Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 49


__ADS_3

Vella pulang kerumah dengan semua belanjaan yang ada di daftar tadi. Dira membantunya membawa masuk semua belanjaan itu. Vella bercerita pada ayah dan kakaknya itu kalau fadly sedang dirawat di rumah sakit sekarang. Pak arman ingin sekali menjenguk fadly, begitu juga dira. Karena mereka semua pernah merasakan kebaikan fadly. Tapi vella melarangnya, cukup dia saja yang mewakili menjenguk ke rumah sakit. Vella tidak mau kalau nanti pak arman bertemu bu ira, pasti akan menimbulkan suatu keributan nantinya. Karena bu ira sangat tidak menyukai vella dan keluarganya.


Saat ini keadaan fadly sudah membaik, dia sudah bisa duduk biasa. Tapi dokter belum memperbolehkan fadly pulang. Dia harus dirawat disana dalam beberapa hari sampai benar-benar sehat. Sebenarnya dia malah senang dirawat lama disana. Karena otomatis pernikahannya akan diundur. Fadly berencana untuk tetap berpura-pura lemas agar lebih lama dirawat disana.


"Entah kenapa aku merasa berat menikah dengan siska." Ucap fadly.


Melihat mamanya yang akan segera masuk ke dalam, dia langsung berpura-pura tidur. Dia mendengar mamanya berpamitan pulang untuk mengambil keperluan untuknya.


"Sayang mami pulang dulu ya, nanti malam mami kesini lagi." Pamit bu ira pada fadly


Saat mamanya sudah pergi, fadly membuka matanya. Dia membuka hpnya dan melihat berita kalau bima sudah bercerai dari kiara. Kemudian fadly langsung menelfon sahabatnya itu.


"Halo bim beneran elo udah cerai?" Tanya fadly tanpa basa-basi


"Iya fad gue udah cerai sama kiara. Ternyata bener dia selingkuh." Jawab bima


"Gue turut prihatin ya, eh tapi jangan sedih berlarut-larut ya cepet move on bro." Ucap fadly


"Iya bro, Eh suara lo kayak beda gitu lo sakit?" Tanya bima yang mendengar suara fadly sedikit berbeda dari biasanya.


"Iya nih, gue di rumah sakit sekarang."


Bima langsung meminta alamat rumah sakit fadly, dia bilang akan datang kesana nanti. Setelah itu fadly menutup telfonnya. Dia menaruh kembali hpnya. Saat itu siska datang kesana. Fadly kembali memejamkan matanya. Siska belum tahu kalau fadly sudah sadar dari pingsannya sejak siang tadi. Dia pikir sekarang fadly masih belum sadar. Siska duduk di kursi sofa yang ada di kamar rawat fadly. Sesekali fadly melirik apa yang dilakukan oleh siska. Dari situ fadly tau kalau siska sama sekali tidak merasa bersedih melihat dirinya dirawat.


"Haaa tas ini diskon??? Harus gue harus beli. Kan lumayan dari 5 juta jadi 3,9 juta. Untung aja tadi udah ngambil sedikit uang kantor ekspedisi. Bener-bener rejeki gue hahaha. Eh upss." Siska kelepasan tertawa keras, dia langsung memastikan lagi kalau fadly memang belum sadar.


"Huh untung saja mas fadly belum sadar. Tante ira nggak ada disini juga nggak bisa cari muka. Gue pergi aja deh."


Siska meninggalkan fadly sendirian lagi dikamarnya. Sekarang fadly tau kalau siska ini permpuan yang licik. Sebelum pernikahan dia harus membongkar kelicikan siska.


"Berani-beraninya dia ngambil uang kantor. Belum jadi istri aku aja udah begini. Aku harus batalin pernikahanku nanti. Mami harus tau sifat siska yang asli." Ucap fadly merasa sangat kesal


Jam 4 sore bima datang dengan membawa parcel buah untuk fadly. Dia datang kesana sendirian. Mereka pun banyak mengobrol. Fadly bercerita masalahnya dengan siska yang ternyata mengincar hartanya. Bima menyarankan untuk bersikap tegas padanya.


