Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 35


__ADS_3

Vella tidak langsung pulang ke rumah, dia berhenti di sebuah taman. Dia memarkirkan motornya dan masuk ke dalam taman. Dia duduk disana untuk menenangkan pikirannya. Tanpa sadar vella duduk di kursi yang sama dengan bima. Mereka sama-sama tidak menyadari kalau duduk bersebelahan.


"Huufftt... Semoga masalah ini nggak akan berkepanjangan." Ucap vella sambil menghela nafas panjang.


Bima yang mendengar suaranya langsung menoleh, karena dia mengenali suara vella.


"Loh vella, sejak kapan kamu duduk disini?" Tanya bima


"Eh mas bima, belum lama sih aku duduk disini. Tapi aku beneran nggak sadar ada mas bima di sebelah aku." Jawab vella


"Kamu sedang ada masalah?" Tanya bima


Vella tidak bisa mengelak, karena bima sudah mendengar perkataannya tadi. Awalnya vella enggan bercerita, tapi bima terus memaksanya. Akhirnya dia menceritakan semuanya.


"Jadi kamu menolak fadly karena diancam tante ira gitu?" Tanya bima lagi setelah mendengar cerita vella.


"Iya mas, selain itu aku memang nggak punya perasaan apa-apa sama dia. Sebenarnya aku pengen nyoba buka hati buat dia, tapi semalem bu ira datang ngancam aku. Mau nggak mau aku harus lakuin apa yang bu ira mau." Jawab vella dengan jelas


"Hmm.. fadly harus tau dong alasan kamu nolak dia selain karena nggak cinta. Kok bisa ya tante ira kaya gitu sama kamu," Ucap bima


"Mas aku minta jangan ngomong apa-apa ya sama mas fadly tentang mamanya. Aku nggak mau masalah ini jadi panjang." Ucap vella


Bima menuruti perkataan vella, dia tidak akan memberitahu fadly masalah bu ira yang mengancam vella. Setelah itu bima terdiam, dia teringat dengan masalahnya sendiri. Vella pun ganti bertanya padanya.


"Mas bima kenapa? Kok kaya sedih gitu?"


"Sebenarnya aku kepikiran masalah istriku vell. Aku mencurigai istriku selingkuh." Jawab bima


"Mas bima udah mulai mencurigai istrinya, apa aku cerita aja ya kalau aku pernah liat istrinya berduaan dengan pria lain?" Batin vella

__ADS_1


"Aku menemukan nota penginapan hotel di tasnya. Aku juga menemukan cincin berinisial D&K. Setelah aku menyelidiki, ternyata pria itu mantan pacar kiara yang bernama davin. Ini fotonya," Ucap bima dengan menunjukkan foto.


Vella sudah tidak kaget melihat foto itu, Vella memberanikan diri bercerita pada bima tentang apa yang pernah dia lihat saat menghadiri pesta pernikahannya dulu.


"Mas sebenarnya ada sesuatu yang mau aku ceritakan dari dulu. Tapi aku nggak berani, takut mas bima nggak percaya dan mengira aku akan merusak rumah tangga mas dan mbak kiara." Ucap vella


"Apa vell kamu cerita aja, aku nggak akan begitu kok." Ucap bima penasaran.


Vella pun menceritakan semuanya. Dia juga menceritakan kejadian yang sama yang pernah dilihat oleh lisa. Bima langsung berdiri, dia tidak sanggup menahan amarahnya mendengar cerita vella. Bima merasa sangat kecewa pada istrinya itu. Vella mencoba menenangkan bima, dia menyuruhnya untuk kembali duduk. Bima kembali duduk, dia terlihat sangat syok setelah mendengar cerita dari vella.


"Masih ada satu masalah yang bikin aku bingung vell, dan aku nggak mungkin cerita masalah yang ini sama kamu. Tapi aku sangat berterimakasih karena kamu udah ngungkap kejelekan kiara dibelakang aku. Aku pergi duluan ya vell," Ucap bima


Bima pergi meninggalkan taman, dia berniat menemui davin untuk meminta penjelasan. Sebenarnya saat ini yang masih membuat bima bingung adalah masalah malam pertamanya dengan kiara. Dia masih tidak habis fikir, bagaimana bisa pagi itu ada noda darah kaalu kiara sudah tidur dengan pria lain sebelum pernikahan. Apa memang benar nota hotel itu hanya jebakan davin untuk memecah rumah tangganya. Bima menemukan alamat rumah davin dari internet.


Saat ini dia sudah berdiri tepat di depan pintu rumah davin. Bima memencet bel rumahnya. Pintu dibukakan oleh bi ijah, pembantu davin. Bima langsung menyuruh bi ijah untuk memanggil davin.


"Den davin, ada tamu diluar saya suruh masuk nggak mau. Dia berpakaian rapi sama kaya aden, namanya bima." Ucap bi ijah yang setelah memberitahu langsung pergi ke belakang, karena pekerjaannya masih banyak.


Davin pergi keluar dan menyambut kedatangan bima di rumahnya. Sama seperti bi ijah, davin menyuruh bima masuk untuk duduk. Tapi dia tak mau diajak masuk oleh davin.


