
Malam ini vella tidak bisa tidur nyinyak, dia menunggu balasan email lamaran kerjanya tadi. Dia berfikir mungkin memang tidak diterima karena dia hanya lulusan sma. Akhirnya vella mencari-cari info lowongan kerja lagi. Dia menemukan info lowongan kerja luar negeri atau jadi tkw.
"Apa aku nyoba jadi tkw aja ya? gajinya lumayan nih. Tapi ayah pasti nggak ngizinin. Hmm tunggu sampek besok aja deh, kalau email ini nggak ada balasan aku bakal daftar jadi tkw tanpa sepengetahuan ayah." Ucap vella
Vella mencari pekerjaan yang menurutnya gajinya lumayan. Dia ingin sekali memperbesar usaha jahit baju ayahnya. Meskipun sekarang masih libur sementara. Tiba-tiba vella merasa rindu kepada ibunya. Meskipun dulu dia baru berumur 2 tahun, dia tetap teringat kejadian waktu itu. Vella menyaksikan pabrik milik ayahnya yang terbakar. Saat itu dia bersama ibunya disana. Tapi, vella keluar dari pabrik karena mengejar seekor kupu-kupu. Saat itu pabrik sedang libur, tapi bu rosalin (ibu vella) sedang mencari catatan pesanan didalam ruangan yang berada di dalam pabrik. Tiba-tiba saja ada api, api dengan cepat menjalar menjebak bu rosalin di dalam. Dulu vella hanya bisa menangis memanggil nama ibunya. Saat ayahnya datang pabrik sudah hangus terbakar tak bersisa dan ibu vella meninggal di tempat.
"Seandainya ibu masih ada, hmm tapi dia udah tenang disana. Oh iya besok ulang tahunnya ibu. Besok aku harus ke makam ibu." Ucap vella
...----------------...
Berbeda dengan vella yang galau memikirkan pekerjaan, fadly galau memikirkan vella. Sepulang dari kantor tadi fadly mengunci diri dikamarnya. Bu ira membiarkannya. Dia tau kenapa fadly seperti itu, tapi bu ira berfikir pasti sedihnya fadly besok atay lusa akan hilang. Setelah itu dia akan mengadakan acara tunangan untuk fadly dan siska. Fadly terlihat sangat sedih, dia merasa tidak punya semangat lagi. Dia tahu cinta nggak bisa dipaksa, tapi kenapa vella juga menjauhinya. Seharusnya mereka bisa berteman tapi sepertinya vella juga tidak mau berteman dengannya. Itu semua yang ada difikiran fadly sekarang.
"Dulu sama olif aku ditinggalin, sekarang baru mulai sama vella aku ditinggalin juga. Apa aku ini nggak berhak bahagia?" Ucap fadly
"Aaaaaarrgghhhh!!" Teriak fadly
Praankkk... tuuuuaaarrr... Fadly melempar vas bunga yang berada di meja kamarnya sampai pecah berkeping-keping.
Bu ira yang mendengarnya menjadi merasa khawatir, dia mencoba mengetuk pintu kamar fadly. Bu ira menanyakan keadaan fadly. Fadly tidak membukakan pintu, dia menyuruh bu ira pergi dan mengatakan kalau dia tidak apa-apa.
__ADS_1
"Aku cuma tidak sengaja menyenggol vas mi, aku nggak papa kok. Mami pergi aja." Ucap fadly berbohong.
"Mami panggilin bi ijah ya biar dibersihin, kamu buka pintunya." Ucap bu ira
"Enggak usah mi, mami pergi aja. Aku bisa bersihin sendiri." Ucap fadly
Bu ira menuruti perkataan fadly, dia pergi dari sana. Dia yakin fadly tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti bunuh diri. Mungkin fadly hanya butuh waktu untuk sendiri. Bu ira berharap perjodohan fadly dengan siska bisa membuatnya melupakan vella.
...----------------...
Bima bersiap untuk tidur, tiba-tiba kiara bersikap romantis kepadanya. Dia memeluk bima dan mengatakan kalau sangat mencintai bima.
"Kenapa kamu ngomong gitu sama aku? Tumben banget. Kaya orang abis ketahuan selingkuh aja." Tanya bima sambil menyindir.
