Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 129


__ADS_3

Bima mengantar Vella pulang kerumah. Anak mereka belum bisa ikut pulang. Sementara Vella masih tinggal dirumah almarhum ayahnya. Bima juga memberikan penjagaan ketat disana sama seperti dirumah sakit untuk mencegah hal buruk terjadi. Demi keselamatan anak dan istrinya. Apalagi sekarang mereka punya musuh yang begitu licik, yaitu Kiara.


Bima kembali ke rumah sakit, disana sudah ada papanya. Bima juga sudah berkompromi dengan papanya untuk memberi mamanya pelajaran. Dokter masuk kedalam bertepatan setelah Bima sampai disana.


"Kebetulan ada keluarga bu Sarah disini, Saya ingin menyampaikan hasil lab dan rongsen bu Sarah. Bu Sarah harus segera melakukan kemoterapi untuk mencegah penyebarannya. Tapi ini beresiko karena dilihat dari hasilnya sudah menunjukkan stadium akhir." Ucap Dokter sambil menunjukkan hasil labnya.


"Mama.. mama yang kuat ya, dok lakukan aja apapun yang terbaik." Ucap Bima. Sementara Ferdi berakting menangis sedih.


"Iya, hormon bahagia bisa menjadi sumber kesembuhan untuk bu Sarah dan setidakmya membuat bu Sarah bertahan lebih lama." Ucap sang dokter


"Bima kamu dengar kan apa kata bu dokter, mama sepertinya nggak akan kuat untuk bertahan lama dengan keadaan seperti ini. Tapi ada satu yang bisa bikin mama bahagia. Kamu ceraikan Vella dan menikahlah dengan Kiara. Dengan begitu semangat hidup mama akan bertambah." Ucap Sarah


"Emm Aku fikirin dulu kalau itu mah," Ucap Bima, kemudian dia pergi meninggalkan ruangan.


"Bentar ya mah papa susul Bima dulu, Kali ini demi kesembuhan mama, papa akan bujuk Bima." Ucap Ferdi


Saat hanya tinggal berdua dengan Dokter, Sarah tertawa gembira karena rencananya ini berjalan dengan mulus. Bahkan suaminya saja sudah percaya kini.


"Terimakasih ya bu dokter, akting bu dokter benar-benar sempurna." Ucap Sarah


"Maaf bu saya tidak sedang berakting, ini memang hasil lab bu Sarah. Ibu mengidap kanker sungguhan. Ini benar-benar diluar dugaan saya, ternyata bu Sarah benar-benar sakit kanker darah." Ucap Dokter


"Apa?! Itu tidak mungkin dok, tidak!"


"Tapi memang itu kenyataannya, Saya sarankan ibu mulai mencukur rambut karena efek obat nanti rambut ibu akan rontok hingga habis. Yang sabar ya bu, saya permisi." Ucap Dokter meninggalkan Sarah sendirian.


Bima dan Ferdi cekikikan diluar karena melihat wajah syok Sarah itu. Mereka bertindak seperti ini agar Sarah bertaubat dan tidak lagi jahat dan bersikap semaunya sendiri.


...****************...


Kanza dan Weni kembali kerumah hari ini, mereka dijemput oleh Nino yang kembali dipekerjakan oleh Bima. Anis dan juga bi inah sudah kembali bekerja dirumah Bima meskipun rumah itu belum kembali ditempati oleh Bima dan Vella.

__ADS_1


"Akhirnya kita pulang juga ya mbak, udah nggak terpenjara di apartemen." Ucap Kanza


"Iya non, dan si firman preman itu akhirnya dipecat juga." Ucap Weni


"Tapi hp mbak Weni yang berisi bukti itu masih belum selesai dibenerin ya?" Tanya Kanza


"Bukti apa?" Sela seseorang saat itu


"Loh kakek Surya.. Kakek..." Kanza langsung memeluk kakeknya yang lama tidak pulang itu.


"Alhamdulillah tuan sehat, saya ikut khawatir karena tuan lama tidak ada kabar." Ucap Weni


"Iya saya memang ada sedikit insiden di luar negeri, ceritanya panjang. Oh ya kalian tadi ngomongin bukti apa?" Tanya Kakek Surya penasaran,


"Itu tuan waktu itu saya nggak sengaja dengar percakapan antara non Kiara sama bu Sarah. Non Kiara itu mengancam akan membongkar rahasia bu Sarah tentang tabrak lari yang membuat Ayah non Vella sampai meninggal. Bu Sarah yang sudah menyuruh orang untuk mencelakai non Vella dan ayahnya waktu itu tuan." Jawab Weni dengan jelas.


"Astaga Sarah, sekeji itu perbuatannya. Eh tapi kenapa Kiara sampai mengancam Sarah? Apa yang dia inginkan?" Tanya kakek Surya lagi, tapi kali ini Kanza yang menjawabnya.


"Kak Bima kecelakaan waktu itu kek setelah kak Vella minta cerai karena tahu rahasia yang kak Bima sembunyikan. Trus kak Bima amnesia deh, yang kak Bima ingat waktu sadar itu cuma kakak jahat itu."


