
Vella yang tengah hamil besar itu berlari keluar dari rumah sakit. Dirinya menjadi pusat perhatian semua orang yang dilewatinya.
"Vella tunggu, aku minta maaf." Fadly mengejarnya namun Vella malah mempercepat langkahnya membuat perutnya terasa kencang. Vella menahan rasa sakit di perutnya. Vella merasa sudah lelah, dia berhenti di jalan depan rumah sakit untuk menghentikan taksi.
"Vella tunggu aku bisa jelasin, Aku begini karena aku cinta sama kamu." Ucap Fadly dengan keras, Vella menatap diam kearah Fadly yang berjalan mendekat kearahnya.
"Aku memang egois, aku senang melihat kamu berpisah dari Bima. Kalau aku beritahu kamu tentang Bima yang amnesia pasti kamu tidak jadi cerai dengannya. Kesempatan untuk memilikimu akan hilang lagi."
"Maaf Vell, aku cinta sama kamu, perasaanku masih sama seperti dulu. Aku siap jadi ayah untuk anak kamu. Lupakan Bima yang membuatmu terus sakit hati seperti ini."
Vella menatap tidak percaya, bisanya orang yang dia anggap baik ternyata ada sesuatu juga dibaliknya.
"Hahaha, kamu sebut itu cinta? Itu cuma obsesimu mas, kamu itu cuma terobsesi untuk bersamaku. Itu bukan cinta! Ya kamu memang egois!" Hardik Vella dengan penuh amarah.
Tiba-tiba Lisa datang, dia sudah mendengar semuanya. Lisa baru saja menebus obat untuk papanya di apotik seberang rumah sakit itu, tidak sengaja dia melihat Vella yang berlarian dan dikejar oleh Fadly. Dia pun mendekat dan bersembunyi untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Awalnya aku pengen memperbaiki hubungan kita lagi. Tapi setelah melihat ini, ternyata aku nggak salah ambil keputusan untuk menyudahi hubungan sama kamu."
"Keji banget ya Fad, tega banget kamu ngelakuini ini sama sahabat aku. Dulu kan aku pernah bilang, biar hubungan kita aja yang hancur jangan hancurin hubungan orang lain. Tapi dasar kamu nggak punya hati." Ucap Lisa menghakimi Fadly yang hanya bisa diam menerima semua perkataan kasar dari Lisa ini. Lisa mengajak Vella ke mobilnya dan meninggalkan Fadly yang masih berdiri mematung merasa sangat bersalah.
"Astaga bodohnya aku. Vella benar, aku hanya terobsesi dengannya. Aku sudah menghancurkan perasaannya dan juga Lisa yang tulus mencintaiku." Ucap Fadly sambil meremas rambut dikepalanya.
Lisa meminggirkan mobilnya di suatu tempat, dia memeluk sahabatnya yang duduk di sebelahnya itu. Dia merasa tidak tega melihatnya terus menangis.
"Vell sudah jangan nangis, kasihan anak kamu loh," Ucapnya
Vella hanya mengangguk, Lisa melepaskan pelukannya dan memberikan tisu kepada Vella.
"Jadi Bima amnesia, tapi aku masih belum paham nih masalah kalian apa," Ucap Lisa
"Iya mas Bima amnesia. Dia lupa sama aku, yang dia ingat hanya mbak Kiara dan masa lalunya." Ucap Vella dengan sedikit sesenggukan.
"Itu yang bikin kalian mau cerai?"
__ADS_1
"Bukan lis, sebenarnya masalah utamanya bukan itu. Masalahku sama mas Bima berawal saat aku tahu ternyata almarhumah neneknya yang sudah membuat mamaku meninggal. Kebakaran pabrik 22 tahun itu, yang pernah aku ceritain ke kamu."
"Oh iya, kamu kan pernah bilang juga kalau ketemu pelakunya kamu akan membenci dia. Tapi kan Bima bukan pelaku utamanya, dia hanya cucunya." Ucap Lisa masih penasaran.
"Hmm jadi mas Bima itu udah tahu tentang semua itu, tapi dia enggak cerita sama aku. Bahkan dia sampai menyembunyikan buku diary mamaku yang berisi tentang cerita masalalunya dulu. Disana tertulis jelas mamaku itu diancam akan dibunuh oleh istri kakek Surya karena cemburu." Ucap Vella
Lisa mulai menelaah semua yang dikatakan oleh Vella.
