Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 58


__ADS_3

"Huuaahh... udah pagi lagi aja." Ucap vella


Dira sudah sibuk membuat kue, hari ini dia mendapat pesanan 200 potong kue brownis.


"Dek bisa bantu antar pesanan ini nggak?"


"Kapan mbak? sekarang ya?"


"Nanti jam 8, ini masih kurang 50 potong lagi. Kamu bantu mbak hias yang udah matang ya,"


"Iya mbak bentar ya aku mau cuci muka dulu."


Vella membantu dira membuat pesanan itu. Jam 7 pagi ardan akan berangkat bekerja.


"Sayang aku mau berangkat kerja," Ucap ardan pada dira


"Eh tunggu bang, aku siapin bekalnya dulu. Vell kamu terusin sendiri dulu ya,"


"Oke siap mbak."


Dira menyiapkan bekal untuk suaminya. Untung saja anaknya tidak rewel saat dia sedang sibuk.


"Vell kemaren fadly kesini kata dira," Ucap ardan


"Masak sih, kok ayah sama mbak dira nggak cerita apa-apa." Ucap vella


Belum sempat menjawab, dira sudah datang dengan membawa bekal untuk ardan. Dia langsung menyuruh ardan berangkat sekarang juga.


"Mbak mas fadly kemarin kesini?" Tanya vella


"Oh iya mbak lupa cerita sama kamu. Kemarin dia kesini sama ibunya. Mereka minta maaf trus fadly berniat nyuruh kamu balik kerja kesana. Tapi ayah udah bilang kalau kamu udah kerja sekarang." Jawav dira


"Oh syukurlah kalau bu ira udah menyadari semuanya."


Vella merasa lega sudah tidak ada masalah lagi dengan bu ira. Tapi kalau untuk bertemu dengan fadly rasanya masih belum siap. Vella takut fadly masih berharap padanya. Sedangkan dirinya sama sekali tidak bisa membalas perasaan fadly.


Sekitar jam 7 pagi kue selesai dibuat dan sudah dikemas rapi. Vella mandi dulu sebelum memgantar kue itu. Selesai mandi dan bersiap dia meminta alamat rumah pemesan kue itu. Ternyata letaknya bersebrangan dengan toko bunga lisa. Vella pun berencana mampir kesana nanti.


"Ayah abis nganter kue ini aku mau mampir ke toko lisa dulu. Nggak papa kan mbak kalau aku pulangnya agak siangan nanti?"


"Iya nggakpapa dek."

__ADS_1


"Yang penting selalu hati-hati dijalan dan kabarin kalau ada apa-apa." Ucap pak arman


Vella pun berangkat kesana dengan membawa tumpukan kotak yang disusun rapi dikeranjang atas motornya. Sampai disana vella menurunkan semua kotak kuenya.


"Ini ya mbak uangnya bisa dihitung dulu," Ucap pemesan kue sambil menyerahkan uang.


"Iya uangnya pas, terimakasih saya permisi." Ucap vella.


Vella langsung menyebrang bersama motornya menuju toko bunga lisa. Terlihat lisa baru saja sampai, dia baru akan membuka tokonya.


"Hai bestii.." Teriak vella yang mengagetkan lisa


"Astaga! Selalu ya elo kalo dateng ngagetin. Ada apa nih pagi-pagi kesini?"


"Gue kangen sama elo." Ucap vella sambil cengengesan


"Dih tumbenan, yuk masuk." Ajak lisa


Mereka masuk ke dalam, lisa mempersilahkan vella duduk. Lama tak berjumpa lisa mengumumkan kabar baik.


"Vell gue mau ngasih tau sesuatu,"


"Ngasih tau apa nih, kok lo senyum-senyum gitu?"


"Wahh seriusan? Aaa gue ikut seneng." Vella langsung memeluk lisa.


Lisa sangat antusias menceritakan tentang sosok pacarnya itu. Pacarnya bernama gandi, dia CEO di suatu perusahaan. Tapi lisa juga belum tahu perusahaannya dimana. Usianya 30 tahun, sangat mapan menurut lisa. Meski sudah bilang akan melamarnya, lisa belum pernah diajak kerumahnya. Yang dia tahu gandi ini tinggal sendirian di sebuah apartemen mewah di kawasan jakarta.


