Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 70


__ADS_3

Acara sudah hampir selesai, fadly mengajak lisa untuk menemui vella dan bima di pelaminan. Mereka berjalan bersama. Fadly merangkul bima dan mengucapkan selamat. Begitu juga dengan lisa yang berpelukan dengan vella. Dia sangat bahagia melihat vella akhirnya menikah. Setelah itu vella menyadari kalau baju fadly dan lisa itu couple.


"Eh tunggu-tunggu, kalian pakai baju couple. Lis kamu sama mas fadly udah...?"


"Ee enggak vel jangan mikir yang macem-macem loh," Jawab lisa


"Ini kerjaan mami, ngasih baju lisa samaan sama aku." Ucap fadly.


Vella pun berbisik dengan lisa. Dia bertanya kok bisa datang barengan fadly sampai dikasih baju oleh bu ira. Lisa hanya menjawab kalau ceritanya sangat panjang lain kali dia akan menceritakannya.


"Bro buruan deh sat set gitu," Bisik bima pada fadly


"Lo udah kaya mami gue aja bim," Ucap fadly lirih


Bima dan fadly pun tertawa, Setelah itu fadly melihat kearah vella yang terlihat sangat bahagia.


"Vella terlihat begitu bahagia, memang move on dari dia itu sudah jadi hal yang tepat." Ucap fadly dalam hati


Setelah itu mereka berfoto bersama dan berpamitan pulang. Akhirnya acara pun selesai, vella turun dari pelaminan digandeng oleh bima.


"Mau langsung ke kamar vell?" Tanya bima


"Haa?! Ini masih sore kan mas?"


"Aaa maksud aku buat ganti pakaian," Ucap bima


"Ohhh iya iya." Ucap vella dengan wajah malu bisa-bisanya dia berfikir kalau bima ingin mengajaknya itu saat ini juga.


Keluarga vella dan bima ternyata juga ikut pamit pulang. Katanya mereka tidak mau mengganggu pengantin baru. Vella memeluk erat ayahnya dan berjanji akan menemuinya lagi besok. Mereka semua pergi. Bima menuntun vella untuk kekamar yang sudah disiapkan untuk mereka berdua.


"Wow mas bagus banget kamarnya dihias kaya gini," Ucap vella

__ADS_1


"Emm kamu suka?" Tanya bima


Vella mengangguk, Kemudian dia langsung mencari kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju.


"Oh iya mas aku kan nggak bawa baju selain yang aku pakek sebelum make up tadi pagi," Ucap vella pada bima


"Tenang aja, sini."


Bima menununjukkan isi lemari di kamar itu, ada banyak baju yang memang di siapkan untuk vella.


"Waahh banyak banget bajunya, emang tiap kamar di hotel ini ada isinya semua lemarinya mas? Trus bisa dibawa pulang gitu?"


"Hehehe kamu ini lucu banget, enggak semuanya ada. Emang ini khusus buat kamu istri aku."


Bima mempersilahkan vella untuk memilih sendiri baju yang ada dilemari itu, kemudian bima pamit untuk mandi terlebih dulu. Bukannya segera memilih baju vella malah terdiam. Dia masih belum percaya bisa berada di posisi sekarang. Dia kembali mengingat saat pertama bertemu dengan bima. Tak ada satu pikiran pun untuk bisa menjadi dekat dengannya. Memang dia pernah merasa suka pada bima saat sudah beberapa kali bertemu, tapi ia sadar diri kalau bima sudah menjadi milik wanita lain. Namun pada akhirnya takdir mempersatukan mereka sebagai pasangan suami istri. Sadar sari lamunannya, vella pun melangkah mendekati lemari yang dipenuhi dengan baju baru itu. Dia memilah-milah baju disana mencari yang menurutnya cocok untuk dipakai. Semua baju masih ada tagnya. Vella mengambil satu baju, dia mengepaskan di badannya dan melihatnya di kaca. Merasa cocok vella langsung berniat memakai itu. Dia ingin melepaskan tagnya dulu. Saat melepasnya matanya langsung terbelalak melihat harga baju itu.


"Haaa?! Astagaa." Ucap vella terkejut


"Ada apa? Apa ada masalah dengan bajunya?"


"Ee enggak mas, cuma kaget aja. I i ini beneran harganya 1,8jt??"


"Iya, buat istri aku kan harus yang bagus. Kenapa? kamu nggak suka modelnya ya, maaf soalnya aku nggak tahu selera kamu." Ucap bima


"Bukan gitu mas, ini baju bagus banget tapi harganya itu loh bisa buat makan satu bulan mas."


"Udah nggak usah mikirin harganya, Sekarang buruan mandi."