"Lo cepetan ambil tindakan deh, dia nggak beneran cinta sama elo. Ntar dia kayak kiara aja pas udah nikah selingkuh." Ucap bima


Saat asik mengobrol bima mendapat telfon dari rumahnya. Weni yang menelfonnya. Weni mengatakan kalau orangtua kiara datang marah-marah disana. Sedangkan sekarang tidak ada siapa-siapa dirumah. Hanya kanza dan dirinya sendiri. Mendengar itu, bima pun langsung berpamitan pulang. Bima berjalan dengan buru-buru, dia takut orang tua kiara membuat keributan dirumah. Ketika berbelok di lorong rumah sakit, bima menbrak seseorang hingga hampir terjatuh. Dengan sigap dia menangkapnya. Bima bertatapan mata dengannya. Dia adalah vella. Sadar vella langsung melepaskan pegagan tangannya dari pundak bima. Begitu pula sebaliknya.


"Ah sorry ya, sorry aku buru-buru banget soalnya. Kamu nggak papa kan?" Tanya bima

__ADS_1


"Iya nggak papa mas." Jawab vella


"Jantungku kenapa jadi berdegup kencang gini." Ucap vella dalam hati.


"Kalau begitu aku duluan ya," Ucap bima meninggalkan vella dan aryo disana.


Aryo bertanya-tanya, kok bisa vella kenal dengan bima argantara pengusaha muda sukses itu. Vella menjawab kalau semua itu hanya kebetulan. Mereka pun meneruskan berjalan menuju kamar fadly. Sampai di depan kamarnya, vella merasa ragu akan masuk. Dia takut kalau ada bu ira disana. Tapi mau bagaimanapun dia harus masuk. Vella pun masuk disusul oleh aryo. Fadly merasa sangat senang dengan kehadiran vella disana. Tapi fadly sadar dia harus menjaga sikapnya. Dia tidak mau membuat vella merasa tidak nyaman. Perlahan fadly menyadari kalau cintanya untuk vella tidak bisa dipaksakan.


"Hai mas maaf kalau ganggu istirahatnya." Ucap vella


"Enggak kok, makasih loh kalian udah dateng kesini." Ucap fadly pada vella dan aryo.


"Pak fadly udah lama nggak ke kantor eh tau tau sakit aja." Ucap aryo


"Oh iya gimana semua pekerjaan lancar kan? Nggak ada komplain-komplain dari pelanggan ataupun pihak yang bekerjasama sama kita." Ucap fadly menanyakan keadaan kantornya


"Enggak ada sih pak alhamdulilah semuanya berjalan lancar seperti biasanya." Jawab aryo


Vella merasa canggung dengan fadly. Dia hanya diam saja bingung mau berbicara apa. Setelah lama terdiam, vella mulai mengajak fadly mengobrol. Aryo membiarkan vella untuk mengobrol dengan fadly. Aryo sedikit menjauh dari mereka dan duduk di kursi sofa.


"Mas gimana sekarang keadaannya?" Tanya vella


Kemudian vella menanyakan keberadaan siska. Dia kan tunangan fadly tapi kenapa tidak berada disampingnya.


"Mas fadly dari tadi sendirian? Mbak siska nggak kesini?" Tanya vella


"Hmm mungkin tadi dia kesini pas aku tidur. Jujur sebenarnya aku masih ragu mau menikah dengannya. Tapi tenang, ini bukan karena kamu kok. Saya sudah bisa ikhlas menerima kalau nggak bisa bersama kamu." Ucap fadly


Vella menjadi lega mendengar ucapan fadly, tapi sebenarnya dia juga tidak rela kalau fadly menikah dengan siska. Karena vella tahu siska itu jahat, pasti dia hanya ingin menguasai harta fadly.


"Jadi mas mau nikah sama mbak siska, Saya juga kurang setuju kalau mas menikah sama dia." Ucapan vella ini membuat fadly menatapnya dengan heran, sebelum fadly salah paham vella meneruskan ucapannya.


"Eh jangan salah paham dulu. Mas fadly kan orangnya baik saya nggak rela aja kalau mas harus menikah dengan mbak siska. Gimana ya saya mau jujur tapi takut mas nggak percaya." Ucap vella yang membuat fadly bingung.