"Gue ikut seneng elo punya pacar sekarang, tapi alangkah baiknya lo harus tahu kejelasan tentang latar belakang keluarganya. Bukannya apa-apa semua orang kalau ngomong doang juga bisa. Eh gue dokter, gue artis, gue orang kaya. Jangan terlalu kemakan omongan dia dulu." Ucap vella mewanti-wanti lisa


"Iya gue paham kok maksud elo, tapi semoga aja gandi nggak bohong sama semua yang dia ucapkan. Kalau dilihat dari orangnya sih kayanya enggak deh." Ucap lisa


Vella hanya bisa mendoakan semoga lisa benar-benar bertemu dengan orang yang tepat. Sekarang ganti dirinya yang dicecar pertanyaan oleh lisa. Lisa sangat heran pada vella, karena dia sangat betah sekali menjomblo. Lisa menjuluki vella the queen of jomblo.


"Dih mentang-mentang sekarang udah punya pacar jadi ngata-ngatin gue nih." Ucap vella


"Hehe biar elo bisa cepet ada pergerakan buat cari pacar gitu."


Vella hanya tertawa mendengar perkataan lisa.


"Eh iya sekarang elo udah kerja ya?" Tanya lisa

__ADS_1


"Udah, gue kerja di rumah mas bima jadi guru les adiknya."


"Wah wah ketemu mas bima tiap hari dong," Ucap lisa sambil mengedip-ngedipkan mata.


"Hiss gue tau nih pikiran elo kemana, gue itu pure niat ngajar adiknya bukan buat deketin kakaknya."


Mereka pun terus mengobrol dengan asyiknya. Sampai lisa ingat kalau jam 10 dia ada janji dengan pacarnya. Vella pun pamit pulang karena lisa juga akan pergi sekarang.


...----------------...


Hari ini kakek surya sudah mendaftarkan kanza untuk masuk sekolah normal bukan home schooling lagi. Mulai besok kanza bisa masuk sekolah.


"Dulu kupikir dengan tidak sembuh dari trauma bakal buat mama jadi perhatian sama aku ternyata mama malah benci sama aku. Jadi sekarang aku harus melawan semua trauma aku demi dapat kasih sayang mama lagi. Kalau aku normal pasti mama bisa sayang sama aku." Ucap kanza


*Perusahaan argantara*


Bima sedang membuat minuman sendiri di dapur kantor. Ob sudah menawari untuk membuatkannya tapi bima ingin membuatnya sendiri. Hari ini siska bertugas sebagai tukang pel. Dia sudah selesai mengepel semua sudut kantor.


"Huh capeknya." Keluh siska sambil mengelap dahinya yang berkeringat.


Dia melihat bima keluar dari dapur, dia berencana berpura-pura akan terpeleset saat bima lewat. Dia ingin bima menangkapnya saat dia terjatuh nanti. Siska sengaja berjalan di lantai yang masih agak licin. Dia berpapasan dengan bima.


"Saatnya beraksi." Ucapnya dalam hati


Siska sengaja menjatuhkan diri di depan bima, tapi ternyata rencananya itu gagal. Bima dipanggil oleh sekertarisnya. Dia berjalan lebih cepat dan meninggalkan siska. Tidak ditangkap oleh bima, siska jadi terjatuh ke lantai.


"A aaw..." Pekik siska kesakitan. Teman-teman sesama ob malah menertawakannya yang terjatuh itu.


"Gimana sih sis, elo yang ngepel eh elo sendiri yang jatuh juga."


Siska langsung berdiri, dengan wajah cemberut dia pergi dari sana menuju toilet. Di dalam toilet dia meluapkan amarahnya sambil membersihkan celananya yang kotor.


"Awas aja kalian yang nertawain gue, gue pasti bisa dapetin bima. Duh pinggang gue sakit banget, kenapa harus jatuh beneran sih,"


Saat jam pulang kerja, sekitar pukul 4 sore siska kembali melihat bima, dia akan melancarkan aksinya lagi. Namun kali ini yang menangkapnya malah budi, salah satu satpam kantor. Bima terus berjalan tanpa memperdulikan apa yang terjadi. Dia ingin segera pulang kerumah agar dapat bertemu dengan vella.


"Alhamdulilah yaallah akhirnya kau jawab doa hamba. Engkau kirimkam jodoh untuk hamba." Ucap budi


"Hii apaansih, lepasin gue." Ucap siska yang langsung menjauh dari budi


"Jangan judes-judes dong mbak, Kan untung saya tolongin. Kalau enggak pasti jatuh kelantai kan sakit." Ucap budi

__ADS_1


Siska tidak berucap sepatah kata pun, dia langsung pergi meninggalkan budi dengan perasaan yang kesal.


"Pengennya dipeluk-peluk pak bima, eh kenapa malah jadi si cururut itu, sebenarnya ya nggak jelek-jelek amat sih,, tapi kan nggak level gue." Ucap siska sambil berjalan kaki pulang ke kosnya.


__ADS_2