"Langsung saja, Saya mau tanya apa maksud kamu mengganggu rumah tangga saya dengan kiara? Belum bisa move on?" Tanya bima dengan kesalnya


"Hei hei.. Tunggu, Apa kamu bilang mengganggu? Kamu tau nggak, kamu yang mengganggu hubungan aku dengan kiara." Ucap davin menyalahkan bima.


Bima tidak mengerti apa maksud perkataan davin itu. Davin menceritakan kisahnya bersama kiara. Saat masih belum sekaya sekarang, dia pernah melamar kiara namun ditolak mentah-mentah oleh orangtua kiara. Sampai akhirnya dia pergi keluar negri bersama orangtuanya untuk mengelola bisnis disana. Davin juga bilang kalau selama ini tak pernah putus hubungan dengan kiara. Hal itu yang membuat bima kaget.


"Jadi nota hotel itu benar adanya? Bukannya kamu yang sengaja memasukkan ke tas kiara biar rumah tanggaku hancur dan kamu bisa dapetin kiara lagi?" Tanya bima bingung.


"Semua itu benar adanya, aku ada buktinya nih.." Ucap davin sambil menunjukkan foto kiara tidur satu kasur dengannya.

__ADS_1


"Enggak nggak mungkin! Jelas jelas malam pertama waktu itu ada noda darah di kasur." Ucap bima masih belum percaya dengan apa yang dia dengar dan dia lihat di foto itu.


"Hahaha.. Terserah kalau kamu nggak percaya. Aku sedang sibuk nggak ada waktu buat ngladenin pria bodoh seperti kamu. Silahkan pergi dari rumah saya." Ucap davin mengusir bima.


Bima sudah mendapatkan jawaban dari davin. Tapi dia belum bisa percaya kalau kiara melakukan itu padanya. Akhirnya dia memilih tetap diam dulu. Dia akan menyelidikinya lebih lanjut. Bima berfikir bisa saja foto itu hanya editan yang davin buat. Akhirnya dia pulang kerumah dan bersikap seperti belum mengetahui apa-apa. Davin juga tidak memberitahu kiara kalau bima datang kerumah menemuinya. Kiara menyambut kedatangan suaminya itu, dia mencoba bersikap manis kepadanya. Tiba-tiba bima memeluknya dan berkata minta maaf karena sudah mencurigainya berselingkuh. Kiara pun senang akhirnya bima kembali percaya padanya.


"Sorry kia, aku masih belum percaya sama kamu. Aku sengaja bersikap begini biar bisa dengan mudah menyelidiki kamu." Ucap bima dalam hati.


...----------------...


Tanpa sadar fadly sudah terdiam cukup lama di kantornya. Dia melihat kearah jam di tangannya, sudah menunjukkan pukul 17:30 wib. Dia masih tidak percaya vella menolaknya seperti itu. Pasti ada alasan kuat dibaliknya. Dia langsung beranjak dari tempat duduknya, fadly menutup kantor dan bergegas pergi kerumah vella. Dia mengendarai mobil dengan ngebut. Sampai akhirnya dia sampai kerumah vella.


Tokk...tokk..tokk.. "Assalamualaikum"


Pintu dibukakan oleh pak arman, Saat ini vella belum sampai dirumah. Dia masih dalam perjalanan menuju kerumah. Fadly langsung menanyai dimana keberadaan vella. Pak arman mengira-ngira kalau vella pasti sudah memutuskan hubungan dengan fadly.


"Pak vella dimana? Saya harus ketemu dia, saya nggak bisa putus sama dia. Saya sangat mencintai dia." Ucap fadly


Pak arman tidak tega melihat fadly yang seperti itu. t


Tapi mengingat kedatangan mamanya semalam, membuat pak arman tidak bisa berbuat apa-apa. Tepat saat itu vella datang.


"Ada apa lagi mas datang kesini?" Tanya vella dengan serius.


"Saya mohon vell, kasih saya kesempatan. Saya benar-benar mencintai kamu. Buka hati sedikit aja buat saya." Ucap fadly memohon dengam memegang kedua tangan vella.


Dira dan ardan yang melihat hanya bisa diam tanpa kata. Ardan merasa sangat tidak enak fadly putus hubungan dengan vella, karena pekerjaan yang dia miliki sekarang berkat bantuan fadly.


"Duhh gimana nih, aku nggak tega ngeliat mas fadly begini. Tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa. Yang harus aku lakukan cuma buat mas fadly menjauh dari aku." Batin vella

__ADS_1


"Mulai sekarang jauhi saya, saya nggak cinta sama kamu. Saya nggak akan pernah bisa buka hati buat kamu mas. Pliss ngerti, Saya minta mas pergi sekarang juga dari sini." Ucap vella dengan mengibaskan pegangan kedua tangan fadly.


Fadly terlihat sangat bersedih saat meninggalkan rumah vella. Vella pun langsung masuk ke dalam kamar. Pak arman, dira, dan ardan bingung harus bagaimana menyikapi masalah ini. Mereka tau vella terpaksa bersikap seperti itu pada fadly. Pak arman berharap semoga fadly tidak membenci vella setelah ini.


__ADS_2