"Jangan-jangan karena itu kamu berfikir kalau Bima menikah sama kamu karena ada hubungannya dengan itu?" Terka Lisa
"Iya, aku berfikir mas Bima cuma disuruh kakek untuk menebus semua kesalahan nenek sukma. Aku enggak mau dengerin penjelasan apapun dari suamiku. Aku sampai mengusir dia dari rumahku dan aku mengembalikan cincin pernikahan kita. Setelah itu dia kecelakaan, dan aku batu tahu setelah 6 hari dia dirawat di rumah sakit. Saat aku datang, mas Bima mengabaikanku. Dia malah terlihat mesra dengan mbak Kiara. Aku diusir oleh mbak Kiara. Dia berkata kalau mas Bima memang seperti yanga da dipikiranku. Dan mas Bima sudah kembali dengannya." Vella menceritakan semuanya sambil berlinang air mata.
"Itu terjadi dua minggu yang lalu, mas Bima sama sekali tidak mencariku. Jadi aku fikir bercerai adalah jalan yang tepat. Tapi anak dalam perutku berontak saat tiba di pengadilan. Aku yang kesakitan diantar ke rumah sakit oleh mas Fadly. Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, tapi aku enggak pernah punya perasaan apa-apa sama dia lis,"
"Iya Vell aku tahu kok, tenang aja aku nggak marah sama kamu." Ucap Lisa sambil memegang tangan Vella.
"Makasih ya lis,"
"Dirumah sakit aku tak sengaja melihat mas Bima, aku mengikutinya hingga aku tahu kalau ternyata mas Bima sedang amnesia. Mbak kiara memanfaatkan kondisi ini."
"Wanita penghibur itu berulah lagi! Dia juga pernah menjadi selingkuhan papaku Vell, Dia menguras semua harta papaku tapi untungnya aku ambil kembali semuanya." Ucap Lisa dengan geram.
"Kamu nggak boleh diem aja Vell, aku akan bantu kamu untuk mendapatkan kembali apa yang sudah menjadi milikmu."
...****************...
Kanza sangat murung di sekolah, dia memikirkan tentang kakaknya. Dia merasa mamanya sangat jahat telah menipu kakaknya saat amnesia seperti sekarang ini. Kanza sudah mengetahui Bima sedang amnesia dari Weni.
"Hei kanza kamu kok diem aja disini," Sapa Verrel
"Aku sedang memikirkan sesuatu kak," Ucap Kanza
"Apa? Kamu ada masalah ya,"
__ADS_1
"Kak Bima mengalami amnesia setelah kecelakaan. Mamaku dengan jahatnya memisahkan kak Vella yang sedang hamil dengan kak Bima. Malahan sekarang kak Bima mau menikah lagi sama mantan istrinya yang jahat itu."
"Hemm satu-satunya cara itu cuma buat ingatan kakak kamu balik sebelum semua itu terjadi." Ucap Verrel
"Masalahnya sekarang aku tinggal di apartemen kak, Mama sengaja jauhin aku dari kak Bima. Mama takut ingatan Kak Bima akan kembali kalau aku terus sebut nama kak Vella. Sekarang ini kak Bima dikuasai sama mama dan kakak jahat itu."
"Kenapa kamu nggak temuin kak Vella aja, biar dia datang kerumah temuin kak Bima."
"Nah itu kak Vella katanya marah sama kak Bima. Dan aku nggak bisa kesana kak. Sopir dari mama itu nyebelin."
Verrel memikirkan sesuatu, Akhirnya dia mempunyai ide yang cemerlang. Dia membisikkan ide itu kepada Kanza. Kanza langsung menyetujuinya. Bell berbunyi mereka masuk ke kelas masing-masing.
.
.
.
Kedua orangtua Kiara sangat senang karena rencana anak mereka itu berhasil.
"Semesta memang mendukungmu untuk kembali bersama Bima sayang," Ucap Ina
"Iya ma, nggak lama lagi aku akan menikah sama dia. Tante Sarah yang sombong itu juga udah nggak bisa berkutik karena aku udah pegang kartu Asnya. hahaha..."
"Tapi emangnya Bima udah cerai dari istrinya?" Tanya Haris
"Emm belum sih pah, wanita miskin itu emang lelet. Tapi aku pastiin mereka segera cerai karena tante Sarah sendiri yang akan mengurusnya. Dia benar-benar tunduk padaku."
"Kamu nikah siri dulu aja Kia, Dan segera hamil agar Bima tidak bisa berkutik saat ingatannya pulih." Ucap Haris yang sama liciknya dengan anaknya. Ya mungkin memang sudah keturunan.
Kiara tersenyum menyeringai, kenapa tidak terfikirkan ide briliant seperti itu.
"Ya, aku pasti akan hamil anaknya. Bima kamu nggak akan lepas dari aku."
__ADS_1