Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 47


__ADS_3

Vella pulang kerumah dengan didampingi oleh ardan dibelakangnya. Sampai dirumah vella langsung memeluk ayahnya yang sedang berada di teras rumah. Dira yang melihat suaminya pulang langsung bertanya.


"Loh bang ardan kok udah pulang kan masih jam 10 pagi ini?" Tanya dira


Pak arman juga kebingungan kenapa vella datang-datang langsung memeluknya. Vella juga berkali-kali mengucapkan permintaan maaf padanya. Kemudian ardan menceritakan semua kejadian tadi.


"Astaga vella, untung saja ada ardan disana. Coba kalau enggak kemana ayah nyari kamu." Ucap pak arman sambil memeluk erat vella.


Akhirnya pak arman memutuskan untuk membuka usaha jahitannya kembali. Jadi vella tak perlu kebingungan mencari kerja sampai punya niat menjadi tkw. Kali ini pak arman tidak mau mendengar komentar apapun dari vella. Selama belum menemukan lowongan pekerjaan yang jelas. Pak arman meminta vella untuk membantunya saja.


"Kalau gitu aku berangkat lagi ya," Pamit ardan pada semuanya.


...----------------...


Kiara bersiap untuk pergi kerumah davin. Dia membawa satu koper besar. Saat ini hanya ada mamanya dirumah. Papanya sudah berangkat ke kantor jam 8 pagi tadi. Ini sangat memudahkannya untuk pergi dari rumah tanpa ada yang menghalangi. Kalau mamanya itu urusan gampang baginya. Kiara melewati bu ina begitu saja.


"Hey kiara mau kemana kamu?" Panggil bu ina yang sedang duduk nonton tv


"Yang pasti mau cari kebahagiaan. Udah deh mamah nggak perlu tau aku kemana." Jawab kiara langsung pergi meninggalkan bu ina dirumah.


Bu ina tidak bisa menghalangi kiara pergi. Bu ina ingin menelfon pak haris, tapi dia tau saat ini suaminya itu sedang meeting dengan klien penting. Dia mengurungkan niat untuk menelfon suaminya. Di tv sudah mulai muncul berita tentang kabar perceraian bima dan kiara. Tapi untungnya saat diwawancarai bima tidak menyebutkan penyebab perceraiannya. Dia hanya menjawab kalau perceraian itu benar adanya, tapi tidak bisa memberitahu alasan perceraiannya kepada media.


"Untung saja bima nggak ngasih tau ke media alasan perceraiannya. Duh kiara ini dapat suami kaya bima kok nggak ada bersyukurnya. Papa pasti marah besar kalau tau kiara pergi dari rumah." Ucap bu ina


Saat ini kiara sudah sampai di depan rumah davin. Kedatangannya langsung di sambut oleh davin. Davin memindahkan koper kiara ke mobilnya.


"Loh sayang kita mau kemana?" Tanya kiara bingung


"Kita ke malaysia nyusul orangtua aku. Trus nanti kita nikah disana." Jawab davin


"Loh kok mendadak sayang? Trus ini mobil aku gimana?" Tanya kiara


"Rumah, mobil, dan semua yang dijakarta bakal aku jual. Kita menetap di malaysia ya sayang." Jawab davin


"Terus surat perceraianku gimana?" Tanya kiara lagi

__ADS_1


" Udahlah sayang itu nanti aku bisa minta orang buay urus. Yuk berangkat sebelum kita ketinggalan pesawat.


Mereka pun meninggalkan jakarta tanpa sepengetahuan siapapun. Davin sudah mengosongkan rumahnya dan juga memecat pembantunya. Dia juga sudah menyiapkan orang yang mau membeli rumah dan mobil termasuk mobil kiara.


Malam harinya pak haris pulang kerumah dan langsung diberitahu kalau kiara pergi dari rumah dengan membawa koper besar. Pak haris langsung tahu kemana kiara pergi. Dia bersama bu ina datang ke alamat rumah davin. Disana memang ada mobil kiara, tapi orang yang berada disana bilang kalau rumah dan mobil ini sudah dijual kepadanya. Lalu pak haris bertanya kemana perginya davin. Orang itu menjawab tidak mengetahui keberadaan davin sekarang. Dengan rasa kesal pak haris pulang lagi bersama bu ina.


"Pah ini gimana anak kita dibawa kemana?" Tanya bu ina khawatir.


"Kalau davin menhilang seperti ini bagaimana dengan nasib perusahaanku." Ucap pak haris merasa pusing memikirkan perusahaanya.


"Pah yang penting itu anak kita, kok kamu malah mikirin perusahaan" Ucap bu ina


Pak haris malah pergi ke kamar meninggalkan istrinya itu. Dia merasa sangat pusing memikirkan semua masalah itu.


...----------------...


Sidang pertama sampai sidang terakhir kiara tidak datang, oleh karena itu pihak pengadilan memutuskan bahwa bima telah resmi bercerai dengan kiara. Mulai sekarang bima menyandang status sebagi duda.


