Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 42


__ADS_3

Hari ini vella sudah siap berangakat ke kantor agen penyalur tkw. Dia membawa semua persyaratannya. Vella pamit kepada ayahnya untuk melamar pekerjaan, tapi dia tidak bilang akan daftar jadi tkw. Pak arman mendoakan anaknya itu semoga segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya. Dira ikut mengaminkan doa pak arman. Vella langsung berangkat, dia mencari-cari alamat kantor itu berada. Hampir setengah jam perjalanan vella sampai.


"Ini apa bukan ya? Kok sepi banget gini, nggak ada banner atau tulisan apa gitu. Biasanya kan setau aku kantor ginian ada banner gede gitu." Ucap vella merasa ragu untuk melangkah masuk.


Kantor itu seperti rumah biasa dan terletak di perumahan yang sepi. Vella memasuki terasnya, dia melihat-lihat sekeliling. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Vella sangat kaget hingga berteriak.


Aaaaaaa..... Teriak vella.


"Astaga mas maaf saya kaget. Habisnya masnya muncul tiba-tiba gitu, nepuk pundak saya lagi." Ucap vella


"Maaf kalau saya ngagetin mbak. Oh iya ada yang bisa saya bantu?" Tanya pria yang sekarang berdiri di depan vella.


"Saya mau daftar jadi tkw, ini bener tempat agen penyalur tkw?" Tanya vella dengan serius.


Pria itu malah memandangi vella dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia memandang dengan tatapan yang tidak biasa. Tapi vella sama sekali tidak mencurigainya.


"Mas kok malah diem, Bener kan ini alamat agen penyalur tkw?" Tanya vella sekali lagi


"Oh iya benar. Perkenalkan saya bram pemilik kantor ini."


"Tapi kok sepi banget ya mas, trus nggak ada banner atau tulisannya gitu." Ucap vella meragukan


"Ohh memang kantor ini baru pindah kesini, belum sempat buat banner seperti yang kamu maksud. Mari masuk isi data diri dulu." Ucap bram


Vella pun mengikuti bram masuk ke dalam. Saat masuk kedalam, vella mulai yakin kalau itu memang resmi. Banyak sertifikat serta surat izin yang di pajang di tembok. Banyak juga foto-foto tkw yang sudah berhasil diberangkatkan. Bram menyodorkan formulirnya. Vella mengisi semua formulir itu. Kemudian bram memberikan gambaran enaknya menjadi tkw dengan gaji yang besar.


"Kamu kalau jadi tkw itu bukan cuma bisa kerja aja, disana kamu juga bisa liburan. Saya pastikan kamu kerja enak disana. Bukan jadi pembantu rumah tangga gitu, kerjanya enak pokoknya." Ucap bram


"Yang bener mas? emang kerjanya apa ya kalau boleh tau?" Tanya vella penasaran


"Kebetulan ini sedang ada orang kaya disana mencari asisten untuk menemani ibunya jalan-jalan setiap hari.Kerjanya ya cuma nemenin kemanapun dia pergi." Jawab bram


Vella merasa tidak percaya, dengan gaji yang begitu besar tapi kerjanya cuma nemenin jalan-jalan. Dia jadi berfikir buruk dan ingin mundur saja tidak jadi mendaftar. Tetapi bram terus meyakinkannya, sampai akhirnya vella menandatangani sebuah surat pernyataan kalau dia resmi menjadi calon tkw yang akan dipekerjakan di luar negeri.

__ADS_1


"Besok kamu kesini lagi ya, Karena besok akan ada kelas bimbingan sebelum kamu diberangkatkan. Tenang, kamu nggak sendirian, besok ada 4 orang lain yang mengikuti kelas bimbingan. Siapa tau kamu bisa jadi teman mereka." Ucap bram


"Baik mas, kalau begitu saya permisi. Besok saya akan datang tepat waktu." Ucap vella


Vella pun pergi meninggalkan tempat dan bergegas pulang kerumah.


"Cantik juga tu cewek, bisa ngehasilin banyak duit nih gue dari dia." Ucap bram


...----------------...


Kiara terus bertanya pada bima kapan dia akan mengajaknya untuk melihat rumah itu dan segera membelinya. Tapi, saat ini bima sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan kantor dan juga hotel. Di butiknya, kiara merasa kesal karena dia tidak sabar ingin memiliki rumah baru diperumahan itu. Dia ingin segera pamer pada teman-temannya. Terlintas dalam pikirannya untuk memintanya pada davin saja. Kiara langsung menelfon davin dan mengajaknya bertemu di sebuah kafe.


