
Vella mengagumi seluruh sudut rumahnya itu. Dia tidak menyangka bisa kembali ke rumah lamanya lagi. Bima sudah menyuruh sopir barunya untuk menjemput keluarga vella. Dia memberikan alamat rumah pak arman kepada usman sopir barunya.
"Hey sayang kenapa kamu bengong aja?" Tanya bima sambil menepuk bahu vella
"Emm aku masih nggak nyangka aja bisa kembali kerumah ini mas," Jawab vella
Kemudian bima mengajak vella masuk kedalam kamar mereka di lantai atas. Kamarnya begitu indah. Vella sangat menyukai kamar itu. Tapi dia langsung teringat pada kedua orang tua kiara.
"Emm mas kira-kira orang tua mbak kiara sekarang tinggal dimana ya? Aku kok kasian banget sama mereka."
"Aku juga nggak tahu mereka dimana. Disaat susah kaya gini anaknya malah seneng-seneng sendiri." Ucap bima
"Loh mas bima tahu keberadaan mbak kiara? Apa mas masih kontekan sama dia?"
"Enggak, aku cuma nggak sengaja lihat di instagram dia foya-foya gitu." Jawab bima
"Mungkin mbak kiara belum tahu tentang apa yang terjadi sama orang tuanya mas."
"Masa iya gatau? Tapi yaudahlah sayang biarin aja mereka seperti itu kan karena ulahnya sendiri."
Kemudian vella berinisiatif membuat sesuatu sebelum keluarganya datang. Dia pergi ke dapur dan bertemu dengan dua asisten rumah tangganya. Vella berkenalan dengan mereka berdua. Mereka berdua bernama cici dan tuti. Usia mereka sekitar 30 tahunan. Kakek surya langsung memberi dua pembantu dirumah itu karena tidak mau vella kerepotan sendiri mengurus rumah.
"Non vella mau masak apa? Biar saya sama cici aja yang ngerjain." Ucap tuti
__ADS_1
"Saya pengen masak buat makan siang bersama." Ucap vella
"Biar kita aja yang masak, Non vella santai-santai aja." Ucap cici
Vella tetap memaksa ingin membantu, cici dan tuti melarangnya. Mereka sudah diberi pesan oleh kakek surya untuk tidak membuat vella mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi, vella tetap memaksa untuk ikut masak disana, akhirnya cici dan tuti tak bisa melarangnya lagi. Mereka memasak bersama, bahkan selesai memasak vella sendiri yang langsung mencuci semua peralatan masaknya. Dia tak membiarkan kedua pembantunya kelelahan sendiri. Tuti sudah menawarkan diri untuk menggantikannya mencuci peralatan itu, tapi vella berkata kalau ini merupakan pekerjaan biasa yang masih bisa dia kerjakan sendiri.
"Bu vella semua makanannya sudah saya hidangkan di meja makan." Ucap cici
"Oh iya terimakasih ya, nanti kalau kalian mau ikut makan siang bareng nggakpapa loh," Ucap vella
"Ah enggak bu, kita makan disini aja." Ucap tuti
Terdengar suara bima memanggil vella memberitahu kalau ayahnya sudah tiba. Vella langsung bergegas menghampirinya. Dia belum selesai mencuci, dia meminta tolong pada tuti dan cici untuk meneruskannya.
"Iya ci awalnya gue juga mikir gitu, secara dari pengalaman gue jadi art semua majikan cewek kalau isri dari orang kaya pasti gamau berbaur sama kita-kita gini. Kita beruntung deh dapet bu vella yang ramah, baik, kalem gitu."
"Iya pantes aja tuan surya demen banget ya cucunya punya istri bu vella. Sampek ngasih segalanya gini,"
Vella menyambut kehadiran ayah dan kakak beserta suami dan anaknya. Dia langsung memeluk erat ayahnya. Padahal baru berpisah semalam saja rasanya seperti tidak bertemu satu tahun. Kemudian vella langsung mengajak mereka semua ke ruang makan. Karena sudah waktunya makan siang.
