Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 63


__ADS_3

Bima kembali lagi ke kantor setelah lama bertugas di kalimantan. Siska yang melihat kedatangannya langsung sibuk membenarkan make upnya.


"Selamat siang pak bima." Sapa siska dengan centilnya


"Iya siang." Jawab bima menoleh sebentar dengan tetap berjalan menuju ruangannya.


Begitu saja siska sudah merasa senang. Dia sudah merencanakan sesuatu untuk mendekati bima. Setelah selesai mengepel, siska pergi ke dapur dan bertemu ob baru yang sedang membawa nampan berisi segelas minuman.


"Buat siapa tuh?" Tanya siska


"Buat pak bima." Jawab nita


"Eh biar gue aja yang anter, lo bersihin kaca sana."


Siska berani menyuruh karena dia merasa lebih senior. Nita pun menuruti kemauan siska. Sebelum mengantar ke ruangan bima, siska membenarkan make up nya. Dia juga sengaja membuka kancing bajunya lebih kebawah dan menaikkan roknya. Sebenarnya seragam ob bersetelan celana tapi siska seenaknya sendiri memakai rok pendek.


Tokk...tokk..tokk Cegrrekk..


"Permisi pak ini mau antar minuman," Ucap siska yang sudah berdiri di depan pintu.


"Iya silahkan masuk." Jawab bima


Bima tengah sibuk memeriksa beberapa laporan hasil pekerjaan karyawannya. Siska menaruh gelas ke meja bima dengan menunduk agar bima melihat belahan dadanya. Dia juga bersikap gemulai untuk menarik bima. Tapi bima tetap fokus dengan pekerjaannya, dia sama sekali tidak melirik kearah siska. Kemudian dengan lancangnya siska melangkah ke belakang bima dan memegang pundaknya.


"Pak, bapak pasti capek ya tegang gitu, aku bantu lemesin ya?" Bisik siska


Bima langsung terbangun dari kursinya, dia sangat marah dengan sikap siska yang tidak sopan itu.


"Lancang ya kamu sentuh-sentuh saya. Kalau masih mau bekerja disini, kerja yang profesional. Dan 1 lagi, tolong berpakaian yang sopan. Jangan sampai mencoreng nama baik perusahaan dengan adanya kasus skandal karena pakaian kamu yang seperti itu. Keluar dari ruangan saya!" Ucap bima dengan tegas


Siska keluar dengan wajah cemberut. Ternyata bima susah sekali untuk digoda. Tapi dia tidak menyerah, karena menurutnya bima itu harta karun untuknya.


🌷🌷🌷


Vella sedang telfonan dengan lisa, dia menceritakan semua yang terjadi hari ini. Lisa sangat senang mendengar kabar bahagia itu. Dia juga berkata kalau tebakannya selama ini terjadi. Akhirnya vella benar-benar berjodoh dengan bima. Lisa juga bercerita kalau semalam dia beri cincin oleh gandi. Minggu depan rencananya gandi akan membawa orang tuanya datang kerumah lisa. Vella mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu. Kemudian lisa menutup telfonnya karena dia akan pergi ke tempat suplaiyer toko bunganya.


"Akhirnya vella menemukan jodohnya juga, nggak nyangka banget kalau dia beneran berjodoh sama mas bima. Oh iya aku telfon gandi dulu katanya dia mau antar aku," Ucap lisa


Dia menelfon pacarnya, tapi tidak ada jawaban. Lisa mengulanginya sampai berkali-kali tapi masih tetap tidak dijawab juga. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi sendiri.


Jam 1 siang dia sampai kesana, Dia langsung memesan beberapa bunga yang sedang dibutuhkan di tokonya.

__ADS_1


"Jadi di kirim besok ya pak?" Tanya lisa


"Iya mbak lisa, besok sekitar jam 9 pagi karyawan saya yang akan antar seperti biasanya."


"Oke, saya sudah transfer ya. Kalau gitu saya permisi dulu terimakasih."


Lisa meninggalkan tempat, dia berfikir mampir ke supermarket dulu sebelum pulang kerumah. Lisa melihat hpnya, gandi belum juga menghubunginya. Dia mencoba menelfonnya lagi tapi masih sama, belum dijawab juga. Lisa berfikir mungkin gandi sedang meeting dengan kliennya. Dia pun melajukan mobilnya menuju supermarket.


Sampai disana lisa berkeliling mencari semua kebutuhannya. Setelah selesai dia langsung membayarnya ke kasir. Setelah berbelanja dia mampir ke foodcourt untuk membeli es kopi. Sudah mendapatkan es kopinya, lisa berencana langsung pulang. Tapi tak sengaja dia melihat sosok mirip sekali dengan gandi.


"Itu gandi? Tapi cewek itu siapa?"