"Eee kemaren kan kamu nyangka aku selingkuh, tapi nyatanya enggak kan. Jadi aku ngomong itu biar kamu makin yakin aja sama aku kalau nggak ada pria lain yang aku cintai selain kamu." Jawab kiara.
Dia sengaja bersikap seperti ini agar bima tidak mencurigainya. Dia ingin bima terus percaya kalau dia adalah istri yang baik dan setia.
"Sayang kamu nggak pengen malam ini?" Tanya kiara dengan manja
__ADS_1
"Boleh kalau kamu mau. Tapi aku nggak mau minum susu malam ini." Jawab bima.
Bima tahu kiara hanya berbasa-basi agar dirinya tak dicurigai. Bima yakin kalau kiara pasti akan menyuruhnya minum susu yang sudah dicampur dengan obat dan besoknya berpura-pura seolah semalam sudah melakukan hubungan badan.
"Astaga, kalau bima nggak mau minum susu gawat. Harus gimana nih gue." Ucap kiara dalam hati.
Bima mulai menindih badan kiara, kiara merasa sangat panik. Jantungnya berdegup sangat kencang. Bima mendekatkan wajahnya seperti akan mencium bibir kiara. Kiara memejamkan matanya. Sudah sangat dekat, bima tak jadi melakukannya. Dia beranjak dari atas badan kiara dan berbaring di sebelahnya.
"Nggak jadi deh, besok aku ada meeting pagi gantiin papah. Aku nggak mau kecapek an. Selamat tidur." Ucap bima yang langsung tidur miring membelakangi kiara.
Kiara membuka matanya, dia menghembuskan nafas lega. Dia takut sekali kalau bima akan melakukannya tadi. Davin pasti akan marah padanya dan bisa saja dia membongkar tentang hubungan mereka di belakang bima. Padahal davin sudah membongkarnya di depan bima langsung. Hanya saja dia tidak memberitahu kiara. Kiara pun tidur dengan posisi membelakangi bima juga.
Bima hanya pura-pura tidur, sebenarnya dia masih bangun. Dia masih kepikiran tentang rumah tangganya. Tak pernah terbayangkan bisa jadi seperti ini. Padahal dia benar tulus mencintai kiara. Tadi bisa saja bima benar-benar melakukannya, tapi dia tak mau kiara hamil karena mereka akan segera bercerai. Bima juga teringat kalau istrinya itu sudah sisa orang lain. Bima sangat sakit hati jika teringat kenyataan itu.
Bima kembali teringat saat dulu pertama dikenalkan dengan kiara oleh mamanya. Bima tidak langsung jatuh cinta padanya, rasa cinta itu baru muncul ketika mereka sudah berhubungan sekitar setengah tahun. Bima menyukai sifat kiara karena dia perempuan yang sangat mandiri dan sepertinya juga tulus mencintainya. Namun pada saat hari pernikahan semakin dekat, bima merasa ragu pada cinta kiara. Kemudian dia diyakinkan oleh kiara sampai akhirnya mereka jadi menikah. Setelah pernikahan sifat kiara berubah, dia jadi materialistis dan tidak perduli pada bima. Dia selalu mementingkan urusannya sendiri. Bima tak terlalu mempermasalahkan itu, karena menurut bima perempuan memang suka uang. Dan dia juga memaklumi kalau kiara punya kesibukan sendiri diluar sana. Tapi sangat disayangkan, kiara mengecewakannya dengan berhubungan dengan pria lain dibelakang bima. Bahkan mereka sudah menjalin hubungan saat sebelum mereka menikah. Pria itu juga sudah mengambil kesucian kiara lebih dulu dari bima. Yang paling menyakitkan lagi, bima mengetahui kenyataan kalau ternyata kiara mau menikah dengannya hanya karena harta.
"Aku beri kamu cinta yang tulus, bahkan apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi. Tapi dengan tega kamu begitu di belakangku. Tunggu saja aku akan turuti keinginanmu selama ini, yaitu bercerai denganku." Batin bima.
Tanpa sadar bima meneteskan airmata.
__ADS_1