Vella pun pergi ke kamar mandi, sampai disana dia merasa kesulitan melepas gaunnya. Karena kancing gaunnya ada di belakang. Mau tidak mau dia harus meminta tolong bima. Karena dia satu-satunya orang yang ada disana.


"Loh nggak jadi mandi?" Tanya bima

__ADS_1


"Emm ini mas, nggak bisa nglepas bajunya susah." Ucap vella dengan malu-malu


"Mau aku panggilin pegawai hotel?" Tanya bima, dia sangat peka kalau vella malu meminta tolong padanya.


"Emm nggak usah mas, mas bisa bantu aku kan? Cuma lepasin kancing-kancing di punggung aku ini aja kok." Ucap vella


"Bisa kalau kamu nggak keberatan." Jawab bima


Vella berbalik badan, dia merasa deg-deg an saat bima melepas satu persatu kancingnya. Vella memengi bagian dadanya agar bajunya aman tidak melorot begitu saja. Bukan hanya vella saja yang merasa deg-deg an, bima juga merasakan hal yang sama. Tangannya bergetar saat melepaskan kancing baju vella. Ketika semua kancing sudah terbuka, terekspos punggung mulus indah vella. Pinggangnya pun juga sedikit terlihat. Tak terlihat kaitan bra disana, jadi kalau gaunnya tidak vella pegangi dengan benar, bisa-bisa bagian tubuhnya akan terlihat oleh bima. Melihat itu jiwa kelakian bima muncul. Tapi dia bisa menahannya untuk saat ini.


"Udah mas?"


"E e i iya udah udah lepas semua."


Vella langsung berlari ke kamar mandi meninggalkan bima. Tiba-tiba saja bima tersenyum-senyum sendiri. Sepertinya dia tidak sabar ingin melewati malam pertama dengan vella.


Tak lama kemudian vella selesai mandi, Dia bingung apa yang harus dia lakukan setelah ini. Saat ini masih sekitar jam 5 sore. Bima duduk di kursi sofa sedang menonton tv. Dia memanggil vella untuk duduk di sampingnya. Vella duduk agak berjarak dengan bima. Untuk mencairkan suasana vella bertanya-tanya tentang bisnis yang dijalani oleh keluarga bima. Bima menjelaskan kalau bisnis keluarganya itu ada dua, hotel dan pabrik konveksi baju yang sudah sangat besar.


Ganti vella bercerita kalau semasa muda dulu ayahnya juga punya pabrik konveksi. Meskipun tidak sebesar milik keluarga bima. Itu salah satu peninggalan kakeknya dulu yang berhasil ayahnya kembangkan. Tapi sayang konveksi itu bangkrut karena musibah kebakaran yang juga merenggut nyawa ibunya. Bima sangat prihatin mendengar cerita vella itu.


"Penyebab kebarannya apa itu?" Tanya bima


"Aku juga nggak tau mas, tapi pas diusut polisi kemungkinan ada konsleting listrik gitu." Jawab vella


"Yaudah kamu yang sabar ya, ibu kamu kan udah tenang disana." Ucap bima sambil mengelus kepala vella


Vella mengangguk dan tersenyum pada bima. Kemudian mereka fokus menonton acara di tv. Kebetulan acaranya film komedi romantis. Mereka berdua terlihat menyukai film itu. Tiba-tiba saja ada kiss scene di film itu. Vella menutup mulutnya dengan kedua tangan. Sedangkan bima hanya tertawa melihat tingkah kepolosan istrinya itu. Vella tetap fokus menonton film itu, tapi bima malah fokus kearah vella. Tiba-tiba saja di merangkulkan tanganya pada pundak vella dan mendekatkan wajahnya. Perlahan vella terdorong bersandar di pojok kursi sofa ditindih oleh bima.


"Aduhh mas bima mau ngapain ini, Tapi kata mbak dira nggak boleh nolak, harus gimana nih aku belum siap." Batin vella


Seketika wajah vella memerah karena wajah bima sudah sangat dekat sekali dengannya. Apalagi tatapan bima membuatnya sangat membeku tidak bisa bergerak sedikitpun. Bima mulai mendekatkan bibirnya pada bibir vella, Vella langsung memejamkan matanya. Di dalam hati dia sudah berkata pasrah saja pada apapun yang akan dilakukan bima padanya. Kan mereka juga sudah menikah. Tiba-tiba saja terdengar suara adzan magrib di tv. Vella kembali membuka matanya.

__ADS_1


Bima langsung beranjak dari atas vella. Dia juga meminta maaf padanya telah melakukan ini tanpa berbicara dulu. Setelah itu bima jadi salah tingkah sendiri. Dia pun berpamitan untuk wudhu terlebih dahulu. Vella tersenyum melihat tingkah bima. Entah mengapa dia malah jadi ingin meneruskan hal itu.


__ADS_2