Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 75


__ADS_3

Vella bersiap pergi kerumah ayahnya, dia diantarkan oleh sopirnya. Sampai disana dia disambut oleh naya yang sedang bermain di teras. Naya berlari memeluk vella.


"Hai sayang, uuu langsung dipeluk." Ucap vella


Kemudian dia masuk dan meninggalkan naya di teras. Vella menemui ayahnya yang sedang sibuk menjahit. Melihat kedatangan anaknya pak arman sangat senang.


"Kesini sama siapa kamu vell?" Tanya pak arman


"Diantar sopir yah, orangnya nunggu di depan." Jawab vella


Vella terduduk lemas di kursi ruang tamu. Dia kepikiran tentang omongan mertuanya tadi. Memang kalau dipikir dia dan keluarga seperti membebani keluarga bima. Belum apa-apa sudah diberi segalanya. Padahal dia sendiri belum pernah melakukan sesuatu untuk keluarga bima.


"Vell kamu kenapa? Lagi ada masalah?" Tanya pak arman yang melihat ekspresi vella lesu seperti banyak pikiran.


"Ah enggak kok yah, oh iya baju yang buat di butik aku udah selesai kan yah?" Vella mengalihkan pembicaraan.


"Udah nak, itu udah ayah masukin dalam satu tas." Jawab pak arman


Vella melihat semua baju yang dijahit ayahnya itu, modelnya cantik-cantik lebih dari espektasinya. Vella merangkul pundak ayahnya dan berkata untuk selalu menjaga kesehatan. Vella takut ayahnya akan kecapek an dan kembali jatuh sakit seperti dulu. Melihat pekerjaan ayahnya yang menumpuk, vella mengusulkan untuk mencarikan karyawan. Tapi pak arman menolaknya, dia berkata masih mampu mengerjakan itu semua sendirian. Nanti kalau sudah melebihi kemampuannya baru akan mencari karyawan untuk membantunya.


"Eh vella kamu disini?" Sapa dira


"Iya mbak, kangen sama ayah sekalian ambil baju buat dibutik." Ucap vella


"Alhamdulilah banget ya vell kamu dinikahi sama bima, dia royal banget keluarganya juga baik semua sama kamu." Ucap dira


Vella hanya tersenyum tapi dalam batinnya berkata kalau tidak semua keluarga bima suka padanya. Bu sarah sangat membenci dia dan keluarga. Karena sudah mendekati jam makan siang vella segera pamit dari sana. Dia sudah janji dengan bima untuk bertemu diluar saat makan siang. Vella pamit kepada ayahnya, tak lupa dia memberikan segebok amplop coklat berisi uang titipan dari bima.


"Ini apa vell?" Tanya pak arman, kemudian dia mengintip isinya. Dia langsung terkejut melihat uang banyak di dalam amplop itu.

__ADS_1


"Ini banyak sekali buat apa? Kalau buat bayar baju bikinan ayah itu jangan, Ayah nggak minta upah nak." Ucap pak arman


"Terima aja ayah, itu titipan dari mas bima."


Pak arman memegangnya dengan tangan gemetaran. Dia sudah lama tidak memegang uang sebanyak itu. Bukan hanya itu vella juga memberikan amplop berisi uang pada dira. Tapi itu untuk membayar kue yang ingin dipesannya untuk acara syukuran pembukaan butik nanti.


"Mbak ini aku pesen kue apa aja deh, 200an biji buat besok lusa ya."


"Iya, tapi ini kebanyakan loh dek." Ucap dira yang sudah menghitung jumlah uang dalam amplop itu.


"Enggak papa mbak, buat beli susunya naya." Ucap vella sambil tersenyum.


"Terimakasih ya dek," Ucap dira


Setelah itu vella pergi dari sana menuju ke restoran yang sudah di berikan alamatnya oleh bima. Sampai ditempat tujuan vella langsung masuk ke dalam restoran meninggalkan sopir di parkiran. Saat vella pergi, sopir yang bernama yongki menelfon seseorang yang tidak lain adalah bu sarah. Dia melapor kalau vella memberikan uang pada ayah dan kakaknya. Yongki memberikan bukti foto vella menyerahkan amplop berisi uang kepada ayah dan kakaknya. Yongki sudah bilang kalau itu yang menyuruh bima sendiri. Tapi bu sarah tetap saja marah, dia tidak rela uang anaknya keluar sebanyak itu hanya untuk diberikan kepada keluarga vella. Setelah mendapatkan laporan bu sarah langsung menutup telfonnya.


