
"Assalamualaikum." Ucap vella yang baru sampai ke rumah.
"Waalaikumsalam, loh vell jam berapa ini kok udah pulang?" Tanya pak arman keheranan
"Aku resign dari kantor yah. Ayah pasti udah tau lah apa alasan aku resign dari sana." Jawab vella
"Oh iya mbak dira kemana yah?" Tanya vella
"Itu ada di belakang mandiin anaknya. Tadi mainan tepung jadi kotor semua." Jawab pak arman
Sekarang vella terdiam, dia memikirkan harus kerja apa setelah ini. Dia harus secepatnya mendapatkan pekerjaan lagi. Pak arman memang sudah sembuh tapi vella tak mengizinkannya untuk menjahit lagi. Uang pesangon dari fadly lumayan banyak, vella yakin itu akan cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama dia belum mendapat kerja. Vella membuka hpnya dan mulai mencari info lowongan pekerjaan. Vella melihat lowongan pekerjaan sebagai guru les untuk anak smp yang gajinya lumayan. Tapi dia merasa pesimis karena dia hanya lulusan sma. Dulu vella sempat kuliah selama 1 tahun, namun setelah itu dia memutuskan untuk berhenti karena tak tega melihat ayahnya susah payah mencari uang untuk membayar uang kuliahnya. Dan pada akhirnya dia menemukan pekerjaan di jaya ekspedisi. Setelah bekerja disana vella tak lagi berharap untuk melanjutkan kuliahnya.
"Disini kan nggak tertulis minimal lulusan apa, jadi nggak ada salahnya aku coba ngelamar. Tapi disini enggak tertera alamatnya, cuma ada emailnya. Aku kirim cv aku aja deh ke email ini." Vella berbicara sendiri, dia sangat antusias melamar pekerjaan itu.
...----------------...
Bima pergi ke kantor kakeknya, dia menceritakan semua kelakuan kiara selama ini dibelakangnya. Kakek surya sangat kecewa dan marah. Kakek surya langsung menyetujui niat bima untuk menceraikan kiara. Kakek surya menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian cucunya itu. Kakek meminta bima untuk tetap diam dulu sebelum surat perceraian itu sampai ke tangan kiara.
Bima dan kakek surya pulang kerumah jam 5 sore. Bima langsung pergi ke kamarnya untuk mandi. Dia tak melihat keberadaan kiara disana. Kiara belum pulang karena saat ini di masih jalan-jalan bersama davin di mall. Sehabis mandi, bima ingin duduk santai di teras samping kolam renang. Saat menuju kesana, dia melihat mama papanya menenteng dua koper besar.
"Loh mah pah mau kemana?" Tanya bima
"Ini sayang mama sama papa mau ke korea." Jawab bu sarah
"Ngapain kesana?" Tanya bima lagi
"Papah lagi ada urusan bisnis disana kurang lebih 2 bulan. Mamah kamu ini maksa ikut kesana, mungkin takut papah kecantol cewek disana hahaha." Jawab pak ferdi sambil bercanda.
__ADS_1
"Selain itu mamah juga pengen belanja yang banyak disana. Trus nyobain treatment kecantikan disana, uuu pasti asik deh. Udah nggak sabar." Ucap bu sarah sangat berantusias.
"Oh iya bim, kamu handle pekerjaan papa ya, kamu cek email-email yang masuk dari klien. Kamu buka pake laptop di ruang kerja kakek aja." Ucap pak ferdi
"Oke siap pah,"
Bima berpelukan dengan mamanya, dengan papanya juga. Kemudian mereka langsung pamit takut ketinggalan pesawat. Bima pun langsung pergi ke ruang kerja kakek. Bima langsung membuka semua email yang masuk.
"Loh ini kok ada email yang isinya cv lamaran kerja, kantor lagi buka lowongan?" Bima bertanya-tanya
Bima membaca salah satu email yang berisi cv. Cv itu bernama vella mariska, dia tidak menyadari kalau itu adalah vella yang dia kenal. Dia pikir mungkin hanya kebetulan namanya sama. Bima memberitahu kakeknya tentang email itu. Dia mencari-cari kakeknya yang ternyata sedang berada di kamar kanza.
"Kakek aku cariin ternyata disini, ada apa? Kanza kenapa kek?" Ucap bima yang kemudian bertanya.