Ardan dan dira sangat mengagumi kemewahan rumah itu. Sementara pak arman terus melohat ke seluruh sudut rumah itu sambil berjalan menuju ruang makan. Dia masih bisa merasakan kehadiran istrinya dirumah itu, meskipun sudah 22 tahun berlalu. Mereka semua duduk di meja makan. Raut wajah mereka semua terlihat begitu bahagia. Selesai makan bersama, bima mengajak mereka untuk bersantai di ruang keluarga. Naya berlarian kesana kemari. Dira sangat was-was anaknya akan menyenggol barang disana dan membuatnya rusak, karena isi rumah itu terlihat sangat mahal-mahal.
"Naya naya sayang, jangan lari-larian gitu nanti nyenggol vas bunga atau barang lainnya dimarahin om bima loh,"
__ADS_1
"Udah mbak dir, nggak papa kok. Dia kelihatan seneng gitu main-main disini. Mbak dira santai disini aja naya biar dijagain tuti." Ucap bima
Bima memanggil salah satu pembantunya untuk menemani naya bermain. Dia bilang untuk memastikan agar naya aman saat bermain di dalam rumah ini. Tuti melakukan perintah bima itu.
Tiba-tiba saja air mata pak arman menetes saat duduk terdiam memandangi seisi rumah. Vella langsung merangkul ayahnya dan bertanya kenapa. Pak arman menangis bukan karena sedih, tapi dia merasa senang karena bisa kembali kerumah ini. Dimana banyak sekali kenangan bersama ibu vella. Meskipun bangunanya sudah banyak berubah tapi menurut pak arman suasananya masih tetap sama seperti dulu.
Pak arman teringat kembali saat memutuskan menikah dengan rosalin. Saat itu usia mereka berdua masih 17 tahun dan sama-sama belum mempunyai apa-apa. Hanya berbekal mesin jahit peninggalan ayah pak arman, akhirnya mereka merintis usaha. Sampai pada usia 20 tahun pak arman mempunyai konveksi kecil-kecilan dan mulai merenovasi rumahnya. Bertambah tahun semakin banyak langganan mereka. Akhirnya pak arman memperbesar konveksinya menjadi pabrik. Saat berusia 24 tahun rosalin mengandung vella. Meskipun tengah hamil besar dia tetap pergi ke pasar untuk mengecek stok di toko-toko yang biasa mengambil baju dari konveksinya. Sampai-sampai dia hampir melahirkan di pasar. Tapi beruntung ada orang baik yang mengantarnya ke rumah sakit. Dia adalah kakek surya. Tapi kakek surya tengah buru-buru saat itu jadi dia tidak menunggu sampai pak arman datang. Setelah rosalin melahirkan, pak arman yang menggantikannya untuk pergi ke pasar. Tapi dia tidak pernah bertemu dengan orang baik yang dimaksud istrinya itu. Orang pasar juga tidak ada yang tahu siapa orang yang dimaksud oleh pak arman.
Pak arman teringat ketika vella lahir rumah ini dipenuhi banyak karyawan dan kerabatnya yang turut berbahagia. Suara tangisan bayi vella menghiasi rumah setiap hari.
"Kalau begitu ayah tinggal disini ya?" Ajak vella
"Tidak nak, ayah tidak bisa tinggal disini." Jawab pak arman
"Kenapa ayah?"
"Kamu sekarang sudah berumah tangga sekarang, dengan melihat kamu bisa kembali menempati rumah ini aja ayah udah seneng."
"Tapi mas bima setuju kok kalau ayah tinggal disini, iya kan mas?"
"Iya yah, nggak ada yang keberatan kok. Kalau mbak dira sama mas ardan mau tinggal disini juga nggak papa loh," Ucap bima
Tapi pak arman tetap menolaknya, dia berkata sudah nyaman tinggal di rumahnya sekarang. Sebenarnya dia tidak ingin mengganggu rumah tangga anaknya. Dia sudah sangat senang melihat vella bahagia seperti sekarang. Pak arman berjanji meskipun tidak tinggal bersama dia akan tetap sering datang.
__ADS_1