Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 91


__ADS_3

Lisa menunggu fadly sampai hampir menjelang magrib. Padahal mereka janjian jam 4 sore. Sedari tadi telfonnya juga tak dijawab oleh fadly. Padahal dia bilang sudah otw sejak jam 3 tadi. Lisa jadi khawatir fadly kenapa-kenapa dijalan. Lisa pun membatalkan fittingnya hari ini, lagipula butik juga sudah akan tutup. Dia mencegat taksi dan mencoba mencari fadly kerumahnya. Fadly tak ada dirumah, dia masih di rumah sakit menemani vella yang sedang diperiksa. Hpnya ketinggalan di mobil, maka dari itu dia tidak menjawab telfon dari lisa.


Vella mendapatkan perawatan intensif karena keadaanya yang sangat lemah. Dokter keluar dan mencari keluarga vella. Disana hanya ada fadly.


"Dengan keluarga bu vella?"


"Iya dokter, bagaimana keadaannya?" Fadly langsung bertanya dengan paniknya.


"Maaf sebelumnya apakah anda suaminya?"


"Bukan dok, saya temannya." Jawab fadly


"Keadaan bu vella sangat serius, ini menyangkut juga dengan keadaan kandungannya. Sebaiknya cepat hubungi suami atau keluarganya. Saya harus melakukan tindakan yang memerlukan persetujuan mereka terutama suaminya." Ucap dokter dengan serius.


Akhirnya fadly sadar kalau hpnya tertinggal di mobil. Dia berlari mengambilnya dan ingin segera menghubungi bima. Namun melihat layar hpnya yang berisi 15 panggilan tak terjawab dari lisa, dia menelfon lisa lebih dulu.


"Halo lis, maaf ya aku sampek lupa ada janji sama kamu di butik." Ucap fadly


"Fad kamu kemana aja sih, kamu nggak kenapa-kenapa di jalan kan? Trus kok bisa sih kamu lupa, bukannya tadi bilang udah otw?" Lisa mengintrogasinya lewat telfon.


"Aku tadi liat vella jalan kaki sempoyongan di jalan. Aku berhenti samperin dia, eh dia pendarahan sampek pingsan. Ini aku bawa dia kerumah sakit. Aku mau hubungin bima dulu sekarang. Maaf banget ya sayang,"


"Apa? Vella pendarahan, trus keadaannya gimana? Aku susul kesana sekarang. Aku juga bakal ngasih tahu ayah dan kakaknya."


Beruntung lisa tidak marah, dia malah merasa khawatir juga dengan keadaan sahabatnya sekarang ini. Sebelum ke rumah sakit, lisa mampir ke rumah ayah vella.


Tokk... Tokkk... Tokkk... Lisa mengetuk pintu sekeras-kerasnya. Di dalam dira bertanya-tanya, "Siapa sih yang bertamu gedor-gedor gitu? Iya sebentar." Teriaknya.


Ckerrekk... Pintu dibuka oleh dira.


"Mbak mbak kita harus ke rumah sakit sekarang,!" Ucap lisa dengan panik.


"Hey hey lisa tenang dulu, ada apa ini? Siapa yang sakit?" Tanya dira kebingungan.


"Eh nak lisa tumben kesini kamu udah lama nggak main kesini setelah vella menikah." Sapa pak arman yang belum mengetahui apa maksud kedatangan lisa.


"Pak mbak kita harus kerumah sakit sekarang, vella pendarahan. Tadi ditemuin fadly dipinggir jalan." Ucap lisa sejelas-jelasnya.


Pyarrr... Gelas kopi yang dipegang arman langsung jatuh menderat ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Dira pun sangat kaget dengan penuturan lisa barusan. Tanpa menunggu waktu lama mereka pergi bersama lisa dengan mobilnya. Seperti biasa naya dititipkan dulu kerumah tetangga.


🌷🌷🌷


Di bandung bima baru saja chek in di hotel. Dia langsung menghubungi istrinya saat sampai dikamar hotel. Namun berulang kali bima menelfon, tetap saja vella tidak menjawabnya. Sampai akhirnya hpnya mati kehabisan daya. Bima berfikir mungkin vella sedang tidak memegang hpnya. Maka dari itu dia memutuskan untuk telfon nanti saja. Setelah mencharger hpnya bima rebahan di kasur hingga terlelap.


Fadly terus mencoba menghubungi bima, namun berkali-kali tidak tersambung.

__ADS_1


"Yaampun bim lo kemana sih, istri lo butuh lo sekarang. Tadi sibuk sekarang malah nggak aktif." Ucap fadly kebingungan.


Lisa sampai dirumah sakit bersama arman dan dira. Mereka langsung bergegas mencari ruang perawatan vella.


"Nak fadly gimana keadaan vella? Kenapa dia bisa pendarahan?" Tanya pak arman dengan khawatir.


"Pak sebaiknya saat ini temui dokternya dulu. Ada sesuatu yang ingin dikatakan penting mengenai kondisi vella sekarang."


Pak arman masuk ke dalam ruangan dokter. Dira baru menyadari ketidak beradaan bima disana. Fadly sudah menjelaskan kalau bima tidak bisa dihubungi. Dan dia tadi bertemu vella dijalan sudah dengan keadaan seperti itu.


Sementara anis pulang kerumah dengan keadaan rumah yang kosong bahkan pintu pagar dan pintu rumah terbuka lebar. Karena mobil vella tak ada, dia pikir majikannya itu sedang keluar. Tapi anehnya kenapa pintunya kebuka semua? Jangan-jangan vella diculik. Itu dalam fikiran anis.


