Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Part 26


__ADS_3

Happy Reading...


Winda sudah sampai di apartemennya dan ia segera mandi. Setelah itu Winda membuat makanan untuk ia makan malam yaitu cumi cabe hijau.


Setelah makan, Winda memilih untuk masuk ke kamarnya. Winda memandangi barang-barang yang Joseph berikan padanya tadi. Sebenarnya Winda sudah menolaknya, tapi seperti biasanya laki-laki itu akan memaksa Winda.


Winda pun membuka satu persatu paper bag itu, karena jujur ia juga penasaran dengan isinya.


Winda membulatkan matanya tak percaya saat melihat barang-barang pemberian dari Joseph. Mulai dari tas, perhiasan, dan juga sepatu. Barang-barang itu Winda juga menduganya pastilah sangat mahal. Bahkan mungkin Winda harus menabung terlebih dulu untuk membeli semua barang itu.


Winda tidak bisa menerima ini semua, ia harus mengembalikannya pada Joseph besok pagi.


.


.


.


Di club...


"Jadi gimana?" Tanya Rey tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.


"Gimana apanya sih?" Bingung Joseph.


"Ya gimana perkembangan hubungan lo sama Winda?"


"Nggak ada perkembangan sama sekali." Sahut Joseph.


"Kenapa?"


"Gue nggak tau, tapi yang pasti Winda itu susah banget buat didekati." Ujar Joseph.


"Gue jadi pengen ketemu langsung sama dia deh. Penasaran banget gue sama dia. Kalau di luar sana banyak perempuan yang bakal ngantri demi lo, tapi perempuan itu malah kebalikannya. Apa pesona lo itu udah berkurang kali ya?" Ucap Rey.


"Enak aja lo, pesona gue nggak akan berkurang sedikit pun." Kata Joseph dengan emosi.


"Santai bro."

__ADS_1


"Gue mau balik dulu, kasian anak-anak gue udah nungguin." Pamit Joseph.


"Nggak asik lo, baru juga jam segini udah pulang aja." Ujar Rey lalu meneguk minumannya.


Ya, saat ini Joseph dan Rey sedang berada di club langganan mereka.


"Terus gue disini harus temenin lo minum gitu?" Tanya Joseph.


Rey menganggukan kepalanya. "Kalau lo bosan duduk nunggu di sini, lo bisa habisin waktu sama perempuan yang ada disini."


Rey kembali meminum minumannya, begitupun dengan Joseph.


"Oh ya Jos, gue mau tanya satu hal sama lo deh. Dan lo harus jawab dengan jujur." Ujar Rey.


"Mau tanya apa sih?"


"Waktu terakhir kali kita kesini dan gue pamit ke toilet. Kok lo langsung hilang gitu aja? Bahkan Dilla juga nggak ada. Atau jangan-jangan lo sama dia melakukan itu ya." Kata Rey.


"Melakukan apa?" Tanya Joseph.


"Alah, nggak usah sok nggak tau deh lo. Gue yakin lo pasti ngerti maksud gue." Ujar Rey.


Rey mengembangkan senyumnya. "Gimana rasanya?"


"Ya nggak gimana-gimana." Kata Joseph.


"Masa sih? Tapi kalau di lihat dari penampilannya kayaknya dia hebat di ranjang deh." Ucap Rey.


"Lo benar, dia itu agresif banget di ranjang. Lo harus cobain." Ujar Joseph.


"Nggak deh. Gue pantang buat ngelakuin itu sama teman." Tolak Rey.


Joseph belum sempat membalas ucapan Rey, sudah terdengar terlebih dulu suara Dilla.


"Hai." Sapa Dilla.


"Hai." Sahut Joseph dan Rey.

__ADS_1


"Boleh ikut gabung nggak?" Tanya Dilla.


"Boleh." Ujar Rey.


Dilla duduk di kursi yang berada di samping Joseph.


Handphone milik Rey berbunyi dan ia segera mengangkatnya. Rey berbicara serius dengan lawan bicaranya yang ada di seberang sana. Setelah beberapa saat berbicara, akhirnya Rey memutuskan panggilannya.


"Gue harus balik sekarang." Kata Rey.


"Kok gitu?" Tanya Joseph.


"Biasa, ada urusan mendadak." Sahut Rey.


Rey segera pergi dari tempat itu tanpa menunggu sahutan dari Joseph ataupun Dilla. Suasana yang terjadi antara Joseph dan Dilla sangat hening.


"Kita ketemu lagi ya." Dilla mulai membuka suara.


"Iya." Sahut Joseph dengan singkat.


"Kamu sering kesini?" Tanya Dilla.


"Kadang-kadang, kalau lagi ada masalah."


"Oh." Ucap Dilla.


Dilla mendekatkan tubuhnya pada Joseph. Dan Joseph mulai risih saat ini. Ia laki-laki normal, jadi wajar jika ia mudah terpancing dengan Dilla. Apalagi melihat pakaian yang Dilla pakai sekarang. Sebuah dress mini berwarna gold yang memperlihatkan, sebagian pay*dara dan paha mu*usnya."


Sialnya lagi, tangan Dilla tidak diam begitu saja. Bahkan sekarang tangannya sudah berada di pa*a Joseph yang memancing ga*rah Joseph.


Dan ia berhasil, karena Joseph sudah tergoda olehnya.


Joseph memegang tangan Dilla. "Kamu nggak keberatan kalau kita olahraga malam ini?"


Dilla tersenyum. "Sama sekali nggak keberatan."


Joseph menuntun Dilla untuk ke lantai atas club itu. Dimana banyak kamar yang ada di sana untuk pasangan yang ingin menghabiskan malam di sana.

__ADS_1


Joseph yang sudah tidak tahan lagi langsung menerjang tubuh Dilla. Dan menghabiskan malam yang pa*as bersamanya.


Bersambung...


__ADS_2