
Sarah sudah membereskan masalah gedung dan catering untuk pernikahan bima dan vella.
"Kalau bukan karena almarhumah mama, aku nggak rela anakku menikah dengan perempuan miskin itu." Ucap sarah
Sarah masih belum bisa menerima pernikahan anaknya itu. Dia merasa malu akan mempunyai menantu dari keluarga miskin. Pastinya kalau teman-temannya tahu dia akan diejek habis-habisan. Tapi amu bagaimana lagi dia tidak bisa membatalkan pernikahan ini.
...🌷🌷🌷🌷...
Hari h pernikahan sudah semakin dekat, Bima dan vella melakukan foto prewedding hari ini. Mereka tidak berpose mesra seperti berpeluk-pelukan atau semacamnya. Konsep fotonya itu terlihat romantis meski tidak saling menyentuh. Vella bergaun putih dan bima memakai kemeja putih. Mereka menuruti semua arahan fotografer. Hasil foto mereka sangat bagus, mereka memang pasangan yang serasi.
H-3 pernikahan mereka menyebar undangan. Fadly juga mendapat undangannya. Awalnya dia merasa kaget melihat undangan yang bertuliskan nama bima argantara dan vella mariska. Tapi untuk saat ini fadly sudah tidak merasakan apa-apa. Dia sudah move on dari vella.
"Aku ikut bahagia buat vella apalagi dia menikah dengan sahabat aku. Hmm lisa pasti diundang juga, coba ke tokonya deh nanti." Ucap fadly
Sebelum pergi ke toko lisa, fadly mengecek dulu kantor ekspedisinya. Sekarang dia menyerahkan semua urusan kantor kepada aryo. Aryo bukan kurir lagi sekarang. Dia menggantikan posisi siska dulu.
"Eh pak fadly, selamat siang pak." Sapa aryo
"Iya siang yo, gimana nggak ada masalah kan?"
"Alhamdulilah aman pak, semua berjalan lancar nggak ada komplain dari customer juga."
"Oh iya kamu dapet undangan dari vella?" Tanya fadly
"Emm iya pak, Bapak yang sabar ya," Ucap aryo yamg mengira fadly merasa sakit hati karena ditinggal vella menikah.
"Apaan sih yo, tenang saya udah move on dari vella. Saya malah bahagia, apalagi dia nikahnya sama sahabat dekat saya sendiri." Ucap fadly dengan ekspresi bahagia.
"Oh ya, syukurlah kalau gitu pak."
"Yasudah saya titip kantor ya, saya masih ada urusan lain."
Fadly pergi meninggalkan kantornya menuju ke toko bunga lisa. Sejak saat dia menyelamatkan lisa dari gandi, dia jadi sering mengunjungi toko bunga lisa. Bahkan mereka sudah sangat akrab dan tidak sungkan untuk keluar makan atau ngopi berdua. Sampai disana, fadly langsung masuk kedalam toko mencari keberadaan lisa. Terlihat lisa sedang sangat sibuk merangkai bunga.
__ADS_1
"Hai kayanya sibuk banget nih bu bos lisa," Sapa fadly
"Eh kamu fad, sini duduk. Iya nih pesenan lagi banyak banget. Aku butuh beberapa karyawan tambahan kayanya." Ucap lisa
"Hmm aku mau bantuin tapi nanti malah bikin hancur rangkaiannya aja hehe." Ucap fadly
"Ah nggak usah kamu liatin aja hehe."
Fadly sudah biasa berada disana, dia melihat lisa yang fokus merangkai bunga-bunga dengan indahnya. Fadly melihat-lihat beberapa rangkaian bunga yang sudah jadi.
"Yeeahh.. sudah jadi deh," Ucap lisa yang sudah menyelesaikan satu rangkaian lagi.
"Gimana menurut kamu semua rangkaian bunga buatanku cantik kan?" Tanya lisa dengan menaruh rangakaian bunga itu ke atas meja, dia menulis nama dan alamat di bunga itu.
"Iya cantik sama kayak kamu." Jawab fadly
"Alah gombalan lawas itu hahaha." Lisa menanggapinya dengan tertawa
"Kamu nggak sakit hati kan fadly?" Tanya lisa
"Hah? hahaha enggak kok. Aku malah seneng vella nikah sama bima. Aku kenal baik sama bima dia itu orangnya sangat tulus kalau mencintai wanita. Tapi sayang aja istrinya dulu ngecewain dia." Jawab fadly
"Oo jadi mas bima temen kamu."
