Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 39


__ADS_3

Pagi menjelang, terlihat siska sedang sibuk berdandan di depan kaca kamarnya.


"Hari ini pokoknya harus tampil cantik, biar fadly terpesona sama gue. Pokoknya gue harus bisa bikin dia lupain cewek gatel itu." Ucap siska


Karena keasyikan dandan tidak sadar jam sudah menunjukkan pukul 07:55, Lima menit lagi memasuki jam kerja. Siska sudah dipastikan akan terlambat. Dia langsung buru-buru memakai sepatu hak tingginya dan langsung berangkat kerja. Dia langsung segera memesan taksi online. Namun sialnya tidak ada yang menerima orderannya.


"Duh gawat nih gue udah telat! masa harus naik ojek sih? kan nggak level! Seandainya gue punya mobil, hmmm.. Tapi bentar lagi gue kan bertunangan sama fadly, minta mobil gapapa kali ya? haha." Ucap siska.


Akhirnya dia terpaksa naik ojek. Karena sebenarnya tak jauh dari kosannya ada pangkalan ojek. Siska sangat jijik dengan helm yang diberikan tukang ojek. Tapi mau bagaimana pun dia harus tetap memakainya. Di sepanjang jalan siska mengomel pada tukang ojek yang menurutnya lelet.


"Bang bisa lebih cepet nggak? Aku udah telat nih!"


Abang ojek mencoba untuk melajukan motornya lebih cepat. Namun dasarnya motor tua, belum sampai di tempat motor itu mogok. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Untung saja mereka berada di dekat pertokoan. Siska langsung menduh disana. Dia mengkhawatirkan make upnya yang luntur kena air hujan barusan. Dia mengambil kaca di tasnya, Benar saja bedak dan maskaranya luntur dan membuat make upnya berantakan.


"OMG! Make up gue ihh.. Perasan bedak sama maskaranya mahal,.masa kena air dikit aja luntur." Ucap siska sambil membenarkan make upnya yang luntur.


"Mbak maaf kayanya saya nggak bisa nganter sampek tujuan. Saya mau bawa motor ini ke bengkel dulu." Ucap abang ojek.


Siska pun langsung membayar ongkosnya, Hujan reda siska mencoba memesan taksi online lagi tapi tetap tidak ada yang menerima orderannya. Akhirnya dia berjalan dan menemukan angkot yang baru saja berangkat, dia berlari mengejar angkot itu.


"Pak berhenti! Saya mau naik." Teriak siska


Angkot itu berhenti, siska sangat ngos-ngosan karena berlarian mengejar angkot itu. Untung saja dia tidak jatuh saat berlari dengan menggunakan sepatu hak tinggi. Dia naik ke dalam angkot, Kondisi angkot yang sangat penuh membuat siska tidak nyaman. Dia menutup hidungnya. Semua orang di dalam angkot menatapnya.


"Iuhh bau banget sih, dih kalau bukan karena ngejar waktu ogah gue naik angkot kaya gini jijik banget." Ucap siska dalam hati.


"Pak bisa cepetan nggak sih, saya udah nggak betah disini." Teriak siska pada sopir angkot.

__ADS_1


"5menit lagi neng, Lagian kalau gak betah ngapain tadi naik." Ucap sopir angkot


Akhirnya angkot berhenti tepat di jalan depan kantor jaya ekspedisi. Siska langsung bergegas turun dari angkot. Sialnya dia menginjak genangan air yang cukup dalam. Sampai mengotori sepatu dan kakinya.


"Ouhh... apa lagi ini!!" Ucap siska kesal


"Ongkosnya neng," Ucap sopir angkot mengingatkan siska untuk membayar ongkosnya.


"Nih.. Nggak lagi gue naik angkot bau' sumpek lagi!" Ucap siska setelah menyerahkan uang pada sopir angkot.


Sopir angkot langsung tancap gas meneruskan perjalanan, ban belakang angkot mengenai genangan yang tadi diinjak siska. Sampai airnya muncrat mengenai wajah dan baju siska.


"Ouww aaaaaa..." Teriak siska.


Hari ini dia merasa sangat sial, rencananya ingin tampil cantik di depan fadly gagal total. Dia berjalan menuju kantor ekspedisi. Aryo yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak melihat penampilan siska yang acak-acakan seperti orang habis kecebur got.


"Aaaa.. diem lo! Gue kena musibah gini lo malah ketawain. Dasar jahat!" Ucap siska


Dari belangkangnya datang bu ira bersama fadly. Mereka langsung kaget melihat siska yang sangat kotor. Bu ira langsung mendekatinya.


"Sis kamu kenapa?" Tanya bu ira


Bu ira memegang rambut siska yang terlihat sangat lepek dia melihat siska dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Bu ira merasa kebauan dekat dengan siska.


