Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 101


__ADS_3

Tokk tokk... Tokk tokk..


Davin benar-benar mendatangi alamat yang diberikan oleh kiara tadi. Dia berdiri cukup lama di depan pintu. Tak ada sautan dari dalam rumah itu. Disana memang terlihat sangat sepi. Dalam pikirannya apa mungkin kiara memberikan alamat palsu? Ingin menelfon tapi nomor hp kiara sudah bukan yang dulu lagi. Davin memutuskan untuk menunggu saja, siapa tahu kiara sedang keluar.


Sampai larut malam, tidak terlihat kemunculan kiara disana. Davin mulai jenuh menunggu disana. Tapi dia juga malas untuk kembali kerumah sakit. Kalau pulang dia pasti akan bertemu papa mertuanya nanti. Davin memutuskan ingin menginap di hotel tapi baru saja ingin melajukan mobilnya, ada mobil yang datang. Dia pun mengurungkan niatnya untuk pergi.


"Beb bangun kita udah sampai dirumah." Ucap desi di dalam mobil membangunkan kiara yang mabuk berat.


"Haaa apaa sayang, aku juga cinta kamu sayang. Hahaaha." Ucap kiara ngelantur.


Kiara sangat mabuk berat, dia terus terbayang-bayang bima ada di dekatnya. Desi bingung harus membopong kiara ke dalam. Tapi kiara sudah sangat lemas hanya bisa mengoceh saja dari tadi.


"Duh kiara, lo kenapa sih harus minum banyak banget tadi. Gue nggak kuat gendong elo," Ucap desi yang sudah keluar mobil duluan.


"Hey kiara kenapa?" Tanya davin menghampiri


"Dia mabuk berat, duh untung ada lo disini bantuin bawa masuk dong. Eh lo kan davin yang udah ninggalin sahabat gue ini nikah sama cewe lain? Ngapain lo kesini?"


"Jelasinnya nanti aja, Gue bantu bawa kiara ke dalem dulu."


Davin menggendong kiara masuk ke dalam rumah. Kiara terus meracau tak karuan. Dia tersenyum senang melihat kearah davin. Dalam pandangannya yang menggendongnya saat ini adalah bima.


"Bawa langsung ke kamarnya aja, itu kamar kiara." Ucap desi sambil menunjuk kearah kamar kiara. Kemudian desi mengunci pintu dan masuk ke kamarnya sendiri. Dia sudah capek dan tidak peduli tentang davin dan kiara.


Davin membaringkan kiara di kasur, melepaskan sepatu hak tingginya juga dan menyelimutinya. Setelah itu davin berniat untuk pergi. Dengan keadaan kiara yang seperti ini tidak mungkin bisa diajak mengobrol.


"Kamu istirahat ya, besok aku kesini lagi." Ucap davin sambil mengelus kening kiara.


Tapi saat akan pergi kiara menarik tangan davin.


"Jangan pergi, kamu disini aja temenin aku. Aku cinta sama kamu. Aku nggak mau pisah sama kamu lagi. Maafin aku sayang. Aku cinta kamu." Ucap kiara yang masih dalam pengaruh alkohol. Dia masih menganggap davin ini adalah bima. Mendengar itu hati davin langsung berbunga-bunga. Dengan senang hati dia menemani kiara disana. Tapi davin ingat, kiara ini masih dalam pengaruh alkohol. Jadi mungkin bisa saja kiara hanya sembarangan berbicara. Davin melepaskan pegangan tangan kiara. Tapi dia masih tetap berdiri disana tidak pergi. Dia menunggu sampai kiara tertidur.


Namun bukannya tertidur, kiara malah bangun dan hendak turun dari kasurnya. Yang membuat davin kaget, kiara melepaskan seluruh pakaian didepannya. Davin menelan ludahnya melihat pemandangan yang ada didepan matanya saat ini.


Kiara mengulurkan tangan mengajak davin untuk mendekat padanya. Davin yang sudah terbius pesona keindahan tubuh kiara langsung melangkah maju. Apalagi dia sudah lama tidak terpuaskan hasratnya karena sifa sakit-sakitan. Davin menaruh hpnya di meja, setelah itu tanpa pikir panjang dia menghampiri kiara bak serigala yang sedang kelaparan. Malam ini kiara memberikan kenikmatan yang sudah lama tidak davin dapatkan dari istrinya.


Hpnya berbunyi berkali-kali tapi davin sama sekali tidak memperdulikannya. Dia benar-benar larut dalam kenikmatan bersama kiara. Sementara sifa sedang bingung memikirkan dimana keberadaan suaminya saat ini. Perasaan sifa jadi tak karuan. Dia takut kalau davin selingkuh. Karena sikapnya sudah berubah belakangan ini.

__ADS_1


🌷🌷🌷


Hujan gerimis menyelimuti pagi ini, kiara masih terlelap dipelukan davin. Mereka berdua terbangun karena desi yang nyelonong masuk ke kamar kiara. Desi terkejut melihat kiara tidur dengan davin. Apalagi pakaian mereka berdua berserakan dilantai.


"Bebb.. Lo kok belum bangun sih masih pusing ya?.. Ohoo.. Upss kalian?!"


"Apa sih des, lagi enak juga gue masih ngantuk keluar deh." Ucap kiara yang belum sadar dia tidur memeluk davin.


"Sorry sorry oke gue keluar. Have fun deh." Ucap desi


Kiara mempererat pelukannya pada davin. Sampai dia mulai sadar kalau yang dia peluk bukan guling melainkan badan kekar seorang pria. Kiara membuka matanya dan langsung terkejut. Dia menjauh melepaskan pelukannya.


"Davin kamu kok bisa disini?"


