
Pada malam hari, di kamarnya vella terngiang-ngiang kata-kata kanza yang mengatakan kalau dia cocok dengan bima. Entah mengapa vella senang dengan ucapan kanza tadi. Apalagi bima tidak marah atau menunjukkan ekspresi tidak suka. Dia malah meminta maaf pada vella kalau ucapan adiknya membuatnya tidak nyaman.
"Aaa kok jadi kepikiran mas bima terus. Tapi emang sih siapapun yang jadi istrinya pasti beruntung. Mas bima itu super baik, sopan, ganteng lagi. Eh astaga jadi kebayang wajahnya." Ucap vella yang kemudian menutupi wajahnya dengan tangan karena terbayang wajah bima.
...----------------...
Setiap pagi sampai siang vella membantu dira menjadi kurir pengantar kuenya. Hari ini dira mendapat pesanan cukup banyak. Uang ongkir yang didapatkan, semuanya untuk vella. Itu kesepakatan yang dibuat dira dan vella.
"Mbak ini udah semuanya?" Tanya vella
"Bentar masih kurang satu dek." Jawab dira
"Eh ini alamatnya deket sama rumah lama kita yah," Ucap vella yang melihat salah satu alamat pemesan kue itu.
"Oh ya, Semoga nanti kita bisa memilikinya lagi." Ucap pak arman
"Amiin." Dira dan vella mengaminkan
Sudah siap semuanya, vella berangakat. Dia berkeliling mencari rumah-rumah pemesan. Sampai pada yang terakhir, ternyata letaknya persis di sebelah rumah lamanya. Yang tidak lain adalah rumah orang tua kiara. Vella melihat ada orang sedang memasang plakat bertuliskan rumah disita. Dia juga melihat orang tua kiara menenteng koper besar dengan wajah sedih. Setelah mengantar kue vella berhenti sejenak di seberang jalan untuk melihat semua yang terjadi.
"Loh jadi ini rumah orang tua mantan istri mas bima. Tapi kenapa mereka diusir kaya gitu?"
Ternyata semenjak dana dari kakek surya dihentikan, perusahaan pak haris jadi tidak berjalan lancar. Bahkan kerjasama dengan davin berjalan tidak sesuai rencana. Kerjasama itu malah menghasilkan hutang yang semakin banyak dan perusahaan davin menuntut balik dananya. Pak haris juga memiliki hanyak hutang dengan perusahaan lain. Akhirnya perusahaan davin membeli semua saham milik pak haris termasuk rumah dan mobilnya untuk membayar hutangnya. Semua ini terjadi tanpa sepengetahuan kiara.
Di malaysia kiara sebenarnya juga belum merasa bahagia sepenuhnya. Sampai saat ini davin belum juga mengenalkannya pada orang tuanya. Setiap hari dia hanya menjadi budak nafsu oleh davin. Tapi kiara melakukannya juga dengan rasa suka. Dia masih tetal berfikir positiv kalau davin akan menikahinya nanti. Lagipula disana dia juga tidak hidup kekurangan. Setiap hari dia bisa makan enak dan membeli apapun yang dia mau. Dia sama sekali tidak mau tahu apa yang terjadi pada orang tuanya di jakarta.
__ADS_1
Bu ina dan pak haris memutuskan untuk pulang ke garut. Disana mereka masih punya rumah peninggalan orang tua pak haris. Awalnya bu ina menolaknya karena rumah disana itu sangat berbeda jauh dengan rumah disini. Berada di kampung, kecil dan kotor menurutnya. Tapi mau bagaimana lagi hanya itu pilihan satu-satunya.
"Ayok mah travelnya udah sampek itu." Ucap pak haris mengajak istrinya pergi dari sana.
Bu ina merasa sangat berat meninggalkan rumah itu. Pak haris menariknya karena travel sudah menunggu. Vella melihat mereka sampai pergi meninggalkan rumah itu. Dia bertanya-tanya kemana perginya mereka dan kiara kenapa tidak ada bersama mereka. Setelah itu vella pergi dari sana juga.
Di hotel, bima sudah mendengar kabar tentang orang tua kiara. Dia masih punya rasa kasihan tapi kakek surya melarang keras bima menolong mereka. Kakek surya sudah sangat kecewa dengan perlakuan mereka pada bima. Tanpa sengaja bima melihat kiara mengunggah foto di instagram. Kiara berfoto seperti di sebuah kamar hotel dengan belanjaan yang sangat banyak yang menjadi background fotonya.
