Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 54


__ADS_3

Kanza sebenarnya tidak pergi ke toilet, dia memang sengaja ingin meninggalkan bima berdua dengan vella. Dia ingin mendekatkan mereka. Sedari tadi kanza melihat mereka berdua dari kejauhan. Dia tersenyum-senyum sendiri melihat apa yang terjadi.


"Mas aku susul kanza ya, kok dia belum balik-balik juga." Ucap vella


"Iya kamu susulin." Ucap bima


Namun saat vella akan beranjak dari tempat duduknya, kanza sudah berjalan mendekat. Dia kembali duduk di kursinya tadi.


"Kak vella mau nyusulin aku ya, aku lama soalnya toilet masih dibersihin tadi." Ucap kanza beralasan


Melihat eskrimnya yang sudah mencair, kanza tidak ingin memakannya lagi. Dia mengajak bima dan vella pulang. Mereka pun pulang kerumah.


Sampai dirumah kanza langsung berantusias untuk segera melukis. Dia ingin bima juga menenaminya melukis. Bima pamit berganti baju dulu dan setelah itu menyusul ke teras.


"Mau lukis apa nih?" Tanya vella pada kanza


"Hmmm.. apa aja deh kak yang penting bagus." Jawab kanza


Vella memberi saran untuk melukis bunga matahari saja. Kanza langsung menyetujuinya. Setelah membuat sketsa kanza dibantu oleh vella mulai mencoret-coret kanvas. Hampir setengah jadi lukisan itu, bima belum juga datang.


"Kak bima kemana sih, tadi katanya mau aku suruh ikut bantu ngelukis. Eh ini udah mau selesai belum kesini juga." Ucap kanza sedikit kesal


"Mungkin kak bima lagi ada kesibukan lain sayang, kan udah ada kakak disini temenin kamu." Ucap vella


Kanza jadi kurang bersemangat, sampai akhirnya dia tak sengaja menyenggol wadah berisi cat air. Lukisan setengah jadinya ketumpahan cat dan menjadi sanagt berantakan.


"Yah gimana nih kak? jadi berantakan gini." Rengek kanza yang melihat lukisannya jadi hancur.


"Loh kenapa lukisannya?" Tanya bima yang baru saja datang.


"Ini mas cat airnya nggak sengaja kesenggol tangan kanza, jadi tumpah." Jawab vella


"Iya kak, kita tadi kan cuma beli 1 kanvas. Masak harus balik ke toko beli lagi. Mana tugasnya harus dikumpulin besok." Ucap kanza


Akhirnya bima menemukan ide. Dia mencorat-coret lukisan dengan asal-asalan.


"Loh kak kok malah diginiin sih," Ucap kanza


"Kita bikin jadi seni yang abstrak aja. Sini tangan kamu." Ucap bima


Bima memberi warna pada telapak tangan kanza, Setelah itu langsung menempelkannya di kanvas. Kanza juga melakukan hal yang sama pada bima.


"Kak vella bikin cap tangan juga dong," Ucap kanza


Bima memberikan warna di telapak tangan vella. Dia pun mengecapkan tangannya di kanvas. Kanza terlihat sangat senang. Kini tugasnya sudah selesai. Kanza menjaili kakaknya. Dia mengoleskan cat air ke pipi bima. Bima pun langsung membalasnya. Vella pun juga jadi sasaran kanza. Mereka bersenda gurau bersama. Sampai vella dan bima juga saling oles cat. Tak sengaja mereka berdua saling memegang pipi. Mereka berdua seperti membeku saat bertatapan.


"Ah kenapa tatapan mas bima gini banget, meleleh aku tuh." Ucap vella dalam hati


"Ehemm..ehemm." Ucap kanza yang membuat vella dan bima sadar.

__ADS_1


Bima terlihat jadi salah tingkah, begitu juga dengan vella. Kanza mengajak untuk foto selfie. Dia berada di tengah-tengah antara bima dan vella. Mereka mengambil beberapa foto selfie yang lucu-lucu. Sampai pada foto terkahir, Kanza meminta vella dan bima berpose seperti akan mencium pipinya. Tapi tiba-tiba kanza menunduk. Bima dan vella jadi saling bertatapan lagi dan foto berhasil di ambil.


"Ih kanza nakal ya," Ucap vella sambil menggelitikinya. Bima juga melakukan hal yang sama. Mereka tertawa bersama.


Kakek surya yang melihat semua itu dari dalam rumah, merasa kalau vella sangat pantas jadi istri bima. Kakek sangat senang melihat kedekatan vella dengan bima dan kanza. Dia berharap lambat laun tumbuh benih cinta antara bima dan vella.


Tak terasa sudah jam setengah 6 sore. Vella sudah harus pulang. Tapi keadaannya sekarang sangat kotor. Sebelum pulang, bima menyarankan untuk vella mandi dulu disana. Bima mengambilkan baju ganti untuk dipakai vella. Beruntung masih ada baju milik kiara di lemari.


"Kamu pakai ini aja ya, ini emang baju mantan istriku. Tapi ini masih baru kok belum pernah dia pakai." Ucap bima.


Vella menerima baju itu dan langsung mandi. Weni mengantar vella ke kamar tamu, dia mandi di sana. Selesai mandi vella langsung memakai baju ganti itu. Dress rajut lengan panjang tapi pendek dibagian kaki, Panjangnya tepat di paha. Vella mengaca di sana, dia terus menarik turun dress yang dikenakan. Dia merasa tidak biasa memamakai baju yang pendek.


