
Vella pulang dari butik di jemput oleh nino, karena hari ini bima sangat sibuk di kantor. Vella masih penasaran apa isi dari paket yang ditujukan untuk suaminya itu. Vella mengkocok kotak itu tapi tak mengeluarkan suara apapun.
"Apa sih isinya? Aku penasaran, mas bima masih lama pulangnya. Kira-kira kalau aku buka dia bakal marah enggak ya? Aku coba telfon dulu aja deh kasih tau."
Vella menelfon bima tapi tidak dijawab.
"Hmm mas bima mungkin emang lagi sibuk. Aku nggak boleh ganggu dia. Yaudahlah aku mandi dulu aja, ini paketnya aku simpen dulu."
.
.
Kiara berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Dia bertanya-tanya apakah paket itu diterima oleh vella atau malah bima langsung. Tapi kiara berharap vella yang menerima paket itu agar rencananya berhasil. Kiara mengirimkan sebuah kenangan pernikahannya dengan bima.
"Semoga perempuan miskin itu yang terima paketnya. Terus dia buka aaa pasti seru." Ucap kiara kegirangan sendiri.
.
.
"Aku pulang sayang," Ucap bima dengan ceria saat masuk ke dalam kamar. Tapi dia tidak mendapati istrinya disana. Mendengar suara gemericik air, bima tahu kalau istrinya sedang mandi. Dia melepas sepatu, jas dan juga dasinya. Kemudian merebahkan diri di kasur sambil menunggu istrinya selesai mandi.
Tak lama kemudian vella keluar dengan menggunakan handuk kimono. Bima langsung duduk saat istrinya datang.
"Mas bima kok udah dirumah aja, katanya hari ini mau pulang telat?" Ucap vella
"Hemm jadi kamu nggak seneng aku pulang cepet sayang? Yaudah aku balik kantor lagi aja."
"Eh bukan gitu mas, Aku kan cuma nanya aja. Gitu aja ngambek sih mas."
"Aku sengaja pulang cepet karena kangen sama kamu dan anak kita ini." Ucap bima sambil memeluk pinggang istrinya yang tengah berdiri dihadapannya. Dia juga menciumi perutnya.
"Ihh anak kita nendang mas, Wah ini tandanya dia nyuruh kamu mandi dulu nih sebelum peluk cium dia." Ucap vella
"Papa mau mandi tapi sebelum itu izinin papa nengok kamu dulu ya sayang bentar aja." Ucapan bima ini membuat vella terbelalak. Bisa-bisanya masih sore begini bima ingin meminta jatahnya. Bima mendongak keatas tersenyum penuh harap menatap wajah istrinya.
"Tapi nanti malam enggak ya mas,"
"Emm iya deh sayang."
Namun baru saja ingin berciuman, Anis mengetuk pintu kamar mereka memberitahu kalau ayah vella datang.
__ADS_1
"Mas kayanya nggak bisa sekarang deh, Ada ayah di luar." Ucap vella
"Hemm iya deh sayang. Yaudah kamu ganti baju trus temui ayah. Aku nanti nyusul setelah mandi."
Bima langsung mandi dan vella bersiap untuk bertemu ayahnya yang datang kerumahnya. Saat hendak keluar kamar, Vella ingat kalau tadi ada paket untuk bima.
"Mas, tadi ada paket buat kamu. Aku taruh diatas meja rias. Aku keluar duluan ya." Teriak vella pada bima yang sedang mandi.
"Iya sayang." Balas bima dari dalam.
.
.
"Ayah ..." Vella berjalan kearah ayahnya.
"Aduh pelan-pelan nak, kamu udah hamil besar loh." Ucap Arman
"Hehe habisnya aku seneng ayah datang kesini. Duduk dulu yuk yah,"
"Anis ... bikinin teh hangat 1 ya," Teriak vella.
"Nggak papa ayah, oh iya ayah kesini naik motor sendiri? "
"Enggak, ayah naik ojek tadi. Sebenarnya ayahh pengen kesini sejak tadi pagi. Tapi di rumah lagi repot ayah harus bantuin jaga naya. Jadi baru bisa kesini sekarang."
"Hmm.. emangnya ada hal penting yang mau ayah omongin sama aku?"
"Ayah terus bermimpi tentang mama kamu. Dia terus menunjukkan buku diarynya dalam mimpi ayah. Akhirnya kemarin ayah mencarinya di dalam koper yang isinya barang peninggalan mama kamu. Ayah temukan buku ini. Mama kamu menuliskan semua kesehariannya sampai sebelum dia meninggal."
