
Jam tujuh malam tamu undangan sudah datang semua. Kanza terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna ungu muda. Tapi dia terlihat nervous mengintip dari lantai atas. Vella langsung mendekatinya, membuat kanza sedikit kaget.
"Ah kakak, aku kaget loh." Ucap kanza
"Kenapa dek? Kamu nervous ya?" Tanya vella
"Iya nih kak, ini kan ulang tahun pertama aku yang dirayain semeriah ini. Ditambah sekarang aku punya banyak teman." Jawab kanza
Vella menenangkannya dan mengajaknya turun karena semua tamu sudah menunggu. Kanza pun turun dengan dituntun oleh vella disebelahnya. Semua mata langsung tertuju pada kanza. Terutama sosok teman sekolah kanza yang bernama verrel yang tak berkedip menatapnya. Verrel mengagumi kanza sejak hari pertama mereka bertemu di sekolah. Kanza membalas tatapan verrel dengan senyum tersipu malu. Tapi tiba-tiba saja viola menggandeng tangan verrel dengan paksa dan menatap sinis kearah kanza.
"Kamu apaan sih, lepasin nggak?!" Ucap verrel sedikit membentak.
"Nggak mau, kita kan pacaran nggakpapa dong aku gandeng tangan kamu gini," Jawab viola dengan nada yang manja.
"Kita masih smp nggak ada yang namanya pacar-pacaran, sejak kapan kita resmi jadian? Jangan ngada-ngada kamu." Ucap verrel
Mendengar ucapan verrel bukannya melepaskan tapi viola malah semakin mempererat pengangan tangannya ke lengan verell. Dia ingin menunjukkan pada kanza kalau verrel miliknya.
Acara dimulai dengan meniup lilin yang tertancap di kue bertingkat nan mewah bertuliskan nama kanza. Kanza meniup lilin-lilin itu diiringi dengan nyanyian khas selamat ulang tahun. Kemudian acara dilanjut dengan potong kue. Potongan kue pertama ingin kanza berikan kepada mamanya. Namun sayang sekali mamanya menjauh dari kerumunan orang dan meninggalkan acara itu untuk menjawab telfon dari temannya. Kanza terlihat sedih, vella memegang pundaknya menguatkan kanza. Akhirnya kakek surya yang mendapatkan potongan pertama kue itu. Kemudian pak ferdi, bima, dan terakhir vella.
Acara selesai, semua teman-teman kanza pulang. Kanza terus menatap kearah pintu keluar masuk rumahnya. Tidak tampak mamanya kembali. Semuanya tidak sesuai harapannya. Kanza tampak murung. Tiba-tiba verrel menghampirinya, membuat suasana hatinya sedikit ceria kembali.
"Hai, selamat ulang tahun ya," Ucap verrel
__ADS_1
"Iya terimakasih," Jawab kanza
"Emm ini buat kamu, semoga kamu suka." Ucap verrel memberikan kotak hadiah kepada kanza.
"Terimakasih, aku pasti suka kok." Kanza tersenyum malu-malu
Kemudian verrel berpamitan pulang meninggalkan rumah kanza.
...----------------...
Keesokan harinya semua berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Vella dan bima menginap disana semalam. Selesai sarapan kakek surya bertanya pada sarah kemana ia pergi semalam meninggalkan acara ulang tahun anaknya sendiri.
"Sarah semalam kemana kamu?"
"Pergi sama temen arisan berburu tas limited edition yang baru rilis semalem dan aku dapet. Seneng banget deh." Jawab sarah dengan santainya
"Apasih pah, gitu aja digedein. Kan aku juga udah urusin buat semua acaranya. Papa tau kan dulu saat hari kelahiran dia itu ngancurin karir aku. Kelahiran kanza ke dunia ini membuat semua harapanku sirna." Ucap sarah dengan kesal dan beranjak dari kursi tempatnya duduk saat ini.
"Oh ya aku juga nggak pernah berharap dia ada didunia ini!" Tambah sarah penuh amarah melotot kearah kanza kemudian pergi.
Kakek surya marah mendengar perkataan anaknya itu. Tapi sarah sama sekali tidak perduli. Sedangkan ferdi hanya terdiam, dia takut kena semprot juga oleh istrinya kalau ikut membela kanza. Ferdi hanya mencoba menenangkan kanza dan semua yang disana.
