
Jam 9 malam kasur yang dipenuhi hiasan bunga itu masih tetap tertata rapi sama sekali belum bergeser satupun. Vella berdiri di depan kaca besar di sudut kamarnya yang memperlihatkan keindahan malam kota jakarta. Bima berjalan perlahan mendekatinya, dia memeluk vella dari belakang.
"Pemandangannya indah ya," Ucap bima
"Emm i iya mas," Ucap vella. Seluruh badannya terasa bergetar saat bima memeluknya.
Bima melepaskan pelukannya dan membalikkan badan vella agar menghadap kepadanya. Vella terus menundukkan kepalanya, dia tidak bisa menatap mata bima. Jantungnya berdegup lebih kencang saat ini. Bima mengangkat dagu vella dengan tangannya. Dia menatap vella sambil tersenyum. Tiba-tiba saja dia langsung mencium bibir vella. Vella menutup kedua matanya. Dia sudah pasrah saja dengan apa yang dilakukan bima kepadanya.
Cukup lama mereka berciuman, tangan bima mulai mencoba melepaskan kancing baju vella. Tapi dia melihat vella yang menutup matanya dengan sangat rapat seperti ketakutan, akhirnya dia mengurungkan niatnya. Bima melepaskan ciumannya juga pelukannya dari vella.
"Kenapa berhenti mas?" Tanya vella dengan polosnya
Bima tertawa kecil dan mengajak vella duduk di pinggir kasur. Dia memegang kedua tangan vella.
"Aku tahu kamu belum siap, jadi aku enggak akan memaksa untuk melakukannya sekarang." Ucap bima
Melihat tatapan bima yang sangat tulus itu, vella jadi akan merasa sangat bersalah kalau dia tidak bisa memenuhi kewajibannya malam ini. Tapi dia memang masih belum benar-benar siap.
"Sebenarnya aku memang belum siap mas, ciuman tadi itu juga baru pertama kali. Sedangkan mas bima pasti sudah sangat berpengalaman karena udah pernah menikah." Ucap vella
"Tidak juga kok," Ucap bima
Tiba-tiba saja vella terbayang saat dulu bima malam pertama dengan kiara. Apakah semesra seperti ketika dengannya. Apakah ada bayangan kiara ketika sedang bersamanya seperti ini. Vella langsung melepas paksa genggaman tangan bima. Dia berdiri menjauhi kasur dan kembali mendekati jendela kaca.
"Kenapa? Ada apa?" Tanya bima dengan bingung dia mencoba mendekati vella lagi.
"Mas disitu aja jangan kesini, Aku mau tanya sesuatu." Ucap vella
__ADS_1
"Emm mau tanya apa?" Bima sangat kebingungan dengan sikap vella yang tiba-tiba berubah
"Apa mas masih suka keingetan sama mbak kiara?"
"Kenapa tiba-tiba kamu nanyain itu?" Bima malah balik bertanya
"Mas dulu kan pernah pacaran lama sama dia sebelum akhirnya menikah. Pastinya pas malam pertama romantis dong. Jangan-jangan pas tadi itu keinget sama dia aja," Ucap vella tanpa melihat kearah bima
Bima langsung mendekat dan memeluk vella dari belakang lagi
"Ternyata istriku ini cemburu ya," Bisik bima tepat ditelinga vella. Tapi vella langsung menghindarinya, dia kembali duduk di kasur
"Aku sama sekali belum pernah melakukan itu dengan kiara meskipun sudah menikah dengannya." Ucap bima
"Bagaimana bisa mas?" Tanya vella dengan kaget
Akhirnya bima menceritakan semuanya pada vella. Tentang semua yang pernah dilakukan kiara kepadanya. Setelah itu bima kembali duduk di sebelah vella.
"Aku juga belum pernah melakukan itu, tapi kalau memang kamu belum siap nggak harus hari ini nggak papa." Ucap bima denga lembut.
Bima beranjak dari sana dan mulai menyibakkan seluruh bunga yang bertaburan di kasur. Dia bersiap untuk langsung tidur saja. Sedangkan vella masih terdiam. Akhirnya dia memantapkan hatinya. Vella mendekati bima yang sedang menebas-nebas kasur agar semua bunganya terjatuh ke lantai.
"Mas,"
"Iya ada apa? Kamu mau tidur ya, ini sebelah sini aja udah aku bersihin."
"Bukan mas, aku emm aku udah siap." Ucap vella
__ADS_1
"Udah siap apa?" Tanya bima bingung
"Emm itu mas udah siap jadi istri yang seutuhnya buat mas bima." Jawab vella dengan yakin
"Kamu yakin?"
