
Di singapur, lisa masih ragu-ragu untuk menghubungi fadly. Dia sendiri kesal kenapa sejak kepergiaanya, fadly tidak berusaha mencaritahu tentangnya. Dia semakin yakin kalau fadly belum benar-benar mencintainya. Lisa membanting hpnya sampai rusak karena kesal membayangkan tentang fadly yang masih menyukai vella. Sementara di tempat lain fadly sama sekali tidak memikirkan tentangnya. Fadly masih terbuai dengan perasaan cintanya terhadap vella yang kembali datang di hatinya.
Saat ini fadly sudah di butik dan duduk di kursi sofa yang sama dengan vella. Mereka membahas kontrak kerjasama. Vella ingin menggunakan jasa ekspedisi milik fadly. Dengan senang hati fadly menandatangi kontrak kerja itu. Fadly cukup senang, karena dengan ini dia bisa lebih sering bertemu vella. Mereka berdua berjabat tangan tanda jadi.
"Oh iya mas kok lisa jarang keliatan ya? Dia sehat-sehat aja kan?"
"Iya vell dia sehat kok. Lisa lagi di luar negeri sekarang ngurus kerjaan papanya." Jawab fadly berbohong.
"Maaf sebelumnya kalau lancang. Hubungan kalian baik-baik aja kan?"
"Hemm baik kok baik. Emangnya kenapa?"
"Gapapa mas nanya aja." Vella merasa sedikit aneh dengan mimik fadly saat menjawab pertanyaan tentang lisa.
Jam makan siang tiba, bima sudah sampai di butik istrinya. Dia melihat ada mobil fadly yang baru saja meninggalkan butik. Bima berfikir apa fadly benar-benar ingin mendekati istrinya lagi? Secepatnya bima keluar dari mobil dan masuk ke dalam butik untuk menemui istrinya.
"Eh sayang kamu udah sampek. Yuk aku juga udah siap pulang." Ucap vella sambil menenteng tasnya.
"Tunggu sayang, itu tadi fadly kesini?" Tanya bima
"Iya mas, eh tapi jangan salah paham dulu. Dia kesini aku yang minta. Emm aku ngadain kerjasama dengan jaya ekspedisi mas. Soalnya ekspedisi yang lama mutusin kontrak kerja. Sementara pesanan online butik lagi banyak mas. Gitu ceritanya." Jawab vella
"Oh gitu sayang, yaudah nggak papa. Yuk kalau gitu sayang. "
"Alin saya pulang dulu ya," Ucap vella pada karyawannya.
"Iya mbak, hati-hati di jalan."
🌷🌷🌷
Saat ini bima dan vella berada di sebuah restoran untuk makan siang.
"Mas kenapa nggak makan dirumah aja sih, kan pastinya anis sama bi inah udah masak. Mubadzir dong," Ucap vella
__ADS_1
"Tenang sayang, aku tadi udah telfon rumah kok ngasih tahu mereka untuk nggak usah nyiapin makan siang." Ucap bima
Mereka saling suap-suapan. Bima senang melihat istrinya mulai makan dengan lahap lagi. Mereka berdua terlihat romantis. Tapi sayangnya kiara datang membuat suasananya jadi berubah.
"Hai nggak nyangka ketemu kalian disini," Sapa kiara
"Mbak kiara, mbak kok ada disini juga?" Tanya vella yang kaget dengan kedatangan kiara.
"Ini kan tempat umum ya, jadi semua orang boleh dateng kesini. Bim kamu apa kabar? Oh iya aku tadi kirim makanan kesukaan kamu buat tanda terimakasih. Ya meskipun agak telat ya tapi kalau waktu itu nggak ada kamu pasti aku udah pingsan di tengah jalan." Ucap kiara
Bima merasa kiara ini sengaja ingin membuat vella cemburu. Tanpa menanggapi kiara, bima segera mengajak istrinya pergi dari sana.
"Emm. ehmm. Sayang kita pulang sekarang ya," Ajak bima pada vella
"Loh mas kan makanannya masih banyak kok tiba-tiba ngajak pulang sih,"
"Hei hei tenang sorry sorry kalau kedatanganku kesini ganggu kalian. Oke aku pergi kok aku juga udah ditunggu di dalem sana." Ucap kiara
"Selamat menikmati, by the way kamu masih suka tempat ini ternyata." Ucap kiara sambil mendaratkan elusan tangannya di pundak bima. Kemudian dia pergi.