"Terus kenapa yah? Apa ada sesuatu yang menjanggal dalam buku itu?"
"Ayah belum baca diary itu. Ayah tidak berani."
"Hemm Vella ngerti pasti diary ini berisi banyak kenangan ayah sama mama. Ayah pasti akan sedih lagi kalau mengingat semuanya. Tapi mimpi kan cuma bunganya tidur yah, nggak usah terlalu dipikirin. Besok kita ke makam mama."
Vella menatap ke buku harian yang saat ini berada dalam genggamannya. Tiba-tiba terlintas dalam fikirannya, mungkinkah ada petunjuk dalam buku itu yang berkaitan tentang kejadian kebakaran pabrik. Tapi vella rasa itu tidak mungkin, karena kejadiannya yang sangat tiba-tiba dan mamanya langsung meninggal di tempat. Jadi nggak akan ada tulisan yang bisa menjelaskan siapa pelakunya.
.
.
__ADS_1
.
Bima sudah selesai mandi, sebelum keluar menemui ayah mertuanya. Bima melihat paket yang ditujukan untuknya itu. Dia penasaran apa isinya, karena dia merasa enggak belanja online. Kalaupun untuk urusan kantor, pastinya ada pemberitahuannya.
"Dari siapa sih ini, nggak ada nama dan alamat pengirimnya." Ucap bima. Karena sudah sangat penasaran, tanpa berfikir lagi bima membukanya.
Satu buah lingerie berwana merah dan secarik surat bermotif hati ada di dalam kotak itu.
Kamu masih ingat kan? Ini salah satu saksi cinta kita malam itu. Aku merindukan belaian kasih sayangmu. Datanglah kembali padaku. Tinggalin istrimu. Aku masih sangat mencintaimu Bima argantara ...
Bima langsung meremas surat itu dalam kepalan tangannya. Dia langsung tahu siapa pengirim paket itu. Secepatnya bima menyingkirkan isi paket itu. Dia tidak mau kalau sampai vella melihatnya. Bisa-bisa dia stress lagi dan berimbas pada kandungannya.
"Pasti ini ulah kiara. Untung saja paket ini belum dibuka oleh vella. Padahal aku sudah sangat tegas dengannya. Tapi berani-beraninya dia ngirim hal seperti ini padaku. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi kembali padanya! Nggak akan aku biarin dia ganggu rumah tanggaku seperti ini." Bima sangat marah dengan apa yang diperbuat mantan istrinya itu. Dulu dia yang menghianati pernikahan, tapi saat bima sudah hidup tenang dia kembali mengusiknya.
Terdengar suara langkah kaki akan masuk ke dalam kamar. Secepatnya bima membuang kertas yang ada dalam genggaman tangannya. Benar saja vella masuk ke dalam. Bima berpura-pura sedang menyisir rambutnya.
"Loh sayang kok kamu kesini lagi, Aku mau nyusul keluar padahal." Ucap bima
"Ayah udah pulang mas,"
"Kok cepet banget sayang?"
"Iya soalnya cuma mau ngajak ziarah ke makam mama besok. Ayah itu di mimpiin terus sama mama, trus katanya ngelihatin diary ini. Apa mungkin di dalam diary ini ada petunjuk tentang siapa pelaku pembakar pabrik ya mas?"
Bima langsung terdiam mendengar ucapan istrinya. Dia takut kalau memang benar ada tulisan yang berkaitan tentang kakek dan neneknya. Bisa-bisa vella akan tahu siapa penyebab kebakaran pabrik itu.
"Hei mas?? Kok malah bengong sih,"
"Eh emm apa sayang apa?"
"Udah lupain aja mas, oh iya isi paket tadi apa mas? Udah mas bima buka belum?"
"Emm kosong sayang nggak ada apa-apanya cuma sampah kertas. Emang dari orang iseng mungkin." Jawab bima berbohong tapi untungnya vella mempercayainya begitu saja.
"Oh kok ya ada gitu lo orang iseng kaya gitu. Kirang kerjaan aja ya mas. Yaudah aku mau ke dapur dulu liat anis sama bi inah masak buat makan malam."
"Iya sayang."
Vella menaruh buku diary itu diatas meja riasnya. Ini kesempatan bima untuk melihat seluruh isinya. Dia harus memastikan tidak ada tulisan yang berkaitan tentang kakek dan neneknya. Bima tidak mau vella mengetahui kebenarannya sebelum dia sendiri yang akan menceritakannya nanti. Bima takut vella akan membencinya nanti.
__ADS_1