"Ishh kamu bau banget. Mending kamu pulang aja deh. Masak kamu kerja kaya gini." Ucap bu ira


"Iya kamu pulang aja sis, hari ini biar saya yang handle sendiri." Sahut fadly

__ADS_1


"Tapi pak.."


"Udah kamu pulang sekarang bersihin badan kamu itu mandi keramas yang bersih. Oh iya tante nggak bisa nyuruh fadly anterin kamu. Soalnya kamu kotor banget gini, ntar mobilnya jadi bau." Ucap bu ira memotong omongan siska.


Fadly meminjamkan motor kantor untuk siska pulang. Siska terpaksa pulang karena memang keadaannya yang sangat kotor dan bau. Tidak mungkin untuk dia bekerja melayani orang seperti itu. Sepanjang perjalanan pulang, siska terus mengomel sendiri. Kenapa hari ini dia sangat sial sekali. Padahal hari ini dia ingin mulai menjalankam misi untuk membuat fadly jatuh cinta padanya.


...----------------...


Vella masih menunggu jawaban email lamaran kerjanya. Dia sangat berharap dapat dipanggil untuk interview dan diterima disana. Namun, hingga kin belum ada balasan juga. Vella masih bersabar menunggunya sampai nanti sore. Sekarang dia sudah siap untuk pergi ke makam almarhumah ibunya. Vella kesana bersama ayahnya. Makam ibunya cukup jauh dari rumahnya sekarang. Lebih dekat dari rumahnya dulu yang sekarang sudah dimiliki orang lain. Bahkan bangunannya sudah banyak berubah. Kebakaran pabrik itu membuat pak arman bangkrut sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjual rumah beserta isinya dan pindah ke rumah yang sederhana. Jauh lebih kecil dibanding rumahnya yang dulu. Mereka melewati rumah itu, pak arman selalu menunjuk kearah rumah itu saat melewatinya.


"Vell ini rumah kita dulu." Ucap ayah


"Iya yah, aku tahu pasti banyak sekali kenangan ayah disitu. Tapi sekarang itu udah jadi milik orang lain. Aku janji nanti bisa bikinin ayah rumah lebih besar dari itu." Ucap vella dengan tetap fokus menyetir.


Rumah lama vella adalah rumah yang sekarang ditempati oleh orangtua kiara. Dulu pak arman menjualnya pada seseorang dan oleh orang itu dijual lagi pada pak haris, Sebagai hadiah ulang tahun kiara yang ke 6 tahun waktu itu. Vella dan ayahnya belum mengetahui itu.


Akhirnya mereka sampai di makam. Vella langsung masuk bersama ayahnya. Mereka duduk di sebelah makam. Pak arman mulai berdoa untuk istrinya itu. Vella pun juga berdoa untuk ibu tercintanya. Selesai berdoa vella mengucapkan selamat ulang tahun. Dan menabur bunga diatas makam ibunya.


"Bu aku kangen banget sama ibu. Ibu yang tenang disana ya." Ucap vella sambil mengusap nisan ibunya


"Sayang anak kita sudah besar sekarang, dia cantik sama seperti kamu. Mungkin sebentar lagi akan menikah." Ucap pak arman, vella merangkul tangan ayahnya dan bersandar di bahunya.


"Ibu, ayah belakangan ini selalu bahas tentang vella nikah, nikah, nikah mulu. Aku itu pengen menemukan pasangan yang kaya ayah. Ibu udah meninggal 22 tahun yang lalu, tapi aku nggak pernah lihat ayah deket sama seorang wanita. Ayah selalu setia sama ibu." Ucap vella sambil merangkul tangan ayahnya dan bersandar di bahunya.


Vella dan pak arman mengajak bu rosalin mengobrol seakan dia masih hidup dan duduk bersama disana.


Di tempat makam yang sama, bima dan kakek surya sedang berziarah ke makam istri kakek surya, omanya bima. Sukma wati, istri kakek surya meninggal 10 tahun lalu karena penyakit kanker yang dideritanya. Kakek surya sangat mencintai istrinya itu, dia selalu menyempatkan diri datang ke pemakamannya. Bima dan kakek surya duduk mendoakannya. Selesai berdoa kakek surya belum mau diajak pulang oleh bima. Kakek berdiam diri sambil memegang nisan istrinya itu. Mungkin kakek sedang meluapkan isi hatinya atau mungkin rasa rindu padanya. Bima pun menunggu sampai kakek puas berada disana.

__ADS_1


"Sukma, aku sudah tau keberadaan keluarga rosalin, Aku juga sudah tau dimana mereka tinggal. Bahkan aku sudah mengenal anaknya. Aku berjanji akan menebus semua kesalahanmu pada mereka. Agar kamu bisa tenang disana." Batin kakek surya


__ADS_2