Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 86


__ADS_3

Kiara dan om ramon sudah berada di dalam kamar. Kiara merasa sangat risih karena tangan om ramon menjelajahi seluruh tubuhnya. Saat hendak menciumnya kiara menghindar.


"Om kita kan baru sampai, minum dulu yuk sambil ngobrol." Ucap kiara dengan lembut, dia menuangkan minuman kedalam gelas dan memberikannya kepada om ramon.


"Terimakasih sayang," Ucap om ramon sambil menerima gelas.


"Om aku mau tanya boleh?" Tanya kiara


"Boleh dong sayang, jangankan nanya doang minta dibeliin apapun om kasih asal kamu mau nurut sama om." Jawab om ramon.


"Om ini duda apa masih punya istri?"


"Hmm kalau ada kamu gini maunya sih duda aja hehe. Saya punya istri tapi ya begitulah, udah tua penyakitan lagi. Udah nggak berselera."


Tiba-tiba om ramon mendekat dan memeluk kiara dari belakang. Dia mengendus aroma tubuh kiara yang wangi.


"Saya sangat merindukan sosok wanita seperti kamu. Ayok sayang..."


Om ramon mengangkat tubuh kiara dan menjatuhkannya ke kasur. Dia membuka pakaiannya sendiri kemudian mulai ingin menyergap kiara. Tapi sekali lagi kiara menghadangnya.


"Tunggu om.."


"Apalagi sayaang,"


"Om janji kan bakal turutin permintaan aku apa aja. Kalau aku minta mobil sama rumah gimana?"


"Hahaaha itu urusan kecil sayang. Besok langsung om belikan buat kamu. Tapi selesaikan dulu tugasmu malam ini." Jawab om ramon dengan senyuman penuh nafsu.


Mereka pun memulai aktivitasnya. Kini kiara sudah benar-benar dikuasai oleh om ramon dia pasrah dengan apa yang dilakukan oleh om ramon. Yang ada dipikirannya sekarang hanyalah uang. Om ramon membuang seluruh baju yang tadinya dikenakan oleh kiara. Dia memandangi kiara penuh dengan nafsu.


"Kalau si tua bangka ini nggak banyak duit, ogah gue nglayanin dia kaya gini." Batin kiara


Namun baru saja memulainya, terdengar suara ketukan pintu.


"Permisi, Layanan kamar." Teriak orang dari luar.


Om ramon langsung menghentikan aktivitasnya. Dia merasa sangat terganggu.


"Siapa sih, perasaan nggak pesan apa-apa. Duh ganggu aja!" Ucap om ramon emosi.


"Bentar ya sayang om lihat dulu siapa di depan,"


Kiara mengangguk, dia sedikit merasa lega saat om ramon pergi. Meskipun sudah berkali-kali melakukan hubungan intim, menurutnya kali ini rasanya berbeda. Karena dia melakukannya dengan orang yang tidak disukainya. Tidak saat seperti bersama davin dulu.


Gedoran pintu semakin keras karena om ramon cukup lama membuka pintunya. Saat terbuka om ramon langsung mencaci orang yang sudah mengganggunya itu.


"Hey, apasih ganggu aja! Saya nggak pesan layanan kamar." Bentak om ramon.

__ADS_1


Tiba-tiba muncul lisa dari belakang fadly dengan bertepuk tangan.


" Plok.. plok.. plok.. Hay papa, jadi aku ganggu ya?"


"Lisa... Kenapa kamu ada disini?" Om ramon sangat terkejut.


"Seharusnya lisa yang tanya kenapa papa ada disini!!?" Bentak lisa karena sudah sangat emosi, apalagi setelah melihat papanya hanya memakai lilitan handuk.


"Lisa! beraninya kamu bentak papa. Suka-suka papa dong mau dimana aja. Papa cuma pengen istirahat disini. Sudah kamu pulang sana."


Tapi lisa malah menerobos masuk kedalam. Disusul oleh om ramon yang panik. Lisa langsung melihat kiara yang berbaring diatas kasur tanpa busana. Spontan kiara langsung bersembunyi di balik selimut.


"Hey elo kan temannya si cewe miskin itu ngapain main masuk ke kamar orang, keluar!" Teriak kiara.


"Om usir cewe ini dong, kenapa dia bisa masuk seenaknya gini." Rengek kiara pada om ramon.


"Om kenapa diem aja sih, dia siapa? Suruh pergi dong dia ganggu privasi kita." Rengek kiara lagi.


Om ramon memaksa lisa untuk pergi tapi lisa tetap tidak mau. Fadly yang tadinya menunggu diluar akhirnya menyusul masuk kedalam. Dia takut lisa di apa-apakan oleh papanya. Benar saja lisa didorong oleh papanya karena emosi. Untung saja fadly sudah berada dibelakangnya memegangi lisa.


"Om jangan kasar dong, sama anak sendiri juga." Ucap fadly.


Kiara langsung terbelalak mendengar ucapan fadly. Tapi om ramon mengusir fadly dan lisa dari sana.


"Nggak usah dorong-dorong pa, aku bisa keluar sendiri. Bahkan sekarang aku jijik menyebutmu papa." Ucap lisa berlari keluar.


