
Hari ini vella bangun tidur dengan wajah yang sangat sumringah, dia juga mendapatkan pesan selamat pagi dari bima.
"Uww calon pengantin bangun tidur udah senyum-senyum aja nih," Ucap dira
"Hehe mbak dira, aku masih nggak percaya aja sama semua yang terjadi kemarin. Mas bima ngelamar aku jadi istrinya."
"Eh tapi bukannya bima itu temenan sama fadly juga, Nanti gimana reaksi fadly tahu kamu bakal nikah sama bima?" Tanya dira
"Oh iya ya, aku udah lama juga sih nggak ketemu sama mas fadly. Tapi semoga aja nggak akan ada masalah mbak." Jawab vella
Baru dibicarakan tiba-tiba saja fadly menelfon vella.
"Mbak, mas fadly nelfon aku. Ada apa nih?"
"Udah kamu jawab aja dek."
Vella menjawab telfon dari fadly. Awal percakapan fadly menanyakan kabar vella dan keluarga. Begitu sebaliknya sampai fadly mengatakan tujuannya menelfon vella. Dia ingin meminta nomor hp lisa. Vella tidak bertanya untuk apa, dia langsung memberinya saja. Setelah itu fadly mengucapkan terimakasih dan menutup telfonnya.
"Gimana dek? Ada apa?" Tanya dira penasaran
"Nggak ada apa-apa kok mbak. Sepertinya mas fadly udah biasa sama aku, Kayanya udah move on hehe." Ucap vella
Pak arman sudah sibuk saja pagi ini. Dia berencana menjahit sendiri gaun pernikahan vella. Dia ingin anaknya terlihat cantik dengan gaun yang dibuat dari tangannya sendiri. Vella yang mengetahui itu merasa senang. Tapi dia juga takut ayahnya kecapek an. Karena pesanan jahitannya juga lumayan banyak ditambah harus mengerjakan gaun untuknya. Pak arman meyakinkan vella kalau dia bisa mengerjakan itu semua dan berjanji akan banyak beristirahat.
...🌷🌷🌷🌷...
Lisa sudah bersiap berangkat ke toko bunganya. Gandi terus saja menelfonnya tapi tidak ia hiraukan. Lisa sudah menganggap hubungan mereka selesai. Tapi gandi tidak mau putus dari lisa. Lisa mematikan hpnya agar gandi tidak bisa menghubunginya lagi.
Sampai di toko lisa langsung sibuk mengecek bunga-bunga yang baru saja datang. Karyawannya juga melaporkan kalau hari ini sudah ada beberapa orang yang datang memesan bucket bunga dan karangan bunga untuk besok. Setelah itu lisa membantu karyawannya menyelesaikan pesanan hari ini.
Gandi datang ke toko lisa dan membuat keributan disana. Dia tidak mau putus hubungan dengan lisa. Di depan toko dia berteriak memanggil-manggil nama lisa. Dua karyawan laki-lakinya menghadang gandi untuk tidak masuk ke dalam. Tapi gandi malah mengajak mereka berkelahi. Lisa pun langsung berlari keluar untuk mencegahnya. Lisa menyuruh karyawannya masuk untuk melanjutkan pekerjaannya. Lisa menarik gandi agak jauh keluar halaman toko bunga miliknya.
"Kamu ngapain lagi kesini? Kita udah selesai." Ucap lisa dengan tegas.
"Sayang jangan gini dong. Aku bisa jelasin, aku sayang banget sama kamu. Aku nggak mau kita putus." Ucap gandi dengan memegamg kedua tangan lisa.
Lisa langsung mengibaskan tangannya dan menyuruh gandi pergi dari sana. Gandi tidak mau menuruti kata-kata lisa. Dia malah tersulut emosi sampai menarik lisa untuk ikut dengannya. Lisa tidak mau ikut dengan gandi dia mencoba melepaskan tangannya dari gandi.
"Lepasin gue! Apaan sih lo,"
"Kamu harus ikut sama aku. Aku gamau putus!"
Lisa berteriak memanggil karyawannya, tapi sepertinya mereka tidak dengar. Lisa ditarik oleh gandi agar masuk ke dalam mobilnya. Sekuat tenaga lisa ingin melepaskan diri dari gandi.
__ADS_1
"Gue gamau ikut elo lepasin!"
"Diem lo masuk sekarang!"
Fadly yang baru sampai disana langsung berlari menolong lisa.
"Lepasin lisa sekarang juga!" Teriak fadly
"Lo siapa ikut campur urusan gue," Tanya gandi
Merasa lengah lisa langsung menendang tepat di ******** gandi dan dia berhasil melepaskan diri. Dia langsung berlindung di balik fadly.
"Aaww.. Sial! Berani-beraninya, Minggir lo! Lisa sini ikut gue." Ucap gandi dengan menahan sakit
"Lo pergi dari sini atau gue laporin ke polisi." Ucap fadly
"Emangnya lo siapa ikut campur urusan gue sama lisa, Laporin aja gue nggak takut! Sini serahin lisa ke gue!" Teriak gandi dengan emosi
"Gue calon suaminya lisa!"
