Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda
Episode 59


__ADS_3

Sampai dirumah, bima masuk ke dalam kamarnya melepas jas, dasi dan menaruh tasnya. Kemudian dia langsung menuju tempat biasa kanza belajar. Namun ternyata kanza sudah selesai belajar.


"Hmm vella udah pulang, yah nggak ketemu dia hari ini." Ucap bima dengan wajah kecewa karena tidak bertemu vella hari ini.


Kemudian dia pergi ke dapur untuk minum, bima melewati meja makan dan melihat ada tas vella. Raut wajah bima langsung ceria lagi. Bima masuk ke dalam dapur. Benar saja vella ada disana. Vella sedang sibuk membuat kue permintaan kanza. Dia tidak menyadari kedatangan bima.


"Kanza, sayang bisa minta tolong ambilin gula halus," Ucap vella sambil sibuk mengaduk adonan kue.


Bima pun menyodorkan satu toples pada vella. Tapi ternyata itu garam bukan gula halus. Vella pun langsung berbalik arah.


"Bukan yang ini sayang, ini gaa--ram." Vella sangat kaget melihat yang berdiri di belakangnya adalah bima. Apalagi barusan dia menyebutnya dengan sayang.


"Ah salah ya? maaf maaf abisnya sama halusnya hehe." Ucap bima


"Aku kira tadi kanza, biar aku ambil sendiri aja mas." Ucap vella


"Kamu bikin apa vell?" Tanya bima sambil mengambil air minum.


"Bikin kue coklat nih mas, kanza yang minta. Mas mau makan ya?"


"Ah enggak aku mau ngambil minum ini aja."


Vella lanjut mengaduk adonan setelah menambahkan gula. Dia mencicipi rasa adonannya, sudah pas. Kemudian dia memasukan adonan ke dalam cetakan, lalu dimasukkan ke dalam oven. Vella pikor setelah mengambil minum, bima pergi. Tapi ternyata sampai saat ini dia masih disana. Vella jadi salah tingkah ada bima disana.


Bima duduk di kursi dekat kulkas, dia minum sambil sesekali menatap kearah vella. Sedangkan vella terus memperhatikan kuenya dari luar kaca oven. Dia jadi salah tingkah karena berdua saja dengan bima di dapur itu.


"Mas bima kok nggak pergi sih, kan aku jadi bingung harus ngapain ini," Ucap vella dalam hati.


15 menit berlalu bima masih tetap disana, dia berfikir ini waktu yang tepat untuk bertanya pada vella tentang statusnya.


Tiing.. Bunyi alarm oven, tanda kue sudah matang. Vella membuka dan segera mengangkatnya.


"Vell kamu udah punya pacar belum?" Tanya bima secara tiba-tiba


Mendengar pertanyaan bima vella sampai salah memegang bagian yang panas. Karena dia mengangkatnya tidak memakai sarung tangan.

__ADS_1


"Aaww.."


Bima langsung sigap menghampiri vella yang mengibas-ngibaskan tangannya itu. Bima menuntun vella ke wastafel cuci piring. Dia mengguyur tangan vella dengan air kran, setelah itu dilap dengan tisu oleh bima. Bima memegang tangan vella dan meniupinya.


"Sakit ya? huufttt....huufftt... lain kali hati-hati kalau ambil kue dari oven harus pakai sarung tangan itu. huufftt...huuff." Ucap bima sambil meniupi jari-jari vella yang kena panas tadi.


Vella tidak bisa berkata apa-apa, dia sudah sangat meleleh dengan perlakuan manis bima padanya.


"Udah mas, tangan aku nggak papa kok. Makasih," Ucap vella melepaskan tangannya dari pegangan bima.


Vella berbalik arah lagi menatap kuenya yang sudah matang. Di depan bima dia menahan senyum kegirangannya, tapi pas membelakangi bima dia mengeluarkan senyum tanda senangnya di perlakukan seperti itu oleh bima. Vella mengeluarkan kue dari cetakannya, dia juga memotong kecil-kecil kue itu. Kemudian vella berniat mengambil piring untuk menyajikannya. Tak di sangka, bima mendekat lagi dan sudah berdiri tepat di belakang vella. Saat ini posisi mereka jadi saling berhadapan. Mereka berdiri sangat dekat. Vella tidak bisa mundur karena dia sudah mentok dengan meja dapur.


"Vell kamu belum jawab pertanyaan aku tadi," Ucap bima dengan sedikit menundukkan kepala, karena memang dia lebih tinggi dari vella. Bima menatap vella dengan tatapan yang tajam.


"Aku belum punya pacar mas," Jawab vella sedikit gugup karena tatapan bima yang menurutnya tidak biasa.


Sudah mendapatkan jawabannya, bima pun pergi meninggalkan vella sendirian lagi di dapur. Saat keluar dari dapur bima tak lagi bisa menyembunyikan ekspresi sumringahnya. Suasana hatinya langsung bahagia mendengar vella belum punya pacar.


