Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 48


__ADS_3

Bu ira sibuk dengan persiapan pernikahan fadly dengan siska. Tapi semakin dekat dengan hari pernikahan, sikap fadly malah semakin berubah. Dia menjadi sangat pendiam dan acuh terhadap mamanya. Dia tidak peduli dengan apa yang dilakukan mamanya sekarang. Bahkan ketika dipertemukan dengan orang tua siska, fadly tidak mau berbicara apapun. Dia hanya bersalaman terus duduk. Ditanya apapun dia hanya diam saja. Bu ira yang menjawab semuanya. Orang tua siska tidak mempermasalahkan sikap fadly yang seperti itu. Untuk mereka yang terpenting calon suami anaknya adalah orang kaya.


Tokk...tokkk Bu ira mengetuk pintu kamar fadly. Dia mencoba membukanya, ternyata pintu kamarnya tidak dikunci. Bu ira langsung kaget melihat anaknya tergeletak dibawah kasur. Fadly pingsan, badannya sangat panas dan wajahnya pucat. Bu ira langsung panik memanggil pembantu dan supirnya. Akhirnya fadly dilarikan ke rumah sakit saat itu juga. Sampai disana, bu ira langsung menghubungi siska.


"Halo siska, kamu ke rumah sakit setia hati sekarang ya, Fadly sedang dirawat disini." Ucap bu ira


"Loh mas fadly kenapa tan? Oke oke aku otw sekarang juga. Tante tenang ya mas fadly pasti nggak kenapa-kenapa." Ucap siska sambil menenangkan bu ira yang terdengar cemas.


Siska pamit kepada kedua orang tuanya. Dia langsung bergegas berangkat ke rumah sakit. Sampai disana dia langsung memeluk bu ira. Ternyata fadly tidak apa-apa dia hanya kekurangan cairan tubuh dan asam lambungnya naik.


"Yuk kita tengok fadly sis," Ajak bu ira pada siska


Sebenarnya fadly sudah sadar dari pingsan tadi tapi melihat bu ira masuk bersama siska, dia langsung memejamkan mata pura-pura tertidur. Entah kenapa fadly sangat tidak menyukai siska. Dia berharap pernikahannya bisa batal. Tapi fadly tak bisa melawan mamanya. Fadly tahu siska sebenarnya hanya menggilai hartanya. Terbukti ketika dia berani meminta dibelikan mobil setelah bertunangan. Dengan alasan agar dia lebih mudah untuk bepergian. Ditambah sekarang ada orang tuanya disini.


"Tante pernikahan aku sama mas fadly kan cuma tinggal seminggu lagi. Kalau mas fadly belum sembuh gimana?" Tanya siska


"Tenang aja sayang, fadly pasti sembuh kok. Kamu jangan khawatir. Kalian kan belum nyebar undangan kalaupun diundur nggakpapa kan," Jawab bu ira


Siska mengangguk mengiyakan semua omongan calon mertuanya itu. Tapi sebenarnya dia sangat was-was takut kalau pernikahannya batal. Bu ira menyuruh siska untuk mengecek ke kantor ekspedisi dan menghandle pekerjaan fadly disana.


"Yaudah tan, aku pergi dulu ya. Nanti aku kesini lagi." Pamit siska


Di kantor jaya ekspedisi siska mengecek semua pekerjaan disana. Sudah ada admin baru pengganti vella disana. Semua kurir sudah berkeliling mengantar paket. Melihat semua berjalan lancar, siska duduk bersantai di dalam ruangan fadly. Saat bersantai, admin baru yang bernama vita.


"Permisi mbak, saya.." Belum selesai vita berbicara siska langsung memotongnya.


"Hey panggil aku bu siska, aku ini calon istri fadly. Sebentar lagi aku jadi pemilik kantor ini juga." Ucap siska


"Iya bu siska, ini saya mau tanya soal uang setoran ini. Pak fadly meminta saya untuk menyimpannya dulu. Tapi saya takut kalau terus-terusan memegang uang sebanyak ini. Tadi saya telfon pak fadly, tapi tidak ada jawaban." Ucap vita

__ADS_1


"Fadly sedang dirawat di rumah sakit. Sini kamu kasih aku aja uangnya. Nanti biar aku setorin ke rekening kantor ini." Ucap siska


Vita merasa ragu-ragu menyerahkan uang itu kepada siska.


