Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 41


__ADS_3

Vella kembali ke toko lisa, dia menceritakan apa yang baru saja dia lihat. Lisa merasa semakin geram pada kiara, dia tidak habis fikir sebenarnya kurang apa bima sebagi suami. Menurutnya bima itu adalah suami ideal idaman para wanita. Banyak sekali yang mengincar, tapi kiara yang sudah menjadi istrinya malah menghianatinya.


"Tapi mas bima udah tau semuanya kok." Ucap vella


"Terus gimana?" Tanya lisa penasaran.


"Gue nggak tau sih gimana kelanjutannya. Apakah mereka bakal berpisah atau malah mas bima maafin istrinya itu, Gue nggak tau. Gue nggak mau ikut campur masalah orang, urusan gue sendiri aja banyak." Jawab vella


"Yaelah apa sih urusan elo?" Tanya lisa


"Ya banyak lah pokoknya. Oh iya nih gue dikasih uang tip sama orangnya tadi." Ucap vella sambil memberikan semua uang yang diberi pria tadi. Tapi langsung dikembalikan padanya oleh lisa. Katanya itu adalah hak vella sendiri tidak untuk dibagi dengannya. Awalnya vella tidak mau, tapi lisa terus memaksa dan memasukkan uang itu ke dalam tas vella. Kemudian mereka kembali mengerjakan pesanan bucket lagi. Vella membantu lisa menyelesaikan semua pesanan hari ini.


"Lis kalau gue jadi tkw gimana?" Tanya vella secara tiba-tiba


"Apa?! Gue nggak salah denger?" Lisa malah ganti bertanya.


"Gue udah resign dari kerjaan. Gue tuh pengen banget balikin usaha ayah kaya jaman dulu. Kemaren gue nggak sengaja liat di sosmed tentang lowongan kerja di luar negeri. Gajinya lumayan tau', makanya gue tertarik." Jawab vella


"Awas loh vell, jaman sekarang itu tuh banyak banget penipuan. Lo nggak pernah lihat berita tentang tkw yang dijual jadi wanita malam gitu, Nggak takut lo?"


"Pernah sih, tapi ini resmi kok ada alamat kantornya. Aku mau nyoba kesana besok." Ucap vella sangat yakin.


Lisa melarang keras keputusan vella itu, tapi keputusannya itu sudah bulat. Lisa tidak bisa lagi menghalangi niat vella. Dia hanya bisa mendukungnya. Besok dia ingin sekali menemani vella karena dia merasa khawatir. Tapi, dia tidak bisa meninggalkan tokonya karena besok masih banyak pesanan yang harus dia kerjakan. Dia tidak bisa mengandalkan karyawannya.


"Vell kenapa nggak lusa aja sih, biar gue bisa temenin lo kesana. Gue khawatir kalo lo kesana sendirian." Ucap lisa


"Ihh lo apaan sih, tenang aja ini resmi kok. Enggak akan ada apa-apa. Eh gue pulang dulu ya udah sore aja nggak berasa." Ucap vella


"Eh iya, makasih banget loh atas bantuan lo hari ini." Ucap lisa


Vella melambaikan tangan pada lisa sebelum akhirnya dia pergi. Lisa memasukkan semua bucket ke dalam mobilnya. Dia menutup tokonya dan pergi mengantar bucket-bucket itu.

__ADS_1


...----------------...


Bima pulang dari kantor bersama kakek surya. Lagi-lagi kiara belum pulang. Bima sudah menebak pasti dia sibuk dengan selingkuhannya itu. Tak lama kemudian kiara pulang dengan membawa belanjaan yang banyak lagi.


"Hai sayang, kamu baru sampek rumah juga ya?" Sapa kiara


"Iya, kamu belanja apa lagi?" Tanya bima


"Ini sepatu dan sandal limited edition, sama beberapa baju. Aku rebutan loh ini tadi." Jawab kiara


"Kamu belanja terus, yang waktu itu aja emang udah kamu pakai?" Tanya bima lagi


"Aku kan istri seorang bima argantara, mau tiap hari belanja banyak nggak papa dong." Jawab kiara


Kakek surya hanya terdiam melihat kiara yang seperti itu. Padahal dulu dia tidak seperti ini. Kiara mengajak bima masuk ke dalam kamar. Dia juga meminta bantuan untuk membawakan beberapa barang belanjaannya. Sampai dikamar kiara membuka semua belanjaanya. Dia merasa gerah dan mengikat rambutnya. Bima sedang bersiap untuk mandi.


"Aku mandi duluan ya, kamu kan masih sibuk dengan barang belanjaanmu itu." Ucap bima


"Iya sayang." Jawab kiara dengan menoleh dan tersenyum kearah bima.


