Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 51


__ADS_3

Lisa sedang sibuk mencatat dan mengecek bunga-bunga yang datang. Dia juga dibantu oleh dua karyawannya. Tiba-tiba vella datang mengagetkannya.


"Jlaaa.." Teriak vella sambil menepuk pundak lisa.


"Astaga.. vella hampir copot jantung gue. Kok bisa lo disini, dateng lewat mana?"


"Ya dari pintu masuk lah, elo sih sibuk banget sampek nggak sadar ada bidadari cantik dateng ke toko elo hahaha."


"Dih bidadari apaan, hahaha."


Lisa menyerahkan catatannya pada karyawannya, dia mengajak vella duduk. Lisa langsung bertanya tentang pendaftaran vella jadi tkw waktu itu. Vella menceritakan semua hal yang terjadi padanya. Lisa sangat bersyukur sahabatnya masih selamat. Setelah itu vella juga menceritakan kalau fadly sakit dan dia kemarin dimaki-maki lagi oleh mamanya.


"Dih amit-amit deh gue kalau punya ibu mertua kaya bu ira itu. Jangan sampek deh." Ucap lisa setelah mendengar semua cerita vella.


"Yah orang kan beda-beda lis, kalau elo nikahnya sama fadly ya otomatis bu ira jadi ibu mertua lo." Ucap vella


"Enggak lah gue kan carinya yang kaya oppa korea gitu uhh, Tapi kalau dilihat-lihat fadly agak keoppa-oppaan juga." Ucap lisa


"Ciee ada harapan nih, hahaha." Vella menertawakn lisa dan membuatnya jadi tersipu malu.


Lisa mengalihkan pembicaraan mereka, dia ingin menawari vella pekerjaan di tempatnya. Soalnya belakangan ini pesanan membludak membuatnya kewalahan.


"Lo mau nggak kerja disini, gue lagi butuh tambahan karyawan nih."


"Sorry lis gue baru aja diterima kerja. Ini tadi gue baru pulang interview. Jam kerjanya emang sore, tapi siang gue bantuin mbak dira bikin kue."


"Kerja dimana lo vell? Eh mbak dira sekarang pindah kesini lagi?"


Vella menjelaskan semuanya, tentang dira dan juga pekerjaannya. Setelah mengetahui vella bekerja dimana, Lisa malah meledekinya.


"Eh tunggu, perasaan disetiap kehidupan elo terselip mas bima ya. Jangan-jangan elo jodoh sama dia. Bima kan udah duda." Ucap lisa

__ADS_1


"Apaan sih, enggak mungkin lah. Gue sama mas bima? Ah ngaco lo. Dia orang kaya raya terpandang ya nggak cocok banget lah sama gue." Ucap vella


"Ya jodoh kan nggak ada yang tau. Gue aja berharap berjodoh sama oppa korea sekelas lee min ho hahaha." Ucap lisa menghayal


Vella meraupkan tangannya pada wajah lisa. Dia menyuruh sahabatnya itu berhenti bermimpi terlalu tinggi. Mereka pun tertawa bersama.


Setelah cukup lama berada disana, vella pamit pulang. Vella bilang kalau ada waktu senggang, dia akan mampir lagi. Begitu pula lisa kalau ada waktu akan main kerumah vella atau mengajaknya hangout berdua.


Jam setengah 1 siang vella sampai dirumah, dia melihat dira yang sangat sibuk membuat pesanan untuk hari ini. Vella langsung memberitahu kabar bahagia kalau dia diterima bekerja. Pak arman dan dira menyambutnya dengan bahagia.


"Sekarang dirumah kita ini nggak ada yang nganggur nih," Ucap vella


"Masih ada dong, tuh anak mbak." Ucap dira


"Kalau dia kan emang masih kecil mbak, ada ada aja." Ucap vella


"Iya alhamdulilah, semoga kehidupan kita semua selalu tenang dan bahagia seperti ini." Ucap pak arman.


"Hari pertama alhamdulilah banget ini vell, nih bagian buat kamu." Ucap dira sambil memberikan beberapa lembar uang


"Eh nggak usah mbak, Aku kan sekarang udah dapat kerja sendiri. Itu mbak simpen aja buat ditabung. Aku ikhlas kok bantuin." Ucap vella menolak uang pemberian dari dira.


