
Happy Reading All...
Setelah sampai di dalam kamar, Winda yang mengingat kejadian tadi pun tersenyum-senyum sendiri. Apalagi tadi saat mereka bermain banyak orang-orang yang memperhatikan mereka dengan tatapan iri. Karena saat itu mereka benar-benar seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia. Tapi yang membuat Winda bingung dari mana Joseph tau jika tadi Winda berada di cafe tersebut. Tidak mungkin kan jika hanya kebetulan saja.
“Ya ampun, aku jadi ingat sama Wisnu. Aku harus minta maaf sama dia dan menjelaskan semuanya.” Ucap Winda.
Winda segera mengambil ponselnya di meja dan menelepon Wisnu. Tapi Wisnu pun tak kunjung mengangkatnya.
“Apa Wisnu marah sama aku kali ya? Atau dia sedang sibuk?” Tanya Winda pada dirinya sendiri.
Akhirnya Winda memutuskan untuk mengirimkan pesan saja pada Wisnu. Pasti nanti pria itu akan membacanya.
To : Wisnu
Wisnu aku minta maaf ya untuk masalah tadi. Aku pergi gitu aja dari sana. Tapi saya benar-benar nggak tau kalau Joseph juga ke sana. Dan saya mau menjelaskan satu hal sama kamu supaya kamu nggak salah paham. Sebenarnya Joseph itu bukan suami saya, saya menjalin kerja dengan sekolahnya. Saya juga nggak tau kalau Joseph akan bilang ke kamu kalau saya ini istrinya.
Send.
Winda lega akhirnya ia bisa mengatakan itu pada Wisnu, walaupun hanya lewat pesan. Winda yang baru saja akan tidur, tapi ada yang mengirimkannya pesan. Ia segera membuka pesan tersebut.
From : Duda Sok Ganteng
Padahal baru saja kita bertemu, tapi saya udah kangen sekali sama kamu Win. Maunya sih telpon kamu, tapi takut kamunya udah tidur. Jadi saya kirim pesan saja. Saya cuma mau mengingatkan kamu kalau besok jangan lupa datang langsung ke rumah saya. Karena kamu akan langsung kerja sekaligus memulai pendekatan dengan calon anak-anak kamu. Ini perintah ya, jadi kamu nggak bisa membantah.
Dari calon suami terganteng dan calon masa depan kamu.
Winda membuka mulutnya lebar karena tak percaya dengan apa yang Joseph sampaikan di pesan tersebut. Winda jadi ingat saat pertama kali bertemu dengannya, sangat dingin dan arrogant. Tapi sekarang? Bahkan menurut Winda sekarang ia mulai kehilangan sedikit kewarasnnya. Ia seperti abg yang sedang jatuh cinta dengan mengirim pesan ini.
Tapi tetap saja, selalu ada kalimat perintah yang terselip di dalamnya. Bahkan Winda belum menyetujui pekerjaan itu, tapi Joseph tetap memaksanya.
Sepertinya besok ia harus datang saja ke sana, karena bagaimana pun juga saat ini Winda masih terikat kontrak dengannya. Dan itu artinya ia harus bersikap professional saat ini.
*****
Di lain tempat,
Saat ini Joseph sedang tersenyum-senyum sendiri sambil melihat pesan yang ia kirim ke Winda. Orang yang baru saja ia klaim sebagai pacarnya. Joseph juga tidak percaya jika ia akan melakukan itu dan mengirim pesan singkat seperti itu.
Sepertinya sekarang Joseph sudah mulai mempunyai perasaan pada Winda. Apalagi melihat Varrel yang mulai dekat dan menerima kehadiran Winda.
Semoga saja Joseph semakin cepat membuat Winda jatuh cinta padanya. Karena setelah itu ia akan segera menikahi perempuan itu dan menjadikannya mommy dari anak-anaknya. Dan jangan lupakan juga Winda akan menjadi istri yang melayani suaminya dengan baik.
*****
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi dan Winda sudah selesai memasak untuk dirinya sendiri. Setelah selesai memasak, Winda segera sarapan lalu bersiap-siap. Hanya memerlukan waktu kurang lebih 30 menit untuk bersiap-siap. Tiba-tiba ponsel Winda berbunyi dan Joseph lah yang menghubunginya.
"Halo, ada apa?" Ucap Winda.
"Halo Winda, kamu udah siap kan? Kalau udah selesai siap-siap langsung ke sini ya. Saya tunggu."
"Ke sana? Sekarang?".