"Sayang kamu kok jadi bengong sih, kamu cemburu ya sama kiara? Kamu jangan dengerin ya apa omongan dia tadi."
"Hemm enggak mas tenang aja. Kamu kan ya nggak nanggepin. Jadi tadi mas dikirimin makanan sama mbak kiara?"
"Iya tapi enggak aku makan kok. Aku kasih ke karyawanku makanannya. Maaf ya sayang aku nggak cerita sama kamu. " Jawab bima dengan jujur
"Iya nggak papa kok mas. "
🌷🌷🌷
Hari demi hari terlewati, Kiara masih tetap gencar mendekati bima lagi. Tapi pesonanya sudah tidak bisa lagi meluluhkan bima. Dalam hati bima hanya ada vella dan tak akan tergantikan.
Davin masih sering mendatangi rumah desi untuk mencari kiara. Tapi kiara sudah merasa malas menemuinya. Karena davin hanya menginginkan kepuasan yang tidak didapatkan dari sifa istrinya. Bersama davin kiara bak menjual diri, karena setelah dilayani davin selalu memberinya uang.
__ADS_1
"Sayang kok jadi cuek sih sama aku kenapa?" Tanya davin pada kiara.
"Udah deh vin aku capek berhubungan sama kamu. Aku itu udah kayak pe*acur pribadi kamu." Ucap kiara dengan kesal.
"Enggak gitu sayang, Kalau aku udah cerai sama sifa pasti aku langsung nikahin kamu." Rayu davin sambil merangkul pundak kiara. Namun langsung ditepis olehnya.
"Udah ah stop, sana pulang temui istri kamu. Kamu nggak perlu nikahin aku, karena yang aku cinta sekarang itu bukan kamu tapi bima." Ucap kiara dengan tegas.
"Dia kan udah punya istri sayang, buat kamu masih ngejar dia,"
"Apa bedanya ketika aku sama kamu gini vin? Aku sama-sama ngrebut suami orang juga kan. Udahlah keputusanku udah bulat." Ucap kiara
Davin pulang dengan suasana hati yang buruk. Bahkan dia mengacuhkan sifa yang menyapanya. Beruntung sifa ini selalu sabar menghadapi suaminya. Dia tak ingin memancing keributan. Suaminya memang berubah sikap, tapi dia sama sekali tak pernah berfikir untuk minta cerai.
"Mas kamu lagi ada masalah di kantor ya, ini aku bikinin teh susu kesukaan kamu. Siapa tahu bisa bikin lebih rilex." Ucap sifa, dia membawa secangkir teh susu kedalam kamar untuk davin. Tapi bukannya menerima, davin malah menampiknya hingga cangkirnya pecah membuat isinya tumpah mengotori lantai kamar.
Praaankkkk..pyarr.. Gelasnya pecah berkeping-kepig dan teh susu yang masih panas itu sebagian mengenai kaki sifa. Sifa meringis kesakitan terkena tumpahan itu. Tapi davin malah pergi keluar rumah lagi.
"Mas.. mas kamu mau kemana?" Teriak sifa ingin mengejar namun langkahnya terhenti karena dia menginjak pecahan gelas. Kakinya langsung berdarah.
"Yaampun sayang ada apa ini? Kaki kamu luka, sini sini mama bantu."
Sifa dibantu mamanya untuk menyingkir dari sana, dia didudukan di pinggir kasur.
"Bi... Bi ijah.. sini.." Teriak mama sifa
"Iya nyonya,"
"Tolong kamu ambilin kotak obat, trus bersihin ini ya," Ucap mama sifa
"Baik nyonya."
Sifa tak kuasa menitikkan air matanya. Rasa sakit di kakiknya tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Suaminya yang dulu sayang padanya kini benar-benar sudah berubah, entah karena apa.
__ADS_1
"Kenapa sih suami kamu itu? makin hari makin keterlaluan aja. Bundanya harus tau tentang ini." Ucap mama sifa dengan geram.