Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 62


__ADS_3

Semalaman vella tidak bisa tidur, dia terus kepikiran dengan bima. Dia tidak bisa lagi berbohong kalau dia memang jatuh cinta dengan bima. Vella baru tertidur sekitar jam 4 pagi.


Sudah jam 8 pagi vella belum terlihat keluar dari kamarnya. Tadinya dira mau membangunkannya, tapi pak arman melarangnya. Ardan sudah berangkat kerja. Hari ini dira juga sedang libur membuat pesanan kue. Jadi pagi ini dia hanya bersantai setelah selesai masak.


"Yah udah hampir setengah 9 vella belum bangun juga, apa nggak sebaiknya aku bangunin aja?" Tanya dira


"Iya deh kamu bangunin aja udah siang gini tumben belum bangun." Ucap pak arman


Tapi belum sempat dira mengetuk pintu kamar vella, Bima dan kakek surya datang bertamu. Pak arman langsung mempersilahkan mereka masuk kedalam dan duduk. Dira pun menyapa mereka, kemudian dia pergi ke dapur untuk membuatkan minum.


"Ada apa ya kok tumben bima kesini pagi-pagi, sama kakeknya lagi, apa jangan-jangan vella nglakuin kesalahan dirumah mereka? Ah tapi nggak mungkin buktinya kemarin vella dikasih banyak oleh-oleh sama bima." Ucap dira bertanya-tanya maksud kedatangan bima dan kakek surya


Setelah menghidangkan teh hangat yang dia buat, dira ikut duduk di ruang tamu.


"Pak, kenalkan ini kakek saya." Ucap bima mengenalkan kakeknya pada pak arman.


"Panggil saja arman pak." Ucap pak arman sambil berjabat tangan dengan kakek surya.


"Langsung saja ya, kedatangan saya kesini itu mengantar cucu saya ini untuk melamar anak kamu." Ucap kakek surya


Mata dira langsung terbelalak, dia kaget mendengar ucapan kakek surya. Pak arman merasakan hal yang sama. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja anaknya dilamar oleh seorang pria kaya raya seperti bima.


"Apa?! Bapak nggak bercanda?" Tanya pak arman tidak percaya


"Saya sangat serius." Jawab kakek surya


"Iya pak saya ingin melamar vella menjadi istri saya." Ucap bima dengan senyum diwajahnya.


Pak arman masih tidak percaya dengan semua ini. Dia sampai bingung harus menjawab apa.


"Aaa saya benar-benar merasa kaget kamu melamar vella. Tapi saya juga sangat senang akhirnya ada pria yang datang melamar anak saya." Ucap pak arman


"Jadi bagaimana, apa bapak mengizinkan saya menikahi vella?" Tanya bima


"Saya setuju asal kamu benar-benar mencintai dan menyayangi vella dengan tulus. Tapi semua keputusan ada di vella karena dia yang menjalani." Jawab pak arman

__ADS_1


"Saya janji akan selalu membahagiakan vella, saya akan mencintai dan menyayanginya dengan tulus dan tidak akan menyakitinya. Saya janji itu." Ucap bima dengan sangat serius


Pak arman memberi kode pada dira untuk segera membangunkan vella. Pintu kamar vella dekat dengan ruang tamu. Dira mengetuk pintu kamar vella, sudah mulai ada jawaban darinya. Akhirnya vella bangun dan keluar dari kamarnya dengan mata yang masih mengantuk.


"Vella kamu kok baru bangun sih itu ada.." Ucap dira lirih tapi dipotong oleh vella


"Husst.. Aku tau mbak pasti mau ngomong, Vella kalau bangunnya siang dapet suami duda loh. Aku nggak papa kok punya suami du----da." Ucapan vella yang terakhir tepotong sendiri karene melihat keberadaan bima disana. Bima tersenyum kearah vella. Tapi vella malah lari ke toilet.


"Astaga ngapain mas bima kesini? sama kakek lagi. Jangan-jangan ini nyangkut masalah kanza?" Vella terus bertanya- tanya sendiri.


Dira menyusulnya ke toilet.


