
Hubungan antara ayah dan anak mulai merenggang setelah lisa mengetahui kelakuan bejat papanya dibelakang mamanya sendiri. Lisa sangat jijik melihat sikap papanya yang selalu terlihat manis didepan mamanya. Padahal diluar sana dia senang bermain bersama wanita muda.
"Lisa sayang kamu gak sarapan dulu?" Sapa mamanya yang melihat lisa langsung berniat pergi tanpa sarapan.
"Aku sarapan di toko aja mah, lagi banyak pesenan bunga." Ucap lisa
Dia langsung melangkah pergi tanpa bersalaman dulu dengan papa mamanya. Mamanya merasa ada sesuatu yang berubah dari diri lisa semenjak dia pulang liburan bersama fadly.
"Anak itu kenapa ya pah, kok tumben cuek gitu nggak kaya biasanya."
"Ah biasa aja mah, paling lagi ada masalah sama pacarnya. Jadi begitu, nanti juga balik lagi kaya biasanya."
Ramon menenangkan istrinya, dia tak mau sampai istrinya curiga tentang perubahan sikap lisa. Ramon sama sekali tak ada rasa bersalah telah selingkuh di belakang istrinya. Hari ini dia berpamitan pergi ke luar kota untuk urusan bisnis lagi.
"Pah, mamah boleh ikut ya? Kan bisa sekalian jalan-jalan. Semenjak pulang ke jakarta papah kan sibuk kerja terus jadi jarang jalan sama mamah."
Ramon tiba-tiba gemetar ketika istrinya ingin ikut dengannya ke luar kota. Padahal dia sudah berencana akan pergi bersama kiara.
"Eee... gimana ya mah, disana itu papa sibuk banget nggak mungkin bisa nemenin jalan-jalan. Gini aja, papa janji pulang dari sana kita liburan. Lagian mama minggu ini ada jadwal chek up dokter kan," Ucap ramon
"Emm iya deh pah, hati-hati ya disana. Jangan lupa ngabarin mamah terus."
Ramon pun tersenyum senang bisa dengan mudah mengendalikan istrinya. Kemudian dia langsung berangkat dengan sopirnya menuju kerumah desi untuk menjemput kiara. Sopirnya sudah mengetahui kelakuan ramon yang suka main perempuan. Dia digaji lebih untuk tutup mulut. Ramon seperti ini untuk memenuhi hasratnya sebagai lelaki normal. Karena sejak setahun lalu istrinya sudah tak lagi bisa melayani dirinya akibat penyakit yang dideritanya. Ramon mencintai istrinya, tapi dia tidak bisa menahan nafsunya itu. Sampai akhirnya dia berani main perempuan di belakang istrinya.
Mobil berhenti tepat di depan rumah desi, sopir membunyikan klakson sesuai perintah ramon. Tak lama kemudian kiara keluar bersama desi. Kiara tampil sangat cantik sesuai keinginan ramon. Desi sangat senang melihat sahabatnya sudah sangat dekat dengan om ramon. Desi mendapatkan hadiah uang 20 juta dari om ramon sebagai tanda terima kasihnya sudah mengenalkan kiara padanya.
__ADS_1
Om ramon membuka kaca mobilnya menyapa desi dan menyuruh kiara untuk langsung masuk saja. Kiara merasa ragu-ragu melangkah masuk ke mobil, dia sebenarnya tidak menyukai pekerjaannya sekarang. Karena dia harus melayani om om tua seumuran papanya. Tapi kalau tidak begini dia tidak tahu bagaimana lagi caranya mendapatkan uang banyak secara instan. Kiara masuk ke dalam mobil, tanpa basa-basi om ramon langsung memeluk dan mencium pipi kiara.
"Dih apaan sih main nyosor aja, kalau aja lo nggak banyak duit. Gue tampar lo," Batin kiara kesal, tapi dia hanya bisa tersenyum berpura-pura senang.
"Aw so sweet sekali kalian, have fun ya om. Temen aku jangan digigit ya om hehe." Ucap desi bercanda
"Tenang aja, om jagain temen kamu ini. Mulus gini sayang banget kalau digigit." Ucap om ramon sambil mencium pipi kiara lagi.
