
H-1 pernikahan keluarga vella dijemput oleh didin untuk menuju hotel kingdom jakarta, hotel milik keluarga bima. Mereka semua akan menginap disana, karena acara besok akan diadakan di gedung hotel itu.
"Sudah ndak ada yang ketinggalan kan?" Tanya didin
"Iya sudah nggak ada pak, bisa berangkat sekarang." Jawab vella
Dira, ardan serta naya juga ikut menginap di hotel malam ini.
"Sayang mimpi apa ya kita bisa dijemput mobil mewag kaya gini," Bisik ardan pada dira
"Iya bang, tuh naya kelihatan seneng banget lagi. Semoga nanti kita punya rejeki lebih biar bisa punya mobil seperti ini."
"Amin sayang," Ucap ardan sambil mengelus kepala istrinya itu
Pak arman merasa sangat bersyukur anaknya mendapatkan jodoh yang baik. Pak arman berdoa semoga pernikahan vella ini akan mendatangkan kebahagiaan untuknya. Vella tidak akan merasakan hidup susah lagi seperti sebelumnya.
Tak lama kemudian mereka sampai, Langsung ada yang membukakan pintu untuk mereka. Pegawai hotel sudah di beri arahan oleh kakek surya untuk menyambut vella sekeluarga dengan baik.
"Bu vella kalau begitu saya pamit," Ucap didin
"Iya terimakasih ya pak,"
Mereka semua masuk dan diantar oleh pegawai hotel. Mereka disediakan kamar masing-masing. Tapi malam ini vella ingin tidur ditemani oleh dira.
"Ee gimana kalau ayah sama mas ardan satu kamae aja, daripada ayah sendirian. Mbak dira biar nemenin aku." Ucap vella
"Iya aku setuju aja vell, nanti naya biar tidur sama aku aja." Ucap ardan
"Makasih ya mas mbak diranya aku pinjem semalem hehe."
Vella pun mengembalikan satu kunci kamar pada pegawai hotel. Karena dua kamar saja sudah cukup. Mereka masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Untung saja naya nempel dengan ardan jadi tidak masalah ketika dira meninggalkannya untuk sekamar dengan vella.
Dira dan vella mengagumi kemewahan kamar yang akan mereka tempati saat ini. Begitu juga dengan pak arman dan ardan. Naya pun langsung turun dari gendongan ardan. Dia main di atas kasur yang sangat empuk itu. Dia terlihat sangat senang.
Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar vella. Dira yang membukakan pintunya.
__ADS_1
"Iya mbak ada apa ya?" Tanya dira
"Saya diberi tugas ibu sarah untuk melakukan perawatan pada calon istri mas bima."
"Oh iya silahkan masuk, itu adik saya ada di dalam."
Orang itu bernama yovi, dia menjelaskan pada vella kalau dia akan dilulur agar kulitnya terlihat lebih segar dan juga lebih lembut. Selain itu yovi juga akan melakukan waxing pada seluruh tubuh vella termasuk **** *************.
"Apa mbak?! Enggak ah saya malu," Ucap vella menolak dilakukannya waxing di seluruh tubuhnya.
"Nggak papa mbak ini udah biasa dilakukan para calon pengantin loh," Ucap yovi
"Ah masa sih mbak, aku baru denger ada waxing di bagian itu juga. Tapi kan pasti sakit mbak?"
"Tenang saya akan melakukannya dengan sangat hati-hati. Soalnya ini perintah dari bu sarah untuk melakukan waxing dan juga perawatan lainnya. Oh iya dan katanya untuk kakak dari pengantin boleh ikut perawatan juga." Ucap yovi secara jelas
Dira sangat senang mendengar itu, dia juga ingin melakukan waxing. Dia berfikir ngin membuat kejutan untuk suaminya nanti saat sudah pulang kerumah. Akhirnya kamar yang tadi tidak jadi ditempati jadi diminta lagi kuncinya untuk melakukan perawatan dira. Dira ditangani oleh teman yovi.
Vella diminta untuk berganti kemben khusus untuk luluran nanti. Setelah itu waxing pun dimulai, awalnya vella ragu untuk melakukan itu. Tapi mau gimana lagi ini perintah dari calon mama mertuanya. Dia tidak bisa menolaknya. Selama dilakukan waxing vella menahan semua rasa sakitnya. Akhirnya prosesnya selesai. Dilanjut dengan melulur seluruh badan vella dan memberi masker pada wajah vella.
"Mbak ini buat apa sih kok diasapin gini?" Tanya vella
"Biar wangi dong trus nanti pas malam pertama mas bima makin ughh sama mbak vella. Hehehe."