"Kanza nggak kenapa-kenapa, Kakek cuma ngajak dia ngobrol." Jawab kakek surya
"Enggak, itu kakek lagi nyari guru les buat kanza. Soalnya yang biasa kesini ngundurin diri. Kamu bantu balas semuanya ya, suruh dateng kesini besok pagi buat interview." Ucap kakek
"Oke, Eh kanza nggak bosen di kamar terus. Keluar yuk nonton tv." Ajak bima
Kanza langsung mau, Mereka pun keluar dari dalam kamar. Mereka duduk di kursi sofa depan tv. Bima, kakek surya dan kanza sesekali bercanda tawa. Sampai pada weni yang datang memberitahu kalau makan malam sudah siap.
"Tuan, mas bima, non kanza makan malam sudah siap." Ucap weni
"Iya mbak, makasih ya." Ucap bima
Mereka pun langsung menuju ruang makan. Malam ini mereka hanya makan bertiga. Sampai saat ini kiara masih belum pulang. Dia juga tidak mengabari bima, Bima tidak peduli dengan itu. Dia sudah tau kemana kiara saat ini. Bima menebak pasti kiara sedang bersama davin.
__ADS_1
"Kak, kakak jahat kemana? Kok nggak ikut makan?" Tanya kanza.
"Kak kiara maksud kamu, husst nggak boleh nyebut gitu ya. Kakak juga nggak tau dia dimana za." Jawab bima
"Pasti dia keluar sama selingkuhannya itu kan kak, dia itu jahat banget makanya aku nggak suka sama dia dari awal." Ucap kanza
"Loh bim kanza kok tahu?" Tanya kakek surya
"Kanza pernah denger kiara telfonan sama cowok lain kek. Awalnya aku nggak percaya soalnya aku tanya weni dia bilang enggak." Jawab bima
"Maaf den, waktu itu saya bohong. Saya diancam sama non kiara. Katanya kalau saya berani bicara sama den bima, dia bakal celakain keluarga saya di kampung. Saya minta maaf ya tuan, den bima." Ucap weni yang langsung menyerobot obrolan mereka.
Kakek surya marah pada weni karena menyembunyikan masalah ini dan berbohong pada bima. Karena ini menyangkut masa depan bima. Beruntung bima secepatnya menyadari kalau ada yang tidak beres dengan istrinya. Bima meredam amarah kakek, bima memakluminya karena weni diancam oleh kiara makanya dia tidak berani jujur. Kakek pun memaafkan weni, Kakek mewanti-wanti weni agar tidak mengulangi kesalahan itu. Kalau dia mengetahui sebuah kebenaran, dia harus segera mengatakannya. Karena kalau tidak bisa saja itu merugikan salah satu pihak. Tak lama kemudian kiara datang dengan tentengan belanjaan yang sangat banyak.
"Selamat malam semuanya." Sapa kiara dengan ceria. Bima hanya diam saja tak memperdulikan kedatangan istrinya.
"Dari mana kamu? Belanja sebanyak itu buat apa?" Tanya kakek surya.
"Ohh ini kek aku baru aja belanja dari mall, soalnya baju aku udah pada jelek mau aku buang aja." Jawab kiara
Kakek sangat tidak suka dengan sifat kiara yang boros. Dia tidak menyangka sifatnya bisa berubah 100% setelah dinikahi cucunya. Agar tidak dicurigai, bima berbasa-basi mengajak kiara duduk dan makan malam bersama.
"Sayang duduk sini ikut makan bareng. Masakan mbak weni malam ini enak loh." Ucap bima
Kiara melirik semua hidangan di meja. Dia memberikan ekspresi tidak suka dengan makanan yang dihidangkan.
"Emmm.. semua berminyak, enggak deh. Aku order online aja. Aku gamau gemuk gara-gara makan masakan kaya gini tiap hari. Aku ke kamar dulu ya udah pegel tangan aku berat ini belanjaan." Ucap kiara.
__ADS_1
Kakek menghela nafas panjang, dia masih tidak percaya bisa-bisanya bima mendapatkan istri seperti itu. Tapi sebentar lagi mereka akan bercerai, kakek berharap ini tidak membuat bima bersedih dan merasa trauma untuk menikah. Kakek berjanji pada dirinya sendiri kalau setelah ini dia akan menemukan istri terbaik untuk cucunya itu.