Kakek Surya terdiam, dia tidak menyangka ada masalah sebesar ini saat dia tak ada. Vella sudah mengetahui semuanya, Kakek Surya jadi merasa takut Vella akan marah padanya. Kakek pun langsung bergegas ingin menemui Vella untuk meminta maaf.


"Kakek mau kemana?" Tanya Kanza


"Kakek harus menemui kakak kamu, hemm tapi dimana dia sekarang?"


"Aku ikut ya kek, kak Bima pasti ada dirumah kak Vella. Hari ini kak Vella baru pulang dari rumah sakit, siapa tau adek bayinya udah dibawa pulang." Ucap Kanza


"Cicitku sudah lahir?"


Kanza mengangguk mengiyakan, dengan semangat Kakek surya menuntun Kanza untuk segera menuju mobil. Kakek Surya sangat tidak sabar ingin melihat anak dari cucunya.

__ADS_1


...----------------...


Sampai dirumah Vella kakek Surya langsung mengutarakan permohonan maafnya. Dengan hati yang lapang Vella memaafkannya, sama seperti pesan ayahnya yang tidak boleh lagi membahas kejadian lama itu.


"Sudah ya kek kita lupakan saja kejadian itu, Lagipula mama sudah bersama ayah sekarang disana." Mendengar ucapan Vella ini kakek Surya langsung ingat tentang kesalahan yang dibuat oleh Sarah. Dia benar-benar tidak habis fikir bisa-bisanya Sarah melakukan hal yang sama seperti ibunya dulu. Membuat hilangnya nyawa seseorang. Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya. Sifat jahat Sarah ini turun dari ibunya.


"Vella mungkin dulu saya tidak bisa menghukum istri saya, karena dia baru mengaku sehari sebelum meninggal. Tapi kali ini saya tidak akan membiarkan anak saya bebas setelah menghilangkan nyawa orang. Sarah akan saya laporkan ke polisi atas tindakannya." Ucap Kakek Surya dengan tegas.


"Memangnya apa yang dilakukan mama kek?" Tanya Vella bingung, Dira dan Ardan yang juga ada disana pun merasakan hal yang sama.


"Mertua Vella bikin ulah apa lagi ya bang," Bisik Dira pada Suaminya namun Ardan hanya menggelengkan kepala dan mengisyaratkan Dora untuk diam dahulu.


"Kakek sangat malu mengakui dia sebagai anak, kelakuan dia itu sangat diluar batas. Dia sudah buat kamu dan keluarga terus sensara. Atas nama Sarah kakek minta maaf, Sarah yang sudah menyuruh orang untuk mencelakaimu hingga membuatmu ayahmu meninggal."


Mendengar itu Vella langsung meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka segitu kejamnya ibu mertua yang masih dia hormati itu. Dia sangat marah terhadap ibu mertuanya. Tapi dia ingat pesan Ayahnya, tidak boleh dendam dengan siapapun.


"Saya akan melaporkannya ke polisi dengan membawa bukti yang kuat dari video pengakuan yang di dapat oleh Weni." Ucap Kakek Surya, Vella tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tidak ingin mertuanya di penjara, tapi kali ini sudah sangat keterlaluan sampai membuatnya kehilangan sosok ayahnya. Akhirnya dia membiarkan kakek Surya melaporkan kasus itu ke polisi.


...****************...


Di rumah sakit, Sarah menangis tersedu-sedu. Dia merasa kena karma atas perbuatannya sendiri. Kiara berkali-kali menelfonnya tapi dia malas untuk menjawabnya. Tapi Kiara malah langsung datang menemuinya untuk menagih janji.


"Tante gimana? Ngapain sih pura-pura sakit gini kalau nggak ada keuntungannya. Kapan aku nikah sama Bima?"


"Stop Kiara stop! Kamu liat ini hasil lab saya. Saya yang awalnya hanya pura-pura ternyata malah sakit sungguhan. Saya sudah tidak mau lagi mikirin kamu, urus hidup kamu sendiri. Saya sudah stress dengan apa yang saya alami saat ini. Pergi kamu dari sini!" Ucap Sarah dengan nada tinggi.


"Oh oke kalau gitu aku akan sebarkan video ini biar tante dipenjara." Ancam Kiara


"Terserah kamu, saya tidak peduli. Saya memilih di penjara menebus kesalahan saya daripada harus mengidap sakit kanker seperti ini. Saya sudah banyak dosa dengan menantu saya, ini semua gara-gara kamu." Ucap Sarah yang mulai sadar atas kesalahannya selama ini. Ancaman Kiara sudah tidak mempan lagi.


"Pergi kamu dari sini pergi! Kamu itu cuma bawa sial buat saya. Saya udah nggak mau jadi orang jahat lagi, pergi!" Teriak Sarah mengusir Kiara. Kiara pun langsung keluar karena dia takut perawat datang dan mengiranya menyakiti Sarah.

__ADS_1


"Sialan! Tante Sarah pakek sakit beneran, dia jadi nggak bisa gue manfaatin. Mana pakek sok ngerasa bersalah sama si cewek miskin itu." Kiara mengomel sendiri saat keluar dari sana. Kemudian di sejenak terdiam terfikirkan sesuatu.


"Ya, gue harus jalanin rencana yang udah gue susun sendiri itu. Lihat aja Bima akan tetap jatuh ke pelukan gue." Gumamnya


__ADS_2