
Di malaysia
Kiara bangun dari tidurnya, disebelahnya davin masih tertidur. Tiba-tiba saja dia merasa mual. Kiara berlari ke kamar mandi. Mendengar suara kiara yang sendang muntah-muntah, davin terbangun.
"Sayang kamu kenapa?" Teriak davin
Kemudian davin langsung menghampirinya ke kamar mandi. Dia mengelus-elus pundak kiara yang masih terus muntah-muntah.
"Emmm kenapa ya kok nggak enak banget rasanya perut aku." Ucap kiara dengan lemas
"Kamu istirahat dulu, kita periksa ke dokter nanti. Aku mau mandi dulu." Ucap davin.
"Aku juga mau mandi masak ke dokter kucel kaya gini sih," Ucap kiara
"Yaudah mandi bareng aja."
"Ah nanti kamu minta itu, aku lagi lemes banget nggak mau gituan."
Tapi davin tetap memaksa, dia menutup pintu kamar mandi dan langsung mengguyur badan kiara dengan shower. Mereka pun mandi bersama, namun sebelum itu davin memaksa kiara berhubungan badan sampai dia menjadi semakin lemas. Setelah mandi davin menggendong kiara keluar dari kamar mandi. Mereka bersiap dan memakai baju masing-masing. Davin memesan makanan untuk sarapan. Tak menunggu lama makanan itu datang. Davin menyiapkan makanan itu di meja makan dan memanggil kiara.
"Sayang sebelum ke dokter kamu harus sarapan dulu." Ucap davin dengan manisnya.
"Sayang jadi kapan aku dikenalin sama orang tua kamu?" Tanya kiara
"Emm nanti siang sih katanya orang tuaku ngajak ketemu. Kamu sudah siap?"
"Siap banget sayang." Kiara sangat senang akan bertemu orang tua davin.
Saat memulai makan kiara kembali mual. Dia jadi tidak berselera memakan sarapannya itu. Akhirnya davin langsung mengajaknya berangkat ke dokter saja.
Di rumah sakit
Kiara sudah diperiksa oleh dokter. Kiara dan davin dipersilahkan duduk menunggu hasil labnya. Sustse mengantar hasil lab kiara. Dokter membaca hasil lab itu. Kiara terlihat sangat cemas dengan hasil labnya, dia takut ada penyakit yang serius di dalam perutnya. Davin terus mengelus pundak kiara menenangkannya. Kecemasan kiara berubah saat melihat sang dokter malah tersenyum kearahnya dan davin. Dokter mengatakan kalau kiara tidak sakit, melainkan dia sedang mengandung. Kandungannya berusia 3 minggu. Dokter memberikan vitamin dan obat untuk perda mual. Setelah itu kiara dan davin meninggalkan rumah sakit.
"Sayang aku hamil anak kamu." Ucap kiara dengan senangnya.
"Iya sayang, aku seneng banget pas denger dokter bilang kamu hamil." Ucap davin sambil mengelus perut kiara
__ADS_1
"Tapi kamu harus segera nikahin aku sebelum perut aku ini membesar." Ucap kiara
"Iya iya sayang nanti kan kita ketemu orang tua aku. Tapi kamu jangan bilang dulu kalau kamu hamil ya," Ucap davin
"Iya aku nurut aja asal kita cepet nikah."
Mereka kembali ke apartemen, sekitar pukul 11 siang orang tua davin datang. Davin memeluk ayah dan bundanya. Ibu davin berhijab dan berpakaian tertutup. Dia melihat kiara dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dari tatapannya, sepertinya dia tidak menyukai penampilan kiara yang sangat minim. Davin mempersilahkan orang tuanya duduk.
"Kalian tinggal bareng disini?" Tanya bagas ayah davin
"Enggak kok yah, kan belum nikah masak tinggal berdua." Jawab davin berbohong.
"Bunda kangen banget sama kamu vin, oh iya bunda bawa bahan-bahan buat masak. Disini bisa masak kan?"
"Bisa bun, itu dapurnya."
Alika (bunda davin) langsung pergi ke dapur. Davin mengisyaratkan agar kiara mengikutinya. Kiara sebenarnya tidak mau, tapi dia harus nurut perkataan davin. Di dapur bu alika memasak dengan lihainya. Kiara ingin membantunya tapi dia menyayangkan kalau kukunya rusak jadi dia hanya berdiri mematung melihat bu alika memasak.