Vella mengangguk dengan tersenyum. Bima langsung memeluknya dan mencium kening vella. Dia menidurkan vella di kasur, perlahan dia menindihnya. Mereka saling bertatapan sebelum akhirnya mereka benar-benar menikmati malam itu bersama.
...🌷🌷🌷🌷...
Di kamarnya kakek surya masih belum tidur, dia terus memandangi foto istrinya sambil menangis. Kakek surya selalu berjanji akan menebus semua kesalahan istrinya itu kepada keluarga vella.
"Semoga kamu tenang disana sayang, sekarang mereka sudah jadi bagian keluarga kita. Anak rosalin sudah menjadi istri bima, cucu kita. Aku berjanji akan memberikan kebahagiaan untuk mereka selama sisa hidupku untuk menebus kesalahanmu."
Sementara itu bu sarah tidak bisa tidur karena membayangkan saat ini anaknya tengah malam pertama dengan vella. Dia tidak bisa membayangkan akan mempunyai cucu dari seorang perempuan miskin. Dia menilai anak yang lahir dari rahim vella itu termasuk juga anak dari kalangan bawah. Dia tidak akan sudi menerima anak dari vella itu. Hari ini dia sudah malu ketika di pesta semua temanya menertawakannya karena berbesanan dengan orang biasa. Bukan dari kalangan pejabat ataupun pengusaha. Padahal anaknya, bima adalah orang yang sangat terkenal. Berbeda dari bu sarah, pak ferdi terlihat santai. Dia sudah terlelap sedari tadi. Dia tidak mempermasalahkan siapa menantunya itu. Yang penting bima bahagia.
*MALAYSIA*
Davin merasa sangat pusing memikirkan apa yang harus dia lakukan. Bundanya sudah mencarikan jodoh untuknya, tapi dia bingung mana mungkin bisa meninggalkan kiara. Apalagi sekarang dia sedang hamil. Setiap hari kiara selalu bertanya kapan jadinya dia dinikahi, kenapa belum ada kepastian juga. Davin hanya bisa menyuruh kiara sabar dulu. Dia melihat kearah kiara yang sudah terlelap tidur.
"Dulu aku sangat mencintai kamu, tapi entah mengapa setelah berhasil mendapatkanmu rasanya jadi biasa aja. Cinta itu hilang, apalagi setelah waktu itu kamu mutusin hubungan dan memilih untuk tetap bersama bima." Ucap davin lirih
Setelah itu dia mencoba untuk tidur, tapi tetap tidak bisa. Akhirnya davin mengambil hpnya, dia membuka instagram. Tak sengaja dia melihat foto-foto pernikahan bima. Davin melihat seksama foto-foto bima, dia penasaran siapa istri bima itu. Kok bisa cepat sekali mereka memutuskan untuk menikah. Bagaimana reaksi kiara kalau mengetahui ini, Apakah dia akan sakit hati? Davin berfikir akan mengetes kiara besok dengan foto ini. Dia ingin lihat apakah kiara benar-benar mencintainya atau hanya karena terpaksa akibat sudah dibuang oleh bima. Kalau kiara marah dan tidak terima bima sudah menikah lagi, berarti memang kiara masih berharap dengan bima. Ini bisa dia jadikan alasan untuk meninggalkan kiara.
Davin tidak mau dicoret dari penerima harta warisan satu-satunya di keluarganya ,karena tidak menyetujui keinginan bundanya. Untuk masalah anak yang dikandung kiara, dia berfikir akan menyuruhnya menggugurkan saja. Davin sudah tidak mau ambil pusing dengan semua ini. Memang dari awal kan rencananya mengajak kiara ke malaysia bukan untuk menikahinya, melainkan untuk balas dendam karena kiara sudah memilih bima waktu itu. Waktu itu dia juga sengaja menjual semua aset milik kiara agar dia hanya bisa bergantung padanya. Sebenarnya uang yang diberikan davin untuk kiara belanja selama ini adalah uang hasil penjualan seluruh asetnya sendiri. Dan penyebab bangkrutnya perusahaan papa kiara juga karena davin mengambil uang perusahaan untuk diapakai kiara belanja.
Davin melakukan semua itu untuk membalaskan dendamnya. Agar mereka semua merasakan menjadi orang miskin dan lebih lebih miskin darinya dulu. Agar saat menikahi kiara mereka akan bergantung padanya dan menjadi patuh. Semua rencananya itu berhasil, tapi untuk sekarang dia sudah tidak berminat untuk menikahi kiara.
__ADS_1