"Dia ini apa nggak tahu orang tuanya sedang kesusahan, tapi ini sudah bukan urusanku lagi." Ucap bima
Hari ini bima pulang ke rumah lebih awal. Sekitar jam 3 sore dia sampai rumah. Bima langsung berpapasan dengan vella yang juga baru saja datang. Vella diantar oleh pak arman, sekalian mau mengantar jahitan baju. Vella bilang pada ayahnya pulangnya dia nggak perlu dijemput, vella naik ojek saja nanti. Vella kasihan pada ayahnya kalau harus bolak balik untuk menjemputnya. Dia tidak mau ayahnya terlalu kecapek an. Sebelum masuk vella mencium tangan ayahnya. Pak arman saling sapa dengan bima kemudian langsung pergi. Entah kenapa vella merasa salah tingkah ada bima disana. Dia bingunh harus menyapa bagaimana. Bima mengajaknya langsung masuk ke dalam.
Vella langsung menghampiri kanza yang sudah menunggu di teras dekat kolam renang.
"Hai kanza, udah nunggu lama ya. Maaf ya kakak agak terlambat." Ucap vella
"Bisa bisa, peralatannya udah ada belum?"
"Belum kak. Tugasnya harus dikumpulin besok." Ucap kanza
Bima datang dan mendengar semuanya. Kemudian dia mengajak kanza untuk keluar membeli semua peralatannya. Kanza meminta vella untuk ikut juga. Vella tidak bisa menolak ajakan kanza. Kanza mengambil tasnya di kamar. Setelah itu langsung menggandeng tangan vella menuju mobil. Kanza masuk ke dalam mobil. Dia memilih duduk dibelakang, vella mengikutinya.
"Loh semuanya kok duduk di belakang, berarti aku supir dong," Ucap bima bercanda.
"Kak vella duduk di depan aja, aku pengennya disini." Ucap kanza
__ADS_1
Vella menurutinya, dia duduk di depan bersebelahan dengan bima. Vella merasa sangat canggung. Vella terus memfokuskan pandangannya kedepan. Dia tidak berani menatap kearah bima. Karena setiap menatapnya jantungnya selalu berdegup kencang. 15 menit perjalanan, mereka sampai di sebuah toko. Kanza sangat berantusias, dia menggandeng tangan vella. Bima mengikuti mereka dari belakang.
Mereka berkeliling mencari apa yang dibutukan kanza. Bima memperhatikan vella sangat sabar dan tulus menyayangi adiknya. Dia jadi teringat saat dulu pernah keluar bertiga bersama kiara. Kiara sangat tidak sabar menghadapi kanza. Dia juga malah asik berbelanja sendiri dan menolak menemani kanza mencari sesuatu.
"Kak bima aku udah dapet semuanya, yuk bayar." Ucap kanza
"Oh udah ya, ayuk ke kasir." Ucap bima
Setelah dari sana, kanza melihat kedai eskrim. Dia ingin mampir kesana. Akhirnya sebelum pulang bima mengajaknya kesana. Mereka memesan eskrim. Kanza mau eskrim vanilla.
"Vell kamu mau eskrim rasa apa?" Tanya bima
"Emm coklat aja mas." Jawab vella
Bima memesan 3 eskrim, dia memesan rasa yang skaa seperti vella. Setelah mendapatkan eskrim masing-masing mereka mencari tempat duduk. Vella menikmati eskrimnya. Kanza pamit ke toilet, vella ingin mengantarnya tapi kanza bilang kalau dia berani sendiri. Saat kanza pergi vella semakin canggung karena hanya berdua saja dengan bima. Dia duduk berhadapan dengan bima. Tanpa sadar ada eskrim di sebelah bibir vella. Bima yang melihatnya langsung mengambil tisu dan mengusapnya. Pada saat itu ada segerombolan ibu-ibu lewat di sebelah meja mereka.
"Uuu romantisnya, dulu pas masih pengantin baru aku juga begitu sama suami." Ucap salah satu ibu pada ibu lainnya.
Vella yang tadinya terdiam membeku karena sentuhan bima langsung sadar dan segera membersihkannya sendiri. Sedangkan bima hanya tersenyum kearah ibu-ibu itu.
"Maaf aku nggak izin dulu tadi, soalnya refleks aja lihat ada bekas eskrim di dekat bibir kamu." Ucap bima
"Iya nggak papa kok mas," Ucap vella
Vella menjadi semakin salah tingkah. Dia sangat meleleh dengan perlakuan bima padanya. Apalagi tatapan bima yang terus memasang senyuman manis di depannya.
__ADS_1
"Kanza kemana ya kok lama banget, aku kan canggung banget sama mas bima. Dulu ketika masih suami orang aku masih biasa aja. Tapi kenapa sekarang setiap deket cuma berdua aku jadi salah tingkah gini." Ucap vella dalam hati