Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 55


__ADS_3

Dirumahnya siska sedang bingung memikirkan sesuatu. Sejak saat dia ketahuan memakai uang kantor fadly, dia tidak lagi berani kembali kesana. Siska juga masih tinggal di rumah yang di kontrakkan bu ira. Dia meninggalkan kosannya karena tempatnya kecil, tidak cukup untuk tinggal bersama orang tuanya. Siska duduk di teras memandangi mobilnya.


"Hmm.. ini kan mobil mahal, kalau gue jual bisa dapet banyak uang. Lagian percuma punya mobil tapi nggak punya duit." Ucap siska


Siska berencana menjual mobilnya, karena sekarang dia sama sekali tidak mempunyai pemasukan. Dia berniat menggait pria-pria kaya. Tapi dia berfikir untuk melakukan itu semua perlu modal juga. Dia harus cantik menawan dan berpakaian layaknya wanita berkelas.


Siska langsung menawarkan mobilnya ke situs jual beli online. Dalam beberapa menit, mobilnya langsung laku terjual. Dia sangat senang sekali.


"Besok pagi aku bakalan pegang uang 200 juta hahaha." Ucap siska bahagia


Siska lupa kalau surat-surat mobil itu masih atas nama bu ira. Ibunya yang melihat siska kegirangan bertanya.


"Ngapain kamu malem-malem senyam-senyum sendiri di teras?"


"Mobil aku laku terjual. Besok jam 7 pagi orangnya kesini ambil mobil." Jawab siska


"Apa? Mobilnya kamu jual sis, terus kita gimana pergi-perginya?" Sahut ayah siska


"Udahlah nggak usah banyak komen. Nanti kalau aku udah dapetin pria kaya bisa minta mobil ginian lagi." Jawab siska


"Tapi besok bagi duit sama ayah ya, ayah udah lama nggak kamu kasih duit."


"Iya sis ibu juga loh, ibu mau shopping ke mall."


"Ya ya ya, jangan cerewet ah. Udah aku mau tidur dulu." Ucap siska yang langsung ngeloyor masuk ke dalam kamarnya.


Keesokan paginya, siska sudah bersiap di depan rumah. Dia menunggu pembelinya datang. Tak lama menunggu akhirnya orangnya datang.


"Langsung saya cek aja ya mbak," Ucap pria yang akan membeli mobil siska


"Iya silahkan, masih baru ini pak. Belum ada satu bulan. Kalau diluaran nggak akan dapet harga segitu." Ucap siska


Pria itu mengelilingi mobil dan melihat isi didalamnya. Akhirnya dia cocok dengan mobil itu dan langsung memberikan 1 tas berisi uang kepada siska. Orang tua siska yang melihatnya sangat tidak sabar meminta bagian pada anaknya. Namun tiba-tiba saja datang dua orang suruhan bu ira.


"Permisi, kami diperintahkan untuk mengambil kembali mobil ini."

__ADS_1


"Loh ngambil gimana? Ini sudah saya beli loh."


Siska langsung menciut dia mendekap erat tas berisi uang itu.


"Bapak lihat saja surat-suratnya itu atas nama ibu ira prameswari. Mbak ini hanya dipinjamkan saja. Mbak ini namanya siska dan dia juga nggak punya faktur pembelian mobil ini kan?"


"Eh punya kok, tapi hilang entah kemana. Jangan percaya omongan mereka pak. Udah bapak pergi aja." Ucap siska


"Maaf saya nggak jadi beli mobilnya sini uang saya." Ucap pria itu sambil merebut kembali tas berisi uang dan langsung pergi meninggalkan tempat. Sebelum itu dia menyerahkan surat-surat dan kunci mobil kepada orang suruhan bu ira.


Siska mencoba merebut kunci mobil dari tangan orang suruhan bu ira. Tapi dia malah terjatuh terdorong.


"Maaf mbak siska, kami hanya melakukan tugas." Ucap orang suruhan bu ira. Mereka langsung pergi dengan membawa mobilnya.


Siska yang jatuh tersungkur ditanah menjerit tidak terima dengan semua yang terjadi. Di bangkit di bantu oleh ibunya.


"Yahh nggak jadi shopping ibu," Ucap ibu siska


"Hihh bikin tambah pusing aja, Kerja sana biar bisa shopping!" Ucap siska marah dan ngeloyor masuk ke dalam rumah.