"Sayang.." Sambut kiara dengan pelukan pada davin.


"Tumben banget kamu ngajak aku ketemu duluan, Katanya kita harus jaga jarak sementara biar pria bodoh itu nggak curiga." Ucap davin


"Emm duduk dulu sayang, aku kan kangen sama kamu." Ucap kiara


"Kalau itu aku juga selalu kangen sama kamu sayang." Ucap davin.


"Sayang kita nanti kan menikah nih, kita kan harus punya rumah." Ucap kiara


"Aku kan udah punya rumah itu sayang. Nanti kamu bisa tinggal sama aku disitu. Rumah itu kan juga baru aku beli." Ucap davin


"Tapi kan rumah kamu yang sekarang bukan selera aku sayang. Aku mau rumah model yang lain." Ucap kiara


"Kamu udah punya incaran rumah? Tanya davin


"Udah sayang." Jawab kiara


"Harganya berapa?" Tanya davin sambil menyedot minumannya


"1,8 milliar sayang." Jawab kiara dengan entengnya.

__ADS_1


"Uhuukk... (davin langsung tersedak) Apa?!!"


"Kenapa sayang kamu mau beliin kan?"


Davin kaget mendengar harga rumah yang diminta kiara. Dia belum bisa membelikan rumah itu untuk kiara sekarang. Karena bisnisnya baru saja berkembang, ditambah lagi dia baru saja menyuport dana perusahaan papa kiara dengan jumlah yang tidak sedikit.


"Maaf sayang, kalau sekarang aku belum bisa beliin." Ucap davin.


Kiara merasa kecewa kali ini, ternyata davin sama saja dengan bima. Tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, kiara langsung pamit pergi dengan muka kesal.


"Ah sial.. Gue bukannya gamau beliin, tapi kan sebagian besar uang gue ada di perusahaan papanya. Harusnya dia ngrti itu dong!" Ucap davin emosi sendiri.


Dalam perjalanan pulang, kiara jadi berfikir kalau sebenarnya hidupnya sebagai istri bima ini lebih bagus untuknya. Kekayaan bima lebih besar dari davin. Dia berniat untuk tetap mempertahankan pernikahannya dengan bima dan memutuskan hubungan dengan davin.


"Ya benar, gue lebih baik tetep sama bima aja. Gue emang cinta sama davin, tapi bima kan lebih kaya dari dia. Gue nggak mau rugi dong hahaha." Ucap kiara


...----------------...


Bu ira sudah sibuk mempersiapkan acara pertunangan untuk fadly dan siska. Dia mengajak siska ke butik untuk membeli kebaya. Fadly juga ikut kesana, tapi dia hanya diam saja tak berselera. Bu ira sibuk memilihkan baju untuk mereka. Siska sangat antusias, dia senang sekali akhirnya berhasil mendapatkan yang dia inginkan.


"Wah ini bagus sis, cocok buat kamu kayanya." Ucap bu ira


"Iya tante tapi mas fadly suka nggak?" Tanya siska, namun fadly hanya diam melamun.


"Hey fadly kamu kok diem aja sih ditanya siska ini loh," Ucap bu ira


"Terserah mami aja aku nurut, aku mau tunggu diluar." Ucap fadly langsung keluar dari butik.


"Anak itu dari dulu nggak pernah berubah deh. Maklumin ya sis, tenang aja tante bakal bikin dia cepet suka sama kamu." Ucap bu ira


Siska hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah dari butik, mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan siang bersama. Sikap fadly jadi lebih pendiam dan cuek semenjak putus dari vella. Dia sama sekali tidak peduli dengan persiapan pertunangannya dengan siska. Karena dia hanya menuruti keinginan mamanya. Saat fadly pamit ke toilet, siska berbicara sesuatu pada bu ira.


"Tante kayanya mas fadly gitu gara-gara vella deh. Pasti vella ngomong sesuatu yang bikin mas fadly jadi sedih berkepanjangan." Ucap siska

__ADS_1


"Kalau emang bener kaya gitu, tante harus ngomong lagi sama perempuan itu." ucap bu ira


Siska tersenyum, dia sangat senang karena bu ira mudah sekali untuk dipengaruhi. Siska menyuruh bu ira untuk diam-diam saja menemui vella. Pasti fadly akan marah kalau sampai mengetahuinya.


__ADS_2