
Vella mengaduk-ngaduk makanannya, dia kehilangan selera makannya hari ini. Tiba-tiba saja ada pesan masuk di hpnya dari bu sarah yang berisikan kalau bu sarah akan memisahkan bima darinya bagaimanapun caranya. Vella syok melihat isi pesan itu. Tapi dia menutupinya dari bima.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya bima
"Ah enggak kenapa-kenapa kok mas," Jawab vella dengan senyum diwajahnya
Kemudian dia mulai memakan sesuap demi sesuap makanannya agar bima tidak curiga kalau dia sedamg gundah memikirkan tentang ibu mertuanya yang tidak menyukainya.
Selesai makan mereka langsung pergi menuju butik. Saat di pintu keluar masuk resto mereka berpapasan dengan seorang wanita yang mengenal bima.
"Bimaaa .. haii, lama kita nggak ketemu," Sapa wanita itu
"Viona.." Ucap bima
Tiba-tiba saja viona langsung memeluk bima dan mengatakan kalau dia sangat merindukan bima. Vella hanya bengong melihat itu. Bima tak ingin membuat istrinya salah paham, dia langsung melepaskan pelukan viona.
"Sorry saking kangennya gue kelepasan peluk gitu aja, oh ini istri kamu ya, Kenalin aku viona temen kuliah bima tapi kita juga sempet deket." Ucap viona sambil berjabatan tangan dengan vella.
Sebelum viona membuat vella salah paham, bima secepatnya mengajaknya pergi dari sana.
"Vi aku duluan ya, masih ada urusan soalnya. Yuk sayang." Ucap bima sambil menggandeng tangan vella
Viona hanya tersenyum menanggapi itu, dia terus menatap bima sampai masuk ke dalam mobilnya. Dari tatapannya viona masih sangat mengharapkan bima.
"Oh jadi cuma kaya gitu istrinya, huh disalip dua kali gue. Padahal saat bima cerai dari istri pertamanya gue udah seneng banget. Eh dia nikah lagi sama cewek biasa itu. Kalah jauh lah sama gue, Tunggu aja bima bakal kembali dalam pelukan gue. Ahaha." Gumam viona
__ADS_1
🍀
🍀
🍀
Sementara di malaysia kiara sedang dilanda kesulitan. Semenjak berpisah dari davin dia jadi hidup tak jelas disana. Uangnya habis untuk membayar sewa apartemennya. Apalagi semakin hari usia kandungannya terus bertambah. Dia tidak mungkin melahirkan anak yang dikandungnya itu tanpa seorang ayah. Sampai saat ini dia belum berhasil menggagalkan perjodohan davin dengan wanita pilihan bundanya.
"Arrgghh... saldoku udah abis, susah banget lagi buat ketemu sama davin. Ngeselin banget bundanya itu, padahal aku udah kasih tahu kalau aku ini mengandung cucunya." Omel kiara sembari menyusuri jalan dekat perusahaan milik keluarga davin
Tak sengaja dia mendengar obrolan beberapa orang di sekitar sana. Mereka membicarakan tentang acara pertunangan davin. Kiara langsung mengupingnya, sampai dia mengetahui siapa wanita yang akan dijodohkan dengan davin. Kiara langsung mempunyai rencana untuk menemui wanita itu agar membatalkan pertunangannya.
Wanita itu ternyata juga berasal dari indonesia, dia adalah anak dari rekan bisnis bunda davin. Wanita berhijab cantik nan anggun itu memang pilihan tepat untuk dijadikan istri. Dia bernama syifa, beberapa hari yang lalu dia baru saja sampai di malaysia. Davin pun belum bertemu dengannya. Kiara mengorek informasi tentang mereka. Dia mengetahui kalau hari ini davin akan bertemu dengan syifa di sebuah restoran.
Davin bersiap menuju restoran bersama bundanya. Sebenarnya dia masih terus teringat dengan kiara. Tapi dia tidak mau kehilangan hartanya karena melawan bundanya. Di perjalanan bunda davin terus saja menceritakan tentang syifa yang cantik dan anggun itu. Davin jadi penasaran sebenarnya seperti apa wanita itu sampai bundanya sangat mengaguminya. Bundanya memang sengaja tidak memperlihatkan foto syifa pada davin. Awalnya davin berfikir pasti syifa itu jelek makanya bundanya enggan menunjukkan foto syifa.