"Ferdi! Lihat itu sikap istrimu, kenapa kamu diam saja?!" Ucap kakek surya
__ADS_1
"Maaf papa mertua, saya susul sarah ke kamar dulu. Vella bima titip kanza ya," Ucap ferdi
Tapi saat itu juga kanza lari menuju kamarnya. Dia syok mendengar perkataan mamanya, vella mengejarnya mencoba menenangkannya dengan mengatakan kalau mamanya hanya sedang emosi saja. Untung saja sekarang kanza sudah bisa mengontrol emosi dan pikirannya tidak seperti dulu yang ketika syok dia akan histeris dan seperti ketakutan. Kanza masuk ke dalam kamarnya dengan lesu, vella mengikutinya. Tapi kanza menyuruhnya untuk meninggalkannya sendiri saja. Tentu saja vella berat meninggalkannya sendirian dengan kondisi seperti itu, tapi kanza meyakinkan kalau ia baik-baik saja. Vella pun keluar dari kamar kanza, dia langsung bertemu dengan bima yang berniat masuk ke dalam.
"Gimana sayang kanza?" Tanya bima
"Hmm aku nggak tega lihat kanza mas, dia kelihatannya sedih banget. Tapi untungnya dia udah bisa kontrol emosinya." Jawab vella
"Yaudah aku masuk bentar ya,"
"Eh jangan mas, biarin kanza nenangin diri dulu."
Bima menuruti perintah istrinya membiarkan kanza tenang dulu. Vella merasa penasaran kenapa mama mertuanya sampai bersikap seperti itu pada anak kandungnya sendiri. Padahal dengan bima dia bersikap sangat baik dan sayang. Tapi ia enggan bertanya kepada bima karena merasa mungkin ini privasi keluarga, meskipun vella sekarang juga bagian keluarga mereka tapi tetap saja rasanya tidak enak ingin bertanya tentang itu.
"Sayang kamu kenapa bengong?" Tanya bima pada istrinya
"Ah enggak kok mas, aku ngamatin lukisan itu bagus-bagus hehe." Jawab vella mengelak, tiba-tiba kakek surya menghampiri mereka.
"Vella maaf ya baru jadi menantu keluarga ini kamu sudah melihat hal seperti tadi," Ucap kakek surya
"Emm nggak papa kok kek," Jawab vella dengan senyumnya
"Kamu pasti bertanya-tanya tentang itu semua." Ucap kakek lagi
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban vella, kakek surya menceritakan semuanya. Dulu sarah berkarir sebagai model dari sebelum menikah. Tapi karirnya tidak berkembang sampai ia memutuskan menikah dan mempunyai anak bima. Ketika bima berusia 5 tahun, sarah kembali menekuni karirnya itu. Dengan upaya yang sungguh-sungguh akhirnya karirnya mulai berkembang. Di usia bima 13 tahun sarah berhasil menjadi brand ambassador produk fashion ternama. Meski sudah berusia kepala 3 ia tak kalah dari model 20tahunan. Ia sangat mempesona menarik banyak produk untuk menjadikannya BA. Tapi saat masa kejayaannya dia malah hamil lagi. Sarah sangat marah kepada suaminya yang sangat ceroboh. Dia menyembunyikan kehamilannya itu dan mencoba untuk menggugurkan kandungannya dengan segala cara. Tapi tidak berhasil, alhasil perutnya semakin membesar dan membuatnya dicopot dari jabatan BA produk fashion yang menanunginya. Karirnya pun meredup lagi karena dikalahkan oleh model muda yang badannya masih fresh dan seksi. Sejak saat itu sarah membenci anak yang dikandungnya sampai lahir dan tumbuh besar saat ini.
Mendengar cerita dari kakek surya, vella merasa sangat menyanyangkan sikap mama mertuanya itu. Di posisi ini kanza tidak bersalah. Tapi dia harus menerima kebencian dari ibu kandungnya sendiri sampai sekarang. Tapi vella hanya bisa berdoa semoga mama mertuanya segera terbuka hatinya dan bisa sayang kepada kanza.