Lisa langsung terkejut mendengar fadly yang mengaku sebagai calon suaminya. Sedangkan gandi masih merasa tidak terima dengan ini semua. Dia tidak percaya dengan omongan fadly yang mengaku calon suami lisa. Kemudian fadly berkata akan benar-benar melaporkannya ke polisi karena dia telah membawa uang lisa sebesar 50 juta. Mendengar itu gandi langsung kabur begitu saja.
"Jadi dia yang kemarin bikin kamu nangis?" Tanya fadly
"Iya fad, aku udah putusin dia kemarin tapi dia nggak terima gitu." Jawab lisa
"Emm nggak papa kok, aku paham situasinya tadi kaya gitu. Nanti aku bakal bikin laporan ke kantor.polisi. Oh iya kamu kok ada disini?" Tanya lisa
"Tadi aku kerumah kamu nganterin belanjaan tapi kamunya nggak ada. Tadi udah sempet aku minta nomor hp kamu sama vella tapi nggak aktif. Trus tadi aku dikasih tahu sama pembantu kamu kalau kamu ada disini." Jawab fadly
"Oh iya soalnya gandi nelfon terus jadi aku matiin aja hpku. Maaf ya jadi ngrepotin kemarin lupa nggak aku ambil belanjaanya. Oh iya makasih juga udah nyuruh orang nganter mobil aku kemarin." Ucap lisa
"Iya sama-sama. Emm ini toko bunga punya kamu?"
"Iya, masuk dulu yuk."
Lisa mengajak fadly masuk dan berkeliling toko yang dipenuhi berbagai macam bunga. Ada bunga asli dan juga bunga palsu dari kertas dan plastik. Fadly dan lisa mengobrol dengan asiknya. Sepertinya mereka merasa saling nyaman.
...🌷🌷🌷🌷...
Sekitar jam 10 pagi ada seorang datang dengan mobil mewah kerumah vella. Dia adalah sopir pribadi keluarga bima yaitu didin. Dia datang atas perintah kakek surya untuk menjemput vella. Siang ini bima ada acara makan siang dengan kliennya. Kakek ingin vella sebagai calon istri menemani bima. Didin juga membawakan satu tas berisi baju sepatu dan tas yang akan dipakai vella. Didin menunggu vella yang tengah bersiap-siap.
"Duh makan siang sama klien mas bima? aku takut malu-maluin deh. Lagian mendadak banget, mas bima kok nggak ngomong apa-apa juga." Ucap vella
__ADS_1
Triingg....triiiing Hp vella berbunyi, bima menelfonnya.
"Vell didin udah disana?"
"Iya mas udah, ini aku lagi siap-siap."
"Yaudah nanti kamu kalau udah sampek kantor telfon aku ya, kamu tunggu di lobby aja."
"Iya mas."
Vella segera menyelasaikan make upnya. Dia terlihat sangat anggun menggunkan dress warna putih dengan blazer warna cream. Pak arman mengagumi kecantikan anaknya itu.
"Wah aura istri sultan udah kelihatan nih," Ucap dira
"Apaan sih mbak malu ih jangan ngomong gitu."
Tak berlama-lama vella berpamitan kepada ayahnya. Didin membukakan pintu untuk vella. Dia sangat di hormati sebagai calon istri bima. Ketika sampai di kantor pun didin kembali membukakan pintu untuk vella.
"Silahkan non cantik," Ucap didin
"Terimakasih ya pak," Ucap vella dengan senyum manis diwajahnya.
Vella berjalan memasuki kantor bima, dia langsumg menelfon bima dan mengatakan kalau dia sudah sampai. Vella berdiri di lobby menunggu kedatangan bima. Siska melihat keberadaan vella disana. Dia langsung menghampiri vella.
"Hey ngapain lo disini?"
"Eh mbak siska apa kabar?" Tanya vella dengan ramah
"Yang jelas lebih baik dari elo. Lo pasti mau ngelamar kerja kan disini? Tapi posisi ob disini udah penuh. Nggak ada lowongan lain juga, pergi sana!" Usir siska pada vella.
"Tapi mbak, saya kesini bukan.."
"Udahlah pokoknya pergi sana disini nggak ada lowongan. Kalaupun ada lo tuh nggak boleh kerja disini. Pergi sana!"
Siska terus mengusir vella sampai akhirnya bima datang.
"Dia emang nggak akan pernah saya bolehin bekerja disini." Ucap bima
"Tuh kan lo denger sendiri apa kata pak bima. Pak bima ini pimpinan disini." Ucap siska merasa dibela oleh bima, sedangkan vella hanya diam saja.
"Karena dia calon istri saya, dia juga akan menjadi pemilik kantor ini jadi dia tidak perlu bekerja disini apalagi sebagai ob." Ucap bima sambil merangkul vella didepan siska.
"Haa?! Bapak serius?" Ucap siska tidak percaya
__ADS_1
"Saya sangat serius, tunggu saja undangannya semua karyawan kantor ini pasti dapat undangan. Ayuk kita berangkat sekarang sayang." Ucap bima yang langsung mengajak vella pergi dari sana.
"Haa apaa? sayang? Hiihh pake pelet apaan sih itu cewek gatel. Enggak fadly enggak bima semuaa dia gaet. Kalah start lagi gue." Ucap siska dengan kesal.