Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Eposode 77


__ADS_3

Di garut orang tua kiara mulai merasakan susahnya hidup menjadi orang miskin. Tabungan mereka yang tidak seberapa itu sekarang sudah benar-benar habis. Semua ini akibat mereka yang tak bisa mengubah gaya hidup. Bu ina mulai kepikiran tentang kiara, dimana keberadaan anaknya itu sekarang.


"Pah kiara kemana ya kok sama sekali nggak ngabarin kita?"


"Papa juga gatau mah, udahlah biarin aja dia aja nggak mikirin gimana keadaan kita sekarang."


"Trus sekarang kita harus gimana liat nih uang kita cuma sisa 10 ribu doang." Ucap bu ina dengan melasnya


"Ya kerja mah apalagi,"


"Yaudah kalau gitu papa kerja sana, papa kan kepala rumah tangga."


"Iya iya mah, tapi kan papa bingung mau kerja apa disini. Masak iya papa harus jadi petani cangkul-cangkul gitu?"


"Ya mau gimana lagi adanya itu pah, udahlah sana papa pergi kerumah pak santo. Kemarin kan orangnya nawarin pekerjaan itu buat papa."


Dengan terpaksa pak haris berangkat, karena tidak ada pilihan lain. Kalau dia tidak melakukan pekerjaan itu, bisa-bisa dia dan istri tidak makan. Sementara bu ina mencoba mencari kesibukan dirumah. Dia membayangkan kalau gaji suaminya nanti pasti sangat pas-pasan untuk biaya hidup. Kemudian dia berjalan-jalan disekeliling rumahnya. Melihat beberapa tetangganya yang seperti kerepotan mencuci banyak pakaian, dia menemukan ide. Bu ina menawarkan diri menjadi tukang cuci untuk mereka. Setelah menawarkan ke beberapa tetangga, banyak dari mereka yang menyetujuinya terutama orang yang kaya di desa sana.


"Meskipun aku hampir nggak pernah nyuci pakai tangan, tapi pasti bisa lah. Kan gampang tinggal ngucek aja." Gumam bu ina saat kembali pulang kerumahnya.


Keesokan harinya, mulai ada beberapa orang yang mengantarkan pakaian kotornya kerumah bu ina. Pak haris merasa belum yakin istrinya bisa mengerjakan itu semua. Dulu saja dia selalu mengandalkan pembantu.


"Mah kamu yakin mau nyuci baju orang lain sebanyak ini?"


"Ya yakin aja pah cuma ini yang bisa mama lakuin buat bantu papa nyari uang."


Awalnya bu ina sangat semangat ingin mencuci pakaian itu, tapi tiba-tiba saja dia merasa jijik memegang baju-baju kotor itu. Apalagi ada yang berbau lumayan menyengat. Seketika dia mual ingin muntah. Pak haris yang mendengar itu langsung berlari ke belakang menemui istrinya itu.


"Mah kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya pak haris dengan panik


"Mama nggak tahan sama bau semua baju ini pah,"


"Kan udah papa bilang mama pasti nggak akan bisa. Udahlah balikin aja semuanya."


"Enggak pah, ini sumber keuangan kita. Gaji papah aja nggak akan cukup buat kebutuhan kita."


Akhirnya dengan susah payah bu ina tetap mencuci semua baju itu sampai selesai. Kemudian dia menjemur baju dengan mengomel sendiri.


"Awas aja kiara kalau kamu pulang mama gantung kamu. Gara-gara kamu semuanya jadi susah begini."


🍀


🍀

__ADS_1


Hari ini ada acara dirumah keluarga bima. Kanza berulang tahun hari ini. Kakek surya membuatkan acara yang cukup meriah untuknya. Semua teman sekolah kanza diundang di acara itu. Bima dan vella sedang berada di mall berkeliling mencari kado untuk kanza.


"Mas kira-kira apa ya yang cocok buat kanza, dia berusia 15 tahun kalau boneka rasanya kekanakan banget." Ucap vella


"Hmm aku juga nggak tahu sayang, selama ini kadoku ya cuma boneka."


Akhirnya vella terpikirkan untuk membeli hp saja untuk kanza. Karena selama ini kanza belum mempunyai hp sendiri. Apalagi sekarang kanza sudah bisa bersosialisasi dengan teman luarnya. Jadi tidak ada salahnya kalau kanza punya hp untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya. Bima sangat setuju dengan usulan vella. Akhirnya mereka pergi ke sebuah toko hp disana. Mereka membelikan hp keluaran terbaru. Dilengkapi dengan segala accesoris berwarna ungu kesukaan kanza. Setelah itu mereka memutuskan untuk pergi ke kedai makanan disana. Tak sengaja mereka berdua melihat lisa dan fadly yang sedang berjalan berdua bergandengan tangan.


"Mas lihat itu..." Tunjuk vella kearah lisa dan fadly


"Eh mereka kok kelihatan mesra ya, samperin yuk." Ajak bima


"Eh jangan mas, jangan ganggu mereka ah. Sepertinya mereka baru pdkt hehehe." Ucap vella


Tiba-tiba saja bima menggandeng tangan vella dengan erat, dia juga menempel sekali dengan vella. Kemudian dia menatap vella dengan senyum manis yang dibuat-dibuat.


"Eh eh mas kenapa? Malu ih diliatin orang mas. Kok senyumnya gitu?" Tanya vella keheranan.