Vella kaget mendengar jawaban yovi itu. Vella sama sekali tidak terfikirkan tentang itu. Dia lupa kalau setelah menikah nanti pasti akan melakukan hal itu. Vella membayangkannya sampai tersenyum tersipu malu. Tapi dia juga cemas apakah dia bisa melakukan itu besok malam. Sedangkan berciuman saja dia belum pernah melakukannya.
Yovi menyiapkan air mandi dengan taburan bunga-bunga segar. Selesai melakukan semua treatment dari ujung rambut sampai ujung kaki, vella pun mandi. Yovi pun berpamitan kepada vella selesainya dia mandi.
"Terimakasih ya mbak," Ucap vella
"Iya sama-sama semoga nggak kapok ya perawatan sama saya hehe."
Vella mengantar yovi sampai ke depan pintu kamar. Tak lama setelah itu dira keluar dari kamar sebelahnya. Dia juga sudah selesai melakukan treatment. Tak terasa sudah jam 6 petang saja. Mereka cukup lama melakukan treatment tadi. Mendengar suara adzan dia mengajak dira untuk sholat magrib. Tapi dira mengatakan vella duluan saja. Karena dira masih harus mengeringkan rambutnya.
Sekitar jam 7 malam mereka disuruh menuju restoran di dalam hotel untuk makan bersama keluarga bima. Tapi kali ini vella tidak boleh ikut. Dia baru boleh bertemu dengan bima besok setelah acara akad nikah. Pegawai hotel mengantarkan makanan ke kamar khsusus untuk vella.
__ADS_1
Seluruh keluarga bima sudah menunggu di meja makan. Bima sumringah melihat kedatangan pak arman dan yang lainnya. Tapi tiba-tiba eskpresinya berubah karena tidak melihat vella disana. Dia melihat kearah pintu masuk restoran, siapa tau vella masih dibelakang.
"Nak bima cari vella?" Tanya pak arman
"E ee iya pak dia nggak ikut kesini makan bareng?"
"Ahaha, bima bima kamu itu nggak boleh ketemu vella sampai setelah akad besok." Ucap kakek surya
Bima berekspresi kecewa, dia sudah lama tidak bertemu dengan vella. Terakhir saat prewed waktu itu. Bima merasa sangat tidak sabar dan ingin sekali bertemu dengan vella.
"Sabar ya nak bima, besok vella kan sudah jadi istri kamu." Ucap pak arman,
Bima tersenyum menanggapinya. Mereka semua melahap makanan yang sudah dihidangkan. Vella juga sedang makan sendirian di kamar.
Setelah selesai makan mereka sedikit mengobrol dan pada akhirnya kembali menuju kamar masing-masing. Bima berniat menghubungi vella, tapi ini sudah jam setengah 9 malam. Bima takut akan mengganggunya, saat ini pasti vella sudah tidur karena besok jam 3 pagi dia sudah akan di make up. Bima pun mengurungkan niatnya itu.
Sementara di kamarnya, vella terlihat gelisah. Dia terus terbayang tentang malam pertamanya besok. Dira yang baru selesai sholat isya mendekati adiknya itu.
"Dek kamu kenapa?"
"E e aku lagi kepikiran sesuatu mbak,"
"Mikirin apa sih dek, kamu harus tenang. Buruan tidur gih, besok pagi-pagi kan kamu harus bangun." Ucap dira
"Mbak gimana sih rasanya malam pertama?"
Dira tertawa mendengar pertanyaan vella itu. Dira tidak mau menjawab apa-apa. Dia hanya berkata besok vella akan bisa menggambarkan rasanya sendiri kalau sudah melakukannya.
"Mbak aku tuh ciuman aja belum pernah, Mas bima kan duda tentunya dia udah pernah nglakuin dong. Aku takut dia..."
"Dia apa vell? Dia langsung ganas gitu sama kamu hahaha.."
"Ihh mbak kok malah nakutin sih,"
"Udahlah dek, tenang aja kamu pasti bisa melewati itu semua. Nggak usah cemas apalagi takut pasti bima memperlakukan kamu dengan lembut. Mbak cuma pesen jangan nolak kalau dia minta, soalnya dosa nolak keinginan suami. Dah yuk tidur."
__ADS_1
Meskipun sudah mendengar perkataan dira yang seperti itu tetap saja vella kepikiran. Dia dan bima tidak berpacaran, cerita pertemuan dan perkenalan mereka sampai akhirnya memutuskan untuk menikahpun sangatlah singkat. Vella mencoba menghilangkan semua bayangan tentang malam pertama itu dan dia memejamkan matanya.