
Hari sudah semakin siang, pak arman mengajak vella pulang. Mereka mengucapkan salam pada almarhum bu rosalin. Saat sampai di pintu keluar makam, vella dan pak arman berpapasan dengan bima dan kakeknya. Bima dan vella saling menyapa.
"Hey vella kamu ada disini?" Sapa bima
"Iya aku habis dari makam ibuku, mas bima?"
"Aku habis dari makam oma aku." Jawab bima
Kemudian vella mengenalkan ayahnya pada kakek surya. Kakek surya dulu hanya mengenal rosalin dan tidak mengenal arman. Dulu rosalin ingin mengenalkan suaminya pada kakek, tapi belum sempat mengenalkan, ajal sudah menjemputnya. Saat itu kakek surya merasa sangat kaget melihat berita di koran tentang kejadian itu. Dulu kakek surya ingin sekali datang melayat ke rumah rosalin, Tapi istrinya melarangnya datang.
Setelah itu mereka berpisah dan pulang dengan kendaraan masing-masing. Sekali lagi vella dan pak arman melewati rumah yang pernah mereka tinggali dulu. Mata pak arman berkaca-kaca melihat rumah itu, dia teringat masa-masa bersama istrinya dulu.
Di dalam mobil kakek memuji-muji vella, dia sangat menyukai perilaku vella yang lemah lembut dan sopan dengan orang tua. Tiba-tiba kakek surya mempunyai pikiran untuk menjadikan vella istri bima nanti saat dia sudah resmi menduda.
"Kek, kok ngelamun, Mikirin apa?" Tanya bima yang melihat kakek terdiam tapi sambil senyum-senyum.
"Ah enggak, kakek cuma keinget kenangan sama omamu dulu." Jawab kakek surya berbohong.
Bima tersenyum mendengar jawaban kakek surya. Dia tahu kalau kakeknya sangat mencintai omanya. Bima jadi kembali teringat tentang nasib pernikahannya sekarang. Dulu cita-citanya hanya ingin menikah satu kali dengan wanita yang ia cintai. Dia hanya ingin mautlah yang memisahkan mereka, sama seperti kisah kakeknya. Tapi, keinginan itu musnah karena ia salah memilih pasangan hidup.
...----------------...
Vella dan ayahnya sudah sampai rumah, dira dan anaknya menyambut mereka. Diska anak dira langsung lari memeluk pak arman. Dia minta digendong oleh kakeknya itu.
"Vell kalau kamu tahun ini menikah trus punya anak, wah ayah bisa direbutin dua cucu. Ayah kuat loh gendong dua." Ucap pak arman sambil bercanda
__ADS_1
"Apa sih yah, nikah mulu yang dibahas." Ucap vella yang sama sekali belum memikirkan pernikahan. Yang dia pikirkan sekarang hanya ingin membahagiakan ayahnya.
Pak arman mengajak diska masuk ke dalam rumah. Dira mengajak vella mengobrol sebentar di teras. Mereka duduk di kursi teras rumah.
"Vell bang ardan dari kemarin nggak bisa tidur tenang. Katanya dia ngerasa nggak enak sama fadly. Masalah pekerjaannya, kan bang ardan dapat kerjaan berkat bantuan fadly." Ucap dira
"Mbak tenang aja meskipun hubungan aku sm mas fadly sekarang kaya gini, aku yakin itu nggak akan mempengaruhi masalah pekerjaan mas ardan. Lagian mas faldy pasti ikhlas kok bantuin mas ardan. Bukan semata-mata karena mas ardan kakak ipar aku." Ucap vella
Dira pun sedikit tenang, nanti dia akan coba bicara seperti itu pada suaminya. Vella terus membuka emailnya, namun sampai sekarang belum ada email balasan yang ia tunggu-tunggu. Akhirnya vella memutuskan untuk pergi ke toko bunga lisa. Vella pamit pada ayah dan kakaknya itu, kemudian langsung berangkat. Kedatangan vella kesana langsung disambut pelukan hangat dari sahabatnya.
"Uwww tumben banget dateng kesini, kangen aku ya?" Tanya lisa dengan pd nya.
Vella melepaskan paksa pelukan sahabatnya itu.