"Saya mau ngasih tau kalau besok harus bayar uang kontrakan,"


"Loh bukannya udah dibayar bu?" Tanya ibu siska kebingungan.


"Bu ira menarik semua uang pelunasan pembayaran kontrak bulan depan dan seterusnya." Jelas pemilik kontrakan.


Siska yang mendengar suara pemilik kontrakan, langsung keluar lagi untuk menemuinya.


"Ada apa sih bu? Pasti tante ira nyuruh ngusir kita kan?"


"Saya nggak disuruh ngusir, tapi kalau kalian masih tetap ingin berada disini. Bayar dulu uang kontrakannya. Besok harus ada uangnya. Karena ini udah berganti bulan."


"Berapa sih perbulannya saya bayar sekarang?!" Tanya siska dengan sombongnya


"2 juta 800 ribu rupiah."

__ADS_1


Kontrakan yang ditempati siska cukup mewah jadi tarif perbulannya cukup mahal juga. Siska mengecek sisa saldo di rekeningnya. Ternyata hanya tersisa 1 juta 500 ribu. Dengan berat hati siska memilih meninggalkan kontrakan itu karena tidak mampu untuk membayar.


"Yaudah saya pindah aja dari sini. Hari ini juga saya pindah. Mau cari kontrakan yang lebih besar dari ini yang harganya lebih mahal." Ucap siska yang sebenarnya malu karena tadi udah sombong akan membayarnya.


"Bilang aja nggak ada duit, sok sok an mau cari yang lebih mahal. Yaudah nanti kuncinya saya tunggu dirumah." Ucap bu kontrakan


Siska dan orang tuanya membereskan semua barang-barang mereka. Siska mengembalikan kunci kerumah pemilik kontrakan. Setelah itu dia mengajak kedua orang tuanya mencari kontrakan baru yang lebih murah.


"Kita mau kemana sih sis, ibu capek jalan dari tadi nggak berhenti-berhenti." Keluh ibu siska


"Iya sis, ayah juga capek laper pengen makan. Itu kita makan di restoran itu ya," Ucap ayah siska


"Enggak! Nggak ada makan-makan di resto. Kita makan di warteg itu aja. Uang aku udah nipis kalau dibuat makan disana nanti buat bayar kontrakan apa?!." Ucap siska


"Loh tadi katanya mau pindah ke kontrakan yang lebih besar dan mahal berarti uang kamu masih banyak toh?" Tanya ayah siska lagi


"Aku tadi cuma nutupin malu aja yah bilang kaya gitu. Soalnya abis cek saldo ternyata tinggal dikit. Yaudah ayok jadi makan enggak?"


Siska mengajak orang tuanya makan di warteg. Sambil makan ibu siska berfikir untuk pulang ke kampung saja. Karena hidup di jakarta terasa lebih susah. Tidak punya tempat tinggal yang menetap. Siska menyetujui ibunya yang ingin pulang kampung. Dia malah merasa enteng karena tidak lagi menanggung semuanya.


Setelah selesai makan siska mengantar kedua orang taunya ke terminal. Dia mengantar sampai akan masuk ke dalam bis.


"Sis kamu beneran nggak mau ikut pulang ke kampung aja?" Tanya ibu siska


"Enggak buk, aku masih banyak misi disini."


"Yaudah kamu hati-hati disini. Oh iya jangan lupa kirim uang buat ibuk kalau udah kerja lagi ya,"


"Buat ayah juga dong," Sahut ayah siska


Siska merasa kesal dengan omongan orang tuanya. Yang dipikirkan hanya uang saja. Tapi dia hanya mengiyakan saja.


Setelah itu siska berkeliling mencari kos-kosan baru. Dia mendapat kos di belakang perusahaan milik kakek surya. Siska menaruh semua barangnya, setelah itu dia keluar lagi untuk membeli kuota. Tak sengaja dia melihat tulisan lowongan pekerjaan di depan gerbang perusahaan milik kakek surya.


"Wah ada lowongan nih, tapi posisinya ob. Eh tapi kan ini kantor besar pasti di dalamnya banyak seliweran bos besar. Nggak papa lah jadi ob, siapa tau bisa menggaet salah satu orang kaya disini."

__ADS_1


__ADS_2