"Apa sih vell, kamu jujur aja deh saya percaya kok sama kamu." Ucap fadly


Vella menceritakan semua kejahatan siska yang pernah dilakukan kepadanya. Aryo yang juga mendengar cerita vella langsung kembali berdiri mendekat kearah kasur fadly. Sungguh diluar dugaan siska bisa sejahat itu.


"Wah siska bener-bener ya, Nggak nyangka banget dia bisa ngelakuin itu sama kamu vell." Ucap aryo

__ADS_1


"Saya benar-benar harus membatalkan pernikahan ini. Saya tidak mau punya istri sejahat itu. Hari ini dia ngambil uang kantor sekitar 3 juta. Saya tidak sengaja mendengarnya saat dia kesini tadi." Ucap fadly


"Astaga mbak siska kok berani sih," Ucap vella


"Pak fadly harus beri dia pelajaran. Semenjak pak fadly jarang ke kantor dia jadi semena-mena sama semua karyawan. Kurir banyak yang ngeluh pak." Ucap aryo


"Iya saya akan secepatnya ambil tindakan. Tapi kamu diam dulu aja ya, saya mau melihat sendiri kelakuan siska di belakang saya." Ucap fadly.


Kemudian aryo mengajak vella untuk pulang. Mereka pun berpamitan pada fadly dan mendoakan semoga cepat sembuh. Mereka keluar dari kamar fadly. Tiba-tiba aryo merasa ingin buang air kecil. Dia menyuruh vella untuk menunggu sebentar di kursi yang tak jauh dari kamar fadly. Karena toilet juga berada tidak jauh disana. Vella tidak sadar kalau hpnya tertinggal di kamar fadly.


"Loh ini hpnya vella ketinggalan, kayanya belum jauh aku coba lihat kedepan deh. Aku kan udah nggak papa." Ucap fadly


Fadly turun dari kasur dan membenarkan infusnya agar bisa dibawa jalan keluar kamar.


Vella yang duduk menunggu aryo bertemu dengan bu ira. Langsung saja bu ira menatapnya dengan sinis.


"Ngapain kamu disini?!" Tanya bu ira dengan ketus


"Saya habis jenguk mas fadly bu," Jawab vella


"Panggil saya madam please!" Bentak bu ira


"I i i iya madam." Jawab vella


Bu ira sangat tidak menyukai keberadaan vella disana. Menurutnya semua ini terjadi gara-gara ulahnya. Vella telah menyakiti perasaan fadly sampai dia stress dan jatuh sakit seperti ini. Bu ira tidak berterima kasih vella sudah menjenguk anakny, tapi dia malah memaki-maki vella.


"Kamu pikir dengan kamu datang kesini anak saya langsung sembuh gitu? Hei kedatangan kamu itu nggak diharapkan." Ucap bu ira


Vella masih diam saja menunduk tak berani menara mata bu ira.


"Kamu tahu ini semua karena ulah kamu, kamu buat anak saya sakit seperti ini! Kamu pasti bikin dia sakit hati sampai dia stress berhari-hari nggak makan dan tidur. Dasar perempuan miskin gatau diri! Bikin saya emosi aja." Ucap bu ira dengan mendorong pundak vella.


"Madam ira yang terhormat, sebenarnya saya harus gimana lagi sih? Disuruh jauhin saya sudah jauhin. Saya memutuskan hubungan dengan mas fadly kan juga perintah madam. Bahkan saya merelakan keluar dari pekerjaan demi menjauhinya. Apa itu nggak cukup? Sekarang madam malah menyalahkan saya, seolah saya yang menyakiti hati mas fadly." Ucap vella meluapkan kekesalannya


"Kamu marah sama saya? Berani-beraninya seorang anak dari keluarga miskin seperti kamu berbicara dengan nada tinggi dengan saya. Saya bisa bikin keluarga kamu menderita kalau kamu masih berani dekati anak saya!" Ucap bu ira lagi


"Mami cukup!" Teriak fadly


Ternyata sedari tadi fadly berdiri di balik tembok memdengar semua pembicaraan bu ira dan vella. Bu ira sangat terkejut dengan adanya fadly disana. Fadly jadi mengetahui alasan vella menjauhinya adalah karena ancaman mamanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2