," Tanya bima
"Emm dari dapur tadi aku haus jadi ambil minum." Jawab vella dengan senyum menutupi apa yang barusan terjadi.
Bima pun mengajaknya pulang, sebelum itu mereka kembali melihat kanza dikamarnya. Kanza tertidur setelah meminum obat penenangnya. Mereka menitipkan kanza pada weni.
"Mbak wen nanti kalau ada apa-apa telfon saya ya," Ucap bima
Weni mengangguk mengiyakan.
...----------------...
MALAYSIA
Selang seminggu setelah pemberian cek dari bunda davin, kiara masih bersenang-senang menikmati uang itu. Dia menyewa apartemen mewah disana. Kesehariannya tak lain hanya berbelanja baju dan accesoris lainnya. Kiara keluar dari mall dengan tentengan tas belanjaan ditangan kanan kirinya. Taksi yang dia pesan sudah menunggu di depan. Sampai di depan apartemennya dia masuk dengan ekspresi bahagia.
"Akhirnya aku bisa belanja sepuasnya lagi, hmm." Ucapnya dengan membongkar belanjaannya.
Tiba-tiba saja dia merasa mual dan langsung berlari kedalam toilet.
"Huuuueewkkk... huuueekkw.."
Setelah benar-benar merasa reda dari mual kiara keluar dari toilet sambil memaki-maki janin yang dikandungnya itu.
__ADS_1
"Anak si*l*n belum lahir aja udah nyusahin, emang secepatnya gue harus buang elu dari perut gue."
Tapi saat akan menghubungi dokter untuk membuat jadwal operasinya, kiara berfikir kalau dia masih membutuhkan anak ini untuk mengancam keluarga davin. Akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menggugurkan kandungannya itu.
Di kantornya, davin sedang berdiri termenung menghadap kaca jendela. Dia masih memikirkan bagaimana nasib kiara sekarang. Di lubuk hatinya yang dalam masih tersimpan rasa cinta untuk kiara. Namun davin lebih takut kehilangan semua hartanya kalau melawan bundanya. Karena otomatis kiara akan meninggalkannya kalau dia miskin lagi.
"Sebenarnya aku masih sayang sama kamu kia," gumam davin
"Kalo masih sayang sama aku kenapa kamu buang aku?" Sahut kiara yang sudah berdiri tepat di belakang davin.
"Kamu kenapa disini?!" Sontak davin berbalik arah kaget. Secepat mungkin dia menutup pintu ruangannya dan menguncinya.
Kiara mendekat dan meraba dada davin dari belakang. Tapi davin menepisnya dan sedikit menjauh dari kiara.
"Uhh sekarang kasar ya sama aku, inget ya aku lagi ngandung anak kamu." Ucap kiara sambil mengelus perutnya.
"Aku udah mau nikah sama perempuan pilihan bunda jadi kamu jangan ganggu aku lagi. Bisa aja itu anak dari bima mantan suamimu." Ucap davin dengan entengnya membuat kiara emosi.
"Heii..! Aku cuma nglakuin sama kamu doang, bahkan sebelum aku nikah sama bima. Kalau tahu bakal begini aku gak akan milih kamu daripada bima. Aku bakal bongkar semuanya sama calon istrimu itu gimana bejatnya pria yang akan menikahinya ini." Tegas kiara
"Ahaha anak itu belum tentu anakku, mustahil aku memberi dia sebagian dari hartaku. Bercanda ya kamu," Ucap davin yang kemudian menarik paksa kiara keluar dari ruangannya.
"Ahh lepasin..!" Kiara mengibaskan tangannya hingga terlepas dari genggaman davin.
"Oke kalau kamu gamau kasih apa yang aku minta, sekarang juga aku bakal temui sifa buat bongkar semua kebejatan kamu. Kamu pasti berfikir aku gak ada bukti, Hahaha aku udah salin semua video kita di hpku satunya." Ucap kiara dengan tatapan liciknya.
Akhirnya mau tidak mau davin harus menuruti kemauan kiara. Kiara meminta uang sejumlah 1 milliyar, tapi davin menawarnya. Dia hanya bisa memberikan uang sebesar 500 juta. Kiara pun menyetujuinya saja daripada tidak dapat sama sekali.
"Aku beri kamu cek ini tapi sebelumnya aku punya satu permintaan." Ucap davin
"Ah sini kasih ceknya ribet amat pakek permintaan segala." Rebut kiara dengan paksa.
Saat itu juga bunda davin sudah berada tepat di depan pintu berusaha membukanya. Secepatnya davin menyuruh kiara bersembunyi di bawah meja kerjanya. Setelah semua aman davin membukakan pintunya.
__ADS_1
"Vin kok pintunya dikunci kenapa? Jangan-jangan ada perempuan matre itu disini?" Bunda davin langsung menerkanya.
"Aa enggak bun ini emang pintunya suka macet gitu, nggak aku kunci kok." Jawab davin sedikit gemetar.
"Yakin nggak ada dia disini? Tadi satpam bilang dia datang maksa masuk. Kamu nggak ketemu?"
"Nggak ada bun, dia tadi kesini tapi udah aku usir kok. Oh iya ada kerjaan penting kah bun? Atau berkas yang harus aku tanda tangani?" Davin mengalihkan pembicaraan.
"Enggak ada, bunda kesini cuma mau kasih tahu kalau pernikahan kamu sama sifa dipercepat."
Mendengar perkataan bunda davin, kiara kesal dan tidak sengaja kepalanya terbentur meja menimbulkan suara cukup keras dan membuat buku diatas meja kerja davin jatuh.
Jedakk... Gedebukk
"Wait... suara apa itu vin?" Tanya bunda
Davin langsung berlari mengambil buku yang jatuh itu. Dia berjongkok sambil melirik kearah kiara yang berada dibawah meja. Davin memberi isyarat untuk diam tak bergerak karena bundanya semakin mendekat.
"Vin nggak ada angin nggak ada gempa buku sebesar itu kok bisa tiba-tiba jatuh. Apa yang ada dibawah mejamu?" Bunda semakin penasaran dan melangkah maju ingin mengintip kebawah meja kerja davin.
"Nggak ada apa-apa bun ini tadi davin salah susun bukunya jadinya ambruk dan jatuh." Davin menvoba meyakinkan.
Tapi bundanya terus melangkah mendekat bahkan menyuruh davin minggir dari sana. Bunda sangat yakin kalu dibawah meja itu ada sesuatu. Kiara santai saja dibawah meja itu, sementara davin mulai pucat pasi takut ketahuan.
Tiiitululitt...
Hp bunda davin berbunyi membuatnya tidak jadi menengok kebawah meja dan langsung beranjak pergi dari ruangan davin.
"Ingat ya vin, bunda gamau kalau sampek kamu berhubungan lagi sama perempuan matre itu. Kamu masih ingat perkataan bunda kan. Oh iya nanti kita bahas masalah pernikahanmu lagi bunda ada meeting." Tegas bunda sebelum keluar dari ruangan davin.
Huuuuuhh... Davin bernafas lega dan kiara keluar dari bawah meja sambil mengelus kepalanya yang tadi terbentur.
Sebelum bundanya kembali davin menyuruh kiara segera pergi darisana lewat belakang. Kiara menurut saja karena dia juga sudah mendapatkan yang dia mau.
__ADS_1
"Huufftt.. kenapa sekarang jadi aku yang diperas, Tapi itu gaseberapa sih dari harta orang tuanya yang gue ambil semuanya." Ucap davin setelah kiara pergi.