Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Part 16


__ADS_3

Sudah tiga hari belakangan ini, Winda menjalankan hidupnya seperti biasa. Tanpa ada Arka ataupun Joseph. Sejak kejadian di restoran itu, Joseph tidak pernah menghubunginya lagi. Ia sudah menduganya, ini pasti akan terjadi. Saat itu juga mungkin Joseph hanya mengada-ngada. Lagi pula mereka juga tidak terlalu lama kenal, jadi wajar saja jika hal ini terjadi. Karena Winda bukan siapa-siapa mereka, ia hanya orang yang menemukan Arka saat tersesat di dalam mall.


Seharusnya Winda bahagia karena sudah tidak ada lagi mereka, karena mereka tetaplah orang asing bagi Winda. Tapi entah kenapa, ia merasakan ada yang kurang jika tidak ada mereka.


"Winda, kamu nggak kenapa-napa kan?" Tanya Raxel khawatir.


Winda lupa jika dia ada di ruangan guru bersama Raxel. "Nggak kenapa-napa kok."


"Masa sih? Dari tadi saya lihat kamu sedang melamun." Kata Raxel.


"Saya nggak kenapa-napa kok, Xel." Ucap Winda.


"Oh gitu. Ya sudah saya ke kelas dulu ya, sebentar lagi saya ada jadwal ngajar." Ucap Raxel sambil berdiri dan memegang buku pelajaran.


"Ok, Xel. Semangat!" Ucap Winda yang memberi semangat.


Raxel pun mengangguk sambil tersenyum.


***

__ADS_1


Sudah tiga hari Joseph tidak menemui ataupun menghubungi Winda. Ia masih memikirkan apa yang harus ia lakukan, agar Winda mau merawat anak-anaknya. Karena ia tidak mungkin mengikuti saran dari Rey.


Flashback


"Gue punya ide." Ucap Rey dengan senyum yang mengerikan bagi Joseph.


"Lo jangan senyum kayak gitu, ngeri gue lihatnya. Emang ide apa sih?" Kata Joseph penasaran.


"Lo hamilin aja dia." Ujar Rey dengan santai.


"Apa? Hamilin? Lo udah gila ya. Itu mah bukannya buat dia mau sama tawaran gue, justru dia bakalan nolak. Bahkan bisa aja dia juga jadi benci sama gue. Dan otomatis kan dia nggak mau ketemu Arka lagi, makin ribet aja urusannya." Ucap Joseph.


"Kalau itu sih gue tau, cuma cara ini yang salah." Ujar Joseph.


"Salah di mananya sih? Kalau dia hamil anak lo, dia kan jadi nggak bisa jauh-jauh dari lo. Lo tinggal bilang kalau lo akan tanggung jawab dengan cara nikahin dia. Setelah lo nikah sama dia, otomatis kan dia bakal jadi mommynya dari anak-anak lo." Jelas Rey.


Joseph mengacak rambutnya dengan gusar. "Salahnya itu ada di otak lo. Memang lo bisa jamin kalau dia bakal nggak benci sama gue, setelah gue lakuin itu ke dia?"


"Ya enggak sih. Tapi cuma itu cara yang paling cepat menurut gue." Kata Rey.

__ADS_1


"Iya, itu memang cara yang paling cepat. Tapi belum tentu berhasil." Sahut Joseph.


"Udah lah, lupain aja kalau gue pernah nanya gini sama lo." Tambah Joseph.


"Kok lo cepat banget sih putus asa nya. Lo nggak pikirin Arka ya. Ini ya coba lo bayangin, selama ini Arka nggak pernah gitu ke orang lain kan. Sekarang tumben banget gue ngeliat dia panggil mommy ke orang lain. Kata lo, dia juga udah deket banget kan sama Winda. Masa lo tega sih sama dia." Kata Rey.


"Terus Varrel gimana? Dia nggak suka sama Winda." Ucap Joseph.


"Kita kan udah pernah bahas ini. Seiring berjalannya waktu pasti Varrel akan mulai bisa terima Winda kok. Dia itu juga tetap anak kecil yang butuh perhatian dari sosok ibu. Lo nggak mau kan kalau anak-anak lo itu kurang kasih sayang?" Jelas Rey.


"Oke, gue akan pertimbangkan ini dulu. Tapi yang pasti gue nggak akan pakai cara lo itu." Ucap Joseph.


"Terserah lo."


***


Ini sudah hari ke empat Joseph tidak menghubungi Winda lagi, karena masih banyak yang harus di pikirannya. Joseph sudah lelah dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Arka padanya. Joseph juga sudah lelah jika harus berbohong pada putranya itu. Ia selalu mengatakan jika saat ini Winda sedang ada urusan di luar kota.


Awalnya Arka tidak percaya, tapi Joseph memberikan alasan yang masuk akal. Seperti mengatakan bahwa Winda sedang melakukan study tour dengan para muridnya ke keluar kota. Untunglah Arka percaya, karena ia tahu jika Winda itu seorang guru.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2