"Emm selamat pagi sayang, emm udah pagi aja." Ucap davin yang masih sangat mengantuk karena semalaman dia bekerja keras meraih kenikmatan.


"Davin jawab aku, kenapa kamu bisa disini? Terus kita habis ngapain?"


Davin kembali menarik kiara mendekat padanya, dan mendekapnya erat. Kiara tak bisa melepaskan diri.


"Hah sial! Gue mabuk semalem, yang gue lihat sosok bima itu ternyata davin. Jangan sampek gue hamil lagi sama dia." Batin kiara kesal.


🌷🌷🌷


Hari ini lisa meeting di perusahaan argantara group. Sekarang dia benar-benar menjadi wanita karir yang super sibuk. Lisa harus mengurus perusahaan dan juga toko bunganya. Kedua orang tuanya sekarang sama-sama dalam perawatan medis. Jadi dia harus berjuang sendiri mengurus bisnis keluarganya.


Lisa berencana selesai meeting nanti dia ingin mengajak fadly makan siang bersama. Menurutnya bertemu dengan sang kekasih adalah penambah energi untuk melanjutkan aktivitasnya. Apalagi pekerjaan kantor selalu membuatnya pusing. Dengan bertemu fadly suasana hatinya akan tenang dan pusing pun hilang.


Lisa sempat melihat siska di lobby kantor argantara group. Tapi untungnya siska tidak menganggunya, karena dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Kemungkinan siska tidak melihat ke datangannya. Lisa masuk ke dalam lift, saat itu baru siska melihatnya.


"Itu kan si cewe rese' yang ngrebut ayang gue. Ngapain dia disini? Ikutin ah, siapa tahu gue bisa kerjain dia." Ucap siska


Siska meninggalkan pekerjaannya begitu saja demi mengikuti lisa sampai ke ruang meeting. Siska mengintip ke dalam ruangan itu. Dia sedang menyusun rencana untuk mengerjai lisa. Ide jahat pun muncul di pikirannya. Siska berniat memasukkan obat pencahar ke minuman lisa. Tapi niat jahatnya itu gagal terlaksana, karena kepala ob sudah berdiri tepat dibelakangnya saat ini.


"Siska ternyata kamu disini. Ngapain kamu?!"


"Emm anu pak.. Emm.." Siska mendadak gaguk.

__ADS_1


"Ngepel lobby belum selesai main pergi aja, kalau ada karyawan jatuh gimana itu. Atau pak surya lewat bisa fatal." Bentak kepala ob.


"Maaf pak maaf, saya balik kesana sekarang." Ucap siska


"Nggak usah, udah dikerjain yang lain."


"Syukurlah kalau gitu pak." Ucap siska merasa senang jadi pekerjaannya sudah selesai nggak usah capek capek. Dia pun berniat pergi begitu saja meninggalkan kepala obnya.


"Hey mau kemana? Enak aja pergi, kamu saya hukum!" Tegas kepala ob.


Siska dihukum membersihkan gudang lama yang berisi berkas-berkas lama dan barang kantor yang sudah tidak terpakai. Sangat banyak debu disana. Bahkan tikus berwara-wiri disana. Tapi mau tidak mau siska harus menjalani hukumannya itu.


Hampir 2 jam siska membersihkan gudang itu sendirian. Tapi belum banyak perubahan, karena dia jijik memegang barang disana. Siska juga lebih sering berteriak daripada bersih-bersihnya karena di setiap sudut selalu menemukan tikus.


"Hah gue udah nggak tahan. Sampek kapanpun nggak akan bersih lah ini gudang." Ucap siska sambil terduduk di lantai. Dia merasa engap dan capek.


Kepala ob datang lagi, siska langsung berpura-pura bersih-bersih lagi. Kali ini kepala ob datang bersama billy. Billy beralasan disuruh atasannya mencari berkas lama di gudang itu. Padahal dia ingin berduaan dengan siska disana. Kepala ob meninggalkan billy dan siska berdua.


Siska makin merasa risih satu ruangan bersama orang yang dia tidak sukai. Apalagi billy terus mencari kesempatan untuk mendekat padanya. Siska ingin marah tapi takut kepala ob akan menambah hukumannya kalau billy mengadu yang tidak-tidak.


"Udah jam 11 nih, gue rasa udah cukup hukuman gue. Gue nggak kuat." Ucap siska


"Kenapa sih buru-buru kan enak berduaan gini sis,"


"Enak nenek moyang lo, gue capek. Serah deh kalau lo mau disini biar di cekek hantu penunggu gudang ini hihi." Siska menakut-nakuti billy dan pergi duluan keluar gudang.


Bulu kuduk billy merinding dia secepatnya juga berlari keluar gudang itu. Dasarnya billy penakut.


🌷🌷🌷


Siska belum bisa beristirahat, dia disuruh pergi memesan karangan bunga untuk keperluan perusahaan. Dengan berat hati siska pergi dengan motornya menuju toko bunga langganan kantor. Tapi bukan di tempat lisa.


Sampai disana siska langsung memesan sesuai arahan dari kepala obnya tadi. Kebetulan sekali siska melihat fadly yang sedang membeli bunga disana. Fadly membeli bucket bunga mawar putih besar.


"Wah ayangku beli bunga besar banget, andai aja itu buat aku. Beruntung bgt sih tuh si cewek rese'. Eh tunggu tapi beneran buat dia apa bukan ya? gue kepo."


Siska pun tanpa ragu bertanya pada mbak toko yang melayani fadly tadi. Mbak toko berkata isi kartu ucapan itu ditujukan untuk vella. Siska tersenyum senang mendapatkan bahan untuk memanasi hati lisa lagi. Dia langsung bergegas kembali ke kantor agar bisa bertemu lisa setelah meeting selesai.

__ADS_1


__ADS_2