Mobil pun melaju menuju kota bandung. Dalam perjalanan om ramon terus mempepet kiara sampai kiara merasa risih. Dia juga mengelus-elus rambut kiara sambil membisikkan kalau dia sudah transfer uang lagi sebesar 100 juta untuknya. Mendengar itu kiara langsung senang.
Ramon mulai bertindak jauh, padahal masih dalam perjalanan dia tak ragu mencium bibir kiara dan tangannya bermain keseluruh tubuh kiara. Sopirnya sudah biasa melihat pemandangan seperti itu, dia tetap fokus menyetir. Namun dalam hati dia merasa kasihan dengan istri ramon dirumah yang terus-terusan dibohongi oleh ramon.
"Om stop.. om, malu ah jangan disini nanti aja." Ucap kiara sambil mencoba melepaskan dekapan ramon.
"Sorry.. sorry sayang, Setiap melihat kamu bawaannya nggak sabar." Ucap ramon
🌷🌷🌷
"Sayang beneran kamu nggak mau ikut aja, aku khawatir banget loh kalau jauh dari kamu." Ucap bima
"Enggak mas, aku udah sehat kok. Lagian butik lagi rame-ramenya. Mas tenang aja, kan aku dirumah ada temennya nggak sendirian." Ucap vella sambil membenarkan dasi suaminya itu.
Bima akan pergi tugas ke bandung, perusahaan akan membangun hotel lagi disana. Hari ini dia akan bertemu dengan klien yang bekerjasama dalam proyek pembangunan hotel itu.
Bima mencium kening istrinya saat akan berangkat. Tak lupa dia mengelus dan mencium perut vella yang mulai terlihat besar.
__ADS_1
"Titip jagain istri saya ya nis," Ucap bima pada anis
"Siap pak bima." Jawab anis
Dengan berat bima meninggalkan istrinya ke bandung. Bima pergi bersama kakek surya. Kepergian bima dan kakek surya selama dua hari ini, membuat sarah merasa senang. Dia bisa memanfaatkan waktu ini untuk memberi pelajaran kepada vella.
Kanza mengetahui rencana jahat mamanya untuk kakak iparnya itu. Dia langsung berencana menemui vella nanti sepulang sekolah. Hp kanza hadiah dari bima, disita oleh sarah padahal kanza tidak menggunakan hp itu untuk aneh-aneh. Tapi sarah berburuk sangka pada kanza sampai akhirnya menyita hp itu.
Hari ini ternyata kanza pulang lebih cepat dari sekolanya. Otomatis sopir belum menjemputnya. Kanza nekat berjalan menjauh dari sekolahan untuk menuju kerumah vella. Tapi sayangnya dia nggak tahu alamat rumah vella. Kanza kebingungan berjalan sendirian. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kanza berlari menuju halte untuk berteduh.
"Duh gimana nih, apa naik taksi aja ya? Tapi nggak ada taksi lewat disini. Kalau naik bis aku gatau jurusan." Ucap kanza dengan bingung.
Tiba-tiba verrel sudah ada di sebelah kanza. Membuatnya terkejut karena kanza sama sekali tak sadar verrel datang.
"Hey kamu masih disini? Belum dijemput ya?" Tanya verrel
"Iya nih kak. Kak verrel juga ngapain disini? Kan bawa motor itu."
"Iya aku nggak bawa mantel. Jadi neduh disini aja kebetulan ada kamu."
Verrel ini kakak kelas kanza, terlihat dia menyukai kanza. Tak lama kemudian hujan reda. Verrel menawarkan tumpangan untuk kanza. Kebetulan dia juga membawa dua helm. Tak ada pilihan lain kanza pun mau saja. Sebelum berangkat verrel memberikan jaketnya agar dipakai kanza. Dia tahu kanza merasa kedinginan. Kanza hanya mengingat nama butik vella. Kebetulan verrel mengetahui alamatnya. Kanza pun langsung naik ke atas motor verrel.
"Pegangan aja gapapa, daripada nanti jatuh." Ucap verrel
"Iya kak." Jawab kanza. Dengan malu-malu dia sedikit memegang pinggang verrel.
__ADS_1
Verrel segera melajukan motornya menuju butik vella. Dia merasa senang bisa membonceng gadis yang disukainya.