
Seperti biasa sarah sedang arisan di sebuah restoran bersama teman-temannya. Kali ini topik pembicaraan mereka bukan lagi tentang berlian. Mereka saling mengunggulkan mantu perempuan. Kebetulan circle pertemanan sarah punya anak pertama laki-laki. Kalau biasanya sarah heboh dalam berbicara dan selalu unggul. Kali ini dia hanya bisa diam tak berkomentar apa-apa.
"Wah jeng susi beruntung banget ya anaknya dapetin istri dokter, serasi banget sama anak jeng yang pengusaha."
"Iya jeng, jadinya kita sama deh punya mantu dokter."
"Kalau mantu saya itu anak dari pengusaha resort di bali. Dan sekarang resort itu dikelola sama dia dan anak saya."
"Kalau mantu saya sih dari kalangan artis. Dia kalau belanja sering banget ngajak saya. Seneng deh punya mantu royal gitu."
Semua teman sarah saling bersaut-sautan membanggakan menantu masing-masing. Sementara sarah bingung ingin berkata apa. Dia merasa malu karena tak ada yang bisa dibanggakan dari vella menurutnya. Semua temannya punya menantu dari kalangan atas. Sedangkan dirinya dari kalangan bawah.
"Hey jeng sarah kenapa malah bengong diem aja gitu, Biasanya kamu loh yang paling heboh." Tegur salah satu temannya yang melihat sarah sedari tadi diam saja.
"Yaampun jeng kalian semua lupa ya, kan menantu jeng sarah ini orang misqueen ups. Eh tapi bener kan jeng?" Saut salah satu teman lainnya yang membuat hati sarah memanas.
Tanpa menjawab pertanyaan itu sarah mengeluarkan amplop untuk membayar arisan dan langsung pergi meninggalkan tempat. Dia merasa kesal telah dipermalukan seperti itu.
"Awas aja kamu perempuan sialan. Gara-gara punya menantu kamu, aku jadi bahan olok-olokan temanku. Pokonya dengan cara apapun aku harus misahin bima dari dia." Ucap sarah dengan geram.
Dia membanting pintu mobilnya dan menyuruh sopir mengantarkannya kerumah bima. Dia ingin menemui vella untuk memberinya pelajaran.
🌷🌷🌷
"Kak kamu beneran tahu jalan menuju butik kakakku kan?" Tanya kanza
"Tenang aja za, aku tahu kok." Jawab verrel
Kanza pun tenang dan tetap berpegangan pada verrel. Ketika di lampu merah kanza melihat mobil mamanya tepat disebelahnya. Sebisa mungkin kanza memalingkan muka dan berharap semoga mamanya tidak melihatnya. Saat lampu hijau kanza menyuruh verrel untuk sedikit ngebut dengan alasan takut hujan turun lagi.
"Loh itu kaya non kanza deh bu," Ucap sopir pada sarah
"Masa sih? Bukannya ini masih jam sekolah kenapa dia udah ada diluar? Sama anak cowok siapa itu? Ikutin pepet dan berhentiin dia!"
__ADS_1
Sarah sangat marah melihat kanza berboncengan dengan verrel, apalagi ini masih jam sekolah. Sarah tidak mengetahui kalau hari ini sekolahan mempulangkan semua muridnya lebih awal. Jadi dia mengira kalau kanza bolos sekolah.
"Cepetan jon, jangan sampek anak itu lolos. Mau kemana coba mereka, ini kan bukan arah kerumah." Sarah sudah sangat tidak sabar ingin memarahi kanza.
Tiitt...tit tit... tit.. Joni mengklakson berkali-kali agar verrel berhenti. Verrel berhenti dan mobil yang dikendarai sarah juga berhenti tepat didepan mereka.
"Za siapa itu? Kamu kenal ya?" Tanya verrel
"Itu mobil mamaku kak, duh ka verrel pergi aja deh. Ini helmnya, cepet pergi kak."
Turun dari motor kanza langsung menyuruh verrel segera pergi darisana. Dia takut mamanya akan memarahi verrel juga nantinya dan menuduh yang tidak-tidak. Namun saat akan pergi sarah datang dengan langkah gontai mencegahnya.
"Hei mau kemana kamu?! Tetap diam disitu." Ucap sarah dengan tegas.
Jantung kanza berdegup kencang, dia mulai sedikit berkeringat. Tatapan sarah juga membuat verrel menjadi tegang dan takut. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang.
"Wah pinter banget ya jam sekolah malah keluyuran pacaran." Ucap sarah dengan bertepuk tangan.
"Maaf tante, bukan begitu. Hari ini.." Belum selesai verrel menjawab sarah sudah nyerocos lagi menuduh yang tidak-tidak.
"Mah dengerin dulu. Hari ini emang sekolah pulang lebih awal, kak verrel cuma mau nganter aku. Kita nggak bolos." Ucap kanza menjelaskan.