"Duh nggak pernah pakai dress kok kaya aneh gini ya aku. Apa aku ganti baju aku yang kotor tadi aja ya." Ucap vella


Tiba-tiba kanza masuk ke dalam,


"Wah kakak cocok banget pakai baju itu, cantik. Yuk keluar." Ucap kanza yang langsung menarik tangan vella agar keluar dari kamar.


"Kak bima, kak bima, lihat ini." Teriak kanza


Bima yang duduk di kursi ruang tamu langsung terpesona melihat vella. Dia hampir tidak mengedipkan mata. Vella jadi tersipu malu.


"Mas aku udah bisa pulang sekarang kan?" Tanya vella


"Oh oh iya silahkan." Jawab bima


"Kalau begitu aku pamit, kanza besok kita ketemu lagi ya kakak pulang dulu sekarang." Ucap vella


"Hei tunggu vell, biar bima antar kamu. Bim anterin dia pulang, kasihan udah petang gini." Ucap kakek surya


"Enggak usah kek, saya bisa naik ojek di depan sana." Ucap vella


"Biar bima antar aja, mau hujan itu kasihan kamu kalau naik ojek." Ucap kakek surya lagi


Akhirnya vella menuruti kemauan kakek. Bima mengambil kunci mobilnya.


"Yuk vell," Ajak bima masuk ke dalam mobil


Kanza melambaikan tangan pada mereka.


"Kakek, kak vella cocok ya sama kak bima." Ucap kanza


"Kamu juga berfikir yang sama dengan kakek," Ucapk kakek yang kemudian mengajak kanza masuk ke dalam.


Dalam perjalanan vella terdiam membisu. Dia bingung sekali ingin berbicara apa dengan bima.


"Duh masak aku cuma diem aja sampek nanti, kan nggak enak. Tapi mau ngomong apa juga bingung," Ucap vella dalam hati.


"Vell kamu kenapa keluar dari kantor fadly?" Tanya bima membuka topik obrolan.

__ADS_1


"Hmm.. pengen ganti kerjaan aja mas," Jawab vella menutupi alasan yang sebenarnya.


"Ah nggak mungkin cuma karena itu, pasti ada alasan lain. Soalnya cari kerjaan baru sekarang ini kan susah." Ucap bima lagi


Akhirnya vella memberitahu yang sebenarnya kalau dia diancam oleh mama fadly. Bima terkejut mendengar pengakuan vella. Dia tidak menyangka kalau bu ira bisa sejahat itu.


"Tapi bagus sih, seandainya kamu nggak resign nggak bakal jadi gurunya kanza. Dia cocok banget sama kamu vell," Ucap bima


Benar kata kakek surya, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Tak lama kemudian, mereka sampai didepan rumah vella. Vella langsung turun dari mobil. Bima juga ikut turun. Sekali lagi vella menurun-nurunkan dressnya yang menurutnya kependekan. Bima mengambil payung dan memayungi vella sampai ke teras rumah.


"Ayah ayah... sini.. lihat itu." Ucap dira


Ardan yang sudah pulang kerja juga ikut penasaran ada apa di depan. Dia keluar dan melihat vella yang berpayungan berdua dengan bima.


"Sayang lihat itu kayanya mereka cocok banget." Ucap ardan pada dira


"Iya bang, dia bukannya pengusaha muda yang terkenal itu ya yang baru aja jadi duda." Ucap dira


Vella dan bima sudah sampai ke teras, mereka bersalaman pada pak arman. Bima juga menyapa ardan dan dira. Pak arman sangat berterima kasih karena sudah mengantarkan vella sampai dirumah. Dira dan ardan pamit masuk ke dalam duluan karena anak mereka menangis.


"Nak hujannya masih lebat banget, disini dulu aja. Yuk masuk ke dalam, diluar dingin." Ucap pak arman


"Iya pak, saya duduk disini aja." Ucap bima


"Mas bentar ya saya kedalam dulu." Ucap vella


Pak arman menemani bima sebentar saat vella masuk ke dalam. Ternyata vella ganti pakaian, dia tidak nyaman memakai baju itu. Setelah itu vella membuatkan teh hangat untuk bima.


"Tehnya mas buat ngangetin badan." Ucap vella sambil menaruh secangkir teh di meja.


"Iya terimakasih loh kok repot-repot gini," Ucap bima


"Saya pamit ke dalam ya nak, dingin." Ucap pak arman


"Oh iya silahkan-silahkan pak." Ucap bima


Bima dan vella kembali berdua saja. Rasa canggung muncul kembali. Bima menikmati teh buatan vella. Sepertinya bima juga bingung ingin mengobrol apa. Dia berbasa-basi bertanya siapa dira dan ardan itu. Vella menjelaskannya dengan gamblang. Setelah itu mereka kembali saling terdiam. Akhirnya hujan reda, bima berpamitan untuk pulang. Vella langsung berdiri ingin memanggil ayahnya. Lantai terasa sedikit licin terkena air hujan. Karena terburu-buru vella terpeleset. Dengan sigap bima menangkapnya.


Bima dan vella saling bertatapan, Kali ini bima merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. Pak arman, dira dan ardan berniat melihat apakah bima masih disana malah jadi melihat adegan itu.


"Ehemm..ehemm." Dehem dira


Vella langsung melepaskan diri dari bima. Bima juga langsung berpamitan pada mereka semua.


"E ciee ngapain kamu tadi dek," Tanya dira dengan meledek vella


"Ah enggak ngapa-ngapain , aku tadi mau jatuh terus ditolongin sama mas bima." Jawab vella


"Ah masak,"

__ADS_1


Vella tersipu malu dan lari pergi masuk ke dalam kamar. Pak arman juga tersenyum sendiri melihat anaknya yang salah tingkah seperti itu.


__ADS_2