"Ihh apaan sih lo peluk erat banget kaya setahun nggak ketemu aja. Elo kali yang kangen gue, ngaku?" Tanya balik vella disusul dengan tawa mereka Hahaha.
"Hahaha.. yakin lo pacaran vell?" Tanya lisa
"Status doang, gue belum ngrasain apa itu pacaran aja udah disuruh putus sama maminya. Padahal gue udah mau nyoba buka hati buat dia." Jawab vella
"Tenang nggak usah galau, gue bisa bantu cariin pacar buat sahabat gue yang paling can.. eh jomblo sejati ini." Ucap lisa sambil menatap tajam mata vella
"Eh jahat ya lo ngatain gue jomblo sejati. Elo sendiri apaan ha? Pacar aja nggak punya juga kan, hahaha." Ucap vella yang membuat lisa jadi tersipu malu, karena memang dirinya sendiri masih jomblo sampai saat ini.
Sibuk merangkai bunga, lisa mendapat telfon dari salah satu pemesan bucket. Pemesan itu menyuruh lisa untuk mengantarkan bucketnya sekarang.
__ADS_1
"Duhh gimana nih, gue masih harus ngerjain segini banyak. Kalau gue tinggal nganter pesanan takut pesanan yang lain nggak selesai pada waktunya." Ucap lisa resah.
"Bucketnya udah jadi yang buat dianter sekarang?" Tanya vella
"Udah, itu." Jawab lisa sambil menunjuk kearah bucket yang sudah selesai.
"Biar gue anter, sini kasih gue alamatnya." Ucap vella
Lisa merasa sangat lega ada vella yang membantunya untuk mengantar bucket bunga itu. Lisa memberikan alamatnya pada vella. Dia mengucapkan banyak sekali terimakasih, dan mengingatkan vella untuk tidak perlu buru-buru dan selalu berhati-hati. Vella berangkat menuju alamat itu, lokasinya cukup jauh dari toko. Makanya kalau lisa yang antar sendiri pasti memakan banyak waktu. Sedangkan di toko masih banyak pesanan yang harus dia selesaikan.
Sekitar 25 menit perjalanan, vella sampai di sebuah restoran mewah. Dia memarkirkan motornya dulu, kemudian dia menghubungi nomor yang tertera pada kertas alamat itu. Setelah menunggu sekitar 5 menit, seorang pria menghampirinya. Dia mengambil bunga itu dan memberi uang tips pada vella.
"Loh mas ini kan udah dibayar?" Tanya vella bingung
"Itu buat mbaknya makasih." Jawab pria itu yang kemudian langsung pergi.
"Wahh banyak banget ini, orang kaya emang gitu ya suka suka dia mau ngeluarin uang tanpa pikir panjang. Enak banget." Ucap vella sambil berjalan menuju parkiran
Dia berjalan sambil mencari kunci motor di dalam tasnya. Tanpa sadar vella berjalan ke tengah jalan area parkir. Dari kiri melaju mobil yang akan keluar dari area parkir restoran itu. Pengendara mobil itu kaget tiba-tiba ada orang yang berjalan tepat di depan laju mobilnya. Vella yang sudah menemukan kunci motornya pun menoleh dan kaget juga. Mobil itu mengerem sekuatnya, untung saja mobil itu bisa berhenti tepat di depan vella. Karena saking kagetnya vella terjatuh. Pengemudi mobil itu turun, dia adalah davin.
"Mbak nggak papa kan?" Tanya davin
"Nggak papa, maaf ya saya yang salah." Jawab vella
Vella pun segera minggir dan davin masuk ke dalam mobilnya. Vella melihat di dalam mobil itu ada kiara. Dia langsung menyadari kalau pria itu selingkuhan kiara yang dilihatnya di toilet dulu. Sedangkan di dalam mobil kiara berusaha memalingkan wajahnya dan menyuruh davin untuk segera pergi dari sana.
__ADS_1
"Duh semoga itu perempuan nggak lihat gue, Dia kan kenal bima. Bisa gawat kalau dia sampek ngadu sama bima. Nanti dia bakal curiga lagi sama gue." Batin kiara yang masih mengira bima belum mengetahui tentang perselingkuhannya.