Mereka sampai terlebih dahulu di restoran. Tak lama kemudian syifa dan mamanya datang. Davin langsung terpesona melihat syifa.
"Syifa bener-bener cantik, pakaiannya sopan. Panted aja bunda suka sama dia." Batin davin
Davin langsung berdiri hendak berjabat tangan memperkenalkan diri pada syifa. Tapi syifa merapatkan kedua tangannya untuk bersalaman. Ternyata dia tak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya. Kemudian mereka semua duduk dan saling mengobrol. Pandangan davin benar-benar tak beralih dari syifa. Davin merasa hatinya tenang saat melihat senyum diwajah syifa. Mereka pun memesan makanan. Tapi bunda davin sengaja mengajak mama syifa pindah ke meja lain yang agak jauh agar anak-anak mereka ini bisa mengobrol bebas.
"Ma mama disini aja," Bisik syifa yang merasa masih canggung dengan davin
"Enjoy aja sayang, tenang davin kalem kok. Kalau dia macem-macem bilang sama bunda." Ucap bunda davin
__ADS_1
Akhirnya mereka pun ditinggal berdua saja. Untuk mencairkan suasana davin mulai mengajak syifa mengobrol. Karena davin ini type pria yang mudah sekali membuat wanita nyaman, lama kelamaan hilang sudah rasa canggung syifa. Davin sangat menyukai cara bicara syifa yang lembut. Dia juga terlihat seperti wanita yang pintar.
"Dia ini sangat berbeda dari kiara, its ok lah buat jadi istri." Batin davin lagi
Bunda dan mama syifa senang melihat anak-anak mereka cepat sekali akrab. Itu tandanya perjodohan ini akan berjalan mulus kedepannya.
Kiara sampai di restoran tempat davin berada. Dia masuk dan langsung melihat keberadaan davin disana. Tapi kiara tidak langsung menghamipirinya. Dia mengawasi dari kejauhan dulu. Melihat davin dan syifa yang sudah akrab dan terlihat cocok, kiara sangat kesal.
"Bisa-bisanya davin ketawa-ketawa sama perempuan itu, apa dia nggak mikirin anak yang kukandung ini. Gue samperin kalian," Gumam kiara
Tapi baru selangkah ada seseorang yang menarik kiara menuju ke toilet.
"Apa sih mbak narik-narik saya?!" Omel kiara pada pelayan yang menariknya. Tapi tanpa menjawab pelayan itu langsung pergi begitu saja. Setelah itu bunda davin muncul dengan menepuk pundak kiara.
"Hey kamu mau ngancurin acara pertemuan anak saya dengan calon mantu saya ya? Kan sudah saya bilang kamu itu nggak bisa bersanding dengan davin." Ucap bunda
"Tante, aku itu hamil anak davin. Ini cucu tante. Ya aku nggak rela dong ayah dari anak yang kukandung ini menikah sama wanita lain." Ucap kiara
Bunda davin tidak percaya dengan perkataan kiara. Dia brrfikir itu hanya omong kosongnya agar davin tidak jadi menikah dengan syifa. Tapi kiara membawa bukti usg perutnya. Bunda davin jadi bingung, dai tak mungkin membiarkan anaknya menikah dengan kiara yang sangat matre. Akhirnya bunda mempunyai solusi agar kiara menggugurkan kandungannya saja.
"Aku bakal kasih berapapun uang yang kamu, asal tinggalkan davin dan kamu gugurkan saja anak itu." Ucap bunda davin
Mendengar itu kiara merasa sangat tergiur. Akhirnya dia menyetujui usulan bunda davin. Setelah mendapatkan cek yang bisa dia tulis berapapun nominalnya, kiara pergi dari restoran itu. Tapi untuk menggugurkan kandungannya dia masih berfikir panjang. Tapi dia harus melakukan itu, karena lahirpun dia tak akan punya ayah.
"Sorry ya bayi, gue terpaksa harus gugurin elo, gue nggak siap lo lahir tanpa ayah. Gue gamau repot sendiri." Ucap kiara sambil mengelus perutnya.
__ADS_1