"Ya iyalah sekarang, masa besok."
"Tapi ini kan masih pagi."
"Iya saya tau kalau ini masih pagi, tapi kerjaan kamu di mulai pagi seperti ini."
"Pekerjaan apa yang dilakukan pagi-pagi kayak gini? Kamu ada-ada aja deh."
"Makanya kamu kesini dulu supaya kamu tau. Saya tunggu 30 menit, lebih dari itu kamu akan dapat hukuman dari saya. Bye Winda sayang."
Tut... Tut... Tut
"Huh dasar tukang perintah." Gerutu Winda.
Tanpa membuang waktu lagi, Winda segera mengambil tas dan kunci mobilnya. Lalu pergi ke rumah Joseph.
Untunglah ini masih pagi, jadi jalanan tidak macet. Winda sudah sampai di rumah Joseph. Ia memencet bel rumah itu, lalu tak lama kemudian pintu rumah itu terbuka. Dan di sana menampilkan seorang pelayan yang tersenyum ramah padanya.
Winda pun mengangguk.
"Silahkan masuk mbak, Pak Joseph sudah menunggu di ruang makan. Mari saya antar." Ucapnya.
"Iya." Ucap Winda dan mengikuti pelayan itu.
Winda mengagumi seluruh interior yang ada di rumah Joseph. Winda pun melihat Joseph yang sedang serius membaca koran. Dan sepertinya pria itu menyadari kehadiran Winda. Karena Joseph langsung melipat korannya dan melihat ke arah Winda.
"Tumben kamu cepat sampainya." Kata Joseph.
"Ya harus dong, karena saya nggak mau dapat hukuman dari kamu." Sahut Winda.
"Kenapa? Padahal hukumannya enak lo, pasti kamu bakal ketagihan deh."
"Terserah kamu lah, sekarang cepat kasih tau dari mana saya harus mulai kerjanya?" Ucap Winda tak sabaran.
"Pekerjaan kamu sekarang adalah menemani saya dan anak-anak sarapan. Dan kamu harus duduk di sebelah saya. Dan mulai sekarang kamu akan mulai kerja jadi jangan malas. Hitung-hitung supaya tambah dekat sama calon anak-anak." Kata Joseph.
__ADS_1
"Oh iya bi, tolong panggil anak-anak ya." Perintah Joseph.
"Baik, Pak." Sahut Bi Suri.
Setelah kepergian bi Suri, Winda pun ingin membalas ucapan Joseph, namun sudah terdengar suara langkah kaki terlebih dulu. Dan itu pasti langkah dari Varrel dan Arka.
"Loh, mommy. Mommy kok bisa ada di sini?" Tanya Arka terkejut saat melihat Winda ada di rumahnya.
"Hmm.."
"Mulai sekarang mommy Winda akan selalu ke sini, biasa pendekatan sama calon anak-anaknya katanya." Potong Joseph dengan santainya.
"Pendekatan?" Bingung Varrel.
"Iya, katanya dia mau tambah dekat sama kalian." Ujar Joseph.
Winda membulatkan matanya tak percaya, bisa-bisanya Joseph memutar balikan fakta. Padahal Joseph sendiri yang bilang seperti itu.
"Wah, bagus dong. Berarti Arka bakal ketemu sama mommy setiap hari, tapi kenapa nggak sekalian aja tinggal disini?" Kata Arka.
"Nggak bisa dong sayang, mommy sama daddy kamu kan belum menikah. Nggak enak juga sama tetangga." Jelas Winda pada Arka.
"Kamu kasih saya kode?" Tanya Joseph.
"Kode?"
"Iya, supaya saya menikahi kamu." Ujar Joseph.
"Enggak, enak saja. Tadi itu saya cuma ngejelasin ke Arka aja." Kata Winda.
"Ya udah mendingan sekarang kita sarapan." Ucap Joseph.
Arka dan Varrel langsung sarapan dengan lahapnya. Tak lupa juga meminum segelas susu yang sudah disiapkan.
"Mommy nggak sarapan?" Tanya Arka saat melihat Winda hanya diam saja.
"Enggak, tadi mommy udah sarapan."
"Tapi tetap aja sebaiknya tante Winda makan roti atau buah. Karena Varrel nggak bisa makan kalau melihat orang lain nggak makan." Kata Varrel.
"Tapi.."
"Varrel benar, kamu makan roti aja." Sahut Joseph.
__ADS_1
Winda hanya pasrah dan mengikuti perkataan Varrel dan Joseph.
Bersambung...