Kemudian dira ganti memberikan uang itu kepada pak araman, tapi dia juga menolaknya. Pak arman bilang itu disimpan saja untuk kebutuhan nantinya. Dira pun menyimpan uang itu.


...----------------...


Fadly hari ini sudah boleh pulang kerumah, siska berniat menggandeng fadly karena melihat kondisinya yang masih sedikit lemas. Tapi fadly langsung menolaknya.


"Jangan pegang-pengang saya." Ucap fadly


"Loh loh kenapa? Siska ini calon istri kamu lo, dia kan mau ngasih perhatian sama kamu." Ucap bu ira memarahi fadly.

__ADS_1


"Udah nggak papa tante." Ucap siska sok merendah agar tetap terlihat baik dimata bu ira.


Fadly tidak memperdulikan itu, dia langsung berjalan duluan untuk pulang. Fadly juga memilih naik taksi, dia tidak mau semobil dengan siska. Bu ira yang melihat fadly masuk ke dalam taksi langsung berteriak memanggilinya.


"Udah tante biarin aja, kita ikuti dari belakang. Pastinya mas fadly kan pulang kerumah juga. Yuk tan." Ucap siska


Sebenarnya di dalam hati siska merasa sangat kesal dengan sikap fadly yang acuh padanya. Tapi dia harus tetap bersikap baik dan elegan, dia tidak boleh menunjukkan sikap jeleknya pada bu ira.


Sampai dirumah, fadly langsung masuk kedalam kamarnya. Bu ira dan siska menyusulnya kesana. Bu ira menyuruh siska menemani fadly, siapa tahu fadly membutuhkan bantuannya. Bu ira meninggalkan fadly dan siska di dalam kamar. Fadly duduk setengah berbaring di kasurnya. Siska duduk di kursi sebelah kasurnya. Siska mnecoba mengajak ngobrol fadly. Dia membahas masalah pernikahan mereka.


"Mas pernikahan kita kan udah dekat nih, tapi kita belum milih desain undangannya. Coba lihat bagus yang mana?" Siska menunjukkan beberapa contoh gambar desain undangan.


"Aku nggak tahu." Jawab fadly tanpa melihat gambar yang ditunjukkan siska


Kemudian siska membahas tentang gaun pernikahannya. Dia ingin mengajak fadly fitting baju pernikahan saat keadaan sudah benar-benar sehat. Fadly hanya diam saja tidak merespon apa-apa. Siska terus saja membahas persiapan pernikahan. Kali ini dia membahas isi seserahan.


"Mas, kita kapan beli seserahan? Aku mau satu set perhiasan, tas branded warna maroon, sepaket skincare aku. Aku pengen semuanya ada sekitar 25 kotak sesuai umur aku." Ucap siska


Fadly merasa risih dengan semua omongan siska. Menurutnya siska ini memang wanita yang sangat matre. Beda jauh dari vella. Bagaimanapun caranya fadly harus bisa menunjukkan sifat asli siska kepada mamanya.


"Eh lagi ngobrolin apa nih," Tanya bu ira yang masuk lagi kedalam kamar fadly lagi.


Siska ingin menjawab pertanyaan bu ira, tapi dia kalah cepat dari fadly.


"Bukan apa-apa, enggak penting kok mi." Jawab fadly


Siska langsung berubah ekspresi dia tidak menyangka fadly menganggap obrolannya itu tidak penting. Padahal dia sedang membahas tentang pernikahan. Tapi siska menutupi kekesalannya dengan memasang ekspresi tersenyum sumringah.


"Mi aku mau istirahat." Ucap fadly pada bu ira


Siska langsung berpamitan untuk pulang kerumah. Dia merasa kalau fadly ini sedang mengusirnya secara halus. Bu ira ingin mengantarkan siska ke depan, tapi fadly memanggilnya. Fadly ingin berbicara serius dengan mamanya.

__ADS_1


"Aku mau pernikahanku sama siska dibatalkan."


__ADS_2