"Hey kamu meragukan aku? Aku ingatkan sekali lagi, Aku ini calon istri pemilik kantor ini. Sini uangnya!" Ucap siska sambil merebut langsung amplop coklat tebal berisi uang dari tangan vita. Setelah mendapatkannya, siska menyuruh vita keluar dari ruangan dan kembali bekerja.


Awalnya siska menaruh uang itu diatas meja dan kembali fokus pada hpnya. Namun tiba-tiba dia terfikirkan sesuatu dan melirik pada amplop coklat berisi uang itu. Siska tersenyum melihat itu. Dia langsung memasukkan amplop itu ke dalam tasnya. Siska pergi meninggalkan kantor untuk menyetorkan uang ke bank. Dia berpapasan dengan aryo, tapi siska sangat acuh. Aryo masuk ke dalam kantor untuk memberikan laporan pada vita.


"Vit pak fadly nggak datang lagi?" Tanya aryo sambil menyerahkan laporannya.


"Enggak mas, tadi cuma bu siska aja yang datang. Katanya pak fadly masuk rumah sakit." Jawab vita


"Pak fadly sakit apa?" Tanya aryo


"Aku nggak tahu mas, bu siska nggak bilang apa-apa tadi. Dia cuma bilang pak fadly di rawat di rumah sakit." Jawab vita


"Dia yang nyuruh mas, aku takut dipecat. Katanya dia kan calon istri pak fadly harus dipanggil begitu." Jawab vita.


"Hah.. dia emang gitu, yaudah aku berangkat lagi ya." Aryo pamit.


...----------------...


Vella merasa bosan hanya dirumah saja. Dira merasakan hal yang sama. Sampai dia punya ide untuk jualan kue.


"Dek kalau aku jualan kue gimana menurut kamu?" Tanya dira


"Emm emang mbak dira bisa bikin kue?" Vella malah balik bertanya


"Bisa dong, jadi gimana menurut kamu?"

__ADS_1


"Ide bagus sih mbak, nanti coba dipasarin lewat online dulu. Baru kalau udah dapat banyak pelanggan buka toko kecil-kecilan gitu." Ucap vella


"Pinter banget kamu dek."


Dira dan vella melihat-lihat resep kue di internet. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kue donat dan brownis. Saat mereka berdua asyik merencanakan jualannya, pak arman datang.


"Wah wah anak ayah ngobrolin apa nih kok kaya asik banget." Ucap pak arman


"Ini lo yah aku mau coba jualan kue. Biar bisa ada tambahan pemasukan. Daripada cuma diem dirumah." Ucap dira


Pak arman mendukunh keputusan dira. Mereka memutuskan untuk mulai berjualan besok. Vella menawarkan diri untuk membelanjakan semua kebutuhan yang diperlukan. Dira memberikan uang dan daftar belanjanya. Vella pamit kepada ayahnya dan langsung berangkat ke toko bahan pembuat kue.


Saat sampai di toko, vella melihat aryo yang sedang mengantar paket di seberang jalan. Vella berteriak memanggilnya. Aryo pun menghampirinya.


"Hey vella kamu apa kabar? Udah lama nggak ketemu. Padahal tiap hari lewat depan rumah kamu. hehehe." Ucap aryo


"Seperti yang mas aryo lihat aku sehat. Alhamdulilah, tapi masih nganggur hahaha." Ucap vella sambil tertawa


"Eh aku mau ngasih tau, pak fadly masuk rumah sakit hari ini." Ucap aryo


"Apa? Dia sakit apa mas?" Tanya vella penasaran


"Aku belum tahu sih sakit apa, gimana kalau nanti jenguk kesana? mau nggak?" Ajak aryo pada vella


"Boleh boleh mas," Vella menyetujuinya


"Oke nanti aku kerumah kamu. Aku mau lanjut antar paket dulu." Pamit aryo


Sebenarnya vella sedikit ragu ingin menjenguk fadly nanti. Dia takut bertemu bu ira yang pasti selalu salah paham padanya. Nanti dikiranya dia mau mendekati fadly lagi. Tapi mau bagaimanapun fadly orang baik. Dulu ketika pak arman sakit, fadly yang mengurusnya saat vella tidak ada. Vella mengesampingkan ketakutannya itu. Dia akan menerima resiko apapun kalau bertemu bu ira nanti.

__ADS_1


__ADS_2