"Vell kamu masih lama?" Tanya dira dari luar toilet


"Bentar mbak aku cuci muka doang kok." Jawab vella


Dalam hatinya vella sangat menyesal sudah bangun kesiangan. Kalau tahu bima akan datang pasti dia sudah bangun dan mandi sejak pagi buta tadi.


"Ayo udah buruan." Dira menarik vella ke ruang tamu setelah dia selesai cuci muka dan menyisir rambutnya.


"Emm ada apa ya mas, kek? Apa saya buat kesalahan?" Tanya vella


Pak arman dan dira tersenyum mendengar pertanyaan vella.


"Mbak dira sama ayah kenapa senyum-senyum gitu?" Tanya vella lagi


"Kedatanganku kesini sama kakek mau.. emm mau melamar kamu." Ucap bima


Mata vella langsung terbelalak dan mulutnya menganga ditutupi oleh telapak tangannya, karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh bima. Kemudian vella menoleh kearah ayahnya.


"Iya vell, nak bima mau melamar kamu jadi istrinya. Ayah setuju saja, tapi ini semua tergantung keputusan kamu sendiri menerima atau tidaknya." Ucap pak arman


Vella terdiam tidak bisa berkata apa-apa, dia masih beranggapan kalau ini hanya mimpi. Dia mencoba mencubit dirinya sendiri dan merasakan sakit. Berarti ini memang kenyataan. Tapi dia masih bingung harus menerimanya atau tidak, mengingat derajatnya dengan bima berbeda jauh.


Bima menunggu jawaban vella dengan penuh harap, tapi vella masih saja terdiam melamun. Sampai bims berfikir kalau vella tidak mau dinikahi olehnya.

__ADS_1


"Sepertinya vella masih ragu, Saya nggak akan memaksanya untuk menjawab hari ini." Ucap bima


Karena vella masih tetap saja diam, kakek surya mengajak bima untuk pamit pulang saja. Bima dan kakek surya sudah akan beranjak dari tempat duduk.


"Tunggu aku mau jadi istri kamu!" Teriak vella secara tiba-tiba.


"Kamu serius vell?" Bima sangat senang mendengar itu.


"I i iya mas aku serius." Jawab vella dengan tersipu malu.


Bima tak bisa menyembunyikan kebahagiaanya, dia terus tersenyum bahagia. Begitu juga dengan dira, pak arman, dan kakek surya.


"Karena vella sudah menerima lamaran kamu, langsung kakek tentukan saja tanggal pernikahannya ya?"


Mereka sudah menentukan tanggal pernikahan hari itu juga. Setelah itu bima dan kakek surya berpamitan pulang. Bima pulang dengan rasa bahagia.


"Akhirnya kamu bakal nikah dek," Ucap dira


"Mbak aku masih nggak percaya, semuanya seperti mimpi." Ucap vella


Tiba-tiba pak arman merasa bersedih, padahal tadi dia merasa bahagia. Vella menghampirinya.


"Loh ayah kenapa kok berkaca-kaca gitu?"


"Ayah sedih aja bakal pisah sama kamu vell, Ayah emang pengen kamu segera menikah tapi ternyata semua terjadi secepat ini."


Vella memeluk ayahnya.


"Kalau ayah nggak bahagia aku menikah, Aku batalkan saja." Ucap vella


"Eh enggak sayang, ayah itu orang yang paling bahagia." Ucap pak arman.


Tanggal pernikahan vella dua minggu lagi, mereka memutuskan mengadakan pesta yang sederhana saja sesuai permintaan vella. Vella masih tidak menyangka, baru semalam dia memikirkan bima sampai nggak bisa tidur. Eh paginya dia dilamar olehnya, dan sekarang dia benar-benar menjadi calon istri bima.


Kakek surya sudah mengabari orang tua bima di korea. Bu sarah merasa tidak setuju dengan pernikahan bima dengan vella. Kemudian dia mengajak suaminya untuk pulang ke jakarta besok. Bu sarah ingin membatalkan rencana pernikahan anaknya itu. Dia tidak mau punya menantu berasal dari kalangan bawah.

__ADS_1


__ADS_2