...----------------...


Di perusahaan argantara group, siska sedang mengepel dengan malas. Dia merasa capek dengan pekerjaannya sekarang. Ditambah tidak ada lagi bima disana yang membuatnya semangat.


"Hah jadi males deh kerja disini, nggak ada pak bima yang ganteng. Kenapa nasib cewek gatel itu selalu mujur sih, Gue kan juga pengen punya cowok kaya raya."


Siska merasa kesal, dia menyudahi kegiatan mengepelnya dan berniat beristirahat di kantin. Tapi sialnya dia salah melangkah, dia menginjak lantai yang masih sangat basah. Dia langsung terpeleset disana. Beberapa ob lain dan karyawan disana pun menertawakannya. Siska merasa sangat malu, dia segera bangun dan bergegas ke belakang.


"Hiiihh.. kenapa pakek jatuh segala sih, sakit duh.. malu juga." Keluh siska


"Siska kenapa?" Tanya billi


"Apa sih nggak usah nanya-nanya, lo itu makin ngerusak mood gue." Jawab siska dengan judesnya

__ADS_1


Billi ini salah satu staff di perusahaan itu, dia menyukai siska sejak pertama bertemu di perusahaan itu. Tapi siska merasa jijik pada billi, karena penampilannya yang culun dan miskin menurut siska.


"Jangan galak-galak dong, nanti siang makan bareng aku yuk, aku traktir." Ajak billi


"Jangan mimpi! Hellow yakali gue makan bareng staff biasa kaya elo, selera gue bos. Bye!" Ucap siska dan berlalu pergi meninggalkan billi.


"Cih, ob aja belagu. Untung cantik, liat aja ntar pasti kamu bakal klepek-klepek sama aku hehehe." Ucap billi


Bu sarah langsung datang ke perusahaan menemui kakek surya juga suaminya. Mereka bertemu di ruangan kakek surya. Bu sarah langsung mengatakan kalau dia tidak suka dengan vella.


"Pah aku nggak suka sama vella dan keluarganya. Dia itu manfaatin kebaikan kita semua. Masak baru dua minggu jadi istri bima dia udah berani ngasih uang sebanyak itu buat ayahnya." Ucap bu sarah pada kakek surya


"Apasih kamu ini, ya biarin dong itu juga pasti bima yang nyuruh. Lagian itu nggak seberapa sama kesalahan yang mama kamu buat dulu." Tegas kakek surya.


"Sudahlah mah, nggak usah dipermasalahkan. Kan bima juga udah bahagia sama pilihannya itu. Kamu jangan berfikir buruk terus tentang vella." Ucap ferdi sambil merangkul pundak sarah.


"Stop, kalau papa nggak belain mama mending nggak usah ngomong apa-apa." Ucap sarah kesal.


"Trus maunya kamu ini apa sar?" Tanya kakek surya


"Aku mau bima berpisah dari vella. Udah cukup lah pah kita membayar hutang kesalahan di masa lalu." Ucap sarah


"Jangan asal bicara kamu! Bima nggak akan berpisah dengan vella, mereka itu memang jodoh yang ditakdirkan tuhan. Bukan hanya sekedar karena kita ingin membayar hutang kesalahan di masa lalu." Tegas kakek surya


"Aku tegaskan sekali lagi, pernikahan cucuku bima ini tidak ada hubungannya dengan membayar hutang kesalahan di masalalu. Jangan kamu kait-kaitkan dengan itu. Lagian bima juga tidak mengetahui tentang ini semua." Tambah kakek surya.


Sarah langsung pergi meninggalkan ruangan kakek surya dengan ekspresi kesal. Siska langsung buru-buru menyisih ketika bu sarah keluar dari ruangan itu. Ternyata sedari tadi dia menguping. Siska menjadi penasaran dengan semua yang mereka debatkan tadi.


"Ohh ho jadi pernikahan pak bima sebenarnya di tentang oleh ibunya. Kesalahan di masalalu? Hmm apa ya yang dimaksud? Gue harus cari tahu ini semua. Kayanya seru nih," Ucap siska

__ADS_1


__ADS_2