"Loh ini kok ada kain pel sama ember disini? Siapa yang habis ngepel? Masa mbak vella sih? Oh iya tadi kan bu sarah kesini. Jangan-jangan dia nyuruh-nyuruh mbak vella makanya aku sama bi inah disuruh pergi." Anis berfirasat buruk mengenai vella, Tiba-tiba terdengar suara mobil datang. Anis langsung bergegas keluar karena dia pikir itu pasti vella.


"Loh mas kok sendirian mbak vella mana?" Tanya anis bingung melihat sopir datang sendirian.


"Aku nggak pergi sama non vella, tadi aku disuruh anter bu sarah. Non vella kan ada dirumah."


"Masalahnya dia nggak ada dirumah, Dan kondisi rumah ini pintunya terbuka semua. Jangan-jangan mbak vella di culik." Ucap anis khawatir dan juga takut nantinya dimarahi oleh bima.


"Coba kamu telfon dulu nis,"


Percuma saja hp vella ada dirumah, inah menemukan hpnya ada di keranjang sampah dapur.


"Nis ini hp non vella. Bibi nemu di keranjang sampah dapur."


🌷🌷🌷


Dirumah kanza masih terkunci di dalam kamarnya. Sarah belum pulang kerumah sejak tadi. Weni mencuri-curi kesempatan untuk memberi makan kanza lewat jendela kamarnya. Karena itu satu-satunya jalan terhindar dari cctv rumah.


"Non makan dulu, nih mumpung nyonya belum pulang."


"Yaampun makasih ya mbak, mama belum pulang juga sampai sekarang?"


"Belum non, emangnya kenapa? Non mau cepet keluar ya. Maaf ya mbak weni nggak bisa bantu."


"Bukan mbak, aku malah khawatir sama kak vella."


Kanza menceritakan semua tentang rencana mamanya yang ingin menyengsarakan vella saat bima tak ada.


"Kalau begitu saya coba telfonin mbak vellanya ya non,"


Weni mencoba menelfonnya tapi yang menjawab anis, Anis pun menceritakan semua kejadian hari ini sebelum vella menghilang.


"Emm mbak aku punya nomornya Kak dira. Bentar-bentar aku mencatat semua nomor penting. Siapa tahu kak vella ada disana."

__ADS_1


Weni langsung menghubungi dira, kebetulan sekali dira memang sedang kebingungan mencari kontak kakek surya. Karena yang sedang bersama bima saat ini hanya kakek surya.


"Tersambung non," Ucap weni senang.


"Halo, siapa ya?"


"Halo , ini benar mbak dira?"


"Iya saya sendiri."


"Saya weni pembantunya kakek surya. Mau tanya apa non vella ada disana?"


"Aah kebetulan mbak, iya vella saat ini dirawat di rumah sakit harapan kasih. Saya udah coba hubungi bima tapi tidak aktif. Ke kantornya juga, tapi mereka bilang bima sedang tugas ke bandung bersama kakek surya. Apa saya boleh minta nomor kakek surya?"


"Astaga non vella kenapa? Iya iya saya kirim sekarang nomornya."


"Vella pendarahan, udah dulu ya mbak makasih. Saya mau coba hubungi kakek surya dulu." Tuttt...


Kanza langsung sedih mendengar kabar vella masuk rumah sakit. Dia langsung menangkap pasti ini ulah mamanya.


"Non tenang ya, mbak vella pasti gapapa. Udah ditangani sama dokter. Non cepet abisin makannya dulu nanti keburu nyonya datang."


Titt...tittt.. Benar saja, belum selesai makan terdengar suara mobil datang. Itu pasti sarah. Kanza menyudahi makannya dan weni buru-buru membawa piring beserta gelas kembali ke dapur. Secepat mungkin dia mencuci piring itu agar tidak ketahuan oleh sarah.


"Weni... wenii..." Teriak sarah


"Iya nyonya."


"Selama saya pergi kamu gak bukain pintu buat tuh anak nakal kan?"


"Tidak nyonya."


"Bagus! Yasudah jangan ganggu saya, saya mau istirahat. Biarin anak itu gak makan sampai besok pagi. Awas aja kamu berani nolong dia. Pecat langsung!" Tegas sarah.


Weni menghela nafas setelah sarah pergi. Kalau bukan karena kakek surya yang baik. Mungkin dia tak akan betah kerja disini.


🌷🌷🌷


"Apa? Vella masuk rumah sakit! Ya ya saya akan suruh bima balik ke jakarta sekarang juga."


Kakek surya langsung bergegas menuju kamar bima yang berbeda unit dengannya. Kakek surya menggedor-gedor pintu bima sampai akhirnya dia terbangun.


"Aaarrghh.. aku ketiduran. Sudah jam 7, itu pasti kakek ngajak makan malam. Tapi kenapa kaya nggak sabaran gitu." Dengan wajah yang masih mengantuk, bima beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju pintu. Dia membukanya.


"Ada apa kek, mau makan malam? Bentar ya aku mau mandi dulu." Ucap bima masih santai karena belum mengetahui keadaan istrinya.

__ADS_1


"Istrimu pendarahan hebat sampai masuk rumah sakit." Ucap kakek surya


"Apa??!" Bima langsung melotot karena terkejut.


__ADS_2