"Kenapa malu sayang kita kan udah nikah masak kalah sama mereka. hehe."


Sepanjang perjalanan berkeliling mall bima tidak mau melepaskan genggaman tangannya pada vella. Padahal sudah suami istri tapi vella masih belum terbiasa dilihat banyak orang bergandengan tangan seperti itu. Mereka melewati toko perlengkapan bayi, disana dipajang baju-baju bayi yang lucu membuat vella tertarik masuk kedalam toko itu.


"Sayang kita ngapain kesini?" Tanya bima


"Hmm tapi kita kan nggakpunya adik atau keponakan bayi, kalaupun dibeli buat apa sayang." Ucap bima


"Iya juga ya, aku cuma pengen lihat aja kok mas soalnya gemes." Ucap vella


Kemudian ada karyawan toko itu yang mengahmpiri mereka.


"Permisi ada yang bisa dibantu bu pak, Pasti cari baju buat newborn ya,"


"Ah cuma mau lihat-lihat dulu aja kok mbak, saya belum hamil." Jawab vella


"Oh iya, biasanya kalau pasangan yang belum punya anak tertarik datang ke toko babyshop gini bentar lagi pasti isi. Saya doain aja." Ucap karyawan toko dengan ramah. Kemudian dia permisi untuk melayani orang lain. Tapi bima memanggilnya lagi untuk membungkus baju yang sejak tadi membuat vella tertarik. Mereka pun keluar dari toko itu setelah membayarnya.


"Ihh mas ngapain sih beli ini, kita kan belum punya anak." Ucap vella


"Nggakpapa sayang siapa tau ini kode kalau sebentar lagi kamu hamil." Ucap bima


"Hmm kita kan jarang proses mas, gimana bisa hamil." Dengan polosnya vella berucap


"Yasudah kalau gitu habis ini pulang kita..." Ucap bima menatap nakal kearah istrinya itu.

__ADS_1


Wajah vella langsung memerah seketika, kemudian dia berjalan duluan meninggalkan bima. Bima pun mengikutinya sambil terus menggoda vella.


"Hey sayang abis ini ya, hehe." Ucap bima berkali-kali, Vella hanya menanggapinya dengan senyum yang malu-malu.


Sebelum pulang mereka membeli dua es kopi kesukaan mereka. Setelah itu mereka menuju parkiran mobil untuk pulang. Disana mereka berpapasan lagi dengan lisa dan fadly. Kali ini mereka saling tegur sapa. Fadly dan lisa yang awalnya bergandengan tangan langsung melepaskannya ketika melihat vella dan bima.


"Hey hey ehemm kayanya ada yang lagi anu nih," Ucap vella


"Iya kenapa dilepas nggakpapa kali," Ucap bima menambahkan


"Ih apasih kalian, kita cuma meeting tentang kerjaan disini. Iya kan fad?" lisa mencoba mengelak


"Iya kita cuma ngebahas tentang kerjaan." Ucap fadly mendukung apa yang dikatakan lisa


Vella dan bima tertawa melihat tingkah lisa dan fadly yang berekspresi seperti orang tertangkap basah melakukan kejahatan.


"Apasih kalian santai aja dong, nggak perlu jelasin kaya gitu hehe. Yaudah kita duluan ya." Ucap bima


Vella melambaikan tangan pada lisa dan fadly. Sebelum pergi bima menoleh lagi kearah mereka yang masih salah tingkah.


"Kapan-kapan kita double date ya bro." Ucap bima sambil tersenyum kearah fadly.


Saat bima dan vella sudah benar-benar hilang dari pandangan fadly mengajak lisa untuk pulang juga. Dalam perjalanan fadly berfikir mungkin ini saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya pada lisa. Tiba-tiba saja fadly berhenti mendadak ketika melihat jalanan sepi. Itu membuat lisa kaget dan sedikit berteriak.


"Dih apaan sih kok berhenti mendadak, ada apa?" Tanya lisa


"Sorry sorry gue nggak ada maksud bikin kamu kaget." Ucap fadly


"Oke nggakpapa." Ucap lisa


Menunggu agak lama fadly belum menjalankan mobilnya juga. Lisa pun bertanya kembali.


"Kenapa nggak jalan juga? Ada masalah sama mobil ini?" Tanya lisa lagi


Kali ini fadly langsung mendekat ke kursi lisa seperti ingin memeluknya. Dia menatap lisa dengan tajam.


"Heh kaa ka mu mau apa?" Lisa mulai gugup


"Aku suka sama kamu lis, apa kamu mau jadi pacar aku?"


Tanpa pikir panjang lisa menjawab kalau dia mau menjadi pacar fadly. Saat itu juga fadly langsung mencium bibir lisa membuat detak jantung lisa semakin tidak karuan.


Tiiinnn...tiiinnn... Suara klakson mobil yang ingin lewat dijalan itu, karena fadly berhenti memakan badan jalan. Saat menoleh ternyata itu mobil polisi. Terlihat polisi itu sudah turun hendak menghampiri mobilnya. Fadly pun langsung tancap gas karena panik. Mobil polisi itu terlihat mengejar. Lisa sangat takut kalau sampai mereka terkena tuduhan yang tidak-tidak. Tapi untung saja fadly berhasil lolos dengan masuk ke jalan tikus.

__ADS_1


Lisa dan fadly tertawa terbahak-bahak atas kelakuan mereka sendiri. Baru ciuman pertama malah dikejar polisi.


__ADS_2