Kiara masih sibuk memasukkan barang belanjaannya tadi ke dalam lemari. Di dalam tas belanjanya dia menemukan brosur perumahan elit. Dia teringat tadi sempat ditawari oleh sales perumahan itu. Kiara berencana minta dibelikan rumah oleh bima. Tadi kiara berbelanja bukan bersama davin, dia ditemani oleh desi. Karena setelah makan di restoran, davin pergi menemui klien untuk urusan pekerjaannya.


Tak lama kemudian bima keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana pendek tanpa mengenakan kaos. Memperlihatkan dadanya yang bidang juga perut yang six pack. Bima mengeringkan rambutnya dengan handuk. Kiara langsung mendekatinya, dia mencoba bersikap manis pada bima. Kiara mengambil alih tangan bima yang sedang mengeringkan rambut. Kiara menaruh tangan bima ke pinggangnya. Setelah itu kiara merangkulkan tangannya ke pundak bima.


"Sayang aku boleh minta sesuatu nggak?" Tanya kiara dengan manjanya.


"Mau minta apa?" Bima ganti bertanya


Saat itu juga bima terfokus pada bekas merah yang sama seperti dulu-dulu di leher kiara. Bima yakin itu pasti diperbuat oleh davin.


"Tunggu, ini ada bekas merah-merah lagi." Ucap bima sambil memegangnya. Bima hanya berbasa-basi, dia ingin tau apa jawaban kiara kali ini.

__ADS_1


Kiara langsung mundur sedikit menjauh dari bima. Dia juga langsung melepas ikatan rambunya agar bima tidak terus terfokus ke bekas merah itu.


"Ini biasa digigit semut, jadi gatel gini trus merah-merah." Ucap kiara berbohong lagi.


"Ohh digigit semut, tapi kenapa kamu terlihat gugup? Kaya orang ketahuan melakukan sesuatu aja." Ucal bima dengan mendekatkan wajahnya pada kiara.


Kiara langsung menghindar untuk menutupi kegugupannya itu. Dia masih berfikir kalau bima belum mengetahui semuanya. Kiara langsung mengembalikan pembicaraan awalnya tadi agar bima tidak membahas tentang bekas merah dilehernya.


"Aku enggak gugup kok. Oh iya aku tadi tuh mau minta ini." Ucap kiara sambil menunjukkan brosur perumahan elit.


"Aku tidak mungkin membeli ini untuk kiara, sebentar lagi kan kita bercerai. Aku akan berpura-pura membelikannya saja." Batin bima


"Jadi kamu mau beli rumah di perumahan ini? Tanya bima


"Iya sayang, kita kan udah menikah masa tinggal disini terus. Kita harus punya rumah sendiri dong. Lagian harganya juga nggak mahal cuma 1,8 miliyar." Jawab kiara


"Oke nanti kita beli rumah disini." Ucap bima dengan enteng


"Beneran sayang?" Tanya kiara tidak percaya bima semudah ini menuruti kemauannya.


"Iya, apa sih yang nggak buat istri. Kamu istriku kan?"


Kiara langsung memeluk bima.


"Iya lah aku istrimu, kita kan udah nikah sayang. Beruntung banget deh aku punya suami kaya kamu. Apapun permintaanku langsung kamu iyain aja, nggak pake debat dulu." Ucap kiara dengan memeluk erat bima. Bima hanya membalasnya dengan senyuman tanpa berkata apa-apa.


"Andai saja kamu nggak menghianati aku, Sekarang pun bakal aku bayar rumah itu. Kamu bilang kamu itu istriku, Tapi sebagai suami aku tidak pernah mendapatkan hakku. Yang seharusnya menjadi milikku malah kamu berikan kepada orang lain." Ucap bima dalam hati.


...----------------...


Vella masih menunggu email balasan dari lamaran kerjanya. Namun sampai malam tiba, belum juga ada email masuk yang ia tunggu-tunggu itu. Akhirnya vella mantap untuk daftar menjadi tkw. Dia sudah tidak memperdulikan kelanjutan lamaran kerjanya itu. Vella berencana tidak akan minta izin pada ayahnya dulu. Setelah dia benar-benar dinyatakan akan berangkat ke luar negeri, baru dia memberitahu ayahnya. Vella mengirim pesan ke nomor agen penyalur tkw itu. Tidak menunggu lama langsung ada balasan. Agen penyalur tkw itu menyuruh vella langsung datang ke kantor saja dengan membawa persyaratan yang tertulis.

__ADS_1


"Semoga ini jalan terbaik, Aku cuma pengen ayah bahagia. Aku ingun mengembalikan usaha ayah seperti jaman dulu, sewaktu ibu masih ada." Ucap vella


Dia sangat yakin kalau menjadi tkw di luar negeri dengan gaji yang besar, dalam beberapa tahun kedepan bisa mengembalikan usaha ayahnya seperti jaman dulu.


__ADS_2