Sementara vella yang sedari tadi merasa deg-deg an karena dipepet oleh bima, terus mengelus dadanya. Tapi vella merasa sedikit kecewa karena yang terjadi tidak sesuai espektasinya.


Vella keluar dari dapur menghidangkan kue yang sudah matang. Saat itu juga kanza datang bersama weni.


"Eh mbak vella udah selesai aja bikin kuenya. Maaf ya nggak bisa bantuin tadi, soalnya baru beres nyetrika." Ucap weni


"Iya nggak papa kok mbak, Oh iya kanza kakak pulang dulu ya. Ini kuenya jangan lupa dimakan loh,"


"Siap kak, makasih ya."


Vella berpamitan pada kakek surya, bima sudah berancang-ancang untuk mengantar vella pulang. Tapi ternyata hari ini vella naik motor sendiri. Bima tak jadi keluar dari kamarnya, dia melihat vella pergi dari balkon kamarnya.


Untuk pertama kalinya bima mengirim pesan pada vella. Bima mengucapkan sampai bertemu besok dengan emoticon senyum sumringah. Setelah itu dia langsung berlari keluar kamar menemui kakek surya.


"Kakek, kakek,"


"Kakek di sini, ada apa?"

__ADS_1


Bima menghampiri kakeknya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


"Aku tadi udah nanya sama vella, dia belum punya pacar." Ucap bima dengan semangat.


"Ya bagus dong, kamu udah nyatain perasaan sama dia?" Tanya kakek surya


"Hmm belum kek,"


"Kamu lamar langsung saja dia, daripada keduluan orang lain." Ucap kakek memberi saran.


Bima menyetujui saran dari kakek surya, dia ingin datang menemui ayah vella besok. Bima sudah sangat bahagia saat ini meskipun belum tentu vella menerimanya besok.


Sampai dirumah ternyata hp vella mati, dia langsung mengisi batrenya. Vella mandi dan setelah itu membantu dira menyiapkan makan malam. Setelah makan malam bersama, vella berniat membantu menyelesaikan pekerjaan ayahnya. Tapi ternyata semua sudah selesai. Besok baru pak arman membuat pola untuk pesanan yang lainnya. Akhirnya vella bersantai bermain dengan naya anak dira dan ardan.


"Vell kamu udah cocok loh jadi ibu," Ucap ardan


"Ah kan semua wanita pasti cocok mas." Jawab vella


"Ya iya, tapi maksud aku tuh aura-aura keibuan kamu itu udah muncul." Ucap ardan lagi


"Mumpung ayah masih hidup masih sehat bisa nimang cucu nih vell, ayah doain kamu cepet dapet jodoh." Sahut pak arman


"Aku aminin aja deh yah, aku udah capek jelasin sama ayah kalau aku belum mikir kearah sana. Yang paliiiing penting itu kebahagiaan ayah dulu."


Kemudian ardan menawarkan diri untuk membantu vella mencarikan jodoh. Ardan punya banyak kenalan pria jomblo yang siap diajak menikah. Dira langsung mendukung tindakan suaminya yang ingin mencarikan jodoh untuk adiknya itu. Tapi vella menolaknya. Dia akan mencari sendiri nanti kalau misinya sudah selesai. Sekali lagi dia juga berkata kalau akan menerima siapapun orang yang datang kerumah melamar. Asalkan sesuai kriterianya, dan paling utama bisa mencintai dirinya beserta keluarga dengan tulus.


Vella mengambil hpnya yang dia charger di sebelah tv. Saat membukanya langsung ada 1 pesan dari nomor yang tidak dia kenali. Vella membuka pesannya. Setelah itu melihat foto profilnya. Ternyata itu nomor bima. Menerima pesan singkat begitu saja sudah membuat vella kegirangan. Dira melihat adiknya yang berdiri menatap hp sambil tersenyum sendiri.


"Hayolo vell kenapa kok senyum-senyum itu, Jangan-jangan lagi deket sama cowok ya,"


"Apasih mbak enggak kok. Ini loh ada yang bikin snap vidio lucu. Udah ah aku mau istirahat dulu." Ucap vella dengan menahan ekspresi sumringahnya di depan semua keluarganya.


Sampai di kamar dia kegirangan sendiri, dia masih tidak percaya seorang bima argantara mengiriminya pesan. Sekarang vella jadi bingung harus membalasnya atau tidak. Akhirnya vella membalasnya dengan kata iya mas ditambah emoticon senyum manis.


Sementara bima ternyata menunggu balasan dari vella. Dia sangat senang mendapat balasan pesan dari vella meskipun hanya kata singkat. Bima terus memandangi foto berdua bersama vella saat melukis waktu itu. Bima benar-benar sudah jatuh cinta pada vella. Tapi kali ini rasanya beda dari saat dulu dia bersama kiara. Baru kali ini bima merasa jatuh cinta dan ingin sekali untuk memiliki.

__ADS_1


__ADS_2