"Bundanya davin jutek banget, apa dia nggak suka sama gue ya," Batin kiara
"Udah mau selesai aja nawarin bantuan, nggak usah. Saya tau kamu takut kuku kamu rusak kan," Ucap bu alika dengan ketus.
Akhirnya kiara pergi dari dapur karena merasa kesal dengan bunda davin. Davin yang melihat kiara keluar dari dapur dengan wajah cemberut langsung menghampirinya.
"Bentar ya yah aku tinggal bentar." pamit davin pada ayahnya.
"Sayang kamu kenapa kok malah disini? Udah selesai masaknya?" Tanya davin
"Kayanya bunda kamu nggak suka deh sama aku. Dia jutek banget sama aku bikin badmood aja."
"Kamu sabar ya, dia orangnya baik kok mungkin karena belum akrab aja." Ucap davin
Bu alika berteriak mengajak davin makan siang. Davin pun mengajak kiara. Mereka makan siang bersama. Kiara hanya makan sedikit karena merasa mual lagi. Tapi dia menahan mualnya.
"Pacar kamu kenapa makannya sedikit banget?" Tanya bu alika pada davin.
"Emm aku lagi diet tante biar pas nikah nanti bagus pakai gaunnya." Kiara langsung menjawabnya.
__ADS_1
"Jadi kalian ada rencana mau nikah?" Sahut pak bagas bertanya.
"Iya yah secepatnya kalau bisa." Jawab davin dengan penuh semangat.
"Yasudah kita persiapkan pernikahan kamu sama kiara." Ucap pak bagas.
Bu alika diam tak berkomentar apapun. Sedangkan kiara langsung kegirangan mendengar perkataan ayah davin.
"Pertama-tama kita harus siapin seserahan dulu ya sayang. Aku mau ada 26 seserahan sesuai umur aku. Trus maharnya aku mau separuh saham perusahaan kamu. Jangan lupa dalam seserahan itu harus ada satu set berlian limited edition." Ucap kiara
Davin mengiyakannya tapi orang tuanya melongo mendengar permintaan kiara yang begitu banyaknya. Apalagi dia meminta setengah saham perusahaan milik davin. Bu alika semakin tidak menyetujuinya. Pak bagas yang tadinya yakin dengan pilihan anaknya jadi ragu. Tapi dia terlanjur bilanh akan menikahkan mereka. Selesai makan orang tua davin pamit pulang. Kiara hanya mengantar mereka sampai depan pintu apartemen. Sedangkan bima mengantarnya sampai parkiran mobil.
"Vin kamu yakin mau nikahin cewek matre kaya gitu? Kenal dimana sih kamu?" Tanya bu alika
"Itu pacar aku yang dulu orang tuanya ngremehin aku."
"Apa?! Jadi dia.."
"Iya bun, dia sebenarnya udah nikah pas aku balik ke jakarta. Tapi dia rela ninggalin suaminya demi aku loh." Ucap davin dengan bangganya.
Ayah davin tidak membenarkan hal itu. Mendengar semua itu bu alika malah jadi semakin tidak setuju.
"Bunda nggak setuju kamu nikah sama dia. Nggak ada persiapan pernikahan tinggalin dia!"
"Tapi bun,"
"Enggak ya enggak!"
"Yah gimana nih?" Keluh davin pada ayahnya.
"Ayah juga ragu sama dia vin, belum jadi istri kamu aja udah menuntut seperti itu tadi. Lebih baik kamu cari wanita lain saja."
"Dia aja berani ninggalin suaminya demi kamu, pasti nanti dia juga berani ninggalin kamu demi pria lain." Tegas bunda davin.
Setelah itu orang tua davin pergi dengan mobilnya. Davin berjalan masuk kembali ke apartemen. Dia memikirkan kata-kata bundanya. Memang ada benarnya juga, bisa saja kiara nanti meninggalkannya saat sudah mendapatkan semua hartanya. Sama seperti misinya saat bersama bima. Tapi saat ini kiara sedang hamil davin tidak mungkin meninggalkannya. Davin jadi sangat pusing memikirkan itu.
Saat masuk ke dalam apartemen kiara langsung memeluknya. Kiara meluapkan rasa senangnya dan terus berbicara tentang isi seserahan pernikahannya. Davin hanya bisa mengiya-iyakan saja menutupi kalau orang tuanya tidak jadi menyetujui pernikahannya dengan kiara.
__ADS_1