Lisa mengikuti kemana gandi pergi. Gandi tengah bersama desi (sahabat kiara), mereka berjalan berdua dengan mesranya. Lisa mengikuti mereka dari belakang.


"Ya nggak salah lagi itu gandi, berani-beraninya dia selingkuhin gue." Ucap lisa marah.


Gandi menemani desi memilih-milih baju disana. Lisa terus memperhatikan mereka.


"Sayang kamu masih pacaran sama lisa?" Tanya desi


"Iya sayang, ini semua kan demi kamu." Jawab gandi


"Kapan kamu putusin dia, aku tuh nggak mau diduain terus. Kamu juga kalau nggak ketahuan sama aku pasti nggk mau jujur kalau kamu selingkuh sama dia dibelakang aku." Ucap desi


Lisa mendengar semua percakapan gandi dan desi. Dia sangat sakit hati. Lisa berjalan cepat menuju parkiran mobil sambil menahan tangisnya. Sampai di dekat mobilnya dia sudah tidak mampu membendung air matanya. Dia sudah menaruh harapan besar pada gandi. Dia juga sudah benar-benar mencintai gandi dengan tulus. Tapi ini kenyataannya, sangat pahit bagi lisa. Dia juga terlanjur bilang pada keluarganya tentang gandi yang akan melamarnya. Parahnya lisa sudah meminjamkan uang 50 juta untuk gandi yang katanya untuk bisnis. Lisa terkulai lemas berpegangan pada mobilnya.


"Loh kamu lisa kan? Kamu nggak papa?" Sapa fadly


Kebetulan sekali fadly juga berbelanja disana. Dia parkir tepat di sebelah mobil lisa. Dia memasukkan belanjaanya ke mobil.


"Lis kamu kenapa?" Tanya fadly lagi, kali ini dia mendekat pada lisa.


Lisa malah menangis sejadi-jadinya. Fadly yang merasa tak tega langsung memeluknya membiarkan lisa bersandar padanya.


"Yaudah kalau belum bisa cerita, kamu nangis aja keluarin semuanya." Ucap fadly


Setelah cukup lama menangis dalam pelukan fadly, lisa akhirnya merasa cukup lega.


"Aa maaf ya aku bikin kemeja kamu basah." Ucap lisa sambil mengusap air matanya.


Fadly memberinya sapu tangan untuk menghapus air matanya.

__ADS_1


"Enggak papa kok, oh iya kamu baru belanja mau pulang?" Tanya fadly


Lisa mengangguk sambil mengusap air matanya dengan sapu tangan yang diberikan oleh fadly.


"Aku antar pulang aja ya, kayanya kondisi kamu kaya gini nggak bagus kalau nyetir sendiri. Nanti aku suruh supir aku buat ambil mobil kamu."


"Emm makasih ya,"


Fadly membantu lisa memasukkan belanjaannya ke dalam mobil. Dalam perjalanan lisa masih saja meneteskan air matanya. Fadly menghentikan laju mobilnya.


"Kenapa berhenti disini?" Tanya lisa


"Udah ikut aku aja yuk,"


Fadly mengajak lisa ke sebuah sungai. Dia ingin lisa melepaskan semua beban pikirannya disana.


"Kamu teriak sekuat-kuatnya disini luapin semua amarah kamu." Ucap fadly


Lisa pun berteriak sekecang-kencangnya, dia berkata kalau gandi itu jahat cowok matre bre**sek. Setelah merasa puas lisa kembali berterimakasih pada fadly.


"Makasih ya udah bantu aku nenangin diri." Ucap lisa


"Sama-sama,"


Fadly pun mengajak lisa pulang. Di dalam mobil akhirnya lisa mau menceritakan semua yang terjadi padanya.


"Kamu nggak perlu nangisin pria kaya gitu, Sayang banget air mata kamu terbuang cuma buat dia. Kalau masalah uang yang dia pinjem aku bisa bantu laporin ke polisi." Ucap fadly


"Emm makasih ya, ternyata bener kata vella kamu orang baik."


Fadly hanya tersenyum, saat ini dia seperti sudah biasa mendengar nama vella. Fadly sudah move on darinya.


Akhirnya mereka sampai tepat di depan rumah lisa.


"Sekali lagi makasih ya," Ucap lisa


"Iya sama-sama, oh iya inget jangan nangis lagi ya. Masih banyak kok pria yang lebih baik diluar sana yang pantas buat kamu." Ucap fadly.


Lisa mengangguk dan tersenyum. Setelah dia turun fadly langsung melajukan mobilnya.


"Ya ampun fadly sweet banget sih. Nggak kaya si gandi jahat! Gue putusin dia sekarang juga."

__ADS_1


Lisa mengirim pesan kepada gandi, mulai sekarang mereka sudah putus hubungan.


__ADS_2