
Happy Reading All..
Drrt… Drrt
Handphone milik Winda berbunyi dan ia segera mengangkatnya.
“Halo.” Ucap Winda lalu memasukkan nasi ke dalam mulutnya.
“Winda, ini saya Joseph.”
“Iya saya tau kamu Joseph, kenapa kamu telpon saya? Suka banget kayaknya telpon saya pagi-pagi.” Kata Winda.
Joseph yang mendengar itu terkekeh. “Saya cuma pengen dengar suara kamu aja.”
“Kamu jangan gombal ya pagi-pagi.”
“Saya berkata jujur, bukan ngegombal.”
“Terserahlah. Saya tanya benar-benar sekarang, kamu kenapa telpon saya? Kamu tau kan, kalau saya lagi marah sama kamu.”
“Soal kemarin?”
“Iya.”
“Saya kan udah minta maaf sama kamu, kenapa kamu masih marah?”
__ADS_1
“Terserah saya dong, mau marah atau enggak.”
“Ya udah terserah kamu aja. Saya cuma mau kasih tau kamu, kalau nanti kamu harus ke kantor saya.”
“Ngapain saya ke sana lagi? Mau kamu bohongin lagi?”
“Memang kapan saya pernah bohongin kamu?”
“Terus yang kemarin bilang sama saya mau ke sekolah, tapi malah bawa saya ke rumah sakit. Dan bilang kalau saya itu mommy dari anak-anak kamu, itu siapa?”
“Itu udah berlalu Win, lagian saya juga udah minta maaf.”
“Seingat saya kamu nggak pernah deh minta maaf sama saya. Selain waktu di mobil ---”
“Jangan bilang kalau wajah kamu sekarang lagi merona karena ingat kejadian di mobil kemarin.”
“Enggak.”
“Okelah. Saya tunggu kamu di kantor jam 11, karena saya harus rapat dulu. Kamu harus datang, kamu masih ingat kan kalau kamu udah terikat kontrak sama saya?”
“Hmm..”
“Oke, saya matikan telponnya.”
Tut… Tut… Tut
__ADS_1
Winda bingung sekarang, apakah ia harus datang ke kantor Joseph atau tidak. Jujur saat ini Winda belum bisa melupakan kejadian di mobil kemarin. First kissnya sudah diambil oleh orang yang baru saja datang di kehidupannya. Padahal Winda ingin menjaganya untuk suaminya kelak.
Selain itu, Winda juga malu dengan Joseph. Saat laki-laki itu menciumnya kemarin, Winda terlalu kaku untuk membalasnya. Pasti laki-laki itu akan mengejeknya nanti, karena Winda tidak bisa berci*man di umurnya sekarang.
Akhirnya setelah memikirkan semuanya, Winda memutuskan untuk pergi ke sana. Bagaimana pun juga saat ini Winda masih terikat kontrak dengan perusahaan Joseph. Jadi ia harus bersikap profesional sekarang.
Winda masih memiliki waktu banyak karena jam masih menunjukkan pukul 9 pagi. Sedangkan Joseph menyuruhnya ke kantor jam 11. Itu artinya Winda masih punya untuk waktu untuk bersantai terlebih dahulu.
Ada untungnya juga Winda bekerja dengan Joseph. Winda menjadi tidak terlalu sibuk dengan nilai-nilai siswa yang kurang memuaskan dan akibatnya membuat kepala Winda menjadi sakit, jadi ia bisa bersantai-santai di apartemennya. Dari pada harus diam di sekolah sambil mengerjakan powerpoint mengajar dan mengoreksi nilai-nilai siswanya.
*****
Di lain tempat,
Joseph saat ini sedang memikirkan hadiah apa yang harus dia berikan pada Winda. Seperti kata Rey, ia harus melakukannya agar Winda tidak terus marah padanya. Walaupun cara ini belum tentu berhasil, tapi ia akan mencobanya.
...Bersambung......
...Haii semuaaa.....
...Jangan lupa ya dukung karya ini dengan klik like, comment, gift🌹 dan votenya....
...Bantuan jari tangan dari kalian semua bisa menambah Author untuk lebih semangat menulis🤗...
...Kalau perlu tambahin favorite dengan cara klik tombol ❤ biar nggak ketinggalan up terbarunya....
__ADS_1