Setelah itu fadly mengajak lisa keluar untuk makan siang bersama.
...🌷🌷🌷🌷...
Gaun yang dibuat oleh pak arman sudah selesai, dia ingin vella mencobanya. Vella terlihat sangat cantik memakai gaun buatan ayahnya.
"Kamu mirip sekali dengan ibumu nak," Ucap pak arman dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hmmm ayah jangan sedih dong. oh iya besok kita ke makam ibu lagi ya yah," Ucap vella
__ADS_1
"Iya sayang,"
Keesokan harinya pagi-pagi vella dan pak arman berangkat ke makam rosalin. Mereka pun melewati rumah lamanya dulu. Vella mengatakan pada ayahnya kalau rumah itu dijual lagi sekarang. Vella juga mengatakan seandainya ada uang dia akan membeli rumah itu agar bisa kembali menempatinya. Pak arman pun juga bisa kembali mengenang semua kenangan bersama istrinya, rosalin. Tapi vella merasa tidak akan pernah bisa memiliki rumah itu kembali, karena harganya pasti sangat mahal.
Tak lama kemudian mereka sampai disana, vella dan pak arman langsung masuk menuju makam rosalin. Mereka duduk di kanan kiri makam rosalin. Vella mengelus nisan ibunya itu. Pertama-tama dia berdoa untuk ibunya. Kemudian vella mengatakan kalau dia akan menikah. Saat itu juga air mata vella tak bisa terbendung lagi. Kalau saja bisa dia ingin ibunya juga ada disaat hari pernikahannya nanti. Pak arman langsung menenangkan putri kesayangannya itu. Dia mengatakan kalau ibunya akan selalu ada di hatinya. Ibunya juga pasti akan bahagia mengetahui vella dinikahi oleh pria yang baik dan benar-benar mencintainya dengan tulus.
Sudah cukup lama disana pak arman mengajak vella untuk pulang. Sebelum itu vella menaburkan bunga diatas makam ibunya. Dia juga berpamitan dan mencium batu nisan ibunya.
Mereka kembali melewati rumah itu lagi. Saat ini disana sedang banyak orang. Mereka tampak sedang membersihkan rumah itu.
"Ayah rumahnya dibuka tuh, mampir bentar yuk. Aku pengen lihat dalemnya gimana. Sambil cari info harga rumah itu hehehe." Ucap vella
Pak arman menurut saja pada vella, mereka memarkirkan motornya di luar gerbang rumah itu. Kemudian mereka masuk kesana.
"Maaf cari siapa ya mbak?" Tanya salah satu orang yang sedang bersih-bersih disana.
"Emm mau lihat-lihat rumah ini pak, katanya rumah ini dijual ya?"
"Iya mbak tapi rumah ini udah dibeli sama orang dan bakal ditempatin dalam waktu dekat ini. Makanya saya sama yang lain disuruh bersih-bersih."
"Ohh.. yaudah pak saya permisi ya,"
Sebelum pergi vella mengamati rumah itu, dia mengagumi keindahan rumah itu. Pak arman berkata kalau rumah ini belum banyak berubah kalau dilihat dari luar.
"Huuhh (vella menghela nafas panjang) Ternyata rumah ini udah laku lagi yah, pupus deh harapan aku." Ucap vella dengan kecewa
"Hmm maafin ayah ya vell, kalau aja ayah nggak bangkrut pasti kita masih bisa tinggal disini."
"Aaa nggak papa kok ayah, aku tuh malah pengennya bisa beli rumah ini biar ayah bisa kembali mengenang semua kenangan bersama ibu."
"Yang penting kita masih bisa lihat rumah ini berdiri disini nak, kan kalau kita ke makam ibu kita masih tetap bisa melihat rumah ini."
Dengan berat hati vella meninggalkan rumah itu. Dia belum tahu saja kalau pembeli rumah itu adalah kakek surya. Dan orang yang akan menempati rumah itu dalam waktu dekat ini adalah dirinya bersama bima.
__ADS_1