"Udah kamu ikut pulang sekarang!" Sarah menarik keras tangan kanza menuju mobil. Verrel merasa sangat kasian kepada kanza. Dia tidak menyangka mama kanza sangat kasar.
🌷🌷🌷
Butik vella hari ini sangat ramai, dia mengadakan promo diskon 30%. Saat melayani pelanggan tiba-tiba perutnya terasa keram. Melihat bosnya memegangi perut seperti kesakitan, ria langsung membantunya untuk duduk.
"Bu vella kenapa? Duduk sini dulu bu," Ucap ria sedikit panik.
"Emm cuma keram perut, gak papa kok ri," Jawab vella
"Ini minum dulu bu, Oh iya bu vella kan lagi hamil muda. Mending sekarang pulang aja bu, istirahat. Pak bima berpesan kalau selama dia pergi bu vella nggak boleh capek-capek di butik." Ucap ria
__ADS_1
"Emm iya habis ini saya pulang. Makasih ya ri, Kamu layanin pelanggan lagi saya udah nggak papa." Ucap vella
Diantar sopirnya vella pulang kerumah. Awalnya dia ingin pergi ke dokter kandungan dulu, tapi dipikir-pikir kandungannya baik-baik saja hanya keram biasa. Jadi, menunggu bima pulang saja baru periksa ke dokter. Vella mampir belanja ke supermarket dahulu sebelum pulang. Mengingat kebutuhan dirumah semuanya sudah habis.
"Sirup udah, kopi juga udah, emm apa lagi ya? Oh iya camilan kesukaan mas bima. Emm sebelah mana ya?" Vella berkeliling mencari snack kesukaan suaminya. Karena terlalu fokus melihat ke rak-rak disekelilingnya, tanpa sengaja vella menabrak ibu-ibu yang membawa barang tanpa keranjang hingga semuanya jatuh berserakan.
"Yaampun maaf maaf saya nggak sengaja. Biar saya bantu." Ucap vella sambil menunduk ingin membantu ibu itu memunguti barang yang jatuh. Tapi tiba-tiba kepala vella pusing hingga dia hampir saja terjatuh. Vella langsung berpegangan ke rak display disebelahnya.
"Katanya mau bantuin, kok malah diem aja sih. Gara-gara kamu belanjaan saya jatuh berantakan kaya gini." Ucap si ibu dengan judesnya
"Maaf bu saya tiba-tiba pusing." Ucap vella sambil memegangi keningnya.
"Halah alasan saja!"
Si ibu itu memunguti sendiri belanjaanya sambil terus mengomel dan kemudian pergi meninggalkan vella yang masih berpegangan pada rak display karena kepalanya yang sangat pusing. Tiba-tiba seseorang mengahampirinya.
"Vell kamu kenapa?"
"Mas fadly, aku gapapa kok cuma pusing dikit."
Fadly langsung membantu membawakan belanjaan vella ke kasir. Merasa baikan vella perlahan berjalan ke kasir bersama fadly. Selesai membayar fadly mengajak vella untuk duduk sebentar.
"Nih kamu minum dulu," Fadly memberikan air mineral
"Makasih mas,"
"Gimana masih pusing? Oh iya kamu belanja sendirian? Bima kemana?" Tanya fadly yang terlihat sangat khawatir kepada vella.
"Udah agak mendingan, aku ditemenin sopir. Dia aku suruh nunggu diparkiran. Mas bima ke bandung ada urusan kerjaan." Jawab vella
Setelah benar-benar merasa tidak pusing, vella memutuskan untuk pulang. Vella berniat menelfon sopirnya untuk membantunya membawa belanjaan tapi fadly menawarkan diri untuk membawakannya, karena dia juga akan pulang. Vella tak mau merepotkannya, tapi fadly terus memaksa. Akhirnya semua belanjaan vella dibawakan oleh fadly menuju tempat parkir mobil. Vella sudah tak lagi canggung dengan fadly. Dia merasa biasa saja, begitu sebaliknya fadly. Namun bedanya fadly masih menyimpan sedikit rasa untuk vella. Meskipun dia sudah berpacaran dengan lisa, tapi dalam hati kecilnya masih ada nama vella.
Sangat kebetulan siska juga berada di sekitar supermarket. Dia melihat vella dan fadly berjalan bersama. Terpikir ide licik lagi di otaknya. Siska memfoto fadly dan vella seakan mereka habis belanja bersama. Apalagi fadly dan vella terlihat sangat dekat sekali.
__ADS_1
"Bagus nih, gue ambil foto mereka sebanyak-banyaknya. Siapa tahu suatu saat nanti ini bisa gue jadiin cuan. Sekalian buat balas dendam sama mereka berdua. Hahaha." Ucap siska yang sudah merencanakan sesuatu.