Om ramon kembali menutup pintu dan menguncinya. Ternyata kedatangan lisa kesana sama sekali tidak merubah niat om ramon. Dia tetap ingin melanjutkan malamnya bersama kiara. Sebelum itu dia meyakinkan, kalau kiara akan tetap aman dalam perlindungannya. Lisa tak akan berani macam-macam padanya. Mereka pun menghabiskan malam bersama.


Sementara lisa menangis tersedu-sedu selama perjalanan pulang. Tapi dia tak akan memberitahu mamanya dulu, karena saat ini mamanya tengah sakit dan sedang dalam proses pengobatan. Dia tak akan membiarkan mamanya stres.


🌷🌷🌷


Satu minggu kemudian.....


Sarah dan ferdy pulang kerumah setelah menyelesaikan bisnisnya di luar negeri. Kanza sangat senang orang tuanya pulang. Saat sarah datang, kanza berlari memeluk mamanya itu.


"Mama aku kangen bangett..." Namun baru memeluk sebentar sarah langsung melepaskannya dengan paksa. Dia beralasan capek ingin segera beristirahat.


"Peluk papa aja sini.." Ferdy sedikit menghibur kanza.


Kanza selalu berfikir kapan mamanya akan menyayanginya. Tapi dia masih bisa bersyukur setidaknya dia masih punya mama. Banyak diluar sana yang tidak mempunyai mama dari kecil.


"Hey ferdy ajak istrimu jenguk besanmu ke rumahnya." Ucap kakek surya


"Iya pah nanti aku ajak dia kesana." Jawab ferdy


"Nggak! Ogah, kerumah kumuh itu. Jiji banget, iuh." Sahut sarah

__ADS_1


"Pokoknya kalian harus kesana, kalau enggak jabatan kalian di kantor papa turunin jadi staff biasa." Gretak kakek surya.


Mendengar perkataan kakek surya mau tidak mau sarah harus menurutinya. Dia takut kalau sampai benar-benar diturunkan jabatannya.


"Mah pah aku ikut ya," Sahut kanza


"Iya terserah." Jawab sarah


Sore hari mereka berangkat kerumah pak arman. Sampai disana bu sarah kaget, karena rumah pak arman sekarang jauh lebih bagus daripada saat terakhir kali dia berkunjung.


"Waahh rumah pak arman jadi bagus banget," Ucap kanza


"Alah suasananya gaada yang berubah tetep kumuh juga." Ucap sarah dengan sinis.


"Udah yuk kita masuk." Ajak ferdy


Tokkk...*t*okkk....tokk..


Ckleekk.... "Eh pak ferdy, bu sarah, kanza. Masuk yuk masuk, Silahkan duduk." Sambut dira


Sarah lebih terkejut lagi saat masuk ke dalam rumah pak arman. Semua isi rumahnya benar-benar sudah ganti. Rumah itu menjadi sangat rapi bersih dan indah karena sudah direnovasi oleh bima.


"Barang-barang dirumah ini terlihat mahal, uang darimana mereka? Pasti ini ulah bima. Anak itu hambur-hamburin uang aja." Batin sarah kesal, dia tidak suka bima mengeluarkan uang untuk keluarga vella.


Kemudian pak arman datang bersalaman dengan ferdy dan sarah. Tapi sarah terlihat jijik menjabat tangab pak arman. Dia langsung mengelapnya dengan tisu setelah bersalaman.


"Emm gimana pak udah sehat?" Tanya ferdy


"Alhamdulilah pak ferdy, saya sudah sehat. Ya seperti yang anda lihat sekarang." Jawab pak arman.


"Iyalah nggak usah sakit- sakit lagi biaya rumah sakitnya mahal tau'. Yang ngebiayain ya tekor dong." Ucap bu sarah yang menyindir.


"Mah apaan sih," Bisik ferdy


Pak arman jadi merasa tidak enak setelah mendengar perkataan sarah. Dia berfikir sudah sangat menyusahkan keluarga bima.


"Oh iya rumah ini habis di renovasi? Jadi bagus ya, Pasti biayanya mahal juga." Ucap sarah lagi


"Iya bu, Vella dan bima yang merenovasi rumah ini." Jawab pak arman.


"Yang jelas uangnya dari anak saya kan, bisa-bisa abis tuh di hambur-hamburin kaya gini terus. Enak ya tinggal nikmatin." Ucap sarah


Sebelum ucapan bu sarah semakin keterlaluan, ferdy berpamitan pulang kepada pak arman. Namun saat berpamitan pulang omongan pedas sarah keluar lagi.


"Semoga cepat sehat, oh iya ini saya bawain buah. Tapi nggak tahu sih cocok apa enggak sama perut anda. Soalnya ini buah mahal. Nanti kaget sakit perut, jangan nyalahin saya ya, Eh tapi kan udah biasa ya makan makanan mahal dibeliin anak saya. Saya lupa. hahaha." Ucap sarah dengan pedasnya.


Secepatnya ferdy menarik istrinya itu untuk pulang. Sementara pak arman dan dira hanya mengelus dada mendengar semua perkataan sarah.

__ADS_1


__ADS_2