Bima sedikit heran kemana kiara pergi, bisa-bisanya dia sama sekali tidak menghadiri persidangan. Tapi itu malah mempermudah urusan bima. Mulai sekarang bima kembali fokus pada pekerjaannya dan melupakan semua masalahnya dengan kiara. Bima juga tak ingin buru-buru menikah lagi. Dia harus benar-benar mencari sosok perempuan yang tulus mencintainya, bukan hanya karena harta.


"Sayang, katanya kamu ngajak aku kesini buat ketemu orangtua kamu. Tapi mana aku cuma kamu simpen terus di apartemen ini. Bosen tau' disini terus." Keluh kiara


"Sabar sayang, orangtuaku masih sibuk belakangan ini." Ucap davin


"Kalau gitu ajak aku shopping, aku bosen disini." Rengek kiara


Akhirnya davin menuruti kemauan kiara. Mereka pergi ke mall terdekat dari sana. Kiara berbelanja sangat banyak. Sampai davin sudah merasa capek berkeliling, tapi kiara belum puas berbelanja.


"Duh kiara ini bener-bener matre ya, aku jadi ragu mau nikahin dia. Aku emang bisa nurutin apa maunya, tapi kalau terus-terusan bisa bangkrut." Ucap davin dalam hati.


...----------------...


Jam 9 pagi vella baru saja bangun tidur, kemudian dia langsung mandi. Semenjak usaha jahitan ayahnya buka lagi, banyak sekali pelanggan yang datang. Vella selalu menggantikan ayahnya menjahit sampai larut malam. Bahkan sampai hampir menjelang subuh.


Habis mandi vella duduk di kursi ruang tamu dirumahnya. Dira yang baru pulang belanja menyapanya.

__ADS_1


"Baru bangun kamu dek?"


"Iya mbak ngantuk banget aku. Tadi abis subuh tidur lagi." Ucap vella


"Jangan kebanyakan begadang kamu, nanti kamu malah sakit dek." Ucap dira


"Ayah kemana mbak?" Tanya vella yang dari tadi tidak melihat keberadaan ayahnya.


"Ayah nganter baju kerumah bu siti. Tadinya mau nungguin kamu tapi kasian mau bangunin kamu kelihatan capek banget." Jawab dira sambil menaruh belanjaannya.


"Huaam (menguap) Kok masih ngantuk aja. Aku nyapu aja deh buat gerak ngantuknya hilang." Ucap vella.


Dira hanya tersenyum melihat vella. Dira sedang memotongi sayur yang akan dimasak untuk makan siang nanti. Dira melihat vella yang menyapu sambil menahan rasa ngantuk. Selesai menyapu, vella kembali duduk di kursi. Dira melihat hasil sapuan vella yang ternyata belum benar-benar bersih.


"Dek kalau kata orang, perempuan yang suka bangun siang sama nyapu nggak bersih nanti suaminya duda loh." Ucap dira bercanda


"Ya nggakpapa asal duda muda bukan aki-aki hahaha." Ucap vella


"Dasar kamu dek, ucapan doa loh. Kalau beneran dapet suami duda gimana?"


"Aku ngikut takdir aja mbak. Udahlah lagian aku belum mau nikah sebelum ayah hidupnya bener-bener terjamin." Jawab vella


Vella menyalakan tvnya, tadinya dia berniat membantu dira memasak. Tapi dira tahu vella semalaman sudah capek menjahit. Jadi, dia menyuruh vella bersantai saja. Baru menyalakan tv langsung muncul acara yang dibintang tamui oleh bima. Vella menontonnya sambil menahan rasa ngantuknya. Bima terus melakukan tanya jawab dengan presenter. Sampai pada pertanyaan tentang kebenaran perceraiannya. Bima membenarkan itu, dia bilang kalau kemarin pengadilan sudah meresmikan perceraiannya bersama kiara.


"Apa?! Jadi mas bima udah cerai. Udah lama nggak ketemu udah jadi duda aja dia." Ucap vella


"Kamu kenapa dek? Kok ngomong sendiri." Tanya dira penasaran.


"Ini loh mbak di tv ada mas bima, dia itu temennya mas fadly juga. Baru nikah kurang lebih 1 bulan tp udah cerai sama istrinya. Soalnya istrinya selingkuh." Jawab vella


"Wah wah dia kan duda, jangan-jangan dia jodoh kamu nih," Ucap dira bercanda


"Apaan sih mbak, ngayal terlalu tinggi kalau sama dia. Dia kan dari keluarga kaya." Ucap vella


"Jangan-jangan kamu udah suka sama dia ya? Ngaku?" Goda dira

__ADS_1


"Ah udahlah mbak aku mau main sama ponakan aku yang emeshh aja daripada sama mbak bahas nikah, nikah, apalagi sama duda." Ucap vella yang